MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Tahu Acar


__ADS_3

" Ibuk... love you much-much..." Summer menghujani pipi ibunya dengan ciuman.


" love you more my sweet Summer.." balas Sarah.


Summer datang diantar oleh Ayi Tika, pengasuhnya.


" Summer nakal ga hari ini Ayi.." Tanya Sarah pada pengasuh putranya yang sudah begitu setia membantunya menemani tumbuh kembang sang putra.


" Hhhmm seperti biasa Summer kita ini selalu manis dan menggemaskan. Dia adalah pria paling menawan di muka bumi..." Kata Ayi Tika.


"Pasti Ayi... jika aku besar nanti aku akan menikahi wanita sebaik dirimu." Celetuk Summer, membuat para wanita itu saling pandang.


"Syuuut.. anak kecil tidak baik bicara seperti itu.." Kata Sarah.


" Iya, Saya dengar papi Jimmy mengatakannya pada aunty Lisa.." Jawab Summer tak mau disalahkan.


Sarah menutup mulutnya.....


" Papi Jimmy...?"


" Itu artinya, Jimmy sudah melangkah ke arah serius.." Bisik Sarah pada dirinya sendiri.


" Besok lagi tidak boleh menguping pembicaraan orang dewasa ya..!" Kata Sarah pada putranya.


" Kenapa ibuk..? itu tidak buruk, Seorang pria menyukai seorang wanita!".


Ahhh, ini putraku mengapa jadi beginiii ya...? batin Sarah.


Gimana membuatnya mengerti, bahwa semua ini belum pantas untuk seorang pria kecil belum cukup umur seperti dirinya.


Mengapa bicaranya seperti pria dewasa begini..?


Jimmy harus diingatkan. Semua ucapannya yang lebih sering ceplas ceplos tanpa saringan di depan Summer sungguh berdampak buruk. Sweet Summernya menjadi dewasa sebelum saatnya.


" Mbak Sarah, saya langsung pamit dalu ya..." kata Ayi Tika.


" Eh, Ayi... duduk dulu sebentar. Saya ada sesuatu buat Ayi.!" kata Sarah.


" Summer, kamu temani Ayi sebentar ya..!"


" Baiiik... mommi cantiikku" Summer menjawab.


" Ayi, nanti jelaskan padaku tentang semua ini ya...!" Kata Sarah sambil berlalu ke dapur.


Beberapa saat kemudian Sarah mencul dengan paper bag isi kotak besar.


" Ini appel untuk Ayi...Kemarin Bapaknya Summer dapat dari temannya." Kata Sarah.


" Kan ini untuk mbak Sarah, kok diberikan ke saya?" Tanya Tika.


" Banyak Ayi.. Ada beberapa kotak. Untuk Ayi satu, lainnya ada juga untuk mommy sama papinya Summer." Kata Sarah. Yang dimakaud mommy dan papi ialah nona Han dan Jimmy. Mereka adalah orang-orang terdekat Sarah.


" Makasih deh kalau gitu. Sekalian saya pamit ya mbak. Sudah ditunggu ojek di bawah." Katanya. Suaminya yang mengantarkan mereka seperti biasanya. Dia menunggu di pinggir jalan depan apartemen milik Sarah.


" Oh iya Ayi.. Besok tidak perlu jemput Summer. Dia akan pulang dijemput Bapaknya. Mau langsung mancing katanya." kata Sarah.


" Gitu ya mbak, baiklah. Selamat bersenang-senang my Boy..


Mari cowok ganteng. Ayi pulang dulu ya..." Katanya pada Summer.


" Baik Ayi, Cai jien.." Jawab Summer melambai pada pengasuhnya.


" Hati-hati Ayi..."Kata Sarah sebelum menutup pintu apartemennya.


*****


" Hari ini subuk banget ya Mas..?" Tanya Sarah saat Satrio pulang.


" Iya Dik. banyak yang mas selesaikan. Besok kan Mas libur. Jadi sebisa mungkin semua tugas hari ini dan besok mas selesaikan dulu." kata Satrio.


" Mau aku pijit pundaknya..?" Tanya Sarah.

