MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Baby Summer...


__ADS_3

Assalamualaikum readerku semua...


Semoga kalian semua sehat dan selalu bahagia.


Selamat tahun baru 2022 ya...


tahun depan pasti akan lebih baik semuanya.


Ada baby Summer yang akan menemani hari-hari kita lo....***


Selamat menikmati kisah baby Summer dan mommy Sarah ya...


Happy Reading...


💝💝💝


Musim semi hampir habis, udara di kota Taipei mulai memanas, Kandungan Sarah yang sudah membesar membuarnya sering merasa gerah.


Dengan baju sleefless Sarah mengendarai motor matiknya menuju rumah sakit tempatnya bekerja.


" Kapan kamu akan mengajukan cuti nona Sarah..?" Tanya Han sambil mengelus perut Sarah.


""Saya ambil mepet saja Cie.. biar lebih lama mengurus paope, bisa kan..? Tiga bulan ambil dibelakang.." Tanya Sarah balik.


" Bisa. Nanti biar aku bantu ngomong ke bagian HRD."kata Han Siaocie


Kedekatan mereka sebagai team laborat memang sangat solit. Mereka semua mendukung keputusan Sarah, dan berjanji untuk menyayangi pitra Sarah sebagai keponakan mereka.


" Apa kabar calon cucuku...?" Prof.Liu datang dan masuk ke ruangannya.


" Baik Yeye'... Paope sudah semakin aktif menendang dan menyikut." kata Sarah.


" Jangan sungkan kasih tahu kami jika merasakan sesuatu atau ingin sesuatu. Kita sudah jadi keluarga. Anakmu adalah cucuku juga." Kata prof. Liu.


" Teima kasih banyak Prof.... saya pasti nemanfaatkan semua fasilitas yang profesor sediakan dengan baik. Aku kan memang anak tak tahu malu..." kata Sarah tanpa basa basi.


Semua staff yang mendengar tersenyum melihat kedekatan mereka.


" Sa kua..." kata professor Liu.


Mereka kembali ke kesibukan masing-masing.


Professor Liu dan nona Han masuk ke ruangannya.


"Aku juga mau jadi papa babtis untuk putramu Sarah.." kata Jimmy di belakang kursi milik Sarah.


" Putraku tidak dibabtis sayang Jimmy. Kami muslim. Kau bisa jadi papi angkatnya tanpa acara pembabtisan."


" oh iya, aku melupakan satu hal. Kalian muslim. Ok Mulai sekarang kau bisa mengandalkanku. Panggil aku papi Jimmy ya.." katanya sambil menunduk dan mendekat kearah perut Sarah.


" Tentu papi Jimmy. Jangan mengeluh jika kami merepotkan ya.." kata Sarah balik.


" pu khe chi...." kata Jimmy.


Hari ini ibu hamil itu menemukan berbagai kebahagiaan, pengakuan dari rekan-rekannya melebihi apapun. Hatinya menghangat, seresa punya keluarga baru di sini. Di tanah rantau yang sebelumnya terasa asing. Kehadiran calon buah hati di hidupnya membawa uara kebahagiaan bagi semua orang. Bahkan si cuek Jimmy.


*****


Dua bulan duapuluh tiga hari setelahnya..

__ADS_1


" oe...oe...oe....." Tangisan bayi melengking di ruang persalinan.


Nona Han dan Jimmy duduk tegang di ruang tunggu.


Mereka adalah dua orang yang anti pernikahan dan menjauhi hubungan percintaan. Ribet.. kata mereka tentang sebuah hubungan.


Tak lama kemudian seorang suster keluar membawa bayi merah yang di bungkus kain khusus dari rumah sakit.


"Siapa keluarga dari bayi ini..?" Tanya sang suster.


" Saya..." Jimmy dan nona Han berdiri bersamaan.


"Kalian boleh melihat bayinya. Dia seorang bayi laki-laki yang sehat." Kata sang nona suster.


Jimmy dan nona han takjub melihat ciptaan Tuhan yang masih berlumuran darah nifas itu. Tak terasa airmata menggelinding di kedua pipi mereka.


"Hallo baby Summer... kau lahir menyambut musim panas tahun ini. Semoga kau sekuat matahari." Kata professor Liu mendekat dan menyentuh dahi si baby.


Jimmy dan nona Han menoleh. Tak mengira ada professor Liu disebelah mereka.


Mmmm Baby Summer. Nama yang bagus. Pikir nona Han.


Sang suster pamit untuk membersihkan sang bayi.


Tak lama kemudian sebuah bangkar didorong oleh kedua suster untuk mengantar Sarah ke ruang rapat. Sarah sudah menyewa pengasuh khusus merawat dia dan bayinya saat persalinan.


Professor Liu, nona Han dan Jimmy mengikuti dua perawat menuju ruang rawat milik Sarah.


Sementara Sarah belum lepas dari pengarug anastesi. Persalinannya harus dilakukan secara cessar. karena posisi bayi yang terbelit usus.


