MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
PERKENALAN TOKOH


__ADS_3

Jumpa lagi dengan Author emak endut wong ndeso.


Masih seputar percintaan. kali ini berkisah tentang Sarah dan Satrio. Pasangan jarak jauh. Ada rindu, Cinta, Kepasrahan, tapi juga kebencian.


Semoga karyaku kali ini juga menjadi favorit kalian.


Yuk lihat wajah ayunya dik Sarah sama wajah gantengnya mas Satrio.


yang ga suka bisa bayangkan sendiri ya kira-kira visual siapa yang cocok buat mereka berdua.


***


Sarah kusumastuti



Wanita cantik berusia dua puluh enam tahun. Harus menerina kenyataan menjadi Singgel mother, memilih untuk membesarkan putranya seorang diri di tanah rantau. Dia seorang tenaga laborat di sebuah rumah sakit negeri di Taipei City, Taiwan.


Hidup di luar negeri membuat pikiran dan jiwanya dikuasai ambisi. Hidup sendiri baginya tidak masalah. Toh dalam lingkungan kerjanya banyak wanita melajang dan tidak memiliki masalah.


Hidupnya mapan, meski harus bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Mereka hidup bahagia. Sampai akhirnya masalah datang dan mengharuskannya berhadapan dengan sang mantan.


Apa jadinya ketika hubungan yang terjalin harus kandas karena keras kepala dan keegoisannya..?


Apa jadinya ketika sang mantan mengusik dan meminta haknya...


Akankah dia mau mengalah...?+


********


Satrio Utomo



Seorang pria dewasa, usianya sudah berkepala 3. Seorang dosen bidang ilmu pendidikan sekolah dasar di salah satu Universitas negeri di kota Semarang. Menjadi penulis di beberapa surat kabar dan berita online.


Wawasannya luas, tapi untuk urusan cinta dia menyerah. Dihadapkan dengan wanita keras kepala, yang tidak mau mengalah. Tidak mudah baginya untuk jatuh cinta, tapi sekali jatuh cinta malah merana.


Mencintai wanita dalam perjodohan. berhubungan jarak jauh dalam rentan waktu yang lama.


Semua mengatakan mereka sangat serasi. Tapi rupanya keegoisan lebih menguasai hati.


*****


Yuk simak kisah cinta Sarah dan Satrio


Akankah mereka bisa kembali bersama.


Apa yang sebenarnya yang Sarah sembunyikan..?


Akankah takdir menyatukan mereka kembali..


**********---*******


Cerita ini murni hasil inspirasi penulis.


Tidak ada niat menyinggung pihak manapun.


No plagiat


No copy-copy


🤎🤎🤎🤎


AKU PULANG


Wanita cantik dengan balutan kaos putih berlengan pendek celana jeans coklat dan sepatu sneker sederhana melangkah santai mendorong troley menuju gerbang kedatangan di bandara Ahmad Yani Semarang.


Kepulangannya kali ini atas permintaan orang tuanya. Memang apapun yang ibunya minta selalu berusaha dia kabulkan.


Tiga tahun tinggal di Negeri Taiwan tidak merubahnya menjadi seorang pembangkang. Sarah tetap menjadi anak yang penurut.


Dia beruntung mendapat pekerjaan yang baik di Taipei Hospital, sebagai tenaga laborat. Pekerjaan, teman kerja dan gaji, semua menjadi alasan kenapa dia betah bekerja di luar negeri.


Setelah tamat D3 jurusan analsis. Sempat magang di salah satu klinik di Semarang. Kemudian bersama tiga temannya mencoba mencari pekerjaan di situs penyedia lowongan kerja. Dia dan satu temannya berhasil mendapatkan pekerjaan itu. Namun sayang tempat kerja mereka beda kota. Jadi hubungan mereka terpisah antar kota.


******


" keluarga Mas Satrio minta hubungan kalian diperjelas Nok". Kata ibunya bulan lalu melalui sambungan telepon.


" iya bu. Tapi Sarah harus mengajukan cuti dulu. Dan baru bisa di setujui bulan depan bu." Jawabnya


" Dan itu juga cuma dua pekan bu. Gak boleh lebih. Begitu banyak kasus akhir-akhir ini. Jadi pihak Rumah Sakit tidak bisa kasih kelonggaran bu." Tambahku saat kami melakukan video call.

__ADS_1


.


.


.


Dan akhirnya disinilah Sarah. Berada di pintu keluar bandara Ahmad Yani Semarang.


Dan yang menjemputnya adalah laki-laki yang akan menjadi tunangannya.


Ibunya hanya mengatakan akan mengusahakan untuk dijemput. Jika tidak yo ada orang yang mewakili.


