Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Pertolongan Sammy


__ADS_3

Dhiv sengaja meminta Sammy untuk mengawasi Lala. Bagaimanapun juga ia tidak bisa melepaskan gadis itu begitu saja. Ia masih peduli dengannya, sehingga masih ingin tahu apa yang terjadi dengannya.


Sammy segera mencari tahu keberadaan Lala. Ia segera mendatangi sebuah kampus swasta setelah seseorang informannya memberitahukan jika Lala menjadi mahasiswi di kampus tersebut.


Ia menyusuri setiap sudut ruangan kampus untuk menemukan keberadaan Lala.


Langkahnya terhenti saat mendengar suara gaduh disebuah kelas.


Ia semakin curiga saat melihat beberapa orang mahasiswa menjaga kelas tersebut dan melarang mahasiswa lain masuk ke ruang kelas tersebut.


Sammy terpaksa melumpuhkan mahasiswa yang berjaga agar bisa menerobos masuk kedalam ruang kelas. Matanya membulat saat melihat beberapa orang mahasiswa mencoba melecehkan Lala.


*Buugghh!!!


Sebuah tendangan melesat kearah para mahasiswa yang mencoba melecehkan Lala.


"Sammy!" Lala berbinar-binar saat melihat lelaki itu menolongnya.


Ia segera bangun dan berlindung dibelakang pria itu.


Sammy segera melawan para pemuda yang menyerangnya. Satu persatu mahasiswa itu berjatuhan ke lantai membuat mahasiswa lainnya berdatangan untuk membantunya.


"Wah ada yang mau jadi pahlawan kesiangan rupanya," ucap salah satu dari mereka saat melihat seorang lelaki mencoba menyelamatkan Lala


"Benar, apa dia salah satu sugar babynya, hingga harus rela datang ke sarang penyamun untuk menyelamatkanya!" celetuk mahasiswa lainnya membuat mereka langsung menertawakan Lala


"Serang dia!" seru salah seorang dari mereka memberikan perintah


Mereka langsung merangsek maju mengeroyok lelaki itu. Sammy dengan mudah menjatuhkan satu persatu mahasiswa itu tanpa melukainya.


Mereka segera berlari meninggalkan tempat itu saat tidak mampu mengalahkan Sammy.


Sam kemudian melepaskan jacketnya dan memakaikannya kepada Lala untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka


"Terimakasih Sam," ucap Lala gusar


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Sammy memastikan kondisi Lala


Gadis itu mengangguk pelan mencoba menahan tangisnya.


"Aku baik-baik saja, hanya luka kecil sebentar lagi juga sembuh," jawabnya


"Menangis lah, keluarkan semuanya agar kau merasa lega," Jawab Sammy

__ADS_1


Lelaki itu bisa merasakan kesedihan Lala. Ia bahkan sengaja meminjamkan bahunya agar gadis itu bisa menumpahkan segala kesedihannya.


Tentu saja mendengar ucapan Sammy membuat Lala langsung menangis tersedu-sedu didepannya. Meskipun sammy adalah pemuda yang dingin namun ia begitu hangat saat bersama Lala.


Ia sudah menganggap gadis itu seperti adiknya sendiri hingga begitu peduli dengannya.


Ia kemudian mengajak gadis itu pergi meninggalkan kampus.


"Kalau kau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi ku," ucap Sammy


" Terimakasih atas perhatian mu Sam. Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?. Bagaimana kau bisa data Apa Dhiv yang menyuruhmu mengawasi ku?" selidik Lala


Sam hanya menarik nafas panjang menatap gadis itu.


"Sebenarnya aku datang menemui mu untuk mengantarkan undangan ini," jawab Sam memberikan selembar undangan kepada Lala


Lala tersenyum kecut melihat undangan itu.


Kenapa hatiku begitu sakit saat menerima undangan ini. Rasanya aku tidak rela melihatnya bersama gadis lain. Tapi bukankah aku yang sudah melepaskannya jadi untuk apa lagi aku menyesali keputusan ku,


Ia kemudian membuka pintu mobilnya dan mempersilahkannya untuk masuk.


