
Dhiv segera menuju rumah sakit setelah mendengar Dario dirawat karena terkena serangan jantung.
Setibanya di sana ia langsung menemui lelaki itu di bangsal perawatan VIP.
"Ayah, bagaimana keadaan mu?" tanya Dhiv menyapanya
"Sepertinya hidupku tidak lama lagi," ucap Dario dengan wajah pucatya
"Kau tidak boleh berkata seperti itu, aku yakin ayah pasti akan segera sembuh," jawab Dhiv
"Aku tidak yakin Dhiv," lelaki itu menerawang menatap langit-langit
Ia kemudian menggenggam tangan Dhiv dan menatap lekat wajah putra bungsunya.
Dario memberitahu Dhiv jika Shelomita adalah orang yang ada membuat kekacauan di pesta pernikahannya. Ia juga memberitahukan jika Mitha melakukan semua itu untuk merebut DC Group darinya.
"Selama wanita iblis itu masih hidup ia akan berusaha mengambil DC Group dariku. Sama seperti diriku yang dicampakkan olehnya, sepertinya dia juga akan melakukan hal yang sama padamu. Apapun yang terjadi pada Rani kau harus tetap menikahinya. Kau harus bisa mengambil hati Edwin dan gadis itu agar bisa membalas semua yang dilakukan Mitha padamu. Aku yakin hanya itu satu-satunya cara agar kau bisa mendapatkan kembali saham yang diambil Edwin dariku. Edwin adalah orang yang mudah tersentuh dan akan memberikan apapun jika ia sudah menyukai seseorang untuk itulah kau harus membuat ia percaya padamu. Jadilah lelaki sejati yang benar-benar peduli dengan putrinya dengan tetap menikahinya meskipun kau tahu dia sudah mengandung benih lelaki lain. Apapun yang terjadi kau tidak boleh menyerah, kau harus bertahan jika ingin merebut kembali DC Group yang seharusnya menjadi milikmu. Mulai sekarang belajarlah menjadi serakah untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku padamu dan juga Ibumu. Aku doakan semoga kau berhasil mendekati Edwin dan mendapatkan kembali DC Group. Jika rencana ini gagal maka kau harus melakukan rencana ke dua, yaitu mencari tahu dimana keberadaan adik kandung Shelomita. Wanita itu adalah pewaris sah DC Group sebenarnya. Dulu Mitha sengaja menyingkirkannya agar bisa menikah denganku karena aku meminta DC Group sebagai hadiah jika ia ingin menjadi istriku," terang Dario
"Kadang kita harus menjadi sedikit licik untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Aku yakin kau bisa melakukannya, tetaplah berjuang demi ibumu dan jangan pernah putus asa," imbuh Dario
Dhiv kemudian meninggalkan ruang perawatan Dario setelah mendengar semua petuah dari lelaki itu.
"Haruskah aku melakukannya, apakah aku harus mengorbankan perasaan Rani demi ambisiku,"
Dviv begitu gamang saat harus melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya. Bagaimanapun ia tidak mau melukai hati seorang wanita karena ia tidak mau melihat mereka bernasib sama seperti ibunya.
Tiba-tiba Dhiv wajah teduh Lala muncul dihadapannya. Gadis itu tersenyum dan membuka tangannya membuat Pemuda itu segera menghampirinya. Namun saat ia memeluknya bayangan itu sirna seketika.
Aku harus melakukannya, apapun akan aku lakukan agar aku bisa bersama mu lagi,
Dhiv kemudian menuju gedung DC Group, seperti pesan Dario.
Setibanya di sana Mitha sudah menunggunya di ruang kerjanya. Ben tampak duduk di kursinya membuat ia berpikir jika Ibu dan anak itu sudah mengambil posisi CEO darinya dan berniat mengusirnya dari DC Group seperti prediksi Dario.
"Mulai sekarang Ben akan menggantikan mu sebagai CEO DC Group. Karena kau telah membuat kekacauan yang menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan, maka hari ini juga kami secara resmi memecat mu. Sebaiknya sekarang kau segera mengemasi barang-barangn mu dan enyahlah dari tempat ini dan jangan pernah kembali lagi!" seru Shelomita
Dhiv kemudian mengemasi barang-barang pribadinya dan meninggalkan gedung DC Group.
