
*Buugghhh!!
Sammy jatuh tersungkur di lantai setelah benda tumpul menghantam tengkuknya.
Beberapa orang kemudian menyeretnya dan membawanya pergi ke suatu tempat.
"Jadi dia orangnya??"
"Benar, dialah orang yang beberapa kali mendatangi hotel dan mencari informasi tentang siapa yang menjadi saksi dalam kasus percobaan pembunuhan Mbak Rani,"
"Baiklah, seperti pesan Bos, kita harus menyingkirkannya sebelum dia sadarkan diri,"
"Baik Bos,"
Mereka kembali menyeret Sammy ke suatu tempat. Mereka menempatkan pemuda itu di sebuah peti mati.
"Apa semuanya sudah siap?"
"Sudah, sekarang tinggal masukan saja peti mati itu ke dalam pembakaran,"
Sammy yang sudah sadar kembali memejamkan matanya saat melihat beberapa orang pemuda menghampirinya.
Ia segera membekuk Mereka saat akan menutup peti matinya. Sammy berhasil keluar dari ruang kremasi dan melarikan diri.
Ia kemudian bersembunyi saat melihat seorang lelaki berpenampilan rapi menyambangi tempat tersebut.
Bukankah dia tamu hotel yang menempati kamar Rani, Jadi benar jika kamar itu memang tidak di sewakan. Aku yakin dia tahu siapa dalang dibalik kasus Rani.
Melihat lelaki itu pergi membuat Sam segera menghentikan sebuah taksi dan mengejar lelaki itu.
Seakan tahu jika dirinya sedang dibuntuti lelaki itu mempercepat laju kendaraannya sehingga sammy harus kehilangan jejak pemuda itu.
"Sial, padahal sedikit lagi aku bisa menangkapnya," keluh Sammy
Sementara itu kasus percobaan pembunuhan dengan terdakwa Shelomita akhirnya siap untuk di sidangkan setelah semua bukti-bukti mengarah kepada wanita itu.
"Sidik jari yang terdapat pada pisau yang ditemukan di kamar hotel identik dengan sidik jari Ibu, aku benar-benar tak percaya," ucap Ben
"Tapi itulah kenyataannya, sepertinya ibu benar-benar dibutakan oleh harta hingga tega melakukan semua itu pada Rani," terang Dhiv
"Rani??, apa kau sudah mengenal dengan baik gadis itu, apa kau tahu latar belakangnya??" ucap Ben mencecarnya
Dhiv hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Hen kemudian memberikan rekaman percakapan Mitha dengan Jonas kekasih Rani.
"Setelah mendengar penjelasan dari mantan kekasihnya apa kau bisa menyimpulkan siapa sebenarnya Rani?" tanya Ben
Dhiv kemudian teringat dengan pesan Shelomita untuk menemui Jonas mantan kekasih Rani.
Pemuda itu kemudian menghubungi Sam dan mengajaknya untuk mencari Jonas. Keduamya sengaja melakukan pencarian hari itu juga.
Dhiv dan Sam memasuki sebuah diskotik yang terlihat begitu ramai dikunjungi anak muda. Kebanyakan mereka sedang mengalami sakau karena mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Hanya beberapa saja yang masih sadar dan menari mengikuti alunan musik sang DJ
Kedua lelaki itu mengikuti Seorang karyawan Club yang menuntunnya ke sebuah ruangan.
"Mas Jo ada di dalam, silakan ketuk saja pintunya," ujar sang karyawan
"Terimakasih," ucap Dhiv
Ia segera masuk ke ruangan itu karena ternyata pintunya tidak terkunci. Saat memasuki ruangan itu ia melihat seorang lelaki tengah sekarat karena terkena luka tusuk.
Dhiv dan sam segera membawa lelaki itu keluar dari Club. Mereka kemudian membawanya ke rumah sakit untuk menyelamatkannya.
"Dari pisau yang digunakan untuk menikamnya, pelakunya adalah orang yang menikam Rani," ucap Dhiv memperhatikan pisau di tangannya
"Berarti Jonas tahu pelakunya??" tanya Sammy
"Semoga saja dokter masih bisa menyelamatkannya," ucap Sammy
Dhiv meminta Sam untuk menjaga Jonas, ia harus kembali ke rumah sakit karena Edwin terus menghubunginya.
