
Sarah menutup berkas di mejanya. Beberapa contoh darah sudah dievaluasi dan masuk rekam medis pasien-pasiennya.
Hari yang penat dan melelahkan. Teman-temannya sudah mendahuluinya pulang. Tumben dua manusia kunyu, Jimmy dan Cindy sudah ngacir setelah Professor Liu juga pamit.
Tinggallah Sarah sendiri. Duduk sebentar untuk melunjorkan kaki dan punggung. Lengan ditarik ke atas.
Uuahh... enaknya..
Sarah melepas jas putihnya dan menggantinya dengan kardigan hijau muda miliknya.
Musim dingin telah datang lagi. Tapi udara tidak ter lalu dingin. mungkin karena masih awal, jadi belum begitu dingin. Nanti kalau bulan Desember-Januari baru terasa dinginnya.
Meninggalkan Rumah Sakit besar tempatnya bekerja, ingin segera bertemu dengan pangerannya yang begitu menggemaskan. Pipi baby Summer cubby menggemaskan. ciumable.
Setelah Sarah kembali bekerja, Baby Summer dititipkan pada mbak Tika. Dia mau mengasuh anak Sarah dengan syarat di asuh dirumahnya. Suaminya tidak mengijinkannya untuk menginap lagi.
Sarah menyetujui syarat yang diberikan oleh suami mbak Tika. Toh dia butuh tenaga wanita itu untuk mengasuh anaknya selagi dia kerja, dan dia juga sudah percarya pada mbak Tika, dia mengasuh Summer dengan baik.
Sarah belum mempercayai orang lai,atau Day care di tempatnya bekerja. anaknya lebih nyaman bersama mbak Tika, Dapat dilihat dari interaksi keduanya saat bersama. Summer seperti menemukan figur nenek yang belum pernah dia temui.
Mereka pulang dengan taxi. Takut jika Summer kedinginan, Sarah memakaikan jaket tebal pada putranya.
" Kesayangan Ibun baik-baik kan...? Main apa Sama Ayi Tika..?" tanya Sarah pada putranya.
" Mam mam mam..." Bayinya menggumamkan kata favoritnya. Baru itu yang sering keluar dari mulut sang bayi.
" Summer sudah mamam..?"
Sarah menurunkan baby Sumner di atas meja. Meletakkan tas dan melepas cardigannya.
Mereka mandi bersama, kebiasaan Sarah karena tidak mungkin membiarkan Summer sendiri di luar, Jadi sekalian saja. Dibiarkannya Summer main busa di embernya. Setelah Sarah selesai dengan dirinya sendiri barulah Sarah menyrlelesaikan mandinya Sumner.
***
Mereka bermain di atas ranjang menikmati kebersamaan saat senja hari.
" Summer mau telpon mbah putri..?" Sarah melihat Summer mengambil Hp dan memasukkannya ke mulut. lalu Sarah membuat panggilan video.
"Assalamualaikum buk.." kata Sarah setelah panggilan tersambung.
" waalaikumussalam Nok.. apa kabar anak dan cucu ibuk...?" Tanya ibu Riyati di seberang.
" Alhamdulillah baik buk, ibuk bapak sehat kan..?"
Sarah memangku Summer di pahanya. Mereka menggunakan tripod supaya jarah android tidak terlalu dekat dengan baby.
" Cucu ibuk tambah ganteng ya Sar..??"
" Alhamdulillah iya buk. mbak Tika bantu ngasuh dedek dengan baik." kata Sarah.
"ma ma ma mama" kata Baby Summer
" Dia memanggil neneknya mama, omma..?"
"Koyo londo wae dรจk.."
__ADS_1
" Baru itu yang muncul dari mulutnya buk.." Kata
Sarah sambil mencium bayinya gemas.
Semua sakit dan lelah tidak lagi terasa. bersama baby Summer sempurna hidupnya.
ibunya menanyakan kapan Sarah jadi pulang ke tanah air. Sarah hanya bisa jawab "masih lama buk.."
Ya, Sarah sudah nyaman hidup berdua dengan putranya. Dukungan dari teman-teman kerjanya sangat menguatkannya. Gaya hidup sederhana di tanah rantau bisa dipenuhi dengan gajinya yang lumayan.
Sarah tidak mengikuti kehidupan glamour ala orang metropolitan, Meskipun Cindy temannya memiliki gaya hidup yang wow, tapi Sarah tidak terpengaruh.
Baginya gajinya tidak untuk membeli barang-barang yang minim kegunaan. Ada masa depan Summer yang harus dia persiapkan. Dia harus menginfest sebagian pendapatannya.
Sarah memilih menabung dan membeli emas untuk.simpanannya. Sebagai singgel parent yang heppy, Sarah memang tergolong ngirit.
๐๐๐๐
Di Indonesia
Panas matahari di kota Semarang semakin menyengat. lalu lalang mahasiswa menghiasi halaman kampus. Tawa, canda, dan semangat mereka terpancar dari wajah ceria mereka. Sebagian berjalan dengan pasangan, sebagian lagi memilih jalan dengan teman atau sa habat.
