
Setengah berlari Satrio menuju ke pintu keberangkatan. Berharap jika masih bisa bertemu Sarah, sebelum wanita itu meninggalkannya untuk kembali ke tempat kerjanya.
" Mas Satrio, kamu disini..?" Terdengar suara yang tidak asing di telinganya.
Sitta berjalan mendekat ke arah Satrio.
" Mbak baru saja masuk boardingpass, baru lima menit yang lalu. Dia juga menunggumu, tapi karena mas tidak muncul-muncul maka mbak putuskan untuk masuk." Sinta menjelaskan.
Satrio melonggo,
----hanya lima menit. Dan kau sudah tidak sabar. Begitu inginkah kau meninggalkanku..?--' batin Satrio.
"Jam berapa pesawatnya take off dik..?"
" Kayaknya masih setengah jam lagi. Paling mbak menunggu di launge keberangkatan." Jawab Sinta.
Satrio menuju pintu keberangkatan, tapi langkahnya dihentikan oleh dua orang security.
" Bapak harus menunjukkan kartu boardingpass jika ingin masuk." Kata sadd lah seorang dari mereka.
"Tolong lah pak. Istri saya akan pergi lama. Aku harus mengatakan sesuatu. Jika tidak, maka semua akan terlambat" kata Satrio.
Satrio tetep kekeh dan memaksa untuk masuk.
" Ngeyel.."
" Kami mohon kerja samanya pak, Kami bisa dipecat karena menyalahi aturan. Silahkan bapak keluar." Kali ini Satrio tidak menghiraukan kedua petugas itu. Dia menerobos masuk.
Terjadilah kejar-kejaran antara Satrio dengan kedua petugas keamanan. Sampai akhirnya Satrio kalah dan berhasil diringkus oleh kedua satpam.
Keluarga Sarah melihat kejadian tersebut dengan mulut terbuka. Tidak menyangka jika Satrio akan bertindak sebodoh itu.
" Sudah seperti jambret yang tertangkap.. hidih.... kenapa tidak inisiatif telpon mbak wae si Mas... ndadak oyak-oyakan kaya gitu." Kata Sinta.
" Tidakkah kalian ngerti, aku cuma perlu lima menit."
"Sudahlah. Kau sungguh merepotkan. Bikin kami ngos-ngosan mengejarmu. Kita bicara di ruang security."
Satrio didudukkan di kursi satpam yang keras. Mertua Satrio mengikuti dari belakang.Semua berkumpul dan memandang jengah kepada Satrio.
.
.
Selama beberapa menit semua terdiam. Menubggu Satrio menenangkan diri.
"Karepe ngopo ya buk. Ndadak akting koyo kui, emang mbak tidak pamit po buk?" Bisik Sinta pada ibunya.
" Yo mestine pamit to. Wong semalem yo masih tidur bareng. Kok malah koyo wong tukaran koyo ngene to." Balas Ibunya juga berbisik.
" Ternyata mas Satrio lebay yo buk.."
" Hus. Ora pareng ngomong kayak gitu. Nanti masmu dengar lo.." Sinta mendapat jentikan di hidungnya.
.
.
" Dia menantu kami pak Satpam. Dia terlambat mengejar istrinya karena harus menyelesaikan urusan lain. Apakah tidak bisa dia menemui putri kami yang di dalam sementara waktu terbangnya masih beberapa menit lagi" kata pak Sapto Subroto, ayahnya Sarah.
" Waktu take off tinggal sepuluh menit. Mereka pasti sudah masuk pesawat pak. Akan susah mengejar. Lagian akan menimbulkan delay nanti. Dan itu tidak baik pak." Jawab Salah satu petugas.
Satrio lemas, serasa darahnya disedot habis.
Tidak bisakah dia memperjuangkan kebersamaan ini....?
Bagaimana jika kamu hamil Dik.... batin Satrio
Dia ingat semua malam yang mereka lalui dengan panas, sepuluh hari bersama tanpa menggunakan pengaman apapun baik dari pihak Satrio maupun Sarah.
Satrio memang sangat ingin memiliki anak dari Sarah, dan dia sengaja tidak menggunakan pengaman apapun tanpa memperingati Sarah.
Harapanya cuma satu, yaitu Sarah hamil kemudian memutuskan untuk tinggal di Indonesia, dengan atau tanpa bekerja, itu tidak penting bagi Satrio, karena dia masih mampu untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan mereka. Walaupun bukan kehidupan layaknya sultan.... Pikir Satrio.
