
Setelah menyelesaikan semua urusannya dengan Edwin Dhiv kemudian menyempatkan diri untuk menemui Lala di kampusnya.
Ia tidak lupa membawa semua keperluan untuk melamar gadis itu. Sebuah bucket mawar merah dengan sepasang cincin berlian tergelatak di kursi mobilnya.
"Semoga hari ini aku bisa berhasil menaklukkan hatinya," ucap Dhiv kemudian melesatkan mobilnya menuju kampus Lala
*Ciitt!!!
Dhiv menghentikan mobilnya dan melihat Raffa sedang bersama Lala.
Lelaki itu sedikit terkejut saat mendengar Raffa mengungkapkan perasaannya kepada gadis itu.
"Aku tidak bisa membiarkan Raffa mendapatkan hati Lala, aku harus mencegahnya," ia segera turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.
"Maaf Raffa aku tidak bisa," ucap Lala menolak pria itu secara halus
Tentu saja Dhiv merasa lega mendengarnya.
"Apa kau akan pergi lagi?" tanya Raffa gusar
"Semuanya sudah selesai jadi aku juga harus kembali lagi, aku harus menjalani hidupku sebagai Lala si pelayan restoran. Aku bahagia dengan kehidupan ku yang dulu meskipun aku tidak memiliki banyak harta." jawab Lala
"Kalau begitu aku akan ikut bersamamu, aku juga akan meninggalkan semuanya agar bisa hidup bersama dengan wanita yang aku cintai. Aku tidak mau menyesal seperti dulu, mungkin benar jika harta bisa di cari tapi cinta sejati susah didapati. Aku sudah menemukan cinta itu jadi aku tidak mau menyia-nyiakannya lagi." ucap Dhiv menarik lengan gadis itu
Ia kemudian menggenggam erat jemari gadis itu dan kemudian bersimpuh di depannya dan mengeluarkan sebuah box warna merah berisikan sebuah cincin berlian yang Indah.
"Lala... mau kah kau menjadi istriku??" tanya Dhiv membuat Raffa dan Lala tercengang mendengarnya
"Ceraikan dulu istrimu jika mau menikah lagi Dhiv, jangan meniru sikap buruk ayah kita yang selalu menikahi wanita tanpa memberitahukan istri-istrinya lebih dulu," celetuk Raffa
"Aku sudah menceraikan Rani jadi aku single sekarang. Kali ini aku ingin menjadikan dirimu sebagai istriku yang sah bukan istri kontrak lagi, jadi jawablah Lala, apa kau bersedia menerima lamaran ku atau tidak?" tanya Dhiv mencoba menyakinkan Lala
Raffa melirik kearah Lala yang terlihat bimbang.
Ia kemudian menarik gadis itu dan mengambilkan cincin berlian itu untuknya.
"Kalau kau menerima lamaran Dhiv, maka pakaikan cincin ini di jari manis mu, namun bila kau menolaknya berarti kau menginginkan aku untuk memasangkan cincin lain di jari manismu," ucap Raffa membuat keduanya tercengang
__ADS_1
Lala kemudian mengambil cincin itu dan memasangnya di jari manisnya.
Raffa tersenyum melihat gurat kebahagiaan di wajah Lala.
"Sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan kekasih, selamat ya," ucapnya lirih
Ia kemudian bergegas pergi meninggalkan mereka.
Sementara itu Shelomita begitu bahagia saat ia bebas dan mendengar berita penangkapan Edwin dari Pengacaranya.
"Jadi Dhiv yang sudah menjebloskan Edwin ke penjara, syukurlah anak itu akhirnya berguna juga," ucap Mitha
Ia segera meminta sang sopir mengantarnya menuju ke gedung DC Group.
Ia sudah tak sabar untuk kembali melihat putranya duduk di kursi CEO lagi.
Namun betapa terkejutnya Mitha saat melihat Dario yang duduk di ruangan CEO.
"Kau... bagaimana kau bisa kembali lagi ke sini!" hardik Shelomita
"Tentu saja karena sekarang pemilik saham terbesar di perusahaan ini adalah aku maka akulah yang akan kembali memimpin perusahaan ini," ucap Dario
Wanita itu kemudian menanyakan hal tersebut kepada putranya Ben.
