MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Dokter Bedah yang Tampan


__ADS_3

Dokter muda itu tersenyum ramah pada semua orang yang berpapasan dengannya.


Hampir dua jam berada di dalam ruang operasi.


Tumor yang sudah mengakar. untung bukan tumor jahat dan tumbuhnya bukan di bagian yang berbahaya. seorang kakek tua yang memanggul daging tumbuh seberat dua kilo di atas punggungnya. Pria tua itu bertahan selama ini. katanya tidak berat, namun akhir-akhir ini sangat mengganggu karena bentuknya yang menonjol. Itulah mengapa dia mau dioperasi pada akhirnya.


Anak-anaknya sudah sejak dulu memintanya untyk operasi. Dia seorang petani tambak di selatan Taiwan. Datang ke Rumah Sakit besar ini , karena hanya di sini fasilitas yang memadai dan bisa menggunakan kartu jaminan kesehatan. Anak-anak nya bekerja sebagai pegawai pemerintahan.


Sementara pria tua itu belum sadar dari bius. Ya dia harus di bius total. jadi pengaruhnya akan agak lambat sadar. Dan anak- anaknya begitu setia menunggu sang bapak sadar dari biusan. dua orang suster mendorong panjang pasiennya menuju ruang perawatan.


Dr. Summer Satrio Utomo itu tulisan yang tertera di kartu yang menggantung di lehernya.


Jas putihnya membuat dia terkesan dewasa dan hebat. Summer bersyukur karena operasi lancar dan tanpa suatu hambatan. Meski tumor agak sulit diangkat kerena sudah mengakar kuat pada daging di sekitarnya.


Summer kembali ke ruangan dokter.


Dia mencuci tangannya sekali lagi sebelum memegang barang yang ada di ruang kerjanya tersebut.


Sebagai dokter yang berusia paling muda, prestasi yang di raih juga tidak sedikit. Berbagai penghargaan dia peroleh semasa kuliah kedokteran. Saat mengambil spesialis penyakit dalam juga dia adalah mahasiswa terbaik.


Posisinya yang sekarang diperoleh karena memang prestasinya yang gemilang. Kakeknya professor Liu memang berpetan penting dalam penempatannya di Rumah sakit ini. Tapi mereka tidak me lihat itu saja. mereka melihat prestasi Summer. itu yang paling penting.


Kakeknya sudah resain dari Rumah Sakit dan membuka praktek di rumah. Karena sudah tua., Tempat praktek itupun jadi tanggung jawab Summer. Klinik itu dikembangkan oleh Summer yang memang diminta untuk tinggal dan nenempati kediaman professor. Anak beliau satu satunya memilih menetap di USA. jadi dia hanya sendiri.


Summer nurut saja keinginan kakek yabg sudah begitu baik padanya dan menganggapnya seperti cucu sendiri. Beliau tidak pernah membedakan antara cucunya sendiri dan Summer yang hanya cucu angkat. Hubungan Summer dan kedua orabg tuanya dengan Waisly Liu, putra sang Kakekpun sangat baik. Saat dia kuliah kedokteran juga mereka mendukung dengan baik. Tidak ada kecemburuan saat professor berlaku baik pada anak-anak Sarah yang merupakan bawahannya di tempat kerja.


Sarah dan Satrio juga sering berkunjung dan memberi perhatian pada kakek yang sudah renta dan hampir kehilangan kegagahannya tersebut.


Kasih sayang yang Sarah terima semenjak dia pertama kali menginjakkan kaki di tempat kerjanya tererbut, tidak mungkin hilang atau terhapus begitu saja. Karena hal tersebut bukan hanya tentang balas budi, tapi lebih ke ikatan emosional.


Summer bersiap untuk operasi kedua. Seorang pemuda yang memiliki benjolan di betis. belum terlalu besar dan masih dikategorikan ringan.


Hari ini tidak terlalu ramai. Ya syukur Alhamdulillah jika penyakit menjauh dari muka bumi ini.


Summer bersama dokter anestesi dan dokter Syaraf berada di ruang operasi. mereka telah mempelajari kondisi pasien dari kemarin. Dan berani melakukan operasi hari ini dikarenakan masih tergolong tumor jinak yang tidak akan menyebar dengan cepat. Tapi karena letaknya yang di bawah lutut membuat dia agak susah berjalan.