Satrio ingin menyampaikan kemungkinan itu pada Sarah sebelum dia terbang, karena semalem belum kepikiran.
Tapi kenyataannya dia terlambat. Dia mengira rapat di kampus tidak akan meyita waktu sampai lama, bahkan dia lebih dulu ijin keluar, tetap kalah cepat dengan Sarah.
Dari kaca pintu securiti dia lihat pesawat Gar*** tujuan Sukarno Hatta sudah take off, terbang menjauh dari tanah Ahmad Yani Semarang.
Hilang sudah harapannya, seperti pesawat itu yang ditelan awan putih.
💔💔💔💔...
Tak ada yang perlu disesali. Suaminya tidak menyusulnya, benar-benar tidak peduli dengannya yang akan meninggalkan tanah air dalam waktu lama. Batin Sarah.
.
.
Sarah tidak tahu kejadian di pintu masuk sepeninggalnya.
Sarah tidak tahu jika Satrio ngamuk dan menerobos pintu masuk..
Semua diluar dugaannya. Yang dia tahu jika suaminya ijin tidak bisa mengantarnya ke bandara, berarti dia lebih mementingkan pekerjaannya dibandingkan dirinya. Sarah merasa tidak menjadi yang utama dihati Satrio.
.
.
Dia selalu menoleh ke belakang, ke gerbang keberangkatan, langkahnya kafang berhenti berharap seseorang menyusulnya.
Tapi sampai tangga terakhir pesawat domestic itu, bayangan orang yang dia harapkan tidak juga muncul.
.
__ADS_1
.
Pesawat domestik jurusan Semarang-Jakarta akhirnya berangkat.
Membawa harapan kosong tentang lelaki yang baru mulai dia cintai.
Biarlah. Dia harus mendamaikan hatinya.
Tiga tahun lagi mas. Aku harap kita bisa saling menjaga hati.... kata hati Sarah.
Toh sudah jadi keputusannya sendiri. Sampai tadi pagi bahkan Satrio masih menginginkan dia tinggal. Hanya saja dia sendiri yang kekeh dan tidak bisa memutar arah, dia yang menolak permohonan Satrio untuk tinggal. Tujuannya sudah bulat, kariernya masih menjadi prioritasnya
💔💔💔
Sampai suara lembut pramugari menyadarkannya untuk mengenakan kembali sabuk pengaman, karena sebentar lagi landing di bandara SuTa.
Pramugari memberi tahu arah jalannya menuju gerbang transit. Pesawatnya akan terbang dalam waktu satu jam mendatang.
Tidak ada waktu untuk mencari oleh-oleh di Jakarta bagi teman-temannya. Cukup yang sudah dia paketkan lewat pos kemarin. Oleh-oleh dari Bali da n Lombok.
Sarah menyusuri lorong gate 9 tempat pesawatnya menunggu.
Sudah di duga, suasana lengang. tidak ada banyak penumpang. Sarah tersenyum membayangkan kursi pesawat yang komplang.
Bisa selonjoran bahkan tidur di kursi pesawat.
" Ahh... perjalanan yang menyenangkan.." gumam Sarah sambil menarik tangannya ke atas.
Diliriknya jog di samping kanan dan kirinya kosong, bahkan diseberang lorong juga kosong. Pesawat sebesar ini terbang dengan kondisi seperti ini.
Sarah jadi ingat nasib tetangga yang memiliki angkot, mereka rela membawa hanya satu-satunya penumpang dengan ongkos lima ribu sampai ke tujuan.
Lek Lisin, sering curhat ke bapaknya, tentang kondisi angkutan yang sangat miris, kalah sama banyaknya motor, juga ojek online. Kalau ada charteran, barulah bisa sedikit tersenyum, anak istri bisa beli lauk enak. lek Lisin sering diminta oleh bapak untuk membawa dagangan. makanya mereka sangat akrab. sikap bapak padanya juga membuatnya merasa seperti keluarga sendiri.
Sama dengan pesawat komersil ini, entah bisa nutup biaya aftur dan jasa pilot apa tidak. Begitu banyak kursi kosong. Serasa carter pesawat sendiri, tapi inilah bedanya dengan Sahrini atau Maya yang istri konglomerat, mereka naik jet pribadi nda... sementara dia naik pesawat komersil, kelas ekonomi pula.....
