
" Ibuk...." Summer suka sekali memeluk ibunya. Dalam setiap keaempatan dia akan melakukannya, bahkan saat ibunya sibuk melakukan seauatu. seperti pagi ini. ibunya sedang berada di halaman samping. Sejak anak-anak tumbuh dewasa dan Sarah tidak lagi bekwrja di Rumah sakit mereka memutuskan membeli eumah di pinggiran kota Taipei yang lebih sepi dan menyerupai di kampung halaman.
Semua idenya Sarah sih. Apartemem yang di kota ditinggali oleh Summer. memudahkan Summer jika harus pulang malam dan paginya harus cepat karena jadwalnya yang padat.
Ruamh baru mereka tidak cukup besar. tapi terdiri dari dua lantai. lantai bawah untuk tuang tamu, ruangan cukup luas menyatu dengan ruang keluarga dan ruang makan, ada dapur bersih dan satu kamar utama. Ada toilet dalam kamar dan satu toilet di luar, dekat dengan dapur. Naik ke lantai dua langsung bertemu ruang keluarga. biasa dipakai bwrkumpul saat anak-anak pulang ke rumah. Mereka akan menghabiskan waktu di ruangan ini sambil karaoke atau sekedar nonton Film dari star***.
Untuk membunuh rasa sepinya Sarah membuat taman kecil di halaman samping. Mawar dengan berbagai warna dia koleksi, ada juga sayuran seperti daun bawang dan seledri yang dia tanam di polibag. ikan-ikan berenang di kolam kecilnya yang transparan.
ya ....
kebun kecilnya cukup untuk healing saat semua.anaknya pergi menemukan masa.depan mereka, dan hanya tinggal mereka berdua. pun kadang Satrio sering keluar untuk mengisi swminar atau sekedar jadi dosen tamu di beberapa universitas.
Seperti saat ini..
Satrio juga harus memenuhi panggilan ke Semarang mengisi materi di universitasnya dulu.
Begini rasanya jauh dari kesayangan...pikirnya.
" Ibuk sedang melamun... kangen Bapak ya..?" Goda Summer. ia tahu bapaknya sedang bertugas ke Tanah Air. makanya sebisa mungkin Summer pulang untuk menemani ibunya tercinta. Karena saat ini hanya di yang ada dekat dengan Ibunya.
" Tentu saja. tapi tadi pagi-pagi Bapak sudah telepon kok. Bilang kalau dia sempat mampir ke Rumah mbah putri. mbah putrimu nitip peyek rebon untuk kita. satu kardus katanya. Mbah Putri kangen kamu Summer. kapan kamu punya jadwal libur..?" tanya Sarah.
Dia mengelus rambut putranya. Seorang dokter hebat ini jika di rumah tetap anak ibuk yang aleman dan kolokan.
"Summer harus lihat jadwal buk. Nanti Summer kabari. Bagaimana kalau Romadan besok. akhir-akhir menjelang Fitri saja kita pulang kampung. Mbah Putri pasti.senang kita bisa lebaran bersama." usul Summer.
" Iya. nanti Ibuk kabari Khansya. biar dia sekalian saja terbang dari Sing'pore. atau kita mampir dulu di tempet kos Khansya, lalu berangkat bersama dari Changi Airport...?" Kata Sarah sangat antusias.
"Boleh buk. Semoga Summer bisa atur waktu untuk liburan kita. Summer juga sudah lama tidak ambil cuti. pasti mudah buat Summer dapatkan ijin." katanya optimis.
Mereka duduk di kursi taman yang terbuat dari cor batu yang ada di dekat kolam. minum kopi pahit sambil memgamati ikan yang berenang bahagia menikmati pagi yang hangat. Cuaca sudah mulai menghangat. musim semi hampir habis dan berganti dengan musim panas.
__ADS_1
Ikan-ikan akan lebih nyaman pada musim panas, karen udara yang panas akan membuat air juga menghangat.
Summer mengambil sepotong ubi manis yang sudah di oven. ibunya membeli kemarin dari pasar yang berada tidak jauh dari hunian mereka.
Begini enaknya tinggal di pinggiran. biaya hidup lebih murah dan banyak hasil bumi yang dijual dengan harga yang terjangkau. ibunya juga gamar mengolah makanan dari hasil belanjanya di pasar. seperti pekan kemarin. Summer ditelpon ibunya untuk mampir. ternyata ada kimci dari sawi dan lobak. Summer pulang ke Taipei dengan dua box kimci siap makan. Tinggal taruh di kulkas dan bisa dimakan sewaktu-waktu.
Beruntung sekali Summer memiliki kedua orang tuany. Dulu sewaktu kecil dia mengira tidak mungkin bertemu bapaknya, mengingat ibunya tidak pernah memberi kesempatan untuk sekeder menanyakan siapa bapaknya, atau di mana bapakny. Namun Alloh Maha Baik. Dia pertemukan Bapaknya dengan keluarga yang dianggapnya tidak ada. Hingga lahir Khansya, adiknya yang cantik dan kini sedang kuliah di Singapura.
Semua berkah ini sangat disyukuri oleh Summer.
" Ibuk beli ubi lagi..?" Tanya Summer sambil menggigit Ubi yang sudah di kupasnya.
