
"Sekarang ceritakan semua padaku apa yang mereka lakukan padamu. Tidak usah takut aku ada di pihak mu sekarang," ucap Dario menatapnya sendu
"Kalau kau sudah melihat semuanya yang terjadi kenapa masih bertanya padaku?" jawab Lala sinis
"Jadi kau melihat ku rupanya," sahut Dario tersenyum kecut
"Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan kenapa masih membawa ku pergi dari rumah itu, jangan bilang kau juga akan memanfaatkan aku seperti Pak Edwin,"
"Aku hanya ingin membantumu mengobati luka-luka mu saja dan kali ini aku benar-benar tidak punya niat jahat padamu La," jawab Dario
"Kalau cuma luka ini aku bisa mengobatinya sendiri, kalau kau ingin membantuku maka bantulah putramu keluar dari Neraka itu," jawab Lala kemudian keluar dari mobil Dario
Gadis itu segera masuk kedalam klinik untuk mengobati lukanya.
Selesai berobat Dario mengajak gadis itu untuk tinggal di Wastu Kencana Ungu.
"Untuk sementara kau lebih aman tinggal di sini, aku takut jika kau terus di sana Edwin akan menjadikan mu untuk menekan Dhiv karena ia tahu kamu adalah kelemahannya," tutur Dario
"Lala kenapa?" tanya Ratih menghampiri mereka
Lala tersenyum menatap wanita itu, "Aku tidak papa kak, hanya luka kecil saja," jawab Lala
"Ini bukan luka kecil La, siapa yang melukaimu?" tanya Ratih
"Aku tak sengaja terbentur kaka jadi jangan khawatir ya, btw gimana kabar kaka?"
Ratih tersenyum kecut mendengar pertanyaan Lala. Ia kemudian mengajak gadis itu ke kamarnya. Ratih kemudian menceritakan semuanya kepada Lala. Gadis itu langsung memeluk erat Ratih, ia tahu wanita itu jauh lebih menderita darinya.
"Kaka yang kuat ya, aku tahu kaka bisa melewati semua ini. Aku percaya badai pasti cepat berlalu," ujar Lala menyemangatinya
"Usia orang tidak ada yang tahu Kak, meskipun dokter sudah memvonis usia kaka tidak akan lama, tapi aku percaya saja jika Tuhan punya rencana yang indah untuk kaka," imbuhnya sembari mengusap air matanya
"Terimakasih La, aku senang kau kembali lagi ke sini setidaknya aku jadi bisa punya teman bercerita. Kau sudah aku anggap seperti adikku sendiri jadi jangan pergi lagi ya," ucap Ratih memegang erat jemari gadis itu.
"Aku tidak bisa tinggal di sini selamanya kak, karena aku harus menolong seseorang, aku janji akan sering mengunjungi mu dan mendengarkan semua ceritamu,"
***********
*Kediaman Edwin
__ADS_1
Malam itu Dhiv terpaksa memanggil dokter pribadi ke rumah karena Rani menolak untuk berobat ke rumah sakit. Pria itu mendampingi istrinya saat dokter menjahit luka di lengannya.
Setelah selesai mengobati Rani Dhiv mengantar sang dokter hingga pintu gerbang.
"Thanks dok atas bantuannya," ucapnya ramah
"Sama-sama Pak Dhiv,"
Dhiv buru-buru kembali ke kamarnya saat mendengar suara gelas jatuh.
"Ada apa Ran??" tanyanya saat melihat gelas pecah di lantai
"Aku haus, tolong ambilkan minum," ucap Rani
Dhiv segera keluar kamar untuk mengambilkan minum untuknya.
Dhiv terkejut saat ia melihat Lala kembali ke rumah itu.
"Kenapa kau kembali lagi, bukankah lebih baik kau tidak tinggal disini,_" ucap Dhiv
"Masih ada urusanku yang belum selesai di sini jadi aku belum bisa pergi sebelum semuanya selesai," jawab Lala
"Kalau masalahnya Rani yang belum bisa jalan kamu jangan khawatir, aku yang akan melatihnya berjalan. Aku lebih mengkhawatirkan dirimu jika berada terus berada di sini," ucap Dhiv dengan wajah khawatir
Edwin yang geram langsung mengepalkan tangannya.
