Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Sebuah penawaran


__ADS_3

Hari itu Dhiv sengaja meminta Sam untuk mengurus surat ijin menikah di kampung halaman Lala.


Dhiv memang menyerahkan semuanya kepada lelaki itu, mengingat resepsi pernikahan yang sudah tinggal menghitung hari.


Kali ini Sam berangkat Seorang diri menuju ke Bandung, Dhiv terlalu sibuk dengan persiapan pengangkatan sebagai CEO DC Group sehingga tak bisa menemaninya.


Begitupun dengan Lala yang sibuk mengikuti berbagai kegiatan sosialita hingga menjalani ritual sebelum pernikahan.


"Bukankah dia pemuda yang dulu menyerang kita juragan??" ucap salah seorang anak buah Saddam saat melihat Sammy di rumah ketua RT.


"Benar, itu dia pemuda yang sudah membuatku babak belur tempo hari. Sepertinya ia sedang mengurus sesuatu di kampung kita, bagaimana kalau kalian menyelidikinya?" jawab Saddam


"Baik juragan," jawab anak buah Saddam begitu kompak


Anak buah Saddam kemudian mengawasi Sam dari kejauhan. Saat melihat Sam keluar dari kediaman sang ketua RT, mereka segera merangsek masuk ke rumah lelaki itu untuk menginterogasinya.


Sang Ketua RT begitu ketakutan saat melihat anak buah Saddam menyatroni kediamannya.


Karena takut ia kemudian memberitahukan apa yang dilakukan Sam di desa itu.


"Oh, ternyata dia sedang mengurus izin Pernikahan Lala. Jadi Lala dan pemuda itu akan menikah, wah pasti menarik sekali jika aku datang ke pesta pernikahan mereka dan mengacaukannya," ujar Saddam kemudian terkekeh


"Benar Juragan, sepertinya kita bisa membalas dendam kepada Lala atas apa yang ia sudah lakukan kepada Juragan,"


"Tunggu...balas dendam??" Saddam terlihat berpikir sejenak saat seorang anak buahnya mengingatkan sesuatu yang membuatnya berpikir untuk melakukan sesuatu


Senyumnya mengembang saat ia mendapatkan ide untuk membalaskan dendam.


"Benar juga, selain Lala aku begitu ingin membalas dendam kepada lelaki yang bernama Sam itu karena sudah dua kali membuatku babak belur. Aku minta kalian terus mengikutinya dan laporkan padaku semua gerak-geriknya, dan kita akan menyerangnya saat ia sedang lengah," ujar Saddam


"Baik Juragan!!"


"Jangan lupa kumpulkan anak buah kalian sebanyak-banyaknya, ingat kita tidak boleh meremehkannya karena ia begitu tangguh dan kuat meskipun Seorang diri," imbuhnya


"Siap Juragan!!"

__ADS_1


"Sekarang cepat kejar dia dan jangan lupa laporkan semuanya kepadaku dan jangan sampai ada yang terlewat,"


"Baik Juragan!!" seru anak buah Saddam kemudian meninggalkan kediaman majikannya.


Setelah selesai mengurus semua dokumen Pernikahan Lala, Saddam kembali ke rumah Lala. Gadis itu memang sengaja memberikan kunci rumahnya kepada Sam agar ia bisa beristirahat di rumah itu mengingat tidak ada hotel atau penginapan di kampung halamannya.


Ia berencana menginap semalam di rumah Lala dan akan kembali ke Jakarta keesokan harinya.


Malam itu Saddam sengaja menyerang Sam saat lelaki itu sedang terlelap. Ia tahu jika mereka akan kalah jika menyerang pemuda itu saat ia sedang terjaga.


*Brakkk!!!


Sam seketika terbangun saat mendengar pintu rumahnya didobrak oleh seseorang. Ia segera beranjak dari ranjangnya dan keluar untuk melihat apa yang terjadi .


*Buugghh!!!


Seorang anak buah Saddam langsung memukul lelaki itu dengan menggunakan balok kayu saat melihat pemuda itu keluar dari kamarnya.


Dalam keadaan setengah sadar Sam berusaha bangkit dan berdiri. Samar-samar ia melihat Saddam dan anak buahnya menyeringai kepadanya.


Ia kemudian menjambak rambut Sam saat pemuda itu menatapnya tajam.