__ADS_1


" Summer sudah tidur...?" Tanya Satrio sambil memeluk tubuh mungil istrinya yang mulai buncit di bagian perut. Sarah memang begitu, tubuhnya susah diajak gemuk. Pas hamil Summer dulu saja berat badannya hanya berambah delapan kilo. Dan begitu Summer lahir, berat badannya kembali normal. bahkan perutnya langsung rata kaya belum hamil.


Sarah mengangguk, Summer mungkin kecapean, beberapa menit setelah makan malam langsung pamit tidur, dan kini sudah mendengkur halus terlena dalam buaian mimpi.


Satrio mengelus perut Sarah, lalu berlutut mencium perut itu dan membisikkan kata-kata sapaan pada bayi yang masih di dalam perut istrinya itu.


" Adik sayang.... kangen Bapak kan..?. Di dalam baik-baik saja kan..?" tanyanya.


" Baik lah Bapak... Adik ingin makan tahu acar di pasar malam Simenting .." kata Sarah...


" ini adik atau ibuk yang pingin ya..?" tanya Satrio


" Kami berdua lah...." jawab Sarah sambil melengos.


" Jika Bapak tidak mau belikan, biar ibuk minta tolong papi Jimmy belikan dan antar kesini." Sarah berusaha menghadirkan sosok Jimmy, pingin tahu expresi sang suami.


" Wah itu ide yang bagus dik. Sekalian Mas juga mau, bilang papi Jimmy ya punya Mas lebih banyakin acarnya, kaysknya seger.." Jawab Satrio bi kin hati Sarah dongkol. Pinginnya suaminya yang dis iruh beli, malah melimpahkan tanggung jawab pada pria lain.


" Kan mas lelah dik.. Ibunya anak-anakku.."


" Sini, kita lupakan tahu acar, tadi bilang mau pijit pundak Mas. Pijit dulu gih. Nanti setelah mandi kita cari tahunya."


" Emang tahunya pergi ke mana mas?" Tanya Sarah.


" Maksud adik..?"


" Lah itu tadi bilang cari tahu.?"


" Ini ibunya Summer sedang menggodaku ya..? pasti pingin di_sun sama mas kan?" Satrio mendaratkan bibirnya di pipi ssng istri.


" kok...." pipi Sarah bersemu merah mendapati ciuman Satrio yang tiba-tiba di pipinya.


" Nah, merah to pipimu...? Benar kata lagu kanak-kanak itu. kalau dicium merahlah pipinya..."


" Adik bukan Soleram kan.. Atau mungkin kakaknya Si Soleram itu ya....?" Satrio berkelakar.


" Apa sih mas iki.."


" Masyaalloh..... tangan istriku serasa pijitan dolpin. Pas dan mengena banget." Kata Satrio memuji keahlian istrinya dalam memijit.


Sarah hanya tersenyum...


" Besok adik ikut mancing ya.. Sudah lama kita tidak pergi bareng. Sementara Mas dan Summer mancing, Adik bisa santai di pinggir danau". kata Satrio.


" Besok adik jaga malam kok. Jadi tidak perlu ijin kantor. Tapi janji pulang tepat waktu ya, supaya ada waktu istirahat yang baik." kata Sarah.


" Tentu adik..." Satrio meraih kepala istrinya, lalu diciumnya pucuk kepala Sarah.


" Tapi kita sekarang ke Simenting ya... Kalau mas lelah kita pakai taksi saja." kata Sarah sambil memijit pundak Satrio.


Satrio memandang Sarah dengan tatapan memelas


" Begitu inginnya ya ibunya Sammer, gimana kalau tahu acarnya Mas yang bikin...?" Tanyanya.


" Memang di rumah ada tahu..?" Sarah mulai menampakkan wajah ketusnya.


Sudah terasa di lidah itu rasa tahu acar di pasar malam Simenting. Ee malah kasih ide masak sendiri. paling ujung-ujungnya juga Sarah sendiri yang turun tangan.


Sarah melepaskan tangannya dari pundak Satrio. lalu pergi ke kamar Summer. Sebelumnya dia mengambil andriodnya.


tuuuut tuuuut tuuuut


Sarah nampak gelisah menunggu sambungan teleponnya diangkat..


.


.


" Papi Jimmy ....."


" Kau dimana?" tanya Sarah.

__ADS_1


" Serius...? kalau begitu bisa belikan aku tahu acar kan. Yang di pasar malam Simenting lo."


