Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda

Menikahlah Denganku Maka Aku Akan Menjadikan Mu Janda
Rasa ingin tahu


__ADS_3

Suasana meriah terlihat jelas di ballroom hotel Merlyn Park Hotel Jakarta.


Dhiv terlihat begitu gagah dengan stelan tuxedo hitam, sedangkan Rani terlihat begitu cantik dengan long dress berwarna putih.


Para tamu begitu memuji ketampanan Dhiv dan kecantikan pasangan wanitanya.


Sementara itu Lala datang bersama dengan Raffa.


Semua mata seketika menatap gadis itu saat memasuki Ballroom hotel.


Tampak beberapa orang langsung berbisik-bisik saat melihat kedatangan Lala.


Melihat banyaknya tamu yang menggunjingkan Lala membuat Raffa langsung menggenggam jemari gadis itu untuk menguatkannya.


"Kamu yang sabar ya, jangan khawatir ada aku yang akan selalu ada untuk membantu mu," ucap Raffa tersenyum menatapnya


"Thanks Raff," jawab Lala


Setidaknya Lala merasa sedikit tenang karena ada Raffa yang selalu ada untuknya.


Keduanya kemudian menyalami Dhiv dan Rani untuk memberikan selamat kepadanya.


"Selamat ya, semoga dilancarkan sampai ke Pernikahan," ucap Lala saat menyalami Rani


"Thanks La,"


Dhiv menatap Lala saat gadis itu memberikan selamat padanya.


"Selamat ya," ucap Lala singkat


Ia kemudian segera meninggalkan keduanya dan mengambil minuman.


"Are you ok?" tanya Raffa berdiri disebelahnya


"Tentu saja," jawab Lala kemudian meneguk minumannya


"Sepertinya ada yang kehausan setelah mencoba menahan Bara yang terpendam dalam relung kwlbuy," goda Raffa saat melihat Lala langsung menghabiskan minumannya


Lala hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Raffa. Melihat gelas Lala kosong membuat pemuda itu berinisiatif untuk mengambilkan minuman untuk Lala.


Melihat Lala Seorang diri membuat beberapa orang lelaki menghampiri gadis itu dan menggodanya. Mereka sengaja melecehkannya dengan menawari gadis itu untuk menjadi istri kontraknya, bahkan ada diantara mereka yang meminta Lala untuk menjadi wanita simpanannya.


"Maaf aku tidak tertarik," jawab Lala kemudian meninggalkan mereka


Namun salah seorang dari mereka langsung menarik lengannya, "Memangnya kenapa, apa tawaran kami kurang menarik, atau harga yang kami berikan tidak sesuai. Sebaiknya jangan jual mahal dan sebutkan saja berapa kami harus membayar mu," ucap seorang lelaki membuat Lala langsung berang dan menamparnya


*Plaaakkk!!


"Dasar wanita murahan beraninya kau menampar ku!" hardik lelaki itu mencoba menampar balik Lala


*Grepp!!

__ADS_1


Raffa langsung menahan lengan lelaki itu saat akan mendaratkannya ke wajah Lala.


"Sebaiknya jaga ucapan mu bro!" seru Raffa menatap nyalang lelaki itu


"Cih, pantas saja jal*ng itu menolak kita, ternyata dia lebih memilih menjadi selingkuhan Kaka mantan suami kontraknya yang jelas-jelas lebih kaya daripada kita," cibir lelaki itu membuat Raffa benar-benar geram hingga melepaskan pukulannya kepada pemuda tersebut.


*Buugghh!!


Bukan hanya Raffa yang geram mendengar ucapan pria itu namun juga Dhiv yang berusaha menahan emosinya. Ia terus mengepalkan tangannya saat mendengar lelaki itu terus menggoda Lala hingga menghinanya.


*Buugghh!!


Raffa kembali menghajar pria itu untuk memberinya pelajaran karena telah menghina Lala.


"Orang seperti mu tidak pantas menghina Lala, asal kau tahu, bajingan seperti dirimu bahkan tidak pantas menyebut namanya apalagi menghinanya!"


Semua orang tampak melihat kearah mereka.


Melihat Raffa menjadi tontonan membuat Lala menghampiri pemuda itu dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu.