__ADS_1


Sekitar empat puluh lima menit Summer keluar dari ruangan. Dia bergegas karena ada jadwal operasi di RS lain.


" Dokter.. jam tangan anda tertinggal di ruang operasi.." Kata Vicky . Victoria Lu.. adalah salah satu asisten dokter bedah di Rumah Sakit ini. Dia cantik. kulitnya sangat putih dan matanya tidak terlalu sipit. Tubunya juga sederhana, yaitu tidak terlalu tinggi maupun pendek. Seperti gadis kebanyakan. Tapi attitudenya sangat baik.


" Terima kasih Dokter Vicky..." kata Summer. dia hanya menoleh sebentar saat menwrima uluran jam tangannya dari tangan dokter Vicky.


Jam tangan mahal. Blue Marine dari Rolek yang harganya ratusan juta rupiah.


" Dokter sudah mau pulang..?" tanya Vicky lagi. Dia berharap bisa pulang bareng doker ganteng yang di sukainya dalam diam tersebut.


" Tidak. saya ada jadwal operasi di rumah sakit lain. ada apa.."? tanya Summer.


" Oh ya sudah. lain kali saja. " jawab Vicky.


" Oh. Baik. kalau begitu saya tinggal dulu ya. harus cepat karena takut macet. Bye-bye Dokter Vicky.." kata Summer sambail melambai ke arah dokter manis tersebut.


" Bye-bye Dokter Sumner.." jawab Vicky.


Vicky menutup kembali pintu di belakangnya. Ruangan para senior, dan peringgi rumah Sakit.


********


" Assalamualaikum Buk...." Sapa Summer. Dia memeluk tubuh ibunya yang masih terjaga meskipun di usianya yang tidak muda. olah raga dan pola hidup sehat membuatnya tampil menawan di usia senja.


Bapaknya masih berkarir di usianya yang tidak muda. Sebagai penulis artiket. juga nara sumber di berbagai webinar maupun pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh pemerintah.


" Putraku.. my Sweet Summer. kau mengagetkan ibumu." kata Sarah. dia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Summer.


" Kau pasti lelah. Biar ibu buatkan coklat hangat untukmu. kamu mandi dulu sana." kata Sarah.


" Baik ibuk... kau terbaik๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘.kata Summer.


" Tentu saja. aku ibumu..! jika bukan aku,lalu siapa yang bakal baik padamu.." kata Sarah.


" Duh posesifnya pada anak yang ganteng ini." gurau Summer. Dia menciumi pipi sang ibu berkali-kali.

__ADS_1


" Iya... ibuk memang posesif. you 're belong to me. jadi tidak bakal kemana-nama." kata Sarah.


Bocah gemblung. seenaknya wae bilang ibunya posesif. tentu lah... jika aku tidak posesif tentu saja kau tidak jadi sebesar ini. batin Sarah.


" Tapi jika kau ada wanita yang bersedia jadi istrimu. maka ibumu ini juga rela untuk berbagi kepemilikan dengannya. Asalkan dia beneran mencintaimu dengan tulus." kata Sarah.


" kapan aku mandinya kalau bagini buk.. " Summer berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Yo wis. Sana mandi. "


aku tahu kamu sengaja menghindari percakapan tentang pernikahan to.. pikir Sarah. Sarah sedikit prihatin. putranya itu sudah cukup umur naupun ekinomi. untuk membawa wanita kerumah saja belum pernah mau. apalagi untuk menikah. haruskah aku mempersiapkan perjodohan...


kira-kira siapa yang cocok ya...? pikir Sarah.


Dia mulai berandai-andai. dan menghitung satu-satu gadis yang dia kenal.


Ah kau ini sungguh merepotkan Summer...


" kok ibuk menggerutu. ada apa...?" tanya Satro yang baru saja masuk apartemen mereka. Dia mendengar bisikan halus istrinya.


" itu putramu pulang" jawab Sarah. maranya memberi isyarat kamar mandi. yang berarti anaknya sedang di kamar mandi.


" lah. putranya pulang kok malah menggerutu..?" tanya Satrio.


" Bukan menggerutu pakmu.. aku ki pingin punya menantu " kata Sarah ketus. Muncul deh jiwa keras kepalanya.


...****โฐ***...


...bersambung...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...pingin nulis bab selanjutnya, tetapi mata serasa dempet...


...susah banget kebukanya....

__ADS_1


Terima kasih yang sudah baca juga yang sudah kasih Vote.


__ADS_2