MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Kalian Meracuni Mataku


__ADS_3

...Tidak ada rencana yang bisa terwujud selain atas ijin_NYA....


...Tiada yang lebih indah selain cinta karena-NYA...


...Aku ada karena DIA ingin...


...Kamu ada karena sudah DIA tentukan...


...dan aku bersyukur atas semua yang DIA berikan...


...--------Sarah-------...


...Happy Reading...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...



Cuaca ekatrim sering muncul pada musim kering. hujan lebat yang disertai badai menggetarkan jantung kota Taipei. Para pegawai kantor berlarian menembus hujan menuju tempat mereka memarkir kendaraan mereka. Dalam ramalan cuaca tadi pagi mengatakan akan turun hujan lebat disertai badai pada sore sampai malam hari.


Mereka mengantisipasi banjir yang kemungkinan bisa datang dengan memarkir mobil-mobil mereka di tepi jalan layang yang tinggi.


begitupun dengan Satrio. sepulang kerja dia menuju highway di dekat kediamannya untuk mencari tempat yang aman untuknya memarkirkan mobilnya. untuk sepeda motornya dia titipkan di parkiran mall yang ada di dekatnya.


Banjir di lingkungan tempat tinggalnya tergolong sering dan bahkan minggu lalu sempat menenggelamkan baseman apartemennya.


Satrio berjalan sambil memegang payung yang berkibar kibar ditiup angin kencang. sesekali payungnya lepas dibawa lari angin kencang. untung bukan ****** beliung, hanya Taiphoon. itu saja sempat menghentukan penerbangan domestik. Beberapa maskapai tidak berani mengudara sampai cuaca memungkinkan. MRT dan kereta bawah tanah juga tidak beroperasi.


Televisi lokal juga menyiarkan pemberitahuan untuk berhati-hati dan waspada. Kemungkinan penutupan sekolah dan tempat perkantoran.


Hanya pelayanan umum yang diijinkan tetap beroperasi seperti Rumah sakit dan supermarket yang menyediakan bahan makanan pokok.


Sarah mengalirkan air untuk mengisi toren, siapa tahu air juga mati karena kendala banjir. paling tidak sudah ada tandon.


Satria sampai di rumah dengan baju yang basah kuyup, sementara Sarah sudah menyeduhkan untuknya segelas teh gingseng supaya badanbya hangat. Satrio memilih untuk mandi lebih dahulu, jika sudah bersih dan ganti baju kering otomatis badan akan menghangat.


Untung Summer sudah pulang lebih awal, karena tahu akan datang Taiphoon maka sekolah memulangkan anak-anak lebih awal, dan bisa langsung dijemput oleh Sarah, karena dia sudah ambil cuti hamil. Biar punya banyak waktu istirahat, kata Satrio. Mengingat di kehamilan kedua ini perut Sarah lebih besar dan Sarah terlihat lebih ngoyo. Satrio merasa tidak tega. Untung pihak rumah sakit juga menyarankan untuk ambil cuti pramelahirkan.

__ADS_1


" Bapak kehujanan dari mana..? " tanya Summer.


" Dari highway, cari parkiran..." Jawab Satrio.


" Apa sudah banjir pak..? hujan selebat ini."


" Tadi Bapak melewati jembatan, air sungai sudah hampir memenuhi bantaran sungai. mungkin air laut naik kedaratan membuat air sungai bertambah volumenya. Putaran angin dari laut Cina selatan membuat gelombang berbalik. " Jelas Satrio pada putranya.


"Summer libur berapa hari. ? " tanya Satrio balik.


" Sementara tiga hari pak. Sampai cuaca membaik. mungkin jika air tidak naik dan tidak ada banjir, sekolah bisa buka lagi." Jawah Summer.


Sarah datang membawakan naget dan mie goreng untuk menghangatkan badan mereka. Sajian kebanggaan Sarah. Mie goreng dengan toping sosis, udang dan bakso iris, ditaburi sayuran beku, di tutup dengan telur setengah matang yang akan meleleh seperti lava gunung merapi. Suami dan putranya sangat menyukai makanan buatannya tersebut.


" Tiada duanya.. " kata Summer sambil mengacungkan jempol untuk mie goreng buatan ibunya.


" Ibumu yang terbaik tentunya.."Satrio menambahkan.


" Dan kalian paling pinter memuji." Balas Sarah sambil mencium puncak kepala Summer.


" Apa kabar anak bapak..?" Kata Satrio mengecup perut istrinya yang menggunung. " Kamu pasti juga akan menyukai masakan ibumu. Atau kau akan sepintar ibumu menyenangkan lidah kami..?" Satrio mengelus-elus perut Sarah yang berdiri di sampingnya, lalu diciumnya pipi cubby sang istri. hidung Sarah sudah memerah, keningnya berkilau, mungkin persalinannya sudah dekat, kata dokter bisa maju dua minggu atau bisa juga mundur lebih lama. Perkiraan lahir hanya sebuah hitungan, untuk ancang-ancang atau persiapan, baik mental maupun biaya.