Dasar jal*ng tak tahu diri, beraninya kau menggoda menantuku dihadapan ku,
Saat Lala akan pergi meninggalkannya, Dhiv justru menarik lengan gadis itu dan gantian mencium bibir tipisnya. Ia semakin memperdalam ciumannya seakan tak mempermasalahkan pernikahannya dengan Rani.
"Cukup Dhiv," ucap Lala mendorongnya
"Maafkan aku La," ucap lelaki itu langsung mengontrol dirinya
Lala tersenyum tipis kemudian meninggalkan lelaki itu dan masuk ke kamarnya.
"Aku yakin dia melihatnya," ucap Lala kemudian menjatuhkan tubuhnya ke ranjangnya
Malam itu Dario mengendap-endap masuk kedalam kamar Lala, ia sengaja menggunakan kunci cadangan untuk masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
"Sekarang aku akan membuat mu diam untuk selamanya, kau terlalu banyak bertingkat Lala," Ia kemudian menyingkap selimut yang menutupi tubuh Lala
Betapa terkejutnya dia saat tak mendapati gadis itu di kamarnya.
"Sial kemana dia!" serunya kemudian melemparkan bantal guling yang dikiranya adalah Lala
"Beraninya kau meremehkan aku," Ia segera keluar dari kamar itu dan tiba-tiba Dhiv dan Rani memergokinya
"Ayah ngapain di kamar Lala?" tanya Rani mengerutkan keningnya tidak lama Lala yang sedari tadi bersembunyi dibawah ranjang segera keluar dengan menggunakan gaun malam yang transparan dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Tentu saja Dhiv dan Rani begitu terkejut melihatnya.
"Oh maaf, aku kira hanya ada aku dan Pak Edwin ternyata ada kalian," ucap Lala segera berlari masuk lagi ke kamarnya
"Katakan padaku sebenarnya ada apa antara ayah dan Lala?" tanya Rani dengan wajah kesal
"Aku tidak ada apa-apa dengan gadis itu jadi jangan salah sangka," jawab Edwin
"Bagaimana tidak salah sangka jika ayah keluar dari kamar Lala dengan penampilan berantakan dan Lala menggunakan pakaian seperti itu,"
"Besok ayah akan jelaskan semuanya padamu, sekarang lebih baik kau istirahat, jaga kesehatanmu jangan sampai sakit," ucap Edwin kemudian bergegas meninggalkan tempat itu
Rani terus menggerutu dan memaki Lala malam itu. Gadis itu tak habis pikir jika Lala akan menggoda ayahnya.
Dasar cewek matre, aku yakin ia berusaha merayu ayahku karena tahu ayahku adalah seorang miliarder, selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan dirimu merayu ayahku,
Sama seperti Rani yang tak bisa tidur karena terus memikirkan Lala yang dianggapnya mencoba menggoda ayahnya, Dhiv juga tidak bisa tidur karena ia penasaran dengan sikap Lala yang membuatnya bingung.
Kenapa ia tiba-tiba terlihat begitu liar hingga berani mencium bibirnya padahal ia tahu jika aku sudah menikah. Lalu tadi ada apa dengannya hingga ia berani memakai baju seperti itu??
Saat melihat Rani sudah mendengkur, Dhiv segera keluar dari kamarnya menuju kamar Lala.
"Tidak di kunci??" Dhiv langsung masuk saat tahu pintu kamar itu tidak terkunci.
"Apa kamu sudah tidur La," ucap Dhiv saat melihat gadis itu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Dhiv terkejut saat mendengar ada suara derap langkah menuju ke kamar itu tiba-tiba Lala segera keluar dan menariknya kedalam lemari.
Lala langsung membekap mulut pemuda itu, saat melihat Edwin kembali memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Sembunyi dimana kamu Lala, awas saja jika aku menemukan mu, aku pasti akan membuatmu menyesal telah berurusan denganku," ucap Edwin mengeledah kamar itu.
Dhiv langsung memeluk Lala dan menutupi dirinya dengan pakaian yang tergantung di almari tersebut saat Edwin membuka lemari itu.