MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Masih Belum Bisa menerima mu


__ADS_3

...mengalah untuk menyatukan rasa...


...meminta untuk memberi bahagia...


...tak perlu sungkan dan malu...


...untuk semua yang sebenarnya juga kau mau...


...Satrio Utomo...


...******...


Taipei, 16.30


Satrio memanggul putranya di atas bahunya. Mereka menuju ke kursi taman yang menghadap ke kolam air. di sana banyak terdapat banyak ikan besar yang sudah bertahun-tahun menghuni kolam tersebut.


Bangunan kokoh berlantai tiga puluh lima, adalah bangunan utama yang menjadi ruang rawat inap dan ruang operasi berbagai penyskit. Sementara di gedung D yangberada di sayap kanan dari gedung utama ini tempat Sarah kerja, yaitu ruang laborat, ada ruang rongtsen, ruang city scan, ruang radiologi. itu yang terbaca oleh Satrio. Tapi ke belakangnya masih banyak puangan lain. gedung D sendiri memiliki empat lantai. entah apa isinya.


Satrio mengambil fotonya dengan back groud putranya yang sedang memberi makan ikan-ikan di kolam.


lalu dia memasang di story Wa nya. " Hari yang indah, taman yang indah. Karena hati yang bahagia.." Captionnya.


Foto itu juga dia kirimkan ke nomor WA milik Sarah.


" Dik... Mas menunggu di taman samping." send...


WA masih centang satu, apakah Sarah belum selesai, nomornya belum aktif hingga WAnya belum terkirim dan terbaca? tanya hati Satrio.


*****


Sampai pukul tujuh malam baru Sarah selesai. Professor Liu meminta laporannya langsung, beliau harus membawa besok pagi-pagi ke dewan dokter yang akan menangani kasus bedah otak tersebut.


Karena dari hasil analisanyalah operasi ini akan dilakukan.


Sarah pun mengiyakan tanpa berani membantah. Dia membaca pesan dari Satrio. dan menyuruhnya untuk mengantar dan menemani Summer di rumah saja, karena dia bakal terlambat pulang.


" Ternyata Prof minta dibuatkan laporan langsung mas. " katanya.


" Ya sudah, mas pulang dulu sana Summer."


Sarah merasa lega sudah ada yang mengurus Summer. Dia bisa menyelesaikan tugasnya tanpa merasa khawatir.


" Sampai jumpa Jimmy... " Sarah melambaikan tangannya.



Menuju baseman dimana mobil Lexus warna silver miliknya terparkir. Mobil keluaran tahun dua ribu empat belas, masih lumayan bagus dan nyaman untuk pegawai sekelas dirinya. Meskipun second dan dibeli secara credit pula. Tapi tahun ini sudah lunas dan Sarah sudah bisa mengantongi semua surat-suratnya.


Dia memang memprioritaskan untuk beli mobil. demi kenyamanan saat berpergian bersama Summer. terutama untuk bertransportasi saat musum dingin. Dan dukungan dari teman-temannyalah sehingga dia bisa mengajukan kredit. Sebenarnya mobil itu atas nama prof. Liu. Beliau yang merekomendasikan serta menguruskan semuanya. bahkan untuk uang muka pun di bayarkan oleh beliau. Hadiah untuk Summer katanya. Sementara Sarah hanya berkewajiban mengangsur sisanya yang tebih kecil nominalnya jika di bandingkan uang yang professor Liu keluarkan.


Sarah lagi-lagi merasa beruntung menjadi bagian dari team ini. Semua mensupport apapun keputusannya.


****


Sarah teringat keberadaan Satrio yang belum dia ceritakan kepada sahabatnya. Sarah berinisiatif untuk turun di lantai empat, tempat tinggal nona Han. Dia merasa berhutang penjelasan pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah memarkir mobilnya di baseman apartemennya, sarah memencet tombol angka empat. Dia tidak memberi tahu Summer maupun Satrio jika dia sudah pulang dan mampir di lantai empat.


" ting tong....


bunyi bel rumah milik Nona Han


" Se sei ya..?." Suara dari dalam.


" se wo a.."


" oh kamu. kok tidak beri tahu mau mampir...?" Tanya nona Han, lalu membukakan pintu.


"jing cing lai.."


Sarah masuk. Nona Han mengambilkan sandal rumah, lalu mereka duduk di sofa di depan tivi.


" mau minum kopi Sarah..?"


" tidak. aku takut tidak bisa tidur."


" ok, softdrik kalau begitu"


"Suipien lah. sie-sie ni.." Jawab Sarah. Dia merengggangkan bahunya, menselonjorkan kakinya di atas meja kopi. lalu menurunkannya lagi. Tak sopan jika Nona Han tahu.


Untungnya Nona Han tinggal sendiri. wanita itu tetap kekeh untuk hidup sendiri tanpa kekasih ataupun suami. intinya tidak mau ribet dengan yang namanya ikatan. padahal dia memiliki wajah cantik juga body yang aduhai. Bahkan Dokter Khe, salah satu dokter kandungan di Rumah sakit tempat mereka bekerja sampai patah hati dibuatnya. Entah kemapanan mungkin sudah membuatnya nyaman dan tidsk butuh orang lain.


Nona Han kembali dengan dua botol softdrink dingin ban beberapa camilan. Tidak lupa potongan semangka. mereka jago dalam menghabiskan semangka. Satu mangkok besar potongan semangka bisa langsung ludes menemani mereka ngobrol.


" Apakah ada alasan khusus untuk kehadiranmu malam ini..?" Tanya Nona Han..