"Sebaiknya kita pulang saja, lagipula tidak ada untungnya kita lama-lama di sini," ujar Lala menarik lengan Raffa


keduanya kemudian bergegas pergi meninggalkan ballroom Merlyn Park Hotel.


"Maaf aku sudah membuat mu malu," sesal Raffa saat memasuki mobilnya


"Kenapa minta maaf, justru aku yang harusnya berterima kasih karena kau telah membelaku," sahut Lala


"Aku pikir kau marah karena aku membuat keributan di pesta pertunangan Dhiv,"


**********


Kantor pusat DC group.


Pagi itu suasana kantor terlihat memanas, bagaimana tidak, dua orang CEO muda memasuki ruang kerja bersamaan dan saling mengklaim bahwa dirinya adalah CEO yang sah di perusahaan tersebut.


Para pegawai dibuat bingung saat meminta tanda tangan, siapa akan menandatangani dokumen mereka.


Tentu saka kondisi ini mau tidak mau membuat para dewan direksi harus melakukan rapat darurat untuk menentukan siapa yang pantas menjabat sebagai CEO DC Group.


Kabar tak sedap inipun didengar oleh Dario. Lelaki itu segera menuju ruang rapat untuk mengikuti rapat darurat para pemegang saham.


Shelomita menatap tajam kearah Dario, wanita itu seakan hendak memberitahukan bahwa dialah yang paling berkuasa di DC Group sekarang.


Apalagi saat ini hanya dia yang memiliki saham paling banyak di Perusahaan tersebut.


Tentu saja hal tersebut membuat wanita itu tdak mau mengalah dan menyerahkan kursi CEO kepada Dhiv. Ia sengaja meminta Ben kembali menjadi CEO DC Group dengan berbekal kepemilikan 45 persen sahan DC Group dan juga dukungan dari para dewan direksi.


"Perusahaan ini adalah milik almarhum ayahku yang diserahkan kepada sebagai hadiah pernikahan ku dengan Dario. Karena aku sangat tergila-gila padanya waktu itu aku terpaksa memintanya untuk menjadi pemimpin perusahaan ini sekaligus memberikan dua puluh lima persen saham milikku. Karena hubungan kami sedang ada masalah maka aku akan mengambil kembali otoritas atas perusahaan ini darinya, dan saya akan menyerahkan semua tugas dab otoritas perusahaan kepada putra tunggal ku Ben, yang juga merupakan satu-satunya pewaris sah DC Group," terang Shelomita di depan dewan direksi


Meskipun Dario mengklaim memiliki saham paling banyak dan merasa lebih berhak menjalankan perusahaannya daripada istrinya tetap saja para direksi harus melakukan voting untuk memilih siapa yang berhak memimpin DC Group menggantikannya.

__ADS_1


Keduanya terlihat tegang saat satu persatu direksi memberikan suaranya.


Tidak terkecuali Dhiv, lekaki itu benar-benar tak menyangka jika Shelomita akan bertindak sejauh itu.


Setelah proses voting selesai, tiba saatnya bagi moderator rapat membacakan hasil voting. Satu persatu kertas suara dibuka dan dibaca oleh sang moderator.


Shelomita terlihat begitu senang saat nama Ben memimpin perolehan suara sementara. Dario yang gelisah karena perolehan suara Dhiv sangat sedikit mendadak membelalak saat melihat hasil akhir penghitungan suara.


Dhiv berhasil mengalahkan Ben dengan perolehan suara 51 persen sedangkan Ben memperoleh 49 persen suara.


Tentu saja hal tersebut membuat Mitha begitu geram dan berjanji akan membalas apa yang dilakukan oleh Dario dan Dhiv kepadanya.


Wanita itu meninggalkan ruang sidang dengan begitu emosi. Ia terus mengumpat sepanjang perjalanan dan mengutuk Dhiv.


Dario begitu lega dan bangga saat Dhiv berhasil memenangkan pemilihan suara tersebut. Ia tahu jika semua itu bukan hanya dari kepemilikan 45 persen sahamnya di DC Group tapi berkat kerja keras Dhiv selama ini yang sudah berusaha mengembangkan DC Group pusat dan juga DC Garment.


Dhiv tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Dario karena telah membantu meyakinkan para direksi dengan kepemilikan sahamnya.