Tak terasa suasana dalam pesawat yang damai membuainya ke alam mimpi. Tanpa Sarah sadari beberapa hati terakhir begitu mudahnya dia tertidur. Badan serasa sangat lelah, tulang seperti lepas dari daging.
Enam jam dilalui dengan mimpi indah. Tak terasa sudah sampai di bandara Chiang Kai Sek. Orang suruhannya sudah menunggu di pinti kedatangan.
Sopir membawakan tasnya yang tidak begitu berat.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 waktu Taipei, di dalam mobil Sarahpun kembali tertidur. Padahal cuma beda waktu satu jam, tak pungkin kan jetlac separah itu...
Sopir membangunkan dirinya, ketika mereka sampai di depan asrama. Selama ini dia memang nyaman tinggal di asrama khusus pekerja Alianse seperti dirinya, lebih aman dan banyak teman. Tidak kesepian.
Sarak menghirup udara dingin yang mengiris kulit,
Perih.... kata Sarahlembut sambil memencet hidungnya sendiri.
kemudian dia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuh yang sudah lengket.
-- Ingin segera merebahkan diri di kasur.... batinnya.
💟💟💟💟
Ada cinta, tapi hati terasa kosong.
Begitulah yang dirasakan Satrio
Tak ada gairah untuk bangun pagi
Tidak ada aktivitas apapun yang membuatnya bersemangat.
Hatinya masih kosong, pikirannya belum komplit. Bahkan Sarah belum mengiriminya kabar.
Ada nomor WA, tak ada status apapun di Wa story istrinya.
--- Apakah kamu baik-baik saja dik---
--- Ngopo to dik. kok nyiksa mas kaya gini-- Bisik Satrio lemah sambil memeluk bantalnya.
💟💟💟
.
.
Satrio tidak tahu jika Sarah langsung dikejar dateline. Sepeninggal sarah banyak sekali pasien yang mengidap virus yang sama, menulardan ganas. Dia kebagian ubtukbmenyusun laporan segitu banyak.
untuk istirahat pun Sarah sangat sedikit waktu. Hanya makan dan sholat, setelah itu langsung menghadap layar komputer lagi.
.****..
Waktu terus berjalan, dengan komunikasi yang sedikit, kadang Satrio misscall ubtuk minta perhatian Sarah.
Kadang Sarah video call untuk melepas rindu mereka.
Perasaan cinta yang mulai tumbuh di hati Sarah serasa dibatasi tembok tebal diantara mereka. Rasanya tudak seperti ketika mereka bersaa. Bukan karena orang lain. Tetapi ada rasa yang Sarah sendiri tidak paham.
Hampir enam bulan mereka berpisah, Satrio juga sudah bisa maklum dengan kebiasaan Sarah. Begitupun Sarah, juga semakin jarang menghubungi Satrio jika tidak terdesak misscall yang banyak.
Kebiasaan tidurnya bahkan semakin parah. Kadang saat menyelesaikan satu dokumen dia tertidur sampai ngiler di mejanya.
" Hai Sarah... Kau tertidur lagi. " Han siaocie menggoyang pundak Sarah.
" Eh, .. maaf Cie'... aku ngantuk sekali."
" Kuperhatikan akhir-akhir ini kau cepat lelah. mungkin kau butuh di ce k sama dokter. "
" Bagaima na jika kau punyavtekanan darah rendah atau tinggi?, lebih menakutkan lagi penyakit gula juga punya gejala seperti itu. Sering ngantuk berat." kata Miss Han.
" Kau menakutiku Cie'...." kata Sarah.
" Betul. lebih baik periksa Sarah. Dokter Khe sangat bagus lo mendeteksi suatu penyakit.
__ADS_1
Ha a..
Hari ini beliau ada jadwal. jam satu kau langsung kesana saja. jangan tunggu terlalu lama." kata Jimmy. lelaki berkulit sangat putih itu ikut memberi komentar dan dukungan.
" Memang tidak masalah jika aku ijin untuk periksa...?" Tanya Sarah.
" ya tidak lah, kan aku yang kasih ijin, nanti aku sampaikan ke Prof. Liu." jawab Han sang asisten professor.
Ruang laborat ini dikepalai oleh dokter senior, sekaligus menjabat kepala dosen di kampus yang ada di seberang rumah sakit ini.
****
" Nona Sarah... jika saya tidak salah ini efek keletahan saja. memang tekanan darah anda sedikit menurun."