" Iya. kemarin pagi ibu ke pasar. pas pedagangnya datang. ibuk beli dua keranjang. Nanti kamu bawa pulang satu. kamu simpan di kulkas dan tinggal panaskan di oven jika mau makan." kata sang Ibu.
Summer mengangguk. dia tidak pernah menolak.apapun yang ibunya berikan. jika dia tidak sempat makan atau tidak suka dia akan bawa makanan tersebut ke ruamah sakit. jika tidak akan dia bawa ke rumah Ayi Tika. pengasuhnya itu masih tinggal di dekat tempatnya bekwrja. meskipun sekarang sudah tambah tua. Summer masih menjaga siilaturahim dengan keluarga tersebut. Bahkan salah satu cucu dari Ayi Tika adalah salah satu perawat yang mengasisteni summer dalam setiap operasinya. baik operasi kecil maupun operasi besar.
"kamu tidak ada acara minggu ini..?" tanya Sarah pada putranya.
"Gimana kalau kita naik gunung..? Yang Ming San.. pasti sakura si sana belum rontok. ibuk rindu mencium udara pegunungan." usul Sarah.
" Oke... Summer siap mengantar kanjeng ibuk kemanapun ibuk mau. Sekarang ibuk siap-siap biar tidak kesiangan. Summer juga mau mandi dulu. biar segar." Katanya sambil bangkit dan membantu ibunya untuk membawa piring berisi ubi. swmwntara Sarah membawa dua cangkir bekas kopi mereka.
Mereka Sampai di Yang Ming San saat matahari sudah meninggi. Sarah memakai topi dan kaca mata hitamnya. Dari parkiran cukup jauh juga naiknya. lumayan untuk membakar kalori.
Summer menuntun ibuknya menyusiri jalan setapak.yang dirumbuhi rimbunnya bunga Azalea. Bunga yang dikenal abadi karena tidak pernah merontokkan daunnya meskipun saat musim gugur. Tanaman ini juga banyak ditanam untuk pagar hidup. Akarnya kuat mencengkeram tanah. menjadikan tanah di sekitarnya tidak mudah longsor.
Kadang-kadang Sarah meminta putranya mengambil fotonya bersama bunga-bunga yang indah.
" Buk.. itu di sana ada penjual tanaman. apakah ibu mau melihatnya..?" tawar Summer.
" Tentu saja. otulah salah satu alasan ibuk ngajak kamu ke sini. tanaman bunga yang bermekaran. pasti akan menyemarakkan halaman rumahku." kata Sarah sangat antuaias. Dia menarik tangan Summer dan berjalan cepat menuju ke penjual bunga.
__ADS_1
" Beli bebepara saja buk.. di bawah tadi Summer juga lihat ada banyak bunga di jajakan. nanti kita mampir sana aaja. Pasti harganya juga lebih murah." kata Summer.
" Iya. ibu bakal beli yang jarang ibuk lihat di pasar. bunga khas gunung Yang_Ming. " jawab Sarah.
Apa yang dikatakan Sarah tidak terjadi. Dia membeli hampir semua jenis bunga yang dijual di situ. Akibatnya Summer kesulitan membawa dan meminta tolong penjualnya untuk mengantar belanjaan mereka ke tempat parkit yang berada cukup jauh dari tempat penjual bunga itu mangkal. Dan dengan senang hati penjual laki-laki membantu bawakan tanaman menggunakan motor tosaa. Sarah malah ikut naik ke atas motor tersebut. sementara Summer dibiarkan jalan sendiri menuju tempat parkir. Sarah memberikat selembar uang namun ditolak oleh penjual itu.
" Pu yung. Nin pu se yau ceyang. ce ge se wo ingkai te" ( tidak usah. anda tidak perlu bagitu. ini adalah kewajiban saya) kata si penjual bunga.
Sarah kemudian membungkuk dan mengucapkan terima kasih.
" sie-sie ni.." kata Sarah.
"Pu yung khe ci.."jawabnya, lalu menstarter tossanya meninggalkan parkiran di mana dia menurunkan Sarah dan bunga-bunganya. Tidak lama kemudian Summer muncul dengan keringat yang membasahi dahi dan lehernya.
" Kita langsung pulang buk...?" tanyanya sambil menghidupkan mesin mobil.
" Iya. lumayan sudah dapat banyak. kita pulang saja. ibuk mau telpon adikmu. kita bicarakan rencana pulang kampung." kata ibunya. dia juga sudah lama tidak mendengar suara cempreng adiknya.
Summer menjalankan mobilnya menuruni bukit. udara sudah menghangat. dia membuka jendela mobil dan mematikan AC. sungguh berkah negeri ini. alam dan manusia membaur dengan baik. Manusia tidak rakus. Mereka tinggal di dataran dan membiarkan gunung-gunung memberikan keaseiannya. tidak ada gunung yang dirusak untuk pembangunan resort atau jalan. semua hidup sesuai porsinya masing-masing.
...*****...
...Bersambung...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Segini dulu ya......
...kita akan bertemu Summer dan Khansya di Semarang Ya.. mereka bakal temu kangen dengan para tetua di sana...
...Terima kasih yang sudah baca. Terima kasih juga untuk Vote dan komentarnya... ...
__ADS_1