MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Galaunya Summer


__ADS_3

" Ibuk sayaaaaang...." Summer bangun dan menciumi pipi ibunya.


" ibuk. kenapa harus ada adik...?" Tanya Summer tiba-tiba.


"Kata siapa Summer akan punya adik..?" Sarah balik bertanya.


" Temanku, di Elementari School, dia benci ibunya. Karena setelah punya adik, ibunya jadi melupakannya dan tidak lagi memperhatikannya." kata Summer.


Sarah sedikit terkejut dengan pernyataan putranya. Apakah itu artinya dia tidak mau memiliki adik...?


Sarah mengecup kening Summer. Bocah itu masih memeluk ibunya manja. Kepalanya dibenamkan di dada ibunya, kenyamanan yang diberikan oleh sentuhan ibu anak itu mempererat ikatan kasih sayang antara mereka.


" Temanku itu sering terlambat masuk kelas, alasannya karena sebelum mengantar ibunya harus mengurus adiknya dulu."


" Bahkan kadang dia tidak mandi pagi, juga karena ibuknya tidak sempat. Temanku itu kadang berbau acem. dan bajunya juga kusut. pokoknya enggak banget ya.."


Sarah mendengarkan curhatan putranya. Anak usia tujuh tahun ini memiliki kekhawatiran yang tinggi. Sarah harus bisa memilih kalimat yang tepat untuk menanggapi putranya tersebut.


" Kalau pendapat Summer sendiri bagaimana?". tanya Sarah pelan-pelan.


" Jika tiba-tiba di dalam perut ibuk ada little baby, bagaimana? Dia akan berkembang di perut ibuk, semakin besar, besar, besar dan akhirnya muncul di depan Summer sebagai adik. dan saat itu status Summer adalah seorang kakak. Bagaimana hh?" tanya Sarah sepelan mungkin. Dia ingin melihat muka Summer dulu, baru melanjutkan ke arah lainnya.


Tampak riak muka Summer berubah. Ada gelombang dan gejolak di hatinya yang mempengaruhi air mukanya.


Summer menundukkan kepalanya, tidak ingin ibunya tahu perasaannya yang sebenarnya.


" Berarti Summer juga harus menjadi kakak ya buk..?" Tanyanya.


" iya lah, Jadi kakak itu hebat lo.. Dia bisa seperti super hero, yang akan melindungi baby brother atau baby sisternya, adiknya akan sangat menyayangi kakak, dan sang kakak juga tetap menjadi kekasih ibunya yang pertama lo kak."


" Seorang ibu tidak akan melepas atau mengabaikan cinta pertamanya. Baginya seorang anak adalah berlian yang harus ibuk jaga dan rawat.


Jadi meskipun sudah punya adik, kakak tetap nombor one.?" Sarah menggiring pemikiran Summer ke arah yang lebih mudah dipahami.


Sementara Summer manggut-manggut, Sarah menambahkan. " Seorang adik atau saudara juga akan sangat berguna ketika nanti kalian dewasa. Adanya adik akan menjadi teman yang tidak terputus meski beda tempat atau pendapat. Bisa berbagi suka dan duka. misalnya Summer sakit, ada Adik yang akan menunggui, misalnya Summer pentas drama di sekolah, ada adik yang akan bertepuk tangan menyemangati kakaknya."


" Tapi adik nakal ga buk..?"


" Ya tidak lah kak. Seorang adik kecil hanya belum tahu segala sesuatu. Dia perlu diberi tahu oleh orang yang sudah mengerti, dan biasanya adik kecil memiliki rasa ingin tahu yang besar lo, jadi dia banyak bertanya atau menyentuh barang-barang untuk mengobati rasa penasarannya. jadi bukan nakal."


" ooo.. Apakah ibuk bisa buatkan Summer seorang adik.."

__ADS_1


" Bukan ibuk yang buat. Tapi Alloh yang menaruh di perut ibuk.."


" Jika sudah ada adik, harus benar-banar disayang ya.."


" Memangnya harus ada adik di rumah ini ya buk.. Summer saja tidak cukup ya buk..?" Tanya putranya seolah masih belum bisa menerima jika benar ibunya hamil dan melahirkan anak.


" Kalau ada adik, Summer mau adik laki-laki atau perempuan..?" Tanya Sarah.


" eeee... tidak tahu.." Jawabnya.


"Summer mau pipis dulu ah.." kemudian Summer beranjak ke toilet.


Sarah tersenyum memandangi putrañya, dia tahu hati anaknya yang galau sendiri.


Beruntung Sarah dan Satrio memiliki putra yang bijak. Meskipun usianya masih sangat belia, namun sudah bisa diajak berfikir dewasa.


...*****...


Tidak menunggu pagi, malam itu juga Sarah mencoba untuk test urinnya sendiri. Dan ternyata memang sudah ada dua garis merah yang begitu jelas.