"Sepertinya kau sudah tahu dari awal, apa yang ingin ku ceritakan, sebenarnya apa yang kita takutkan."


"jika ini tentang Summer father, aku sudah tahu. Tadi sore kami sempat bertemu di depan ruangan kita." Kata Nona Han.


" Sumner sempat memperkenalkan kami. dan aku melihat dia begitu dekat dengan papinya." Kata Nona Han.


"begitulah.. semalam bahkan mereka sudah tidur bersama. "kata-kata Sarah sedikit membuat nona Han terperanjat, antara setengah percaya.


"Apa.. kau tidur dengannya? "tanya nona Sarah pun ikut membelalakkan matanya, tangannya memegang bantal sofa dan melemparkannya ke muka Nona Han.


" Tak disangka wajahmu sangat merah, apakah kau ada alergi..?" Tanya nona Han sedikit membanyol.


" kau menggodaku terus, lalu kapan aku cerita...?" kata Sarah.


" oo kee... silahkan apa yang mau kau ceritakan , aku akan setia mendengarnya.." kata Nona Han.


" Dia datang, untuk waktu yang lama dia akan berada di sisi kami. Dia katakan permohonan beasiswa yang S3 disetujui, makanya bisa datang ke sini. waktu yang di selenggarakan antara dua sampai tiga tahun. selebihnya tergantung rejeki dan nasib masing-masing.


"kami bertemu tak sengaja di KFC depan kantor. kemarin aku menjanjikan makan junkfood itu, setelah sekian lama. Tak sengaja kami berdiri di tempat yabg sama untuk memesan makanan. Sungguh, Summer yang lebih dulu mengenalinya, dan dia pun langsung mengenali Summer. kau sendiri kan tahu betapa miripnya Sumer pada Bapaknya."


"iya sih.. lanjut ceritamu..."


" Dia menanyaiku banyak hal. minta penjelasan tentang adanya Summer dan mengapa aku menyembunyikan kebenaran darinya."


" lalu dia mengikuti kami pulang"

__ADS_1


" Dan Summer menyuruhnya menginap."


" Hanya itu..? kamu yakin Sar..? yakin tidak terjadi sesuatu...? Pertanyaan dari nona Han beruntun.


" Memangnya ada yang harus terjadi, giituu.? Tanya Sarah balik.


" Ya... secara masih sah sebagai suami istri, tujuh tahun tidak sekalipun bertemu setelah dulu pernah merasakan adegan lup lup. apakah gairah itu bisa ditahan..? " Tanya nona Han dengan mimik yang sengaja dibuat sebodoh mungkin.


" Kamu meledekku terus. Kau lihat aku bsik-baik saja selama ini. tanpa rindu atau derita menahan asmara.."


"Halah... sok jaim kau. Kau tahu putramu begitu dekat sama aku, dia cerita semua, bahkan rintihanmu saat tidur memimpikannya." Jawab Han.


" hah..., maksudmu Summer menceritakan semua tentangku..?" Sarah tampak kaget karena nona Han mengetahui kalimat rahasianya.


Rahasia antara dia dan putranya.


Dia lupa memberi label pada kalimat keramat itu, kalimat yang bahkan bisa membuat bapaknya Summer mendekat.


"lalu dari mana aku tahu tentang Sweet Summer yang dicetak sambil main pasir di Ubud. Jika bukan dari Summer. Bukankah itu syair lagu yang kau ciptakan..? .."


"Sudahlah. lebih baik aku naik ke atas. intinya dia datang, tapi aku belum bisa menerimanya begitu saja. dia harus melalui uji kelayakan dulu." Kata Sarah. Dia bangkit untuk keluar dari rumah nona Han dan balik ke unitnya sendiri.


" Bagaimana dengan Jimmy.., Dia menaruh harapan padamu."


" Kau juga tahu jawabannya. kakak santuik.. hatiku tidak bisa mendua. kehadiran Summer malah semakin menambah besar cintaku. medkipun berselimut keraguan."


" Sekarang ada dia di sini, dia punya banyak waktu untuk menjelaskan semuanya. Kali ini aku harus banyak egois. aku melihat kebahagiaan Summer kak. Aku ingin dia menikmati berada di keluarga yang utuh."


"Seandainya benar ada wanita lain pun. Aku akan merebutnya untuk kebahagiaan Summer." Mata Sarah berkilau saat mengucapkan semua itu. Sampai membuat Nona Han yang biasa cuek tampak terpesona."


Hei...


" eh.. kau bukan disambar pesawat kan...?


"kenapa baru sekarang punya pikiran begitu..? kenapa bukan saat Satrio menyuruhmu untuk tinggal dan menemaninya..? Atau paling tidak saat ibumu bilang jika Satrio mencarimu seperti orang gila. Kenapa waktu itu kau bergeming, tidak tersentuh..?" Kata nona Han.


" Iya, waktu itu pikiranku belum terbuka. baru kemarin melihat Summer dan kilauan kristal di matanya membuatku terpesona, pikiranku terbuka Summer memerlukan sosok ayah kandungnya, ayah yang satu darah dengannya, orang yang merupakan kembaran beda usia dengannya.


Summer begitu memuja Bapaknya.


...****** ...


to be continue


share jika kau sudah baca ya


like dan koment di setiap bab ya..


Terima kasih banyak ya bosku...


Salam dari Summer dan Babang Satrio. mereka minta like yang banyak, supaya rindu pada bapak terobati.


.


.

__ADS_1


.#ningsriw25


#mamakauthorgendut


__ADS_2