Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Lamaran


__ADS_3

WARNING !!!


Bagi semua yg sudah baca chapter 58 sebaiknya BACA ulang ya karena ada part tambahan jadi biar gak keder di part ini!!


Dhiv sengaja memerintahkan


Edwin mengernyitkan keningnya saat melihat Dhiv menyambangi ruang kerjanya.


"Ada perlu apa kau datang kemari?" tanya Edwin


"Bukan aku yang punya perlu dengan ayah, tapi mereka," jawab Dhiv menunjuk kearah dua orang polisi yang berdiri di luar pintu


"Apa maksudmu?" tanya Edwin tak habis pikir Dhiv akan datang menemuinya dengan membawa polisi


Dhiv hanya mengangkat bahu dan kemudian dua orang polisi langsung memberikan surat penangkapan kepada Edwin dan membawa lelaki itu keluar dari gedung DC Group.


"Akhirnya semuanya selesai juga," ucap Dhiv lega


*********


Bukan hanya Edwin yang mendapatkan kejutan siang itu tapi juga Rani. Wanita itu langsung jatuh lemas saat menerima surat dari pengadilan agama.


"Aku yakin ini pasti Karena Lala, dia yang sudah meracuni makanan ku hingga aku diare, aku tidak akan tinggal diam aku harus membalas perbuatannya. Kalau aku tidak bisa mendapatkan Dhiv maka dia juga tidak bisa," Rani segera mengusap air matanya dan bergegas pergi


Ia menghentikan mobilnya di depan kampus Lala. Gadis itu sengaja menunggu Lala keluar dari kampus.


Senyumnya mengembang saat melihat Lala keluar dari kampus, ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Sekarang matilah kau Lala!" seru Rani langsung menginjak gas mobilnya


Tiba-tiba seseorang langsung menarik Lala saat melihat sebuah mobil melaju kencang hendak menabraknya.


*Grep!!


Lala terlihat begitu shock hingga terus memeluk lelaki itu erat.


"Apa kau baik-baik saja?"

__ADS_1


Lala langsung mengangguk dan melepaskan diri dari pelukannya.


"Terimakasih àtas sudah menolong ku," ucap Lala


Gadis itu begitu terkejut saat melihat wajah orang yang menolongnya. "Raffa???"


"Kenapa kau menjauh dariku?" tanya pria itu membuat Lala seketika merasa bersalah


"Maafkan aku Raf, bukan maksudku untuk menjauh darimu, tapi aku hanya ingin hidup tenang tanpa bayang-bayang kalian. Aku ingin hidup seperti Lala yang dulu sebelum mengenal kalian. Tapi sayangnya aku tidak bisa melawan takdir, aku tetap saja bertemu kalian, entah apa ini karma atau ujian bagiku karena nyatanya aku tidak bisa hidup jauh dari kalian," jawab Lala


"Kembalilah ke rumah Kakek, kau terlihat begitu kacau saat berada jauh dari kami," ucap Raffa menyentuh Luka di kening Lala


"Tidak usah, aku sudah nyaman tinggal sendiri," jawab Lala


"Kalau masalahnya karena kau todak bisa menerima cintaku aku tidak masalah. Aku sudah bisa menerimanya karena aku tahu cinta tak bisa dipaksakan. Tapi aku tidak bisa terima melihat dirimu terluka seperti ini, aku yakin orang yang berusaha menabrak mu tadi adalah orang yang meninggalkan luka di wajahmu bukan?" tanya Raffa


Lala hanya menghela nafas mendengar ucapan Raffa, " Ternyata kau lebih tahu banyak tentang diriku, tapi Raff aku belum bisa kembali sebelum menyelesaikan semuanya," sahut Lala


"Apa yang kau maksud memisahkan Dhiv dengan istrinya?" tanya Raffa


"Apa kau benar-benar menyukai Dhiv hingga kau berbuat seperti ini sampai mengorbankan dirimu sendiri. Aku jadi iri andai saja aku jadi Dhiv aku pasti akan menikahi mu lagi dan menjadikan mu satu-satunya wanita dalam hidup ku," jawab Raffael


"Sudahlah jangan bahas itu lagi, aku harus pulang karena sudah terlambat," jawab Lala


"Kalau begitu aku akan mengantar mu," ucap Raffa


"Tidak perlu, aku bisa kok pulang sendiri,"


"Tidak bisa, aku tidak mau kau terluka lagi, aku takut orang itu masih mengincar mu, jadi maaf kalau aku sedikit memaksa!" Raffa langsung menggandeng gadis itu dan mengajaknya menuju ke parkiran motor


Ia kemudian memakaikan helm kepada Lala dan mempersilakannya naik keatas motornya.