Waktu terus berlalu meninggalkan jejak dan asa yang terkubur oleh kerasnya perputaran zaman. Tak terasa tujuh tahun berlalu sejak terakhir Satrio menangisi kepergian Sarah.
Waktunya dia habiskan untuk kerja dan kerja. Setelah selesai di kampus, dia akan berkutat dengan buku dan komputernya.
Namanya sebagai bloger tidak disangsikan lagi. namanya semakin melambung. Beberapa kali diundang ke stasiun tv untuk mengisi acara.
Banyak follower yang haus dengan artikelnya, selalu setia menunggunya up setiap hari
Membahas isue-isue yang berkembang di masyarakat. terutama kalangan kawula muda.
Satrio didapuk sebagai pemimpin redaksi di salah satu surat kabar yang sering menjadikan artikelnya mejeng di halamam utama.
Satrio terkelal sebagai dosen yang cool dam sangat irit senyum. Terkesah dingin dan menyeramkan.
" Pagi pak.." Sapa salah satu mahasiswanya.
"pagi.."
Satrio balik menyapa gerombolan mahasiswa yang melintas berpapasan dengannya.
Kegembiraan para mahasiswa itu menulatkan energi baik ke jiwa Satrio.
Semangat hidupnya terus muncul dan berkembang.
Beberapa penelitiannya mendapat pengakuan publik dan memiliki hak paten. Itu membuatnya di pilih menjadi pembicara dalam event di beberapa almemater.
Satrio memasuki ruangannya.
" Pak Satrio, tadi dicari olehpak dekan. kata nya pengajuan S3mu di acc." kata pak Iwan rekan seprofesinya.
". Betulkah..?"
" pak Dekan sampai ke sini sendiri lo pak.."
" Udah sana ceper temui. siapa tahu penting dan segara!"
__ADS_1
."Saya pamit dulu pak Iwan..!" jawab Satrio
"ya pak.. sukses pak Satrio..!"balas Iwan.
tok tok
Satrio mengetuk pintu masuk ruangan dekan.
"Masuk pak Satrio.." Kata sang pimpinan.
"Terima kasih pak." Satrio mendekat ke kursi milik pimpinannya.
"pak Satrio sudah tahu kalau pengajuan S3 anda ke beberapa universitas di setujui..?"
"Belum pak. saya belum mengeceknya". jawab Satrio.
Pak dekan mengeluarkan amplop coklat dari dalam laci dan mamberkannya ke Satrio.
" ini surat resminya.."
" silahkan ambil kesempatan ini pak. kami tidak akan menghalangi jalan sukses anda pak."
"terima kasih banyak pak. dukungan dan bimbingan dari tetua sungguh kami harapkan. "
"Tentu pak Satrio. Tentu kami akan mendukung dan mensupport bapak. jika bapak menghendaki beasiswa ini tetap lanjut, bapak bisa langsung konfirmasi ke bagian penerimaan mahasiswa baru"
" siap. saya akan analusa dan pertimbangkan lebih lanjut pak.
"Jika tidak ada yang perlu dibahas lagi. saya mohon pamit pak...." kata Satrio sopan."
"baiklah.. "
Satriopun bangkit dan meninggalkan sofa berbahan dasar kulit rsebut.
Satrio membuka laptopnya. mengaktifkan surelnya.
Ada beberapa Surat, kiriman dari beberapa Universitas yang ada di luar negeri. Borang pendaftarannya mendapat jawaban. beasiswa S3 yang dia ajukan disetujui. Satrio hanya bisa merasakan bahagia ini sendiri.
"Aku pasti bisa menemukanmu Sarah.." batin Satrio.
Semakin dekat untuk kita bisa bersama lagi.
Ada beberapa Universitas yang nenenimanya sebagai mahasiswa baru, tak disangka Taipei Nasional Universiti juga menerimanya.
Menerima Surat pernyataan di terima sebagai mehasiswa s3 baru di Universitas Taipei. Jawaban atas permohonannya minggu lalu. Hatinya berbunga-bunga.
***
flashback on
Tujuh tahun yang lalu..
" Buk..tolong. tolong berikan nomor telpon Sarah yang baru buk...". Satrio memohon pada mertuanya.
"maaf mas.. ibuk tidak tahu. mana tahu ibuk dengan hal begituan..?" jawab Riyati mertuanya.
" Saya sudah berusaha terus menelpon. kirim pesan, bahkan surat juga saya kirim buk. Tapi Dik Sarah tidak merespon saya buk.."
__ADS_1
"mas..., ibuk tidak tahu masalah diantara kalian apa, tapi ibu mengenal putri ibuk dengan baik. dia tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa alasan."
"lebih baik mas Satrio beri ruang untuk Sarah berfikir. Mungkin juga kami orang tua yang terlalu memaksa hubungan perjodohan kalian. Harusnya kalian harus saling memahami satu sama lain."