Senyum mengembang di bibir Sarah. Bayangan tentang bayi perempuan bermain di otaknya.


Rasanya lengkap saja memiliki lebih dari satu anak.


Ketika dia sudah merelakan Satrio dan hanya menganggapnya mantan dan sudah dimiliki orang lain, tapi ternyata malah Suaminya itu datang lagi dalam hidupnya dan memberikan seluruh waktunya untuk mereka.


Nikmat mana lagi yang kau dustakan..?


Kini hadir calon bayi keduanya, disaat mereka menantikan kebaikan itu datang. Dan semua diberikan sesuai dengan waktu yang tepat. Karier Sarah yang sudah mapan. Satrio sendiri rela untuk menetap di Taipei menemani mereka, permohonan kerja di beberapa berita online diterima, dan lagi blog yang diasuhnya pun tiap hari menghasilkan cuan. meskipun dia jauh dari Tanah Air. Itu artinya tidak ada kesulitan sama sekali. Satrio juga sedang mengajukan lamaran ke beberapa Universitas untuk mendapatkan jam mengajar. Semoga dimudahkan.


Waktu berlalu sesuai dengan jadwal yang Alloh tetapkan. Pagi disambut siang, sore disambut malam. Musim semi berlalu dan digantikan musim panas. Perut Sarah yang semula rata kini sudah kelihatan membuncit. Tri semester pertama sudah terlewati, masa kritis para ibu hamil, tidak masalah bagi Sarah, Dasar Sarah ngebo jika hamil. Tidak ngidam yang berlebihan.


" Sarah... Siang ini kita ada rapat umum. Sumua orang diundang, termasuk kamu juga harus datang." kata Jimmy. Pria itu masih betah melajang. Begitu baik dan setia mendampinginya menemani tumbuh kembang Summer.


"Apakah aku terlewat sesuatu..?" Tanya Sarah.


" Apakah kau tidak membaca buletin..? pemberitahuan ada di sana minggu lalu." Kata Jimmy.


" Ooh, pasti saat aku cuti tiga hari kan..?"


" iya. pas itu."

__ADS_1


" Santai Sarah, masih ada waktu tiga puluh menit, kita hanya perlu bawa notula dan pulpen, sisanya ada mister Jimmy yang akan presentasi, itupun jika ditanya. Tapi kayaknya ini Annual meeting deh. kayak biasanya. The Owner want to meet and greet. Nanti kita datang sama-sama."


" Kita pakai baju kerja..? " Tanya Sarah.


" Meyo kuanse. " kata nona Han.


" Tapi kau bawa baju ganti kan kak..?"


" Iya, aku bawa. Tapi sudahlah. kita tidak akan ganti baju. toh ini bukan baju rumahan, jadi masih terliat formal. kita tidak datang ke pesta lo. Paiduo ni.." Nona Han sedikit kesal karena Sarah yang auto ngeyel.


" Maafkan aku kakak... terima kasih infonya, yuk kita beberes dulu."


Jimmy hanya tersenyum melihat interaksi dua sahabat itu. Selalu Sarah yang ngeyel tapi juga dia yang ngalah pada akhirnya.


Bagi Sarah, tidak boleh membantah duo jomblo yang begitu baik dan dekat dengan hidupnya. Tak ingin melukai hati mereka dengan kekerasan kepalanya. Karena mereka begitu berharga.


Dua orang baik yang sudah seperti saudara kandungnya. merawat dan menyayangi Summer dan dirinya tanpa pamrih. Mereka yang menjadi saksi bagaimana perjuangan Sarah membesarkan seorang putra tanpa ayah di sampingnya.


Ketika Summer mengalami kejang saat demam di tengah malam, maka Jimmy lah yang akan segera datang membawakan obat dan menenangkannya.


Jimmy bahkan membawa Summer saat dia berlibur ke rumah neneknya di Jepang. Tak ayal Sarah dan nona Han jadi turut serta menemani perjalanan Jimmy dan summer. Jika bukan wajah Summer yang cenderung ke arab-araban tentu orang mengira mereka Bapak-Anak. karena baik Summer maupun Jimmy mereka begitu terikat satu sama lain. Sangat kompak dan koplax.



Foto Papi Jimmy saat berlibur dengan Summer kecil.


...**********...


...Terus nyambung ya...


...♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡...


Terima kasih yang sudah baca cerita dari Taipei. Mamak Author akan lebih tetima kasih jika kalian semua bisa kasih love dan vote. konentar baik dan membangun juga sangat diharapkan.


Ingat untuk bantu mamak Author sharing karya ini jika kalian suka ya..


Semoga terhibur selalu...


Love you all much much much


💝💝💝💝🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


#ningsriw25


__ADS_2