
" Baik prof.. " Kata Sarah mengiyakan perintah Professor Liu.
Hari ini mereka sedang menganalisis kasus kelainan darah pada pasien yang akan segera menjalani operasi cangkok jantung. Sungguh complicated. Sarah menghela nafas panjang.
Melepas jas putihnya dan menggantungnya di capstok di dinding ruangannya.
Hari sudah sore, cuaca sedikit mendung. Sarah keluar dari gedung tempatnya bekerja, menuju ruang utama, dimana ruangan para dokter bedah berada.
" Ting.." Suara elevator memberi tahu jika sudah sampai lantai yang dituju. Tombol menampakkan angka 12. ya.. Professor Liu menyuruhnya untuk menyampaiksn hasil analisa pasien cangkok jantung ke ruang dokter ahli bedah.
Mereka sedang melakukan rapat. Ini kasus langka dan operasi ini tergolong berat.
Beberapa dokter ikut terlibat menangani satu pasien ini.
" Permisi dokter, saya menyampaikan laoran dari professor Liu." Kata Sarah pada sslah satu dokter yang berada paling dekat dari pintu masuk.
" Ok. Terima kasih. .." Jawab dokter setengah tua itu datar. Tanpa melihat lagi ke arah Sarah langsung fokus ke materi yang ada di hadapannya.
Sarah tidak ambil pusing dengan sikap acuh-tak acuh mereka. Bagi Sarah sudah biasa bertemu dengan orang-orang seperti itu, baginya selagi tidak saling menyakitidan tidak memberatkan, Sarah masih bisa bertahan.
******
Satrio sudah menunggu di depan pintu utama. Sarah sempat menghubungi hp Satrio sebelum turun dari lantai 12. Jadi ada waktu untuk Satrio standby lebih awal.
" Bagaimana dengan baby kecil Bapak.." Satrio mengusap perut rata milik Sarah.
" Kami baik tentu bapak.." jawsb Sarah.
Belum juga cek kehamilan, sudah PD saja kalau ia hamil.... Pikir Sarah. Tapi dia menikmati saja peran ini. ternyata dimanja saat hamil asyik juga ya..
Sarah dulu bahkan tidak menyadari dirinya hamil, hingga moment indah saat ngidam pun terlewat.
Sekarang saatnya menerima curahan kasih sayang dari Bapaknya calon orok. Tapi bagaimana jika ternyata negatif..? Akan sangat kecewa hati Satrionya.
"Mas... Adik kan belum jelas kalau hamil atau tidak. Bagaimana lalau kita beli test pack dulu. Mampit Wats** personal store ya." kata Sarah.
" Adik mau beli ini ta..?" Satrio mengambil sesuatu dari dashboard dan menunjukkannya ke Sarah.
Beberapa macam test pack ada di atas telapak tangan Satrio.
" Mas, apa-apaan. Mengapa beli begitu banyak...?"
" Mumpung inget. mas tidak tahu adik cara pakainya gimana, dan juga biar lebih akurat." Kata Satrio.
Sarah mengambil alih segenggam tast pact itu lalu menyimpannya ke dalam tasnya.
" Dik.. mas sudah melewatkan kehamilan kamu yang pertama. untuk itu ijinkan mas memberikan apapun semampu mas untuk kehamilan ini." kata Satrio sambil meraih tangan Sarah ke dalam genggamannya.
Sarah menoleh menandang lama wajah suami brewoknya. Tangannya menyusup ke sela-srla rambut gondrong suaminya. Rambut yang halus dan mulai memanjang sebahu.
" Memangnya tidak di tegur ya mas, kuliah dengan rambut sepanjang ini.." Tanya Sarah.
" Tidak laaah. Mas bilang ke mereka, jika rambut dan berewok ini jimat untuk mas menaklukkan hati adik kembali. Dengan brewok ini adik bertekuk lutut dan mengakui kehebatan mas. Benar begitu nyonya Satrio.." tanya Satrio dengan tatapan nakalnya.
" Apaan..." Sarah memukul lengan suaminya.
" capek ya dik..?
__ADS_1
Sarah hanya mengangguk. Mobil menuju komplek mereka. Satrio memarkirkan mobil di kotak milik mereka
Sistem parkir di apartemen mereka terkoordinasi dengan baik. setiap penghuni dapat jatah tenpat parkir satu. selebinya mereka harus membawa uang sewa.
