Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Keinginan yang tertunda


__ADS_3

Hari itu semua karyawan Mega Group tampak menikmati pesta pernikahan Bos mereka di sebuah hotel bintang lima.


Pesta pernikahan kedua dhiv dan Lala berlangsung meriah bahkan lebih meriah dari pesta pernikahan sebelumnya.


"Dasar penjilat, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ternyata Dhiv benar-benar bekerja keras untuk mendapatkan simpati Edwin, sampai-sampai dia nekad menikahi wanita yang jelas-jelas sudah pernah memiliki anak dari hasil hubungan gelap. Benar-benar tidak bisa dipercaya," celetuk Shelomita


"Sekarang Dhiv akan menjalani kehidupan seperti neraka seperti ku juga, kasihan sekali dia," sahut Ben


"Mungkin dia melakukan semua itu karena ada maksud tertentu yang ia sembunyikan. Kau harus tetap waspada Ben. Aku takut dia akan menyerang kita setelah berhasil mendapatkan sesuatu dari Mega Group," jawab Mitha


Lala terlihat mengawasi tamu-tamu yang datang. Gadis itu bertugas memastikan tidak ada tamu mencurigakan yang datang ke pesta pernikahan Rani.


Tiba-tiba seorang pemuda menarik perhatiannya membuat gadis itu langsung mendekatinya.


"Andra!!" serunya saat melihat mantan kekasihnya


"Lala, wah tidak ku sangkar kita akan bertemu di sini," sahut pemuda itu menyeringai


"Aku dengar kau begitu frustasi saat putus dariku hingga kau nekad menjadi istri kontrak Seorang CEO." imbuhnya


Lala segera menutup mulut lelaki itu dan menariknya keluar dari tempat itu.


"Aku sudah mencari mu selama berbulan-bulan lamanya, sekarang kembalikan uangku atau aku akan membawamu ke kantor polisi!" seru Lala


"Silakan saja, aku tidak peduli. Sampai kapanpun aku tidak akan mengembalikan uangmu itu," jawab Andra dengan entengnya


Lala yang meradang langsung melepaskan pukulan kearahnya, namun dengan sigap pemuda itu langsung menahannya.


"Kenapa kau masih saja bodoh Lala, apa kau tidak tahu siapa aku??" tanya lelaki itu menatapnya tajam


"Aku tidak peduli siapapun dirimu, yang jelas kamu harus mengembalikan semua uangku yang telah kau pinjam dariku!" seru Lala


"Dasar bodoh, kenapa kau tidak juga berubah. Ambil saja uang itu jika kau bisa," sahut Andra


kemudian meninggalkan Lala.


Gadis itu benar-benar kesal dengan Andra. Ia menarik bajunya dan melepaskan pukulannya. Namun lagi-lagi Andra dengan mudah langsung menepisnya. Pemuda itu kemudian membalas serangannya dengan melepaskan pukulan kearahnya hingga Lala sempoyongan.


"Sebaiknya kau segera pergi sebelum aku berubah pikiran," ucap Andra kemudian merapikan penampilannya


Lala kembali menyerang pemuda itu saat ia berusaha meninggalkanya.


Akan tetapi gerakan Andra begitu gesit saat menghindari tendangan keras Lala. Tentu saja hal itu membuat Lala terkejut. Bagaimana bisa seorang Andra bisa menghindari semua serangannya.


Melihat Lala kebingungan membuat Andra menghampiri gadis itu.

__ADS_1


"Jangan terlalu dipikirkan sayang, andai saja kau lebih pintar sedikit kau pasti tahu alasannya," bisik lelaki itu kemudian meninggalkannya


Raffa kemudian menghampiri gadis itu, "Apa yang terjadi padamu, kenapa kau sampai terluka seperti ini?" tanya Raffa kemudian mengusap darah diujung bibirnya


"Aku tidak apa-apa," jawab Lala


"Jangan bohong, bagaimana kau bisa mengenal lelaki itu?" tanya Raffa


"Dia adalah Andra mantan pacarku yang sudah menipu ku dan membawa lari uang kuliahku," jawab Lala


"Jadi dia lelaki itu, lelaki yang sudah menipumu dan membawa kabur uangmu?" tanya Raffa


"Iya dia orangnya yang membuat aku terdampar di sini dan bertemu dengan kalian." jawab Lala


"Apa kau berhasil mendapatkan kembali uangmu?" tanya Raffa lagi


"Tidak, sepertinya sangat susah, apalagi dia sekarang mampu mengembalikan semua serangan ku. Aku tidak menyangka dia yang dulu anak mamah kini berubah menjadi sangat kuat," jawab Lala


Raffa kemudian membuka ponselnya dan memperlihatkan foto Seorang lelaki kepada Lala.