Ia sengaja menyuruh Sam untuk membawa barang-barangnya ke apartemennya. Sedangkan ia melesat menuju ke rumah sakit tempat Rani di rawat. Lelaki itu akhirnya membulatkan tekadnya setelah mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Shelomita.
Sepertinya aku harus melakukan semua yang ayah perintahkan. Aku yakin hanya ini satu-satunya cara untuk membalas dendam kepada Shelomitha.
Dhiv sengaja mengunjungi Rani di rumah sakit untuk mendapatkan simpati dari Edwin ayah Rani.
Ia menggenggam jemari gadis itu dan mengajaknya berbicara, saat melihat Edwin berdiri di depan pintu masuk bangsal perawatan Rani.
Dhiv berharap dengan mengajak gadis Rani itu berbicara akan membantu gadis itu cepat pulih dan segera sadar dari komanya.
"Cepatlah bangun, agar kita bisa melanjutkan pernikahan kita. Aku tidak peduli dengan masa lalu mu dan akan tetap menikahi mu apapun yang terjadi," ucapnya lirih
Edwin begitu terharu melihat ketulusan Dhiv.
__ADS_1
Ternyata Dhiv benar-benar tulus, ia tidak seperti yang aku bayangkan.
Ia kemudian menghampiri pemuda itu.
"Kenapa kau disini sepagi ini, apa kau tidak bekerja?" tanya Edwin
"Aku kemari karena aku sudah tidak memiliki pekerjaan lagi, aku harap kehadiran ku bisa membuat Rani cepat sadar. Karena aku memiliki waktu luang sekarang, jadi aku ingin menemani Rani disini," jawab Dhiv
"Aku kira Mitha hanya mencopot posisi CEO dari dirimu saja, tapi tidak ku sangka dia juga menendang mu dari DC Group," ucap Edwin
"Melihat ketulusan mu pada Rani, membuat ku merasa bersalah karena sudah berpikir negatif padamu sebelumnya. Kalau kau tidak keberatan kau bisa menggantikan aku menjadi pemimpin Mega Group untuk sementara waktu karena aku harus merawat putriku. Aku yakin kau bisa mengerjakan semua pekerjaan ku dengan baik. Apalagi mengingat rekam jejak mu yang bisa membangkitkan DC Garment, aku percaya kau juga mampu mengembangkan Mega Group menjadi satu-satunya perusahaan properti terbesar di Jakarta," terang Edwin
Dhiv tersenyum lebar mendengar ucapan Edwin, bagaimanapun juga ia merasa bahagia karena rencananya untuk mendapatkan kepercayaan Edwin berhasil.
"Terimakasih ayah, aku berjanji akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Aku belum bisa berjanji apapun padamu, yang jelas aku akan bekerja keras untuk menjadikan Mega Group menjadi satu-satunya perusahaan properti terbesar seperti yang ayah inginkan," jawab Dhiv
Siang itu juga Edwin segera mengajak Dhiv ke Gedung Mega Group. Ia memperkenalkan Dhiv kepada karyawannya. Edwin juga menyampaikan kepada mereka jika Dhiv akan menggantikan dirinya menjadi CEO Mega Group untuk sementara waktu.
*********
"Lala!"
Lala segera berlari menghampiri seniornya saat wanita itu memanggilnya.
Ia meminta bantuan Lala agar mempersiapkan makan siang karyawan di aula untuk menyambut pemimpin perusahaan yang baru.
"Oh begitu," jawab Lala membantu seniornya.
Ditempat berbeda Edwin kembali memperkenalkan Dhiv kepada Karyawannya yang lain.
Hari itu semua karyawan Mega Group membicarakan tentang Dhiv. Pemimpin baru perusahaan itu yang memiliki wajah yang menawan. Hampir semua karyawan wanita begitu memuji ketampanan pria itu dan menyesalkan kenapa ia harus menikah dengan Rani yang menurutnya tidak pantas untuknya.
"Aku semakin bersemangat bekerja di sini setelah melihat wajah CEO baru kita, dia sangat tampan dan baik hati, beruntung sekali Mbak Rani menjadi istrinya," ucap salah seorang office girl
"Setampan apapun bos kita, tetap saja dia tidak akan melirik bawahan seperti kita. Sebaiknya fokus bekerja agar kalian tidak terkena PHK. Sekarang cepat bersihkan aula karena acara makan siang sudah selesai!" seru Riri Seorang Office girl senior
"Baik Bu!"
