
Rapat dengan bos besar tidak semenegangkan itu. Presiden direktur dari Rumah Sakit ini sangat ramah. Para Dokter, tenaga medis, karyawan administrasi, semua mendapat apresiasi dari hasil kerja keras dan dedikasi kami. undangan makan malam diberikan untuk semua karyawan di semua unsur yang ada di Rumah sakit ini.. kecuali perawat dan dokter jaga tentunya.
Pesta ulang tahun Rumah Sakit, sekalian bos besar mau syukuran atas prestasi yang diterima sebagai Rumah Sakit dengan pelayanan terbaik. Acara puncak yaitu penyerahan penghargaan kepada dokter teladan, perawat teladan, bidan teladan, juga karyawan di luar tenaga medis, seperti Admin, tehnisi, dan tenaga lainnya.
Dari laborat sendiri sudah memiliki jago yang dielukan bakal jadi penerima penghargaan. Professor Liu sudah pasti.
" Kita semua datang ya. Kita bakal jadi supporternya Prof Liu." Kata Jimmy.
" Tentu kita datang." Nona Han menjawab.
" Ibu hamil juga datang lo. kita boleh bawa pasangan kok." kata nona Han menambahkan.
" Malu lah suamiku.." jawab Sarah.
" Tidak usah malu atau rikuh. santai saja. Lagian, Suamimu juga sudah dikenal di kalangan kita kan. tidak usah sungkan. Toh acara segini besar. Tak mungkin ada yang peduli. kurasa jika Summer datang malah semua orang bakal merasa senang." Nona Han menambahkan.
" Tumben ulang tahun TGH di rayakan besar-besaran kak?" Tanya Sarah pada nona Han..
" Kan tadi sudah diberitahukan jika tahun ini TGH dapat peringkat terbaik untuk kategori pelayanan Rumah Sakit umum." Kata Jimmy.
" Iya ya, tadi diumumkan kok aku sedikit ga nggeh ya.." Kata Sarah.
" kebanyakan mikir babang gondrong ya kali?" Goda nona Han.
" Tidak juga.. hanya saja tadi pas MC mengumumkan tentang semua itu, aku pas ke toilet. dan aku tidak langsung kembali duduk karena di belakang bertemu teman sekampung halaman. Dia perawat Jompo migrant. Merasa seperti ketemu saudara. Ternyata di tempat seperti ini bisa memiliki teman yang sekampung. Dan ternyata dia tinggal di asrama Rumah Sakit. Gila kan..?"
Sarah tampak sangat antusias menceritakan pertemuannya dengan tetangga kampungnya.
" Kamu sangat senang Sarah.." Tanya Jimmy.
" Iya, selain mbak Tika kita jarang ketemu orang Indo di komplek ini. Dia berna Lusi, masih sangat muda,.."
" Cantik kah dia..?" Tanya Jimmy.
" Cantik tentunya. Wajah asli Indonesia khas Jawa." Jika mau bisa saya kenalkan ." Kata Sarah sambil memandang ke arah Jimmy.
" Hao te. Sien wo khan-khan. jika ada klik bisa lanjut kenalan." Kata Jimmy.
Tumben dia tidak marah, biasanya akan marah dan langsung pergi jika membicarakan perkenalan, per jodohan, maupun kencan buta. Begitu antinya dengan perkawinan.
" Ok. besok akan ku ajak dia ketemuan di kantin, dan kau bisa datang menemui kami srolah tidak sengaja." Kata Sarah.
" Siip.."
" Kayaknya kali ini berhasil deh Sar... Jimmy kayaknya pingin dapat mertua orang jawa.." kelakar nona Han.
__ADS_1
" Tangran lah. Jawa te ni hai ye phiaoliang." Kata Jimmy.
" Tentu, kau kan begitu meminati Sarah sejak awal. Makanya begitu ada rekom dari Sarah kamu langsung respon Jimmy siensen." Kata nona Han.
Perkataan nona Han membuat pipi Jimmy yang putih berubah menjadi pink. Bukan kayak babi pink, tapi lebih mirip kue apem, pink dan manis.
Jimmy tersenyum malu.
" Bukan gitu juga nona Han yang cantik.. Siapa tahu ketemu jodoh. ia betul juga katamu. Rasa ya kok aku begitu minat untuk punya mertua orang jawa. Biar klop kaya SEA Games. Mommyku asli cina daratan, Papiku Cina_Jepang. Nah, jika istriku orang Jawa kan bakal komplit. Keturunanku bakal lebih cantik, memiliki mata sipit tapi kulit lebih gelap." Kata Jimmy sambil memandang jauh, menerawang ke masa depan.