"Apa benar sekarang Dario menjadi CEO kembali?"
"Benar Bu,"
"Tapi bukankah kita memiliki lebih banyak darinya lalu bagaimana ia bisa mendapatkan saham lebih banyak?" ucap Shelomita penasaran
"Dia menunjukkan sebuah gelang kepada para direksi dan mengatakan kalau gelang itu adalah milik putri sang pemilik perusahaan ini yang sebenarnya," jawab Ben
"Gelang??" ucap Mitha mengernyitkan dahinya
Ben kemudian menceritakan ciri-ciri gelang yang dimiliki oleh Dario.
"Apa gelang yang dimaksud adalah milik almarhum kakakku, tidak mungkin meskipun begitu dia adalah pewaris sah perusahaan ini tapi ia tidak memiliki saham di perusahaan ini jadi bagaimana mungkin ia mengklaim memiliki saham terbanyak, apa jangan-jangan ia sengaja menipu semua orang untuk mendapatkan posisinya kembali, dasar licik aku harus mengungkapkan kebenarannya," Mitha kembali menemui Dario di ruangannya untuk menyelesaikan urusannya.
__ADS_1
Saat Shelomita masih berdebat dengan Dario mengenai jumlah saham mereka, hal yang mengejutkan terjadi di Wastu Kencana Ungu.
Ratih terjatuh dari tangga dan tak sadarkan diri. Beruntung Lala pulang ke rumah untuk menjenguknya, ia segera melarikan wanita itu ke rumah sakit.
Ia menghubungi Ben dan memberitahunya tentang keadaan istrinya, namun Ben malah mengacuhkannya.
Ia bahkan tidak datang ke rumah sakit dan lebih memilih menghabiskan waktunya dengan meratapi nasibnya di sebuah bar.
Lala terpaksa menghandle semuanya seorang diri ia bahkan harus berbohong sebagai adiknya demi untuk menandatangani surat persetujuan operasi.
Tidak lama orang tua Ratih datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi putrinya.
Mereka langsung mengenali Lala dan menyapa gadis itu.
"Terimakasih sudah menolong putri kami, dan membawanya ke sini," ucap Ibu Ratih
"Sama-sama Ibu, kita tunggu saja hasil operasinya ya," jawab Lala
Tidak lama dokter keluar dari ruang operasi dan memindahkan Ratih menuju ke ruang perawatan.
"Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik, tapi sepertinya Tuhan punya rencana lain. Kami tidak bisa menyelamatkannya karena kanker sudah menggerogoti otaknya," ucap sang dokter membuat orang tua Ratih menangis tersedu-sedu mendengar kabar kepergian putri semata wayang mereka
***************
Mendengar kabar kematian Ratih membuat Shelomita semakin bahagia, tentu saja karena ia tahu jika putranya akan mewarisi semua harta kekayaan sang istri yang merupakan anak tunggal seorang konglomerat.
"Ternyata Dewi Fortuna masih berpihak padaku, aku yakin dengan mendapatkan warisan kekayaan Ratih Ben bisa kembali menjadi CEO DC Group,"
Mitha langsung berganti pakaian duka saat mendengar suara ambulance memasuki halaman wastu kencana ungu.
Wanita itu langsung menangis histeris saat jenazah Ratih diturunkan dari ambulance.
Ia juga segera menelpon asisten pribadinya untuk mencari Ben dan menyuruhnya agar cepat pulang.
"Maaf besan aku tidak bisa menjenguk Ratih ke rumah sakit karena aku baru saja di bebaskan dari penjara," ucap Mitha mencoba mencari simpati orang tua Ratih
"Tidak apa-apa Mitha, tapi dimana Ben, kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Ibu Ratih
__ADS_1
"Ben sedang mengurus sesuatu di luar kota, tadi aku sudah menelponnya dan dia bilang sedang dalam perjalanan pulang. Maafkan putraku yang begitu sibuk hingga tak bisa menemani istrinya di hari terakhirnya," ucap Mitha
"Iya aku paham, pasti dia sibuk sekali karena kehilangan kursi CEO yang selama ini ia impikan," jawab Ibu Ratih