" Bapak berhenti bersikap menjijikkan di depanku..!" kata Summer.


"Apanya yang menjijikkan. Bapak harus sering- sering mencium ibunmu. Seperti juga bapak menciummu, atau ibu menciummu, bukan begitu mr. Summer yang mulai remaja..?" Kata Satrio.


" Tapi tidak di depanku Bapak. Kalian meracuni mataku." kata Summer.


" Kau memang Sweet Summerku."


" Aku tumbuh dari villa di Ubud, Bali yang indah kan..?" Summer menghafal kalimat sakti ibunya.


Sweet Summerku, kau dbuat dan tumbuh di Villa Ubud Bali yang indah. Kau ada karena cinta kami.


Sebelum tidur selalu kata- kata itu yang dibisikkan Sarah sebagai pengantar tidur.


" Kau mengatakannya pada putra kita..? kau mengingat semua momen indah itu.?" Satrio mengingat momen bulan madu mereka.

__ADS_1


Bagi Sarah bulan madunya di Bali bukan hanya momen indah tapi juga berkah karena dengan begitu dia memiliki Summer yang bisa mengisi hari-harinya dan mengobati luka hatinya. Kepergiannya ke tanah Formosa membuatnya harus melupakan Satrio untuk sementara. Perselingkuhan suaminya menorehkan luka dan menitikkan noda, mengoyak kepercayaannya. Foto-foto kebersamaan Satrio dengan gadis muda yang diterima oleh Sarah, juga screen shot percakapan mesra dari rekan kerja suaminya di Semarang, membuatnya begitu ingin menghukum pria itu. Ia tidak akan pernah mengenalkan putranya, Satrio tidak akannpernah tau jika ia memiliki seorang putra yang begitu menggemaskan.


Namun cintanya memang untuk Satrio saja, dan mungkin juga sudah jadi takdir mereka berdua kembali bersama membangun keluarga. Tanpa dia sangka Satrio dapat beasiswa S3 di Universitas yang begitu dekat dengan tempat kerjanya.


Sarah menyangka kalau Summer tidak akan pernah bertemu dengan ayahnya. Dia sudah menutup semua akses yang dapat menghubungkan dirinya dengan Satrio. Tapi Alloh menginginkannya untuk tetap bersama. Satrio dengan bangga menyebut Summer sebagai putranya, begitupun Summer begitu bahagia saat melihat bahwa ada srorang pria yang begitu mirip dengan dirinya, dan itu adalah Bapaknya. Dengan bangga dia katakan "Aku mirip Bapakku".


Mereka mengakhiri makan malam dengan segelas kopi pahit untuk Satrio, susu fresh untuk Summer dan susu ibu hamil untuk Sarah.


Summer pamit untuk tidur sementara Sarah mengemasi dapur. Satrio masuk ke ruang kerjanya. Beberapa berkas laporan perkembangan dari mahasiswanya harus diteliti dan menemukan beberapa bab yang harus revisi.


.


.


Sarah masuk ke ruang kerja suaminya. Dioleskannya kream untuk tangannya supaya tidak kering karena habis cuci piring.


"Adik tidur dulu sana !! .. kasihan dari tadi mengurus kita, dedek bayi juga begah jika tidak rebahan dalam waktu lama. " Kata Satrio saat Sarah menyusulnya.


" Mas masih lama..?" Tanyanya


" Iya. ini setumpuk laporan mahasiswa. ada yang perlu direvisi." jawab Satrio.


" mas.. boleh minta pijit bahu ya. rasanya pegal banget." Kata Sarah sambil mendekat ke kursi Suaminya.


" Yo, sini adik duduk di kursinya Mas. biar lebih mudah mijitnya." Satrio bergeser dan membiarkan istrinya duduk menggantikan posisi duduknya.


Sarah memejamkan mata, menikmati pijatan suaminya. Tangan empuk Satrio membuatnya merasa nyaman dan ingin terlelap. Satrio membalur pundak istrinya dengan kream aroma terapi untuk merelaksasi.


" Adik tidur di kamar ya. biar mas gendong. " Kata Satrio.


" Tidak usah lah. adik jalan sendiri saja." Sarah berdiri dari duduknya dan berjalan menjauh dari ruangan suaminya menuju ke kamar mereka. Satrio mengikuti langkah Sarah menuju kamar, lalu memastikan istrinya tidur dengan benar. Satrio menarik selimut untuk menyelimuti tubuh istrinya, lalu ia kecup lembut kening Sarah dan say good night. Sarah membalas dengan senyum manisnya.


" Jangan malam-malam mas. Tetap harus jaga kesehatan." kata Sarah.


" Tentu my bojo yg cantik. mas segera nyusul jika sudah selesai koreksi." Satrio memadamkan lampu dan menutup pintu kamar, supaya Sarah bisa istirahat dengan nyenyak.


...Bersambung ya......

__ADS_1


...\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷\=÷...


__ADS_2