Professor Liu segera pamit setelah melihat Sarah baik-baik saja. Sementara Jimmy dan nona Han menunggui sampai Sarah sadar dan orang yang Sarah sewa untuk menemaninya datang.


****


Dengan telaten mbak Tika membantunya membersihkan diri. Mengelap sekujur tubuhnya yang berlepotan dengan darah segar. Membantu menggantikan pembalut tanpa perasaan jijik. Kemudian mengganti pakaian Sarah dengan daster yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


" Tidak apa-apa, saya sudah terbiasa mbak..."Kata mbak Tika dengan lembut


saat Sarah minta maaf karena sudah merepotkan.


" ini pekerjaan saya. Ada kalian memakai jasa saya malah membuat saya senang. Berarti ada pendapatan yang akan masuk. Jadi mbak tidak usah sungkan. " kata Tika memperjelas keadaan.


Memang tidak perlu basa basi kan.. kejelasan dalam hubungan kerja akan lebih mempermudah jalan kebersamaan mereka selanjutnya.


Sarah memakai jasa Tika untuk seminggu. Setelah nanti keluar dari Rumah sakit dia akan memikirkan jalan keluar yang lain. Kemungkinan sarah akan menitipkan sang anak ke rumah penitipan. Rekomendasi dari nona Han.


Ada rumah penitipan"baby care" di dekat rumah sewanya.


Di sana kita menitipkan bayi sampai berumur maksimal tiga bulan. Ibu hanya perlu menyiapkan susu dan kebutuhan bayi. Selebihnya akan ada perawat yang mengurus bayi mereka.


Saudara nona Han yang sudah pernah menggunakan jasa mereka.


Tapi semua memiliki kelemahan. Apa gunanya dia cuti, jika tidak mengurus anak.. pikir Sarah lagi.


Akan sangat berharga jika dia menggunakan waktu cutinya untuk membesarkan sang Baby.


"Mbak Tika pernah disewa ke rumah-rumah ga...? Tanya Sarah.


" Pernah mbak..."

__ADS_1


" kira-kira mbak mau apa tidak, jika membantu saya mengurus baby sampai saya sehat..?" Tanya Sarah.


" Saya senang bisa bertemu dan mengenal mbak Tika. Saya berharap mbak Tika mau membantu saya." Kata Sarah lagi.


" Saya juga senang mbak. Bertemu saudara setanah air di tanah rantau sungguh hal yang baik. Nanti saya ijin suami dulu.


Karena biasanya saya kerja datang pagi dan pulang sore mbak. Tidak pernah menginap. Jadi harus ijin suami dulu.


"


" iya, saya mengerti mbak. "


"Mungkin hanya sampai masa cuti saya habis mbak. Sekitar tiga bulan. Selebihnya saya bisa nyambi kerja. Jika aktunya tiba kan badan saya sudah sehat dan bisa ngurus baby sendiri." Kata Sarah.


"Sarah mengamgguk-angguk tanda mengerti.


*****


"Baby Summer datang...." kata Nona Han mendorong bad bayi yang dibungkus tudung transparan.


Seorang bayi lucu terlelap dalam balutan kain bedong.


Kau sangat mirip bapakmu le..


Pikir Sarah.


" Baby Summer...?" Tanya Sarah.


"Iya, tadi prof. Ada di sini. Menunggu kamu selesai operasi. Ketika baby datang dia memanggilnya Summer. " jelas Nona Han.


" Ok. Namamu Summer Satrio Utomo. Seperti nama Bapakmu" kata Sarah.


Dia ingin mengenang suaminya.


Meskipun kini mereka terpisah jauh. Dan tidak ada kejelasan lagi dengan hubungan mereka.


Terakhir mereka bertelephon malah berakhir pertengkaran.. dia akhirnya mendiamkan Satrio.


"Lebih baik kita putus. Mas bisa cari wanita lain yang bisa selalu berada di sisimu." Itu kata-kata terakhir yang Sarah ucapkan pada Satrio beberapa minggu yang lalu.


Cukup dengan Summer sekarang. Tidak akan ada masalah. Dia bisa membesarkan Summer sendiri.


Lebih baik begitu. Sarah tidak mau memenuhi permintaan Satrio untuk kembali dalam waktu dekat. Dia tidak mau memulai karier yang baru di tanah kelahirannya. Dia kadung mencintai kehidupannya di sini. Teman-teman dan pekerjaan yang baik.


Tidak mudah meraih semua ini. Bukan tentang gaji besar saja, tapi suasana kerja ini ssngat nyaman.


*****


To Be Continue


Yang suka kisah Sarah dan Baby Summer boleh kasih komen dan like di setiap episode ya..


vote kalian juga menjadi penyemangat untuk mamak Author lo....


yuk terus ikuti kisah DOSEN GONDRONG ITU MANTANKU ya


bantu share supaya lebih banyak yang baca kisahku


sampai jumpa lagi.dengan baby Summer ya..

__ADS_1


love you all my readers


💝💝💝💝


__ADS_2