Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Mengikuti Alur


__ADS_3

"Apa kau memiliki teman yang bekerja di bagian forensik?? seperti mereka jauh lebih kejam daripada pembunuh sebenarnya," sahut Sam


*Ciit!!


Sam menghentikan mobilnya di depan kediaman Anton Lee.


Sammy mengingatkan Dhiv untuk bersikap seperti biasa agar Edwin dan Rani tidak mencurigainya.


Dhiv segera masuk kedalam rumahnya. Setibanya di kamar Dhiv begitu terkejut saat melihat Rani menggunakan baju transparan hingga memperlihatkan tubuhnya dengan begitu jelas.


Rani terlihat memerah saat melihat Dhiv memasuki kamarnya. Wanita itu segera menyambar selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Maaf sudah membuatmu terkejut, aku hanya mencoba pakaian tidur yang diberikan oleh Lala. Dia bilang jika aku terlihat begitu cantik saat memakai baju tidur ini," ujar Rani tertunduk malu


"Kenapa harus minta maaf, bukankah itu normal dilakukan oleh pasangan suami istri yang baru menikah. Kau terlihat begitu cantik memakai baju itu," ucap Dhiv membuka selimut yang menutupi tubuh Rani.


Ia kemudian menggendong tubuh wanita itu dan membaringkannya di ranjangnya.


Lala yang diminta datang untuk membereskan barang-barang pribadi Rani langsung mengurungkan niatnya saat melihat keduanya bercumbu.


Ada rasa sesak saat melihat keduanya bermesraan, namun Lala hanya bisa menahannya.


Kenapa rasanya sakit sekali, apa Rani sengaja menyuruh ku masuk agar aku melihat mereka memadu kasih,


Lala terlihat murung dan merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya. Ia menatap kearah langit-langit kamarnya, "Kenapa aku malah terdampar disini, betapa bodohnya aku yang menerima tawaran pak Edwin untuk merawat Rani yang merupakan rival ku, rasanya aku tidak bisa bertahan disini. Aku tak bisa terus-terusan melihat Dhiv bermesraan dengan wanita lain, meskipun mulutku berkata tidak apa-apa, tetap saja aku tidak bisa,"


Malam itu Lala langsung mengemasi barang-barangnya, ia berencana mengundurkan diri sebagai asisten pribadi Rani.

__ADS_1


Pagi harinya setelah menyiapkan sarapan Lala menemui Edwin. Gadis itu kemudian menyampaikan keinginannya untuk berhenti bekerja.


"Kenapa kau ingin berhenti bekerja, apa gajinya kurang besar atau Rani bersikap kasar padamu?" tanya Edwin


"Bukan itu pak, hanya saja aku merasa kurang nyaman dengan pekerjaan ini," jawab Lala


"Apa yang membuatmu tidak nyaman, apa karena Dhiv?" Edwin menatapnya lekat


"Bukan karena itu pak, aku hanya ingin suasana kerja yang formal saja," sahut Lala


"Aku belum bisa mengijinkan mu keluar dari pekerjaan ini sampai semuanya selesai," ucap Edwin


"Maksudnya gimana pak?"


"Aku tahu kau adalah mantan istri kontrak Dhiv jadi wajar saja jika kau masih menyukainya. Meskipun kau berusaha mengingkarinya namun matamu tak bisa berbohong," ucap a


Gadis itu tidak bisa membantah ucapan Edwin.


Saat Melia Dhiv dan Rani bergandengan tangan menuju meja makan, Lala segera meninggalkan tempat itu karena tidak mau melihat mereka.


Dhiv langsung melepaskan genggaman tangannya saat melihat Lala meninggalkan ruang makan.


"Sayang kamu mau sarapan apa sayang?" tanya Rani


"Aku akan sarapan di kantor saja, kebetulan ada meeting pagi. Makan yang banyak ya supaya cepat sembuh," jawab Dhiv kemudian bergegas pergi


Setelah melihat Dhiv pergi, Rani segera bangun dari kursi rodanya dan berjalan-jalan menikmati udara pagi mengelilingi kediamannya.

__ADS_1


"Sekarang kau sudah bisa berjalan bukan, jadi sudah selesai juga tugasku merawat mu," ucap Lala


"Kenapa kau begitu ingin pergi dari tempat ini, apa kau merasa sesak saat melihat kami berdua?" telisik Rani


"Terserah kau mau berkata apa, yang jelas aku hanya ingin pekerjaan yang lebih bebas dan nyaman saja," jawab Lala


"Jangan munafik Lala, aku tahu kau ingin berhenti karena tahu Dhiv mulai menyukai ku bukan, tapi sayang sekali aku tidak bisa mengijinkan mu berhenti bekerja. Aku akan tetap menjadikan dirimu sebagai jaminan, agar aku bisa mendapatkan cinta Dhiv," sahut Lala


"Jadi itu alasanmu memintaku bekerja di sini?" Lala kini mulai menyadari jika tldak ada yang kebetulan dalam hidupnya.


Jadi ini alasannya aku begitu mudah diterima di Mega Group, kepercayaan itu juga hanya salah satu trik untuk menjebak ku. Baiklah sekarang aku hanya perlu mengikuti sandiwara kalian bukan??


*******


Dhiv segera melesatkan mobilnya menuju laboratorium forensik Polri.


Ia sengaja menemui Sam di sana agar tidak seorangpun mencurigainya.


"Bagaimana hasilnya??" tanya Dhiv


"Sidik jari pada pisau tersebut identik dengan sidik jari Rani, jadi kemungkinan besar Ranilah yang menikam dirinya sendiri. Sama seperti yang dikatakan oleh ibu Mitha," sahut Sam


"Kalau begitu aku harus menyerahkan bukti ini kepada polisi agar mereka segera ditangkap dan Ibu segera dilepaskan," jawab Dhiv


"Sebaiknya jangan buru-buru, justru ini adalah kesempatan emas untuk mu mengambil alih DC Group dari Mitha, kau juga bisa memanfaatkan Mega Group untuk memperkuat kedudukan mu. Sama seperti mereka yang juga memanfaatkan dirimu kau juga harus memanfaatkan mereka untuk kepentingan mu," sahut Sammy


"Aku yakin ada banyak konspirasi dari kasus ini maka bersabarlah," imbuh Sam

__ADS_1


__ADS_2