Semua tim kebersihan langsung menuju aula untuk membersihkan tempat tersebut.
"Lala, tolong bawakan minuman ini ke ruang pimpinan," ucap Bu Riri
"Baik Bu,"
Lala segera membawa kopi panas tersebut menuju ruang pimpinan.
*Tok, tok, tok
Edwin segera beranjak dari duduknya dan membukakan pintu untuknya, ia mempersilakan gadis itu masuk dan meletakkan secangkir kopi panas di mejanya.
Ponsel Edwin tiba-tiba berdering membuat lelaki itu sejenak meninggalkan Lala.
__ADS_1
"Apa kau karyawan baru di sini?" tanya Edwin
"Benar Pak,"
"Apa kau bisa membantuku mengerjakan tugas ini," Edwin meminta Lala membantu mengetik laporan keuangan perusahaan
"Kalau cuma mengetik saja saya bisa pak," jawab Lala
"Kalau begitu bantu aku mengerjakan pekerjaan ini, aku akan pergi ke rumah sakit dulu karena harus melihat kondisi putriku. Aku harap kau sudah menyelesaikan
laporan keuangan ini ketika aku kembali,"
"Baik Pak," jawab Lala kemudian segera mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya
Setibanya di rumah sakit Edwin merasa senang karena melihat Rani sudah siuman. Ia langsung memeluk erat putrinya.
"Terimakasih karena sudah bertahan putriku," ucapnya lirih
"Aku dimana ayah?" tanya gadis itu menatap sekelilingnya
"Kamu di rumah sakit nak,"
Gadis itu kemudian menangis tersedu-sedu mengingat peristiwa yang terjadi di Pesta Pernikahannya.
"Apa semuanya sudah usai, apa Dhiv meninggalkan aku?" tanya gadis itu berkaca-kaca
"Tidak sayang, justru dia yang selalu menemani mu di sini. Dhiv yang selalu mengajakmu bercerita untuk membangunkan alam bawah sadarmu. Pemuda itu begitu baik hingga tidak mau meninggalkan dirimu meskipun dia sudah mengetahui semua rahasia mu," jawab Edwin
"Apa dia akan tetap menikah denganku?" tanya Rani
"Benar, dia sudah mengatakannya kepada ayah tadi pagi. Ia akan tetap melanjutkan pernikahan kalian apapun yang terjadi," jawab Edwin membuat gadis itu berbinar-binar.
"Aku akan menghubungi Dhiv, aku yakin ia pasti senang saat tahu kau sudah siuman," imbuh Edwin
Ia kemudian menghubungi Dhiv untuk menyusulnya di rumah sakit.
"Jika kau benar-benar ingin menikahi putriku, maka lakukanlah sekarang," ucap Edwin
Dhiv tidak bisa menolak keinginan Edwin, apalagi saat melihat kebahagiaan di wajah pucat Rani.
Ia langsung mengiyakan permintaan Edwin dan menikahi Rani sesuai permintaannya.
"Terimakasih Sayang, sekarang kau sudah resmi menjadi suamiku. Aku begitu bahagia bisa menjadi istrimu meskipun aku tahu aku tidak bisa memiliki mu," ucap Rani kemudian menghembuskan nafas terakhirnya
"Oh tidak, kenapa aku berpikir jahat seperti itu," ucap Dhiv saat tersadar dari lamunannya.
Dhiv menepuk-nepuk pipinya saat mengakhayal sesuatu yang buruk tentang Rani. Ia kemudian segera bergegas menuju rumah sakit.
Ia berhenti saat melewati ruangan Edwin.
"Bukankah ayah sedang berada di rumah sakit, tapi kenapa ada orang di ruang kerjanya??. Kalau benar ada seseorang di ruangannya lalu siapa dia??" Dhiv mengendap-endap menuju ruang kerja Edwin untuk melihat siapa yang ada di ruangan tersebut
__ADS_1
"Lala!!" Pria itu benar-benar tak menduga jika berada di ruangan Edwin adalah Lala.