"Ternyata dia to.." pikir Sarah


" lumayan ganteng. Lebih ganteng dari pada di foto." Sarah berusaha menenangkan gejolak hatinya.


Selama ini Sarah hanya melihat laki-laki itu lewat foto-foto yang dia kirim dan sekali-kali video call.


Dan belum pernah secara langsung melakukan perjumpaan.


" deg dag dig dug......" ternyata perjumpaan pertama ini menimbulkan bunyi aneh di dada Sarah. Lelaki dewasa berperawakan tinggi, memakai kemeja santai motif kotak yang lengannya dia gulung sebatas siku.


Terlihat menawan.


Tatapan mata kami bertemu. Seiring desiran angin dari penyejuk ruangan di ruang tunggu kedatangan bandara tersebut, ada desiran aneh yang belum pernah dia rasakan.


Hatinya....


Tanpa sadar sarah mengelus dada kirinya. Jantungnya berdegup lebih keras.


Sarah pernah punya pacar saat dia di Sekolah Menengah. Cinta monyet. Bahkan dia pernah dilabrak oleh kakak kelasnya karena dikira punya hubungan dengan seniornya.


Padahal memang betul seniornya yang jadi idola itu menembaknya melalui surat cinta


Jadul sih. Tapi manis untuk dikenang. Sekarang seniornya itu sudah beristri. Dan istrinya merantau ke Singapura sebagai TKW.


Selain cinta monyet itu Sarah tidak pernah menjalin cinta dengan pria manapun.


Bahkan saat kuliah. Dia dengan gigih menyelesaikan pendidikan D3-nya dengan sungguh-sungguh.


Baginya cinta akan datang jika sudah tepat waktunya.


Sekarang di hadapannya seorang pria dewasa yang menobatkan diri sebagai kekasih onlinenya.


.


.


.


" Dik..." Sapa lelaki itu. Dia mengulurkan tangan untuk salaman.


Dia adalah Satrio Utomo. Lelaki yang digadang ibuku untuk menjadi jodohku.


Lelaki dari Desa sebelah yang dijodohkan untukku.


Sarah menyambut uluran tangan lelaki di depannya.


Tangannya hangat dan empuk. Jari-jari panjang dari lengan yang kokoh.


Tubuhnya yang lebih tinggi membuat Sarah harus mendongakkan kepalanya.


" Maaf mas. Lama menunggu ya, tadi ada penundaan penerbangan. Jadi kita agak terlambat. Kok Masnya sendiri. Ibu ga ikut po." Tanya Sarah dan berusaha menjelaskan keadaannya.


"Ibu bilang ga bisa ikut. Toh mas langsung dari kampus, jadi ga sempat jemput ibu dulu. Kejauhan to Dik jika mesti jemput ibu dulu." Mereka masih berdiri dengan troley di genggaman Sarah.


Sarah tersenyum mendengar jawaban Satrio. Kemudian Satrio beinisiatif untuk mengambil alih troley milik Sarah.


Mereka berjalan keluar menuju tempat parkir, menghampiri mobil Kijang tua milik Satrio


" Mas dikabari ibu. Jika adik dapat cuti. Dan terbang hari ini. Kebetulan Mas juga sedang tidak ada kerjaan. Jadi mas bisa langsung jemput Adik di bandara."


" Niatan pulang sih ada. Maunya pas Idul fitri saja. Tapi malah ibu nyuruh pulang sekarang."Kata Sarah.


Tak sadar ternyata banyak kata yang meluncur dari bibir pucatnya. Sarah jenis wanita yang tidak suka bersolek. Cukup serum, pelembab, tambah bedak tabur. Jika ingat. Lipstik atau lip-lip yang lain sangat jarang menyentuh bibirnya.


Sementara Satrio hanya mengulum senyum penuh arti.


"Kamu cantik dengan kesederhanaanmu dik." Batin Satrio. Tatapannya menunduk. Tapi jelas matanya sering ketangkap oleh Sarah sedang curi-curi pandang.


" Maunya mas sih Adik pulang karena rindu sama mas." Batin Satrio.


" Adik lelah ga. Mau istirahat dulu atau langsung meneruskan perjalanan pulang?" Tanya Satrio pada Sarah.

__ADS_1


" Sebenarnya Adik lapar Mas. Nek kita maem dulu piye. Aku kangen maem pecele wong Semarang lo Mas.." jawab Sarah.


" Dulu saat masih kuliah adik paling sering makan pecel. Ngirit" Satrio memandang kekasihnya dengan pandangan absurt.


" Mas juga. Paling banter makan bandeng goreng. Itupun belum tentu sebulan sekali. Nunggu beasiswa cair baru bisa makan enak." Mereka kembali terdiam. Mengingat kisah mereka masing-masing.