" titut... " Suara alarm.mobil berbunyi, tanda pintu mobil berhasil di kunci. Meskipun tahun tua, tetapi mobil Lexus termasuk mobil mewah, ukuran seorang pegawai. Sangat nyaman di kendarai.
Mereka masuk lift, Sarah menekan tombol hitam angka 8. lantai tempat tinggal mereka.
.
Mereka beriringan masuk ke dalam rumah, Sarah meletakkan tas dan jaketnya di atas sofa. kemudian langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Satrio yang sudah terbiasa dengan kelakuan Sarah pun bersigap mengambil alih tas dan jaket milik Sarah dan membawanya ke ruang kerja mereka.
Satrio kembali menekuni ruang blognya, asyik.dengan tema yang sedang menjadi tranding topik di jagad maya.
" ting tong- ting tong..." suara bel pintu berbunyi.
Satrio membukakan pintu, dan muncullah Putranya dengan Ayi Tika.
" Masuk dulu Ayi... itu ibunya Summer sudah pulang. .." Satrio menawarkan keramahan pada pengasuh putranya itu.
" Terima kasih pak Satrio. Tapi saya sudah ditunggu suami di bawah. kasihan jika kelamaan menunggu. Ini tas milik Summer, baju kotor dan mainan ada di dalam. Dan adik sudah makan malam pak, jika langsung tertidur biarkan saja. kasihan, di mobil tadi sudah ngantuk."
Satrio menerima tas milik putranya. " Sie-sie Ayi.." katanya.
" pu khe ci.. mari pak Satrio, saya pamit dulu. Salam untuk bu Sarah. Cai jien. "
" Baik kalau begitu. Salam untuk suami juga dan sampai jumpa. Cai jien."
Kemudian Satrio menutup pintu apartemennya, menuju sofa dimana putranya berbaring dan tampak sudah ngantuk.
" Summer sudah ngantuk..?"
Hanya di jawab anggukan kepala oleh putranya. Diciumnya pucuk kepala dan kedua pipi gembul itu. Anak yang sudah beranjak besar, cerdas dengan pemikiran yang sangat kritis. Disibakkannya rambut gondrong putranya yang menutupi muka putranya. lalu Satrio beranjak meninggalkan kamar itu dan menuju ruang kerja,.melanjutkan pekerjaannya.
" mass... mau dibuatkan minum apa..? Tanya Sarah menyembul di pintu ruangan.
" Tidak usah. nanti mas minum sup saja. adik masak apa..?"
" Seperti dugaanmu. aku masak sup ayam dan timun suri. Ada juga ayam kecap. adik langsung tidur ya,? kelelahan banget sampai ga nyari ibuknya."
" Iya, mungkin karena banyaknya tugas sekolah. tasnya saja berat banget." Kata Satrio.
Satrio bangun dari duduknya dan menghampiri Sarah. Mereka berpulukan.Sarah mencium pucuk kepala Sarah.
" Pantes, bau ayam. mau mas mandiin..?" Tanya Satrio. Mantan suami yang kini jadi suami lagi.
kebahagiaan yang hampir hilang, tapi kembali dengan kehendak takdir.
"Modus kan..?"
" Mas juga belum mandi. Kita mandi bareng." Satrio menggesekkan hidungnya ke hidung Sarah.
Jarak yang begitu dekat dengan gesekan-gesekan kecil, membuat hasrrat yang tadinya tertidur jadi terbangun. ular piton yang ada di hutan angker milik Satrio pun mulai bergerak terbangun ingin sesuatu yang ada di lembah yang basah.
Satrio menutup pintu ruang kerjanya dan menguncinya dari dalam. Kembali memandangi wajah istrinya yang masih berkeringat dan bau masakan. Diusapnya leher putih nan mulus, di daratkannya bibir tipisnya menyusuri leher Sarah, meninggalkan jejak percintaan. Sarah menggeliat dalam dekapan suaminya. Tanggannya masuk ke dalam baju Satrio, mengelus-elus punggung suaminya yang berotot. Bibir mereka menyatu, menyalurkan hasrat dan bertukar salifa. Tangan milik Satrio ke mana-mana, menyusuri gunung kenyal nan wangi khas bau tubuh Sarah.
__ADS_1
Tangan itu berhenti di pucuk guning yang meruncing dan kecoklatan, seperti warna tanah liat. Mulut Satrio mulai menyusuri belahan dua gunung itu. menghirup aromanya, menyesap punt*ngnya, bermain-main dengan lidahnya.
