MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Ayam goreng dan es krim


__ADS_3


"Jangan pandangi aku seperti itu mas..."


" Kenapa Dik...?"


" Aku malu...."


Sarah membuang muka ke samping, tak kuat bersitatap dengan mata Satrio yang memilki tatapan begitu tajam.


"Tidak usah malu. kita masih sah suami istri, kalau adik bersedia kita bisa melakukan lebih." Bisik Satrio.


Kemudian dia melanjutkan aksinya, lidahnya masuk ke sela-sela lubang telinga Sarah. Menjilati cupingnya menghembuskan nafas ke dalam lubang telinga Sarah.


Sarah tidak kuat menahan desahannya. Sensasi yang Satrio berikan sungguh luar biasa. Tubuhnya menyambut semua rangsangan itu dengan suka cita. Bulu- bulu tubuhnya meremang, lembah di pusat tubuhnya menebal, berkedut dan mulai basah.


" Mas..."


" Sssttt. mas ta hu, adik juga merindukan semua ini kan...?"


" mas..."


" Mas akan menebus semua yang pernah mas lewatkan. mas akan bahagiakan kalian."


Tangan Satrio mulai membuka satu persatu kancing kemejanya sendiri. Matanya memandangi ciptaan Alloh yang begitu indah tergolek di depannya.


Tak sengaja Sarah membelai Bulu-bulu halus di dada Satrio. Bagian itu yang dulu menjadi salah satu area favorit Sarah. Selain dagu gang dipenuhi janggot dab jambang. Sarah membenamkan wajahnya di dada bidang itu, menghirup aroma yang sangat dirindukannya.


" Dik.. jika kau tidak ijinkan, mas akan berhenti sampai di sini. mas tidak akan memaksa untuk melanjutkan tanpa persetujuanmu." Kata Satrio.


Sarah menggeleng... diapun merasa belum yakin dengan pertemuan mereka kali ini.


Bayangan Satrio yang memeluk wanita lain membuat hasratnya tiba-tiba menghilang.


Sarah bangun dari rebahannya. duduk kikuk sambil membetulkan kemeja dan rambutnya yang acak-acakan.


Wajah kecewa Satrio sangat terlihat, namun dia akan menjaga komitmennya, dia harus bersabar untuk sesuatu yang lebih indah kedepannya.


Mereka dudukdi terdiam untuk beberapa saat. Sampai malsikat kecil mereka memecah kesunyian...


" Ibuk.... Summer mau pipis..." Summer mendekat dan bergelendot di pangkuan Ssrah.


" Iya, Ayuk ibuk antar Summer pipis dulu . ni ye seyau sua ya ok.." Kata Sarah mengingatkan putranya untuk sekalian sikat gigi.


Sarah merasa lega, dia bisa menarik nafas lega. Kali ini putranya menyelamatkannya dari hasratnya sendiri. Entah lain kali.


Mereka masuk kamar mandi, terdengar suara toilet mengguyurkan air. Sayup-sayup terdengar Sarah yang mengajari Summer menggosok gigi yang benar.


Wajah segar Summer muncul dari toilet disusul oleh Sarah.


" Bapak bobok di sini kan ibuk..?" Tanya Sumner selepas keluar dari Toilet.


" Bapak ada tugas Nang..., besok pasti ke sini lagi." kata Sarah.


" Tapi Summer pingin bobok dipeluk Bapak.. Sumner mau Bapak... Ibuk tolong ijjnkan Summer bobok sama Bapak...." Rengek Summer, lalu bocah itu mendekati bapaknya dan duduk di pangkuan bapaknya. Tangannya melingkar di leher Satrio sementara mukanya dibenamkan di bahu sang ayah.

__ADS_1


" Summer, ayuk ibuk bantu ganti baju dulu ya.." Sarah berusaha mengalihkan topik.


"Tapi bapak ga boleh pulang. Bapak boleh bobok di sini kan buk..?"


" Bapak mau kan bobok di sini bersama Summer..?" Tanyanya menegaskan keputusan Satrio.


Tanpa minta persetujuan Sarah Satrio menganggukkan kepalanya.


" Horeeee. Summer bobok sama bapak... Summer mau diganti baju sama Bapak.." Rengek bocah kecil itu.


Tak kuasa menolak semua ajakan buah hatinya, Satrio mengikuti langkah Summer menuju kamarnya.


Sarah tidak punya pilihan lain.


Sementara mereka ada di kamar Summer untuk ganti baju, Sarah juga menuju kamarnya. Dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri diri dan mengganti bajunya dengan Tsirt berlengan pendek dan celana komprang selutut.


Setelah menunaikan kewajiban pada sang khaliq dan mengoleskan skincare ke wajahnya, Sarah kembali ke ruang depan. Sarah menuju dapur bermaksud untuk membuat coklat hangat juga beberapa camilan untuk tamunya. yang tak lain adalah Bapak dari anaknya.


Masih setengah tidak percaya, jika lelaki itu benar-benar sampai menyusulnya, hal yang tidak pernah dia bayangkan. Dulu pria itu mengatakan tidak mungkin bisa datang ke tempatnya bekerja.


Terdengar suara tawa dari mulut Summer.


Suara tawanya yang renyah dan bahagia menggelitik jiwa keibuan Sarah.


"Summer berhak dengan kebahagiaan ini...


Sudah begitu lama anak itu menahan. Tidak pernah sekalipun mengusikku tentang siapa bapaknya. Tapi dia begitu bahagia di sisi bapaknya.


Alangkah jahatnya aku jika memisahkan mereka berdua." suara batin Sarah.


...******...


Sekolah Summer sudah memberlakukan sisten fullday care. jadi tidak perlu ke Ayi Tika lagi. Makanya Sarah mengijinkan Satrio menjemput putranya.