"Jangan coba-coba... Aku bisa mengenali penjualnya melalui rasa yang disajikan. kau tahu kan. aku sangat menyukai acar kubis dari pak tua yang dipojok toko bunga." kata Sarah. Nadanya sungguh penuh ancaman.


" Ya. nanti aku lewat depan apart-mu." kata Jimmy di seberang.


" Ga pakai lama ya.."


" Model bossy bumil..!" celetuk Jimmy


" kau tahu yang ku mau Jimmy papi.." Kata Sarah sengaja diperkeras saat tahu bahwa Satrio sedang berdiri di pintu masuk kamar putranya.


" Dik. Bilang ke Jimmy suruh tambah dua porsi tahu. kita makan bareng-bareng. jangan lupa untuk beli Pao ci ro juga."


" Enak ya... Siapa juga yang mau makan bersama. Aku cuma mau makan Tahu acar, tidak yang lain. Kalau mau beli sendiri." kata Sarah. Bapak tak tahu diri. batin Sarah. Mau enak tok, giliran susah sedikit saja tidak mau. Apa sih susahnya cuma duduk di dalam taksi menemaniku makan tahu di pasar malam. Batin Sarah dipenuhi umpatan pada Suaminya.


" Untung ada papi Jimmy. jika tidak, entah apa nasibmu dik... ilermu bakal sak dawane bengawan Solo." Tambah Sarah dengan menampakkan wajag cemberutnya.


Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Jawa Tengah.


Satrio terdiam. Mungkin bisa mengerti bahwa keinginan ibu hamul itu mytlsk harus di_pe_nu_hi !!!


Jika tidak maka perang dunia kedua bakal dialami.


.


.


"Maaf dik.." kata Satrio singkat. lalu duduk di sofa singgle berhadapan dengan Sarah yang duduk di sofa panjang szmbil menaikkan kedua kakinya di atas sofa tersebut.


Sarah tidak menggubris perkataan maaf Satrio, Sudah tahu bini hamil muda, sengaja mengabaikan permintaan istri...


Tanggannya sibuk memainkan game yang ada di ponselnya.


Beberapa puluh menit kemudian bel pintu bawah berbunyi, Sarah melihat di interkom dan memencet tombol buka ketika tahu yang datang adalah Jimmy. Sarah menunggu di depan pintu apartemennya.


Ting....


lift berhenti di lantai unit apartemennya. Seseorang yang dia kenal muncul dari pintu lift yang terbuka.


" Ini pesanan kamu bayi nakal... belum juga lahir ke dunia sudah susahin papi Jimmy. Awas nanti pas lahir ya...pasti langsung papi gondol." Kata Jimmy sambil menyerahkan bungkusan pada Sarah.


" Terima kasih papi J.."


" Mau mampir dulu..? Satrio ada. Dia sedikit mengharap kau bisa mampir dan sekedar minum kopi." Kata Sarah menawarkan.


" Tidak. lain kali saja, malam ini aku harus pulang ke rumah Mommyku, tadi dia telepon, minta aku datang." kata Jimmy.


" Pasti Disuruh kawin."


" Entahlah. Ok Baby... kita jumpa lagi besok ya." kata Jimmy melihat ke arah perut Sarah.


" Salam untuk Ayi Amey." kata Sarah.


" Tentu. Bye- bye Sarah, baby tidak boleh nekal ya..!" Katanya lagi.


" Bye-bye Papi J. Cai jien.." jawab Sarah dan menunggu sampai Jimmy masuk ke dalam Lift.


Sarah masuk lalu dusuk.di kursi meja makan dan menikamti tahu kesukaannya.


*******


To Be Continue....


😠😠😠


Gitu ya... ibu hamil lagi ngambek..!!!


Pembaca tidak boleh ngambek sama mamak Author ya, Sementara sedang tidak ada mood untuk menulis dan membaca. Hanya karena sibuk mengurusi persoalan duniawi, tapi hati dan perasaan jadi terbawa-bawa.


Semoga setelah ini semua lancar dan baik-baik saja.

__ADS_1


Mamak Author juga doakan semoga segala urusan pembaca tercinta dimudahkan dan dilancarkan. aamiin..


__ADS_2