Gadis itu terkejut saat melihat Raffa memiliki banyak foto Andra di ponselnya.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Lala


"Kalau begitu dia pasti datang ke sini untuk mencari mangsa," ucap Lala geram


"Bisa jadi," sahut Raffa


Lala kemudian bergegas masuk kembali ke ballroom hotel. Gadis itu celingukan mencari keberadaan Andra.


"Apa kau masih menyukainya hingga begitu penasaran dengannya??" tanya Raffa


"Ish apaan sih," sahut gadis itu


Raffa tersenyum melihat wajah jutek Lala. Baginya ekspresi wajah gadis itu terlihat begitu mempesona hingga ia terus menatapnya tanpa berkedip.


Lala merasa sedikit canggung saat Raffa terus memperhatikannya, ia kemudian sengaja pergi meninggalkan pemuda itu menuju buffer makanan. Raffa menyusulnya dan membantunya mengambilkan menu makanan untuknya.


"Silakan," ucapnya ramah


"Gak perlu repot-repot Raff, aku bisa kok mengambilnya sendiri," sahut Lala


"Gak papa aku suka melakukannya untukmu," jawab Raffa


Dhiv menatap lekat Raffa dan Lala yang sedang menikmati makanannya.

__ADS_1


Kali ini aku tidak akan membiarkan mu lepas lagi dariku La. Setelah ini aku pastikan akan menjadikan mu milikku seutuhnya, aku janji....


Malam itu seusai pesta pernikahan Dhiv segera bergegas menemuinya Rani di kamarnya.


Dhiv sedikit kaget saat mendapati kamar Rani tak terkunci. Ia segera masuk ke dalam dan betapa terkejutnya ia saat melihat bersimbah darah di kamar mandi.


*Tap, tap, tap!!


Dhiv segera menoleh kebelakang saat mendengar suara derap langkah kaki berlari meninggalkan kamar Rani. Saat ia berusaha mengejarnya, Rani melambaikan tangannya kepadanya. Ia mengurungkan niatnya dan menghampiri gadis itu. Melihat luka yang begitu serius dialami gadis itu membuat Dhiv segera menggendong gadis itu dan membawanya menuju ke rumah sakit.


Ia tidak lupa menghubungi Edwin untuk memberitahukan tentang keadaan Rani.


"Bertahanlah Rani, kau pasti kuat!" ucap Dhiv mempercepat laju kendaraannya.


Setibanya di rumah sakit beberapa orang perawat langsung membawa gadis itu menuju ruang UGD.


Tidak lama Edwin datang menghampiri Dhiv.


"Apa yang terjadi dengan putriku?" tanya Edwin


"Entahlah Ayah, saat aku tiba dikamarnya ia sudah bersimbah darah," jawab Dhiv


"Siapa yang berusaha mencelakai Putriku," ucap lelaki itu begitu gusar


Dhiv berusaha menenangkan lelaki itu dan menghiburnya. Edwin terlihat semakin kacau saat Dokter memindahkan gadis itu ke ruang Operasi.


"Aku tidak akan memaafkan siapapun yang mencoba mencelakai Putriku, aku akan menyewa seorang detektif untuk menyelidiki kasus ini. Aku pastikan mereka bisa menemukan orang yang sudah mencelakai Rani dalam waktu 24 jam, dan aku yang akan menghukumnya dengan tanganku sendiri," ucap Edwin


"Serahkan saja kasus ini ke polisi ayah, aku yakin mereka akan segera menangkap pelakunya," jawab Dhiv


Namun Edwin menolaknya, lelaki itu bersikeras akan menyewa seorang detektif swasta untuk menyelidiki kasus percobaan pembunuhan Rani. Pria itu bahkan terang-terangan mengatakan jika ia tidak mempercayai polisi, dan akan memberikan hukuman yang sama kepada pelakunya.


Edwin segera menghentikan ucapannya saat seorang dokter keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana keadaan putri ku dok?" tanya Edwin


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, hanya saja luka tusukannya begitu dalam hingga pasien masih belum sadarkan diri sampai sekarang, semoga saja dukungan dari kalian bisa mempercepat kesembuhannya," jawab sang dokter kemudian kembali masuk ke ruang operasi.


Mendengar ucapan Dokter membuat Edwin segera mengajak Dhiv berbicara empat mata di sudut ruangan.


"Kau sudah dengar sendiri kan, Rani belum sadarkan diri dan masih membutuhkan support dari kita. Meskipun kalian telah sepakat untuk melakukan perceraian setelah pesta pernikahan, aku mohon kau menundanya lebih dulu sampai putriku benar-benar pulih kembali, aku mohon padamu Dhiv," ucap Edwin bersimpuh dihadapannya


"Aku yakin jika kau terus berada di sampingnya maka ia akan segera pulih," imbuhnya


Kali ini Dhiv tidak punya pilihan lain selain mengiyakan permintaan Edwin. Ia juga harus mengubur keinginannya untuk kembali mendekati Lala untuk sementara waktu.

__ADS_1


__ADS_2