Mereka Anak-anak kost asal daerah yang berkualitas. Pendidikan yang mereka tempuh karena beasiswa. Alloh memberi Otak yang cerdas pada mereka.


Satrio sudah menyelesaikan S2 ilmu Pendidikan. Dan sekarang mengajar di beberapa Universitas Negeri dan Swasta. Di kota propinsi Jawa Tengah itu.


Namanya juga sliweran di beberapa surat kabar sebagai penulis.


Oponinya banyak disimak dan menjadi acuan para kawula muda.


Sementara Sarah walaupun cuma lulusan D3, tapi mendapat pekerjaan yang lumayan bagus di Taiwan. Dia juga menjalankan bisnis online. Jualan suplemen juga produk kecantikan.


Pangsa pasarnya adalah teman-teman TKW dari beberapa negara seperti Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia, bahkan sampai ke beberapa negara timur tengah. Mereka yang butuh tampil cantik tapi ga punya waktu untuk keluar rumah.


Aneh kan. Jualan produk kecantikan tapi ga suka bersolek. Karena yang dia jual adalah produk perawatan, bukannya produk make-up.


******


Tiga tahun meninggalkan bumi pertiwi, ternyata perubahannya sangat pesat.


"Adik mau makan di mana.." tanya Satrio memecahkan keheningan.


" Terserah mas saja. Adik ngikut. Toh sudah lama Adik tidak menginjakkan kaki di sini. Mungkin banyak yang sudah berubah dan banyak tempat yang tidak adik ketahui." Jawab Sarah.


Bagi satrio, mengenal Sarah selama dua tahun hanya lewat online. Hubungan jarak jauh dan sama sekali belum pernah melakukan perjumpaan darat.


Ini kali pertama. Tantu membuat Satria canggung. Hatinya masih berdegub. Saat Sarah tersenyum padanya, hatinya bagai disiram air es. Nderodog... butuh penenang.


Akhirnya mereka sepakat makan di rumah makan xxx yang menyajikan menu prasmanan. Ada pecel tentunya.


Sarah memilih pecel dengan bandeng goreng sebagai lauknya. Sementara Satrio memilih ayam rica-rica dan sayur urap. Mereka juga memilih sup ikan gurami dan irisan nanas madu sebagai menu penutup.


Selanjutnya mereka kembali berkendara melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman yang berjarak tempuh hampir dua jam.


Sampai di rumah Sarah waktu menunjukkan jam 10 malam.


Kehadiran Sarah sudah ditunggu oleh keluarga. Mereka berkumpul menyambut kepulangan Sarah setelah tiga tahun di perantauan.


Peluk haru dari keluarga tak habis-habis. Anak gadis yang digadang-gadang akhirnya pulang juga.


" Oalah No-nok...


Alhamdulillah, Sampean pulang dengan selamat. Ibu wis kuatir pas Mas mu telpon nek pesawatmu terlambat mendarat. Tak kiro ono opo." Pelukan ibunya terurai.


Tangis haru dari sang ibu meruntuhkan pertahanan Sarah juga. Dengan derai air mata dan tawa bahagia. Pelukan demi pelukan Sarah terima dari ibu dan saudara-saudaranya.


" tambah cantik wae kamu Nok...


Bude kangen banget lo. Terakhir pas kamu mau berangkat tubuhmu kurus banget. Ini berisi dan saxi." Budenya tulus memuji kecantikannya.


" njih bude.. di sana semua baik Bude.


Bude sami sehat..?." jawab Sarah. Mukanya bersemu merah.


Tak sengaja matanya bertemu dengan. Satrio yang kebetulan juga sedang memandangnya.


Lelaki itu duduk bersama para pria yang sedang menikmati kopi dan beberapa hidangan sederhana.


Hatinya menghangat. Tatapan mata itu tajam dan mendamba. Tampak kilauan bola mata hitam itu menyiratkan kerinduan.


"Aku juga ingin memelukmu Dik..


Kapan mas dapat giliran" batin Satrio


Bagai artis yang diserbu penggemar.


"Sik dik, kakak kebelet mau pipis. Dari tadi nahan. Boleh ga. Kakak kebelakang dulu.."


Sarah mengurai pelukan Sitta, Adiknya.


" Oalah.. Kakak ki lo..


mbok ngomong kawit mau to nek kebelet pipis. " Jawab Adiknya dan membuat seisi ruangan tertawa.


*******------********


Part pertama sangat panjang ya..


Sepanjang waktu penantian mas Satrio pada dik Sarah.

__ADS_1


Kasih like dan komennya ya.


Kadih vote mau..


__ADS_2