MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Baby Summer


__ADS_3

...Mengeluh tidak akan meringankan beban hidupmu...


...Dengan tersenyum dan ikhlas, semua akan berlalu...


...Yakin jika waktu akan menyembuhkan luka...


...------------Sarah--------...


...⏰⏰⏰⏰⏰⏰...


Udara musim panas terasa sangat kering sore ini. Empat hari sudah dia dirawat, dan sore ini sudah diperbolehkan pulang. Mbak Tika setuju untuk tinggal dan membantunya tiga bulan kedepan. Suaminya te lah memberi ijin.


" Hallo baby Summernya Ibuk...." Sarah mendekati box bayi. Bayinya masih terlelap, setelah ganti popok dan bedong, agar lebih hangat saat di dalam mobil nanti.



Nona Han dan Jimmy berjanji akan menjemput setelah pulang kerja, berarti sekitar setengah jam lagi.


Rumah kontrakan Sarah berada satu unit dengan rumah nona Han. Sarah di lantai tujuh dan nona Han berada di lantai empat. Kebetulan sekali pas Sarah butuh, ada tetangga nona Han yang pindah ke Hongkong. Mereka meninggalkan rumah untuk disewa. Dan langsung dismbil oleh Sarah.


Sarah langsung cocok dengan kondisi rumah yang sangat indah. pemandangan kota Taipei yang masih asri. Karena lokasi bangunan apartemen mereka memang agak di pinggir kota. jadi masih ada beberapa petak tanah kosong yang belum disentuh pengembang.


Rupanya nona Han sudah melakukan acara penyambutan di rumah. Ada balon-balon warna biru muda dan putih memenuhi ruang tamu dan kamar Baby Summer. Tulisan di dinding ruangan "WELCOME HOME OUR SUMMER" dengan balon huruf menambah meriah suasana.


Bad bayi hadiah dari Jimmy,



Stroler bayi hadiah dari nona Han,



sementara pak professor menghadiahkan baby wooden rock, beserta mainan kayu. Klasik sesuai karakter pak professor.



Semua orang begitu menyayanginya. Dan semua itu membuat Sarah terharu. Dipeluknya Nona Han.


"terima kasih atas semua ini. begitu indah.." Kata Sarah mesih dalam pelukan nina Han. Air matanya membasahi kemeja putih milik temannya itu.


" Ssshhh.. tidak apa-apa. kami keluargamu. kita harus saling berbagi. Kami sangat bahagia dengan hadinya Summer di tengah kita." kata Nona Han.


" Aku juga pingin peluk kalian.." Jimmy ikut nimbrung.

__ADS_1


Baby Summer berada di dalam kamar bersama mbak Tika, Sementara professor Liu ijin akan datang lain kali. Semua serasa dipenuhi kebahagiaan.


*****


Sebulan berlalu, orang tua Sarah sudah tahu kabar persalinan putrinya. Ibu maksa untuk datang ke Taipei untuk merawat putrinya selesai operasi. Dengan berbagai alasan Sarah berhasil membujuk dan meyakinkan dirinya bahwa semua baik-baik saja.


Setelah mendengar kalau ada mbak Tika yang bisa mengurus Sarah, barulah ibunya tenang dan menyerah. Foto-foto Summer dikirim untuk melepas penasaran dan rindu sang kakek nenek pada cucu pertama mereka.


Bahkan Sinta sangat antusias mengomentari kecomelan ponakan kecilnya.


" Janji ya buk.. tidak boleh sampai mas Satrio tahu kalau Ada Summer di dalam hidupku. Biarlah tetap jadi rahasia." kata Sarah.


" Kenapa mesti begitu Nok. Summer juga berhak untuk mengenal ayahnya." Balas sang Ibuk.


" Tidak buk. Belum setahun ditinggal Sarah saja mas Satrio sudah selingkuh. Sarah tidak mau sakit terlalu dalam. lebih baik berdua saja dengan Summer. Biarkan dia hidup dengan wanita lain dan punya anak dari wanita itu." kata Sarah sedikit emosi.


"Apa kamu tidak ingin konfirmasi dulu pada Satrio..?. Siapa tahu mereka hanya berteman Nok..." Ibu Riyati berusaha meredam amarah sang putrti.


"tidak buk. Bukan cuma Sinta yang kasih tahu dia melihat Satrio sering jalan dengan wanita itu.Temanku juga pernah bareng mereka makan malam romantis di sebuah hotel mewah bu. "


" Aku memang keras kepala. Tapi dia menyuruhku memilih dirinya atau karierku. dan aku sudah memilih bu."


"Tapi kau masih cinta dia to Nok. Apa kamu tidak menyesal melepas dia.." Tamya sang ibu.