"Apa yang terjadi ayah?" tanya Dhiv setibanya di bangsal perawatan Rani
"Karena terlalu bersemangat untuk belajar berjalan jahitan luka Rani kembali terbuka, aku mohon padamu Dhiv untuk menasihatinya. Aku harap dia mau mendengarkan mu. Karena yang penting sekarang adalah bukan ia cepat berjalan lagi tapi aku ingin dia pulih dulu. Kau lihat kan bukannya dia sembuh dan bisa berjalan lagi dia malah kembali harus merasakan sakit saat sang dokter kembali menjahit lukanya," tutur Edwin
"Baik ayah, aku akan menjaganya," jawab Dhiv
"Besok kau harus mulia bekerja di Mega Group, jadi aku sengaja menyewa seorang perawat untuk menjaga Rani," ujar Edwin
"Aku akan menjenguknya setelah pulang kerja," jawab Dhiv
"Tidak perlu, mulai sekarang kau harus fokus untuk bekerja di Mega Group, sebentar lagi orang yang akan menjaga Rani akan datang. Aku yakin ia bisa merawat Rani dengan baik," ucap Edwin
*Tok, tok, tok!!
Keduanya segera berhenti bicara saat mendengar suara pintu di ketuk.
__ADS_1
Dhiv kemiskinan membuka pintu ruangan tersebut.
Ia tidak menyangka jika orang yang akan merawat Rani adalah Lala.
"Lala??" ucapnya membelalak
"Benar, aku sengaja memintanya untuk menjaga putriku karena dia orang yang sangat telaten dan juga penuh kasih," jawab Edwin
Dhiv tidak tahu kenapa Edwin meminta Lala untuk merawat Rani saat gadis itu. Meskipun Lala adalah orang yang cekatan bukankah dia bisa saja menyewa seorang perawat profesional yang lebih kompeten untuk merawat Rani daripada Lala yang tidak tahu banyak tentang dunia medis.
Dhiv kemudian pergi meninggalkan Rani setelah mendapatkan ijin dari Edwin untuk menjenguk ayahnya di rumah sakit.
"Kau pasti sangat tertekan akhir-akhir ini bukan?" tanya Dario saat melihat wajah kusut Dhiv
"Tentu saja, banyak teka-teki yang harus aku pecahkan untuk mencari tahu siapa pelaku percobaan pembunuhan sebenarnya," jawab Dhiv
"Kau tidak perlu mencemaskan ibumu, wanita itu sangat licik jadi jangan terlalu percaya padanya. Dia akan menggunakan berbagai cara untuk memisahkan kamu dengan Rani, karena ia tahu Edwin sudah memberikan sahamnya padamu setelah pernikahan kedua kalian," jawab Dario
"Darimana ayah tahu?" tanya Dhiv
"Salah satu direktur DC Group adalah sahabat dekat ayah, dia selalu memberitahukan apa saja yang terjadi di DC Group kepada ayah," jawab lelaki itu
********
*Rumah sakit tempat Rani di rawat
Setelah menyuapi Rani Lala kemudian membantu gadis itu meminum obat-obatanya.
Rani kemudian beranjak dari brangkarnya untuk belajar berjalan.
"Tidak usah buru-buru mbak Rani, aku yakin kau akan bisa belajar berjalan dengan cepat setelah lukamu kering," ucap Lala mencegahnya
"Tapi aku kasihan dengan Dhiv. Kami sudah sepakat untuk melakukan perceraian setelah pernikahan kami, tapi karena kondisi ku seperti ini Dhiv terpaksa menunda perceraian kami karena mengkhawatirkan kondisi ku. Aku sedih karena dia tidak bisa mendekati wanita yang di cintainya karena ia harus merawat ku," ucap Rani gusar
"Kenapa kau berpikir seperti itu, bukankah wanita yang dicintainya adalah dirimu, jadi jangan berpikiran jika Suamimu memiliki wanita idaman lain," jawab Lala
"Dari awal aku tahu jika Dhiv menikah denganku karena paksaan dari Om Dario bukan karena ia mencintai ku. Karena dia adalah pemuda yang baik maka ia tetap melanjutkan pernikahan kami meskipun ia tahu jika aku dan Om Dario sudah membohonginya. Ia sangat mengkhawatirkan aku karena aku sedang sekarat sekarang makanya ia juga menunda perceraian kami. Aku tidak mau membuat dia terus berkorban untukku. Aku ingin dia hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya," ucap Rani menatap lekat kearah Lala
"Kau juga wanita yang baik, aku yakin lama kelamaan hati Dhiv akan luluh, dan dia juga akan mencintaimu," jawab Lala
"Semoga saja begitu, aku juga sangat mengharap hal tersebut terjadi. Tapi aku tidak bisa banyak berharap karena sepertinya Dhiv juga sangat mencintai wanita itu dan tidak bisa melupakannya," sahut Rani
"Jika yang dimaksud adalah Clarissa, maka kamu salah. Dhiv sudah melupakan gadis itu,"
__ADS_1
"Bukan Cla, tapi kamu?" jawab Rani membuat Lala tercengang mendengarnya.