Sarah menggelinjang, tak kuat menahan getaran tubuhnya sendiri, tungkainya lemas serasa tulangnya mengendur.
Satrio membopong tubuh istrinya ke atas meka kerjanya, mendudukkan Sarah di meja tersebut. Sarah menekan off tombol lampu sehingga ruangan menjadi temaram hanya dengan cahaya yang masuk dari lampu jalan di balik tirai jendela.
Sarah membalas permainan panas suaminya. Rambut Satrio yang gondrong menjadi sasarannya untuk peganyan. Satrio tidak terkendali, Aroma mulik Sarah selalu membangunkan gairahnya. Satu per satu kain yang menutupi tubuh Sarah di hempaskan di lantai tanpa aba-aba. juga dengan pakaiannya sendiri.
Di pandangi tubuh mulus milik istrinya yang tanpa terhalang sehelai benang pun. dia membuka kedua kaki Sarah. Melihat lembah yang mulai basah. melancarkan aksinya dengan lidah yang bermain, menjilat, menyesap, menembus terowongan yang dalam, memainkan biji kecil yang ada di dalam gua.
Sarah pasrah menerima perlakuan indah suaminya. Semua milikmu mas.. Tubuh juga jiwaku. Batin Sarah. Tangaanya memegang senjata milik Satrio yang sudah menjelma menjadi piton besar meskipun pendek. Mahluk itu bangun dan mencari peluang untuk memasuki goa. Sarah menahannya dengan tangan kanan. Ia masih ingin bermain-main. "Jangan dulu mas. kita bermain dulu." Bisiknya.
"Apapun yang istriku inginkan." Kata Satrio sambil memainkan biji kecil di lembah milik Sarah dengan ujung jarinya.
Permainan mereka baru selesai saat tengah malam. kemudian Satrio memandikan Sarah, dan sebaliknya. makan malam pun terjadi setelah usai kegiatan panas itu,sehingga Sarah perlu menghangatkan supnya lagi.
Mereka makan berdua dengan hati berbunga dan saling melempar senyum ala pasangan bucin. Kebucinan Sarah berbalas, karena Satrio juga menunjukkan sikap bucinnya yang tidak ketulungan.
" Besok pagi sisakan urine untuk test ya Dik.." kata Satrio saat mereka sudah terbaring di atas kasur, Sarah membentangkan selimut dan masuk ke dalamnya, disusul oleh pria gondrongnya.
"Iya. siap."
"Memangnya mas begitu ingin Summer punya Adik..?" tanya Sarah.
"Dik.. Mas sudah melewatkan kehamilan pertamamu. Mas juga ingin jadi suami sepenuhnya, merasakan kemanjaan kamu saat hamil. Memenuhi keinginan kamu saat ngidam. mengelus perut buncit kamu. juga menemani kamu saat bayi kita lahir. mas belum pernah mengalami semua itu Dik.." Kata Satrio.
" lagian umur Summer sudah sangat cukup untuk punya adik. jika sekarang kamu hamil, nanti baby lahir sang kakak sudah kelas dua kan.. pasti sudah siap jadi kakak." Kata Satrio lagi.
Sarah membenarkan pemikiran Satrio. Mereka hendak tertidur, ketika kepala kecil muncul dari balik pintu.
" Summer mau bobok sama Bapak.." kata bocah itu dengan mata sayunya yang masih terkantuk-kantun.
Satrio membuka selimutnya dan menyilahkan putranya masuk dan berbaring diantara keduanya.
Malam kota Taipei yang tidak pernah tidur menyelimuti mimpi sebagian penduduknya yang terlelap, sebagian lagi sibuk mengejar dunia.
...******...
...To Be Continue...
...÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷...
Semoga suka dengan cerita ringan ini.
Boleh bagi lovenya juga komentar yang bijak dan membangun ya.
bantu share cerita Author di media kalian jika suka cerita ini ya..
Love You much much much..
🍁🍁🍁💝💝💝💝
Dapat salam dari Koko David dalam cerita ANAK BOSKU JADI SUAMIKU.
cerita cinta dua muda-mudi bucin yang dibumbui kaldu asmara.
💝💝💝💝🍁🍁🍁
__ADS_1
#mamakAuthorEndut
#ningsriw25