" oi.. sing lai ni.." Nona Han menipuk kepala Jimmy dengan kertas yang digulung.
Jimmy terperanjat sadar dari lamunannya.
" Apaah kau ini Han siau cie..? putus deh lamunanku." Kata Jimmy sambil menggaruk kepalanya.
" Kami orang Jawa juga punya keistimewaan yang kalian tidak punya. Keunikan yang lain dari yang kalian miliki. Jika berjodoh tentu akan menambah keragaman dan keunikan dalam keluarga koko Jimmy." Kata Sarah.
" Tapi dia bujang lapuk Sarah.. Sedangkan temanmu itu masih belia loh Sar.." kata Nona Han.
" Kalau jodoh tidak ada yang bisa menghalangi kak.."
"Kayaknya nona Han ini tidak ingin aku tinggalkan dalan kejombloan. Status dou jomblo bakal bubar ya jika aku ketemu jodoh." kata Jimmy.
" Sialan kamu Jimm. Tidak ada sangkut pautnya dengan statusku ya.." Nona Han jadi sewot, kembali dia tipuk kepala Jimmy dengan snelhekter yang berisi data milik pasien.
Mereka tertawa berbarengan melihat Nona Han yang salah tingkah.
" Sudah sudah.. toh belum pasti Jimmy suka dan cocok dengan Lusi ini." Kata Sarah menengahi.
Mereka akhirnya terdiam
******
" Ni men hao.." Professor Liu memasuki ruangan.
" Kabar baik prof. " Serentak mereka menjawab.
" Kalian tampak ser_ius. Sedang mendiskusikan sesuatu..?" tanya Professor Liu.
" Kami sedang mencarikan jodoh untuk Mr. Jimmy Prof." Kata Nona Han.
" Bagus kalau begitu. Memang kau harus berkeluarga, supaya hati lebih tenang Jimmy. "Kata Professor Liu.
" Siap Prof. " Kata Jimmy.
__ADS_1
" Kalian akan datang kan di acara ultah TGH..?" tanya Professor tua itu. Masih tampak gagah dan ganteng meskipun berambut putih. Tidak botak seperti professor lainnya. Kulitnya juga belum sekeriput kertas krep. Mungkin karena kulit orang Tionghoa kenyal dan halus, bahkan sampai setua professor Liu masih memiliki kulit sehalus buah apel.
"Tentu kami datang prof. kan kami supporter prof. Liu." kata Sarah.
" Iya..iya..., Kalian akan memegang medalinya. semua karena kerja keras kalian."
" Terima kasih prof. Semua berkat bimbingan dari professor." Kata Nona Han.
" Ok. Jika sudah tidak ada kasus yang di tangani kita bisa pulang awal. Siapa jatah jaga malam..?"
" Ada Jimmy ditemani mahasiswa magang prof." kata Sarah.
" Betul prof. malam ini tugas saya jaga."
" Ok. selamat bertugas mr. Jimmy.." Sahut professor Liu.
" Yuk kita pulang bareng Sarah. Bilang sama papanya Summer untuk tidak usah jemput, sudah ada aku yang sopirin. Dijamin keamanan bininya." Kata Nn. Han.
******
" Tidak mau mampir dulu Sarah..?" Tanya Cindy Han saat lift membuka pintu di lantai empat.
" Tidak Kak, la in kali saja. mumpung pulang awal ingin kwality time dengan Summer and father." Jawab Sarah.
" Aku tahu, Summer masih di rumah Ayi Tika kan..?" Tanya Cindy Han menggoda Sarah, membuat kuping milik Sarah memerah.
" Kak, kau ini paling pintar menyimpulkan sesuatu. Sudah ya aku naik. Bye-bye.." Kata Sarah sambil melepaskan tombol lift dan membiarkan benda pengangkat itu melaju ke lantai delapan, tempat keluarga kecilnya tinggal.
...******...
...To be continue...
...💓💓💓💓💓...
Tak terasa sudah seribu kata. Ceritanya sangat ringan ya..?
Boleh tinggalkan jejak dengan membetika n like, maupun komentar di setiap episode ya..
Mamak Author masih pemula, jadi butuh banyak masukan.yang bersifat membangun ya Say..
Popoke love you tenan poll
💓💓💓💓💓
Apalah arti penulis tanpa pembaca.
__ADS_1
Thank's For you all my readers
#ningsriw25