
"Mas kapan selesai urusan di kampus.." Tanya Sarah saat mereka duduk di ruang tamu di dalam rumah kontrakan milik Satrio.
"Hari ini selesai Dik. sore kita bisa pulang kerumah ibu." Jawab Satrio.
"Baik. ." Sarah melonggok ke arah laptop yang ada di pangkuan Satrio.
"Bikin apa sih, seriusnya kaya mahasiswa yang lagi bikin skripsi saja."
" Iya.. ini pengajuan kegiatan untuk semester depan. Anak-anak minta dibuatkan rencana jegiatan."
"Mereka yang sebentar lagi mau KKN, butuh bimbingan kusus." Pandangan Satrio masih fokus ke layar.
" hh kalau sudah kerja istri pun ga dianggap" gerutu Sarah dalam hati.
"tidak usah menggerutu dik. kau tetap nomor satu" kata Satrio.
" ha... kok dia bisa dengar suara hatiku ya.." Batin Sarah lagi. Dipandangnya lekat-lekat wajah suaminya. Tidak ada yang berubah. ciyusss
Sarah memanyunkan bibirnya.
"Haah..."
Sarah kaget saat tiba-tiba pipinya basah oleh kecupan bibir Satrio.
*****
"Sinta, Hari ini mbakyumu jadi pulang ga Dik. coba ditelpon .." kata Ibu Riyati pada putri bungsunya.
Mereka sedang menikmati sarapan. kerabat sudah pada pulang. tinggal keluarga inti dan dua rewang yang datang pagi pulang sore.
" iya, waktu cutinya kan tidak lama lagi. minta mbakyumu pulang, kita habiskan waktu bersama." Sambung pak Broto.
" Bapak sama Ibu niku pripun to. Mbak Sarah kan pengantin baru to bu. mereka pasti lebih ingin berdua. Lagian waktu yang sedikit ini pasti tidak akan mereka sia-siakan buk.." Jawab Sinta.
" Sok tahu kamu Nok.. Mau bagaimanapun mereka tetep kudu pulang. Toh bisa bulan madu di rumah. ga bakal ibu ganggu". bu Broto kekek.
" Sini pinjem HPmu. ben ibuk dewe sing telephon".
__ADS_1
" Ibuk rampungke dahare sik to. mubadzir gak baik lo buk.." Kata Sinta mengingatkan nasi di piring ibunya masih beberapa suap lagi.
"iyo. bar rampung mangan langsung telpon mbakyumu yo." jawab ibunya.
" Buk.. Bapak berangkat ke kios ya. nanti suruh Sugeng nyusul ke kios. Banyak jagung yang harus diangkut. Kemarin petani seko nggunung setor banyak." Kata pak Broto pada istrinya.
" Nanti nek mbakyumu pulang suruh mampir kios Nok". kata pak Broto pada Sinta.
"nggih pak." Sinta dan bu Riyati salim pada sang Bapak.
Suara mobil Toyota ss menjauh dari halaman rumah mereka.
****
" Assalamualaikum mbak.."
" Ditanya ibuk. mbak jadi pulang ga hari ini..?" Tanya Sinta.
" Siap. saya sampaikan ke kanjeng mami". kembali Sinta menjawab.
" Buk.. mbak pulangnya Sore. nunggu Mas Satrio selesai ngampus."
" Jum... jum" panggilnya pada rewang yang sedang asyik beberes dapur.
"nggih bu." jawab Jumi
" mbak Sarah dan menantuku Satrio bakal pulang nanti sore. nanti kamu ke pasar beli udang dan beberapa lauk. Mbak Sarah suka banget makan udang asam manis. " Kata bu Riyati sambil menyodorkan beberapa lembar uang warna merah.
"Kalau untuk mas Satio ada permintasn khusus po mboten bu." Tanya Jumi lagi
" Aku durung ngerti kesenengane anak mantuku. sing penting kamu sedio. Beli daging sapi saja, kamu masak rendang yo. ojo lali pisang ijo kesenengane mbak Sarah."
" inggih buk. sayurane terserah Jumi nggih bu?"
" iyo. kesenengane Mbak Sinta ojo lali. nanti marah dikira ibuke lupa kesenengane" kata bu Riyati sambil memandang kearah si bungsu.
Merasa dibicarakan Sinta memanyunkan bibirnya. tapi tak luput mengangkat jempol tanda setuju dengan ibunya.
__ADS_1
****
"Makan yang banyak, nanti kalu sudah di negeri orang nahan-nahan makan." kata pak Broto pada putri Sulungnya.
Suasana ramai saat makan malam bersama anggota keluarga.
" Bapak juga makan yang banyak. ini udang kesukaan Bapak." Kata Sarah pada bapaknya. mereka berdua memililiki kesamaan dalam selwra makan.
"Ibuk pesan khusus buat mbak Sarah itu udang asam manis. "kata Sinta.
" Matursuwun ibuk sayang.." kata Sarah sambil mencium pipi ibunya yang duduk di sebelah kirinya. Sementara Satrio tersenyum melihat kehangatan keluarga kecil istrinya.
Penerimaan keluarga ini kepada Satrio juga membuat hatinya menghangat.
" Malam ini nginep disini dulu. baru besok nginep di rumah mas Satrio." Kata bu Broto memecah keheningan sesaat.
******
" Tak terasa dua hari lagi adik berangkat ya mas" Kata Sarah.
Mereka berada di dalam kamar Sarah di rumah kediaman Broto.
Duduk bersandar pada kepala dipan kayu jati berukir kepala burung. ukiran kuno asal Jepara.
Satrio memeluk tubuh istrinya. ada rasa nyeri di ulu hatinya membayangkan perpisahan. baru juga merajut kasih, sudah harus terpisah lagi.
Sarah memeluk perut suaminya. Bibirnya berada diantara bulu-bulu yang tΓΉmbuh lebat di dagu suaminya.
Mereka saling diam, hanya bahasa tubuh yang menyampaikan perasaan hati masing-masing.
π€π€π€π€
Kayaknya sudah mendekati konflik ya. Sarah harus segera balik ke Taiwan.
Satrio merena lagi dong...
πππ
__ADS_1
ayo ramaikan komentarnya berikan like dan vote ya...
Dukung Author untuk bisa lebih baik dalam berkaryaπππ