
...jangan kau rusak rasa percaya...
...karena lukanya tidak akan pernah hilang...
...jangan pernah kau ucapkan janji jika tidak bisa menepati...
...๐ฐ๐ฐ๐ฐ...
Akhirnya Sarah tidak bisa menolak keinginan Summer dan Satrio. Mereka tinggal bersama dan menghabiskan empat musim dibawah satu atap.
Satrio sibuk dengan risetnya. Sarah sibuk dengan pekerjaannya, Summer juga sibuk dengan sekolahnya.
Seperti kereta api yang tidak bisa berjalan berdampingan. Kebahagiaan mereka hanya saat sebelum fajar. Mereka bangun awal untuk interaksi selayaknya sebuah keluarga. Sarah akan membuat sarapan dan bekal makan siang untuk mereka, sementara Satrio dan Summer akan mempersiapkan bahan belajar mereka kemudian mandi dan bersiap, Satrio memegang peran sebagai ayah siaga saat pagi, membantu Summer bersiap. Lalu mereka akan sarapan bersama, Selebihnya mereka akan sibuk dengan aktivitas masing-masing.
๐น๐น๐น๐น
โโโ
*****
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
๐๐๐๐
Aktivitas rutin itu terus berjalan. Hingga tak terasa waktu untuk Satrio sebentar lagi usai. Risetnya study kasusnya di setujui dan lolos uji dan segera akan sidang untuk Disertasinya.
Berarti tidak lama lagi Satrio harus pulang ke Indonesia.
Bisakah dia meluluhkan hati Sarah untuk yang ke dua. Akankah Sarah mau mengalah padanya kali ini..?
.
.
"huek huek..." Sarah berlari ke toilet di kamarny. waktu menunjukkan waktu 01.45 menit dini hari. Mereka terbangun untuk menuntaskan hasrat mereka. Setelah beberapa kali menasuki gua di hutan lebat nan angker, Piton buntung milik Satrio akhirnya melungker manja.
Tapi tidak dengan Sarah. sesuatu bergemuruh dalam perutnya minta dikeluarkan. Rasanya mual dan sangat tidah nyaman.
Cairan pahit warna kuning keluar dari mulutnya, kepalanya terasa pening dan berputar.
" Mas....." Digoyangnya tubuh lelaki kekar yang belum berbusana itu. Dia membuka matanya malas
" Apa Dik...? mas masih lemes. Nanti lagi ya, mas istirahat dulu."
__ADS_1
"Sontoloyo opo to kui mas.. Adik pusing banget. pingin muntah terus..." Sarah agak emosi, melihat Satrio ngefly dan tidak peduli padanya.
" Mas.... " Bentak Sarah
"Apa dik. gak boleh manggil suami dengan suara sekencang itu.." Kata Satrio akhirnya, sambil memunguti pakaiannya yang tersebar di lantai.
"Sik. Mas wudlu dulu. mandi sebelum fajar saja." Katanya, lalu berlalu ke kamar mandi.
Srah memijit pelipisnya, di gisoknya perutnya dengan minyak telon milik Summer
Duh... kepala kok ngliyeng begini ya... pikir sarah. Belum pernah merasakan sesuatu yang begini.
" Adik tidur ya.. masih malem lo ini. Fajarnya masih lama.
" mas ga ngerasakan yang kayak aku sih. Tadi habis mas selesai dan keluar di dalem, adik langsung mual. rasanya bisa nembus tenggorokan.
Baru kali ini adik merasakan yang seperti ini mas." Lemas Sarah menceritakan keadaannya.
" Ya sudah. Sini biar punggungnya dielus-elus sama mas." Tawar Satrio, Lalu berbaring di belakang istrinya, bukan mengelus punggung tapi mengeluz perut Sarah.
" Anak Bapak kayaknya sudah hadir di perut ibuk ya. ga boleh bikin ibuk capek ya..." Kata Satrio lembut sambil menciumi pucuk rambut Sarah.
" Mas bilang apa. .. bulan ini adik masih dapat kok. masak udah isi saja..?"
Pengalaman pribadi mamak Author. Pas kawitan hamil si sulung, setelah selesai aitifitas sama bapaknya pasti langsung mual dan muntah. rasanya peninggggg---- menghilangkan nikmat dunia. Gimana dengan Ibun-ibun pembaca, ada ga yang punya pengalaman sama kaya Dik Sarah...?