"Katakan dimana kamu tinggal, aku akan mengantarmu dengan cepat agar kau tidak terlambat," ucap Raffa


Lala langsung memberitahukan alamat rumah Edwin kepadanya dan pemuda otu langsung melesatkan motornya menuju alamat rumah Lala.


Tidak butuh waktu lama merekapun akhirnya tiba di kediaman Edwin.

__ADS_1


Suasana rumah yang sepi membuat Lala bertanya-tanya apa yang terjadi di rumah itu.


Ia kemudian bertanya kepada para assisten rumah tangga. Seorang koki menyarankan Lala untuk melihat headline berita di media online. Lala segera membuka ponselnya dan melihat berita online seperti yang disarankan oleh sang koki.


Matanya tak bisa berkedip saat melihat headline news setiap kanal berita online yang memberitakan penangkapan Edwin.


"Jadi dia benar-benar melakukannya, syukurlah kalau begitu. Jadi aku bisa kembali ke kampung halaman ku dengan tenang," ucap Lala


"Apa kau juga berniat untuk meninggalkan Dhiv setelah apa yang dia lakukan untuk mu?" tanya Raffa


"Benar, aku harus melanjutkan hidupku dan dia juga akan melanjutkan hidupnya seperti dulu saat sebelum bertemu denganku. Aku tidak mau menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan semua yang ia inginkan selama ini,"


"Kalau begitu izinkan aku menemani hidup mu Lala, aku ingin menjadi seseorang yang selalu ada disisimu untuk selalu mendukung setiap langkah mu, aku juga akan melindungi mu dan menjadikan mu satu-satunya wanita dalam hidupku,"


ucap Raffa kembali berusaha menaklukkan hati Lala. Namun gadis itu tetap diam tak bergeming.


Dhiv yang beru tiba langsung menghampiri mereka.


"Apa kau akan pergi lagi?" tanyanya gusar


"Semuanya sudah selesai jadi aku juga harus kembali lagi, aku harus menjalani hidupku sebagai Lala si pelayan restoran. Aku bahagia dengan kehidupan ku yang dulu meskipun aku tidak memiliki banyak harta." jawab Lala


"Kalau begitu aku akan ikut bersamamu, aku juga akan meninggalkan semuanya agar bisa hidup bersama dengan wanita yang aku cintai. Aku tidak mau menyesal seperti dulu, mungkin benar jika harta bisa di cari tapi cinta sejati susah didapati. Aku sudah menemukan cinta itu jadi aku tidak mau menyia-nyiakannya lagi." ucap Dhiv menggenggam erat jemari gadis itu


Ia kemudian bersimpuh di depannya dan mengeluarkan sebuah box warna merah berisikan sebuah cincin berlian yang Indah.


"Lala... mau kah kau menjadi istriku??" tanya Dhiv membuat Raffa dan Lala tercengang mendengarnya


"Ceraikan dulu istrimu jika mau menikah lagi Dhiv, jangan meniru sikap buruk ayah kita yang selalu menikahi wanita tanpa memberitahukan istri-istrinya lebih dulu," celetuk Raffa


"Aku sudah menceraikan Rani jadi aku single sekarang. Kali ini aku ingin menjadikan dirimu sebagai istriku yang sah bukan istri kontrak lagi, jadi jawablah Lala, apa kau bersedia menerima lamaran ku atau tidak?" tanya Dhiv mencoba menyakinkan Lala


Raffa melirik kearah Lala yang terlihat bimbang.


Ia kemudian menarik gadis itu dan mengambilkan cincin berlian itu untuknya.


"Kalau kau menerima lamaran Dhiv, maka pakaikan cincin ini di kari manisnya," ucap Raffa membuat keduanya tercengang

__ADS_1


__ADS_2