Kata dokter yang direkomendasikan oleh Jimmy.
Sarah hanya diam sambil mengangguk.
"Jika boleh saya sarankan, lebih baik anda menemui dokter Obgine, jika saya tidak salah prediksi di dalam perut anda ada jiwa lain." Jelas dr, Khe. Dokter klimis parlente, masih muda dan sangat tampan versi majalah Healty.
gubrag...
Tanpa sadar Sarah menggebrak meja sang dokter.
" Apa..."
" Dokter.. Maksud dokter ada jin merasuki tubuh saya...?" Tanya Sarah songgong
" Bukan...."
" Maksud saya lebih baik anda melakukan USG. Dan anda akan mendapat jawaban dari kondisi anda saat ini." Kata dr. Khe lagi.
Dia segera menulis rujukan ke dokter kandungan. Ruangan serta nama dokter yang bisa dia kunjungi.
***
" Sudah pernah test urin...?" Tanya dokter cantuik itu.
Sarah malah asyik memandangi wajah cantik sang dokter, rambut di tata curly, disemir dengan warna emas, make up sederhana tapi manis, memperlihatkan sisi elegancinya. Sungguh orang kelas atas.... pikir Sarah...
"Siao Cie.....
Sudah pernah periksa ke dokter kandungan sebelumnya...? " dr. itu merubah pertanyaannya, takut Sarah tidak mengerti bahasa mandarin lebih baik.
" Maaf dok. Belum pernah"
" Anda bisa lihat di monitor. Ini bayi anda. Tubuhnya sudah sempurna....."
Maksudnya dia hamill.....
Ada ya orang hamil tidak merasakan apapun....
Adalah....
Orangnya sedang memandangiku di layar monitor... Kata si jabang bayi di dalam perut.
calon ibu yang aneh.
Enam bulan oei enam bulan. Masak dia tidak sadar. bahkam saat menstriasinya tidak datang, dia hanya menganggap dirinya stress.
Bahkan saat bayinya bergerak-gerak di dalam perut dia mengira itu ususnya yang minta diisi makanan.
Suatu ketika dia bertemu wanita cantik, dia akan sangat suka memandag mereka, dia mengira kalau dirinya mengalami uvoria yang aneh. Bahkan dia takut kalau dia mengalami kelainan.
Pernah saat musim semi yang lalu dia pingin banget petik bunga sakura pink yang ada di Yang Ming San. Maka bersama temannya dia naik bus dan naik gunung, dia mengira memangnitu wajar saja, semua wanita mencintai bunga di musim semi.
Ternyata semua itu gawan bayi
Ngidam yang aneh.
Pantas saja dia sering merasa lelah dan kadang malas untuk beraktifitas. Paling parah dia sangat membenci buku dan tulisan. Saat harus bikin laporan pun dia sering tertidur dengan komputer menyala.
Oh... anake pak dosen kok males baca buku to le le...
Hatinya menghangat. setelah periksa dia langsung ijin pulang. Dia mau menikmati waktu dengan babynya. dia akan meberikan kejutan ini pada Satrio. Tidak perlu memberitahukannya tentang kehamilan ini. Semusim lagi dia bisa mengambil cuti tahunannya.
Toh kehamilan ini tidak merepotkannya sama sekali.
Bahkan dia malah tidak sadar jika dia hamil.
---Kamu pancen bandel ya le...
-- kamu kuat, sekuat gunung Alisan---
---- kamu akan lahir di sini nak. di tanah Formosa, tempat ibumu mencari nafkah. kita akan temui ayahmu jika kau sudah bisa menatap dunia-- Bisik Sarah mengelus perutnya yang sedikit buncit.
Perut yang membuatnya salah sangka, dia mengira dia gemuk, karena memang nafsu makannya bertambah dua kali lipat. Saat jaga malam dia sering membawa cemilan bahkan makanan berat untuk dimakan di tengah malam.
........
👩👦👩👦👩👦
Ada rasa bahagia di hati emak Author saat nulis part ini.
Seorang bayi akan lahir...
Semoga Sarah mengalami persalinan normal ya
Semoga babag bayi lahir sehat dan baik-baik ya
Gimana perasaan Mas Satrio, jika tahu kalau ada Satrio Junior di perut Sarah ...?
Selamat menantikan kisah selanjutnya ya...
To be Continue..
__ADS_1