"Percuma aku cinta dia buk, cintaku tidak akan menghapus sakit hatiku buk. Tetap saja sakit jika mengingat dia menghianatiku buk.." Kata Sarah sesenggukan.


Kebencian karena penghianatan membuatnya tak bisa menahan airmatanya mengalir.


" Lelaki hidung belang, play boy kampung. lihat perempuan gampang banget tergoda." umpat Sarah.


" Nok. Gak boleh begitu. bagaimanapun dia ada la h bapak dari anakmu. kau harus belajar untuk selalu menghormatinya." Kata sang ibuk.


" Lihat pembalasanku... Dia bahkan tidak akan pernah melihat putranya." batin Sarah.


" Buuk... pernikahan kami kan cuma siri toh. Berarti cukup dengan kata talak berarti kita sudah bercerai kan bu..?" Tanya Sarah tiba-tiba.


" Memangnya Satrio sudah mengucapkan talak padamu Nok..?" Ta nya sang ibuk kaget.


" Belum sih. Dan aku akan memintanya untuk segera menalakku." Kata Sarah.


"Pikirkan lagi Nok... Ojo grusah grusuh. wong urip bareng wae biso salah paham, opo maneh kowe adoh-adohan. Perselisihan mesti lebih banyak, kamu kudu lebih sabar." nasehat sang ibu.


" Tidak untuk perselingkuhan buk. tidak pernah termaafkan. " Jawab Sarah kekeh.

__ADS_1


" Oe... oeeee.." Tangisan Summer seolah mengingatkan Sara h akan keberadaannya.


Segera Sarah memutus sambungan telephon dengan ibunya dan meraih baby Summer.



Diberikannya kenyot supaya Summer diam. karena baru sebentar tadi Summer menyusu. Sarah sengaja memberi bayinya asi eksklusif. Dia pingin ada kedekatan yang baik dengan putranya. Toh cutinya selama tiga bulan memberinya waktu lebih banyak untyk dihabiskan bersama Babynya.


" Summer... Summerku yang berharga... Summer kesayangan ibuk..." Sarah mengambil Summer ke dalam pangkuannya. Menciumi pipi putranya yang mulai menggembul. Wajah putranya adalah duplikat Satrio. Tidak menyisakan sedikitpun untuknya.


Mata ini sungguh indah, hidung kamu sangat indah, rambut kamu juga sehitam da n se lebat milik Bapak dik... oh Summernya ibuk....


Bayi itu merespon. Tangannya terangkat berusaha meraih wajah ibunya. Didikatkannya tangan Summer ke pipinya, bayinya tersenyum ceria.


Inilah kebahagiaanku. inilah hidupku... pikir sarah.


" o o o... Tampannya ibuk ngompol...? mau cawik dulu..?" kata Sarah sambil memandang mata tajam bayinya...


Sengaja Sarah tidak menggunakan popok instan. Selama masih cuti biarlah baby pakai popok kain. toh ada mbak Tika yang selalu garcep untuk segera ganti jika baby pipis atau bab.


Memiliki bayi sebahagia ini... pikirnya.


Sarah saja sempat heran pada kedua manusia Jimmy dan Cindy Han. Mereka dua manusia yang menentang pernikahan apalagi cinta. Tidak mau ribet dengan urusan hati. kata mereka hampir bersamaan. Mungkin akan bagus jika mereka berjodoh. pikiran usil sarah muncul.


"Betul kan Summer.. Kamu mau kan jika mommy dan Papimu menikah.. Mereka bisa memberikan adik untukmu kan..." Baby Summer tersenyum mendengar ucapan Sarah, kemudian memasukkan jempol kanannya ke mulut.


" Wah.. baby setuju. ok kita akan susun strategi untyk menjodohkan mereka. Baby punya ide..? " omong kosong Sarah pada putranya. Bagaimana mungkin bayi sekecil itu tahu rencananya....


Baby Summer menguap tanda mengantuk. Dan dia mulai menggesek-gesek hidungnya.


"ihik ihik... "


" oh... Tampannya ibuk mengantuk.. mau enen hah..." Sarah menggendong bayinya. mengambil bantal sebagai alas sang bayi dalam dekapannya. Prosesi menyusui berlangsung sampai baby Summer terlelap. Sarah meletakkan sang bayi di kasurnya dan ikut terbaring dan terlelap.


...🤱🤱🤱🤱🤱...


To Be Continue ya...


Hari pertama di tahun 2022 di habiskan diatas ranjang karena mamak Author kena Flue. Sejak semalam badan meriyang, ngeres, tapi tetap pingin nulis. Mamak Author jatuh cinta sama Baby Summer.


Yuk yang suka cerita baby Summer bantu share ya, supaya pembacanya lebih banyak...


ILoveyou semua...

__ADS_1


#ning_sriw


#MamakAuthorEndut


__ADS_2