"Kenapa aku begitu benci melihat tatapan mata sombong mu itu, kali ini aku akan mematahkan kesombongan mu agar kau tak bertingkah lagi di kampung halaman orang lain anak muda," ucap Saddam kemudian melepaskan pukulannya ke wajah Sam


"Hajar dia!!" seru Saddam memberikan perintah kepada anak buahnya


Anak buah Saddam langsung menghajar Sam hingga lelaki itu tak berkutik lagi. Melihat Sam terkulai lemah di lantai membuat Saddam memasuki kamarnya dan mengacak-acak semua barang-barang milik pemuda itu. Ia sengaja menghancurkan semua dokumen penting milik Sam untuk menggagalkan pernikahan Dhiv dan Lala.


Setelah puas merobek-robek semua dokumen penting milik Sam. Ia kemudian menyebar kertas- kertas itu ke aras rubuh Sam. Saddam kemudian menginjak kepala Sam sebelum ia meninggalkan kamar Sam.


"Juragan tunggu!!" seru seorang anal buahnya menyusul Saddam


"Ada apa lagi!" sahut Saddam menghentikan langkahnya


"Aku menemukan ini di tas milik lelaki itu," jawab anak buah Saddam memberikan sebuah dokumen kepadanya.

__ADS_1


Saddam menyeringai saat membaca isi dokumen itu.


"Sekarang tamatlah riwayat mu Lala, ternyata kau menikahi lelaki kaya itu hanya demi mendapatkan uang untuk membayar hutang-hutangku. Baiklah ... sepertinya dendam ku akan terbalas dengan memberitahukan kontrak pernikahan ini kepada orang tua sang mempelai pria. Aku yakin pasta Pernikahan Mereka akan menjadi sebuah pesta yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya, hahahaha!!" seru Saddam membayangkan kekacauan di Pernikahan Dhiv dan Lala


Pagi itu, Sam perlahan membuka matanya. Ia berusaha bangun meskipun merasakan tubuhnya begitu remuk setelah ia dipukuli oleh Saddam dan anak buahnya.


Saat ia melihat semua dokumen perizinan nikah Lala dan Dhiv hancur ia segera menghubungi sang ketua RT untuk meminta salinannya.


Sam kemudian berdiri dan merapikan kamarnya yang terlihat berantakan. Tak lupa ia memeriksa tas kerjanya untuk memastikan tidak ada barangnya yang hilang.


"Sial, sepertinya mereka mencuri surat kontrak pernikahan Dhiv dan Lala, aku haruse dapatkan surat itu sebelum mereka menggunakannya untuk memeras Lala dan Dhiv," Sam segera mengobati luka-lukanya dan bergegas meninggalkan rumah itu.


Sam sengaja melaporkan kejadian yang menimpanya kepada polisi.


Siang itu Saddam begitu terkejut saat melihat polisi mendatangi rumahnya.


"Saudara Saddam, anda kami tahan berdasarkan laporan dari saudara Sammy atas dugaan perampokan dan penganiayaan terhadap saudara Sammy," ucap Sang polisi.


"Sial, ternyata pemuda itu masih berani melawan ku, kita lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk di hari pernikahan bos mu,"


Polisi kemudian menggelandang Saddam dan anak buahnya ke kantor polisi.


Setelah berhasil menjebloskan Saddam dan anak buahnya ke penjara, Sam juga menyempatkan diri untuk menjenguk lelaki itu di penjara , sebelum kembali ke Jakarta.


Ia berniat untuk mengambil kembali surat kontrak perjanjian nikah Lala yang dicuri darinya.


Sam sadar jika Saddam bukan tipe orang yang mudah menyerahkan sesuatu yang berharga kepadanya secara cuma-cuma.


Untuk itulah ia sengaja memberikan hukuman yang berat kepada lelaki itu agar bisa mempermainkannya.


Ia berencana mengajukan penawaran kepada Sadam untuk mendapatkan kembali surat kontrak perjanjian nikah dari tangan lelaki itu dengan melihat barter.


Sammy akan mencabut laporannya dan bersedia berdamai dengannya jika Saddam mau mengembalikan surat perjanjian kontrak nikah Lala dan Dhiv kepadanya. Ia yakin dengan begitu Saddam akan menuruti keinginannya.


Mengingat betapa lamanya hukuman yang harus ia jalani jika menolak tawaran darinya.

__ADS_1


"Bagaimana?, apa kau setuju dengan penawaran ku?" tanya Sammy


__ADS_2