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri," ucap Lala menolak tawaran sammy


"Terimakasih untuk pertolongan mu hari ini, sampaikan juga pada Dhiv terima kasih ku karena ia mau mengundang ku dalam acara pertunangannya," ucap Lala


"Siapapun itu tidak penting bagiku, yang jelas aku berterima kasih karena mereka masih mau mengundang ku. Tenang saja aku pasti akan datang kok," ucap Lala kemudian segera berjalan menuju ke halte busway.


Sammy sengaja menunggu sampai gadis itu naik bus baru melesat pergi.


**********


Sam kemudian menemui Dhiv untuk melaporkan kejadian hari itu.


"Bagaimana dengan Lala, bagaimana kuliah pertamanya?" tanya Dhiv saat Sam menemuinya


"Hari ini dia di risak oleh teman-temannya, sepertinya mereka tidak menyukainya karena berita Pernikahan Kontrak kalian," jawab Sammy


"Lalu bagaimana keadaannya, apa dia baik-baik saja?" tanyanya lagi


"Alhamdulillah aku datang tepat waktu dan berhasil menyelamatkanya," jawab Sam


"Syukurlah, aku yakin dia pasti sangat sedih karena hal itu. Lalu apa dia menanyakan tentang diriku?" selidiknya lagi

__ADS_1


"Dia tahu jika aku mengawasinya atas perintah mu, tapi aku mengelak nya seperti pesan permintaan mu. Aku sengaja menggunakan undangan pertunangan kalian sebagai alasanku menemuinya," terang Sam


"Syukurlah kalau dia tidak tahu, aku yakin sekarang dia pasti sangat membenci ku. Apalagi setelah melihat surat undangan itu," ucap Dhiv sinis


"Sepertinya begitu, dia bahkan menolak saat aku menawarinya tumpangan," jawab Sam


"Semoga dengan begitu ayahku tidak lagi menyakitinya dan dia bisa hidup bahagia seperti keinginannya," jawab Dhiv


**********


Raffa begitu terkejut saat melihat Lala pulang dengan wajah acak-acakan.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya pemuda itu mencoba memeriksanya


"Aku tidak apa-apa," jawab Lala singkat


"Jangan bohong, bajumu compang-camping, wajahmu juga babak belur, apa para mahasiswa itu merundung mu?"


Lala hanya diam dan berlalu pergi meninggalkan Raffa.


Raffa segera menarik lengan gadis itu dan membuka jacket yang dipakainya.


"Jadi benar para mahasiswa itu merundung mu. Kau tidak perlu khawatir karena aku akan menyelesaikan masalahmu, kau masih ingat kan wajah-wajah mereka?" tanya Raffa


Lala mengangguk pelan.


"Sebaiknya kau ganti baju, setelah itu ikut aku ke dokter untuk berobat dan melakukan visum," ucap Raffa


"Tidak perlu, lukaku tidak parah jadi tidak perlu melakukan visum segala," tolak Lala


"Aku tahu gadis sebaik dirimu tidak akan tega memenjarakan para berandalan itu, tapi sekali-kali kita perlu memberi pelajaran kepada mereka agar mereka jera dan tidak melakukan hal yang sama kepada mahasiswa lain. Merundung adalah sebuah kejahatan jadi kita harus menghentikannya karena sekarang bukan era feodalisme lagi. Sekarang adalah era modern dimana mahasiswa seharusnya berpikir kritis bukan melakukan perundangan seperti mahasiswa tempo dulu," jawab Raffa


"Yaudah terserah kamu aja Raf, asalkan kau bahagia aku sih iya aja," jawab gadis itu membuat Raffa langsung terkekeh mendengarnya


Lala kemudian mengeluarkan undangan pertunangan Dhiv dan Rani dan memperlihatkannya kepada Raffa.


"Apa dia mengundang mu juga?" tanya Raffa


"Bukan Dhiv yang mengundang ku tapi Rani," jawab Lala


"Syukurlah, karena aku tidak bisa memaafkan Dhiv jika ia sengaja mengundang mu ke acara pertunangannya," sahut Raffa


"Lalu apa kau akan datang ke acara tersebut?" tanya Raffa

__ADS_1


Lala kemudian mengiyakan pertanyaan Raffa. Tentu saja Raffa tak habis pikir bagaimana Lala akan datang ke pesta pertunangan mantan suaminya itu.


"Kalau begitu datanglah bersamaku dan jadilah pasanganku agar mereka tak merendahkan dirimu," ucap Raffa


__ADS_2