" Aamiin..." Sarah menarik tangan Satrio hingga lengan pria itu melingkar di perutnya. Rasanya nyaman saja begini. Tak terasa Sarah sudah terlelap dan mengeluarkan dengkuran halus.
Mereka memang mengharapkan keajaiban semoga adiknya Summer segera hadir di tengah-tengah mereka.
Satrio menarik selimut menutupi tubuh mereka yang terbaring dengan posisi SS.
******
"Bapakkkkkkk
Ibuuuuuukkk
Bangunnnn" Suara gedoran pintu kamar dan teriakan melengking dari mulut Summer mengejutkan kedua orang tuanya. Mereka tidur begitu pulas dan melewatkan suara waker.
"Astaghfirulloh... Mas. Kita kesiangan, Sudah jam enam. Kita melewatkan subuh. Memangnya mas tidak mendengar suara alarm ya? Summer sudah bangun. Ayok Cepat Mas.. " Sarah mengguncang-guncang tubuh Satrio.
" Iya..." Satrio nggulรจt merenggangkan otot.
__ADS_1
" Mas mandi bareng Summer di kamar mandi depan saja. Adik siapkan baju Summer. kita sarapan di luar.." Sarah berlari ke arah pintu, membukakan pintu untuk putranya.
" Makasih Sweet heart sudah bangunkan Ibuk." Kata Sarah mencium pipi Summer kemudian berlalu ke kanar putranya untuk menyiapkan baju ganti dan tas sekolah putranya.
Summer masuk ke kamar orang tuanya dan naik ke atas ranjang, menindih tubuh bapaknya yang masih tertutup selimut.
"Bapak.... Ayok bangun..... "
" Iya, ini bapak sudah bangun. " Satio melebarkan matanya.
" Tapi Bapak masih di tempat tidur. cepat tueuuuun.." Kata Summer sambil menyingkap selimut yang menutupi tubuh bapaknya.
" Cepatlah mas... mandi sana kalian. ibuk juga mau mandi." Sarah muncul lalu langsung masuk ke kamar mandi. Suara gemericik air langsung menyadarkan Satrio yang kemudian mwnggendong putranya menuju toilet yang ada di sebelah ruang tamu.
"Singanya Bapak hari ini semakin tampan." kata Satrio membantu menyampo rambut gondrong putranya.
Summer mengangguk sambil memicingkan mata yang pedih karen busa sabun masuk ke cela-sela matanya
" Bapak juga ganteng banget.." Pria kecil itu juga bisa menggombali bapaknya.
Satrio membalut tubuhnya juga tubuh putranya dengan handuk tebal.
Mereka ganti baju dengan cepat. seperti kesetanan, mereka maraton bersiap. lalu menuju parkiran di bawah. Mereka akan sarapan bersama.di luar. Paling bubur dengan chakue, atau sanswich yang bis take away. Makan sambil nyetir. pikir Sarah.
Hari ini mereka hanya bawa satu mobil yaitu mobil milik Sarah. Jadi Satrio mengantar putranya dulu ke sekolah, lalu mengantar Sarah ke Rumah Sakit, baru terakhir dirinya ke kampus.
Satrio menyapa teman sejurusannya. mereka membuat penelitian bersama di sebuah sekolah dasar. Satrio meminta ijin kepala sekolah General Elementary School, untuk mengkaji kasus di sana dimana putranya belajar.
Fokus penelitiannya tentang Gadged di era millenial dan dampaknya pada teenage. kanak-kanak dan Anak awal remaja.
Benar saja, hampir 75%, anak jaman millenial kecanduan gadget. Dan hampir 20% Anak mengalami ketagihan dan ketergantungan. ada sekitar 5% bahkan sudah sampai tahap Tantrum. Akan mengamuk jika tidak boleh pegang Hp. Ini perlu untuk rehabilitasi pada kecanduan.
Satrio menyusun Disertasinya dengan sempurna, menurut dirinya, semoga , semoga juga menurut orang lain. Hampir mengabaikan keberadaan Sarah dan Summer saking sibuknya.
.
.
Sore harinya Summer merajuk karena Satrio maupun Sarah tidak ingat jika kemarin sudah menjanjikan pulang sekolah mau mengunjungi moseum. Tapi malah menjemput Summee telat.
" Ibuk sama Bapak bohong...."
" Ya sudah, kita pergi sekarang." Bujuk ibunya
__ADS_1
"Tapi sekarang sudah malam... kita tidak bisa masuk kan...??" Tanya Summer masih dengan muka marahnya
"kita berkunjung dan lihat keindahan moseum saat malam. gimana...?