"Kelak semua saham itu akan menjadi milikmu setelah kau resmi menikahi Rani. Untuk itulah ayah berpesan padamu agar tidak membatalkan pernikahan itu dan berpaling kepada Lala. Aku tahu kau sudah mulai menyukai gadis itu. Tapi cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan hubungan kalian. Kau harus memiliki banyak uang agar bisa hidup bahagia dengan wanita yang kau cintai, jangan sampai kau mengorbankan dirinya hanya karena kau tidak bisa membahagiakannya," ucap Dario menasihatinya


Dario segera pergi meninggalkannya setelah ia memberikan motivasi kepadanya.


Dhiv kemudian menemui para direksi untuk membahas rencana kerjanya setelah resmi menjabat sebagai CEO DC Group.


Ia sengaja meyakinkan mereka lebih dahulu untuk mengantisipasi Shelomita yang sewaktu-waktu akan datang untuk mempengaruhi mereka.


"Sekarang yang terpenting adalah tunjukkan prestasi mu, buatlah kami percaya dan tidak salah memilihmu sebagai Pemimpin DC Group yang baru." tukas salah seorang direksi


"Baiklah, aku akan bekerja lebih keras lagi untuk menunjukkan kemampuan ku kepada kalian," ucap Dhiv kemudian mengakhiri rapat hari itu.


Hari-hari Dhiv berikutnya hanya diisi dengan kerja keras, tidak ada waktu bagi pemuda itu untuk mengurusi hal lain selain bekerja. Ia bahkan menyerahkan urusan Pernikahannya kepada Rani.


Tidak terima dengan kekalahannya membuat Shelomita diam-diam mencari tahu tentang calon istri Dhiv. Ia yakin jika Dhiv berhasil mengalahkan putranya karena wanita itu.


Ternyata Dario berusaha membuat cerita yang sama dengan kejadian 30 tahun silam, ia sengaja memanfaatkan Rani putri seorang konglomerat untuk membantunya mendapatkan posisi CEO untuk Dhiv. Rupanya gadis malang itu akan bernasib sama seperti Nirmala ibu dari Raffa, yang hanya dimanfaatkan sebagai batu loncatan dan di buang setelah berhasil mendapatkan semua yang mereka inginkan. Aku harus mendekati gadis itu dan mencari tahu lebih banyak lagi tentang gadis itu. Lala...aku yakin dia akan membantuku mengalahkan Dhiv, dia akan menjadi kuda hitam seperti Inggit waktu itu....


Mitha menyeringai setelah berhasil membuat rencana untuk mengalahkan. Hari itu ia sengaja mengundang Rani untuk makan siang di Wastu Kencana Ungu.


Wanita itu sengaja menghidangkan aneka masakan pedas karena ia tahu Rani sangat menyukainya.


Mitha begitu terkejut saat bertemu dengan sosok Rani. Ia tidak menyangka jika Rani adalah sosok wanita yang begitu cantik dan elegan. Namun Mitha lebih terkejut saat melihat postur tubuh Rani yang lebih besar dibandingkan dengan gadis seusianya.


"Kenapa kau hanya makan nasi dan sayur saja, Bukankah kau sangat menyukai makanan pedas??" tanya Mitha


"Benar sekali ibu, tapi sayangnya untuk saat ini aku tidak boleh makan makanan itu untuk sementara waktu," jawab Rani


"Apa kau sedang diet karena hari pernikahan mu yang sebentar lagi?" tanya Mitha lagi


"Tidak ibu, mana boleh aku diet dalam kondisi seperti ini, aku hanya sedang menghindarinya saja,"


Mitha sedikit curiga dengan jawaban Rani, ia terus memperhatikan bagian perut gadis itu yang sedikit membesar.

__ADS_1


Apa dia sedang hamil??


Tapi bagaimana mungkin, hubungan dia dengan Dhiv belum terlalu lama jadi mustahil Dhiv menghamili gadis itu. Lalu kalau bukan Dhiv siapa yang menghamilinya, apakah Dhiv tahu jika ia sedang hamil...ah kenapa banyak sekali pertanyaan yang menganggu ku, sepertinya aku harus mencari tahu lagu tentang kehidupan pribadi Rani, aku harus tahu siapa dia agar bisa mengambil kembali posisi CEO dari Dhiv.


__ADS_2