" Bapak pernah ke sini sebelumnya..?" tanya Summer.


Satrio hanya menggeleng dan memandang putranya dengan senyuman.


" Ibuk dan teman- temannya sangat keren Pak. Mereka meneliti penyakit seseorang dan menemukan obat untuk mereka, sehingga sakit mereka cepat disembuhkan. Bukankah itu hebat..?" Tanya Summer membanggakan ibunya. Satrio mengangguk setuju dengan pernyataan Summer.


" Bagaimana Summer tahu tentang pekerjaan ibumu..?" Tanya Satrio


" nah tangran lah, papi Jimmy yang memberi tahukan padaku."


" Siapa papi Jimmy..?" Tanya Satrio dengan nada yang sedikit ditekan. ada rasa tidak suka karena putranya menyebut nama laki-laki lain.


" Summer memandang wajah Bapaknya. dia merasakan ketidak sukaan pria tinggi di sebelahnya ini.


" Bapak tahu..? Papi Jimmi sangat tampan dan baik. dia juga sangat menyayangiku. Kami sering bersepeda bersama saat aku libur sekolah. Ibu juga sangat menyayanginya." Bocah ini sengaja mengatakan semua itu.


Dia ingin tahu reaksi bapaknya. dan benar saja. telingga bapaknya memerah, terlihat rahangnya bergerak menahan sesuatu.


Satrio termakan ucapan putranya. Hatinya terbakar. Ternyata ada pria lain dalam hidup sarah.


Apakah Sarah mencintai laki-laki tersebut..? Batin Satrio.

__ADS_1


" Nanti aku kenalkan Bapak dengan papi Jimmy. Bapak pasti bakal menyukainya juga." Summer melepaskan genggaman tangan Bapaknya begitu mareka sampai di depan ruangan ibunya.


" Mommy Han.." Summer berlari mendekati wanita berjas putih yang membalut rok terusan model kotak-kotak. Wanita cantik itu marentangkan tangannya untuk memeluk Summer yang berlari padanya.


" oh my sweey Summer, Kau datang bersama...."


Cindy Han tidak bisa melanjutkan kata-katanya. dilihatnya laki-laki yang sedang menggandeng Summer tersebut. Dia pernah melihat wajah pria itu di memory Hp Sarah.


Tapi mengapa Sarah belum cerita kalau pria ini datang? Bahkan pria itu sudah diijinkan untuk menjemput Summer, apakah mereka sudah baikan..? pikir nona Han.


" mommy belum kenal ya. Sini Summer kenalkan dulu. Mommy ini Bapaknya Summer, baru datang dari negaranya ibuk, dan Bapak.. ini mommy cindy. dia mommyku yang paling cantik dan sangaaat baik." Kata Summer.


Satrio balas mengulurkan tangannya, menjabat tangan Cindy, wanita yang disebut mommy oleh putranya. " Satrio, Summers father.." katanya.


" Cindy... saya teman ibunya summer." kata cindy.


" mommy... Apakah ibukku ada..? apa boleh Summer masuk..?" Tanyanya kemudian.


" ibukmu sedang dalam penelitian bersama professor Liu dan papi Jimmy. sekitar lima belas menit lagi akan selesai. kau boleh menunggunya di sini sweet boy.. " Kata Cindy sambil mengusap kepala Summer.


" Oh.. papi juga sedang meneliti. Ok Kami akan menunggunya di sini. " kata Summer sungguh dia berlagak seperti pria dewasa.


Summer menarik tangan bapaknya menuju kursi di ruang tunggu tersebut.


" Bapak... summer lapar.." kata bocah itu dengan bibir yang lancip.


" mmh ok. jam kerja ibukmu baru akan selesai empat puluh menit lagi, Bagaimana jika kita ke kantin..?" Kata Satrio setelah melihat jam tangannya.


" Hurra... mau mau.."


"Apa yang mau anak bapak ini makan...?" Tanya Satrio sambil menangkup pipi putranya.


" Aku mau makan ayam goreng dan kentang.. boleh kan Bapak..?" Tanya Summer dengan wajah yang sangat bahagia.


Fastfood yang sangat digemarinya, tapi jarang-jarang ibunya mengijinkan menyentuh ma kanan tersebut. Bahkan baru kemarin mereka makan. Tidak tahu a pa reaksi ibunya nanti...


" Boleh. kamu boleh makan sesuakamu."


"Asyiiik. Summer juga mau es krim ya. Bolehkan Bapak..?"


" Tentu boleh.."


Mereka bergandengan tangan menuju kantin. memesan makanan kesukaan dan menikmatinya bersama. Satrio sengaja memilih menu yang sama dengan putranya. Rasanya indah sekali melihat putranya makan sangat lahap, belepotan sana-sini. Moment kebersamaan bahagia yang sudah bertahun-tahun dia lewatkan.


Dalam hati dia bersyukur, Sarah mau mempertahankan janin yang kemudian menjelma menjadi bocah ajaib yang begitu ganteng dan menggemaskan.


Kekecewaannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang sudah Sarah berikan. Bocah kecil miniaturnya, mata, hidung, bibir bahkan rambutnya adalah cerminan dirinya.


Satrio mengusap rambut putranya, hatinya begitu haru, mengagumi karya indah sang khaliq untuknya dan Sarah.


" Makan yang baik ya nak.. biar sehat terus."


Summer mengangguk dan mengacungkan jempol kanannya.


Suasana kantin masih lengang, sebentar lagi j am makan malam pasti akan lebih banyak pengunjung.

__ADS_1


Sayrio memesan satu paket lagi untuk di bawa pulang.


...****** ...


__ADS_2