MERANGKUL CINTA

MERANGKUL CINTA
Jaga Dia Untukku Ya Tuhan


__ADS_3


visual Salim.


Gadis itu tidak mau terikat hubungan dengannya tetapi tidak ingin dia menjauh.


'apa maumu Khansa?' pikir Salim


Salim mengantar khansa sampai ke parkian. Mereka tinggal di Wisma yang disediakan khusus para Mahasiswa beasiswa yang datang dari luar kota maupun luar negeri. Wisma putra dan putri beda komplek. Dan untuk sampai ke kampus memerlukan jarak tempuh sekitar sepuluh menit.


Makanya Khansa memilih sebuah motor matik untuk menemani perjalanannya selama berada di negeri Singa ini.


Motor itu dibeli dari tabungannya sendiri, akumulasi uang sangu dan pendapatan dari artikel yang rajin dia muat maupaun hadiah dari karya ilmiah atau sejenisnya yang sering dia ikuti.


Mobil Salim mengikuti motor Khansa dari belakang. dia harus memastikan gadis impiannya itu sampai dengan selamat. Setelahnya Salim akan menyebrang ke Johor untuk menani neneknya.


Khansa berhenti di bahu jalan di depan wisma putri. Dia memarkirkan motor warna merah itu lalu turun dan mendekati mobil Salim.


" Cukup sampai sini saja mengantarku. wisma putri memiliki banyak lambe tu***. Aku tidak mau mereka bergosip dan bisa berimbas dengan beasiswaku." Kata Khansa.


Salim mangangguk setuju." baiklah. kamu langsung masuk, aku akan mengawasimu dari sini." KataSalim. Tatapan matanya tajam dan mengisyaratka untuk tidak menwrima penolakan.


Khansy mengangguk dan kembali menstarter motornya untuk masuk ke parkiran yang ada di basemen. lalu dia naik lift menuju Kamarnya di lantai tiga.


Khansa menyantelkan tas selempangnya kemudian masuk ke kamar mandi untuk mbersihkan diri dan mengambil air wudlu. Dia belum mengerjakan ibadah siang.


Kebiasaan Yang sudah tertanam sejak kecil memang tidak mudah hilang.


" Ya Alloh.. Jika Salim adalah jodoh yang Engkau siapkan untuk, maka jagakanlah dia untukku." Bisik Khansa lembut diantara doanya.


' Salim Duran'


bibir Khansa menyebut nama itu. pemilik mata elang coklat kehijauan. keturunan Inggris-Melayu Arab, yang belakangan ini rajin memberi perhatian kepadanya


Hidung tinggi tamping dan rahang kuat membuat wajahnya semakin menawan.


Cukup lelah meskipun tidak ada aktifitas di akhir pekan ini.


Khansa berbaring di atas sajadah dan membiarkan mukena membalut tubuhnya.


Udara hangat dan kondisi tubuh yang lelah membuat Khansa terlelap dan masuk ke alam mimpi. dengkuran halus mulai terdengar memenuhi ruangan yang tidak begitu luas itu.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Dia sudah tidur terlalu lama. Khansa bergegas menuju ke toilet mandi sore sekaligus wudlu dan segera ibadah sore.


Khansa berencana menemui Caroline. Kemarin dia menawarkan pekerjaan untuk menjaga toko buku milik saudaranya. Khansa butuh kesibukan. Banyak waktu yang tersisa dan terbuang sia-sia, selain untuk menambah panghasilan. Lumayan kan, anak beasiswa seperti dirinya memang butuh pekerjaa untuk menambah isi kantong supaya bisa jajan.


Khansa menyambar slingbag nya dan mengenakan flatshoe warna coklat bata yang senada dengan warna celananya.


Tidak lupa untuk mengunci pintu kamar, khansa menuju ke parkiran motor dan mensarter si matik menuju toko buku yang dimaksud oleh Caroline.


Khansa tertegun. Toko yang jadi tujuan memang sangat ramai dengan para remaja. Di lantai atas toko itu ada kafe tempat nongkrong dan sekedar bersantai. Tempat yang sangat bagus. pikir Khansa.


Ting..


Notice di Hape Khansa berbunyi.


Khansa membuka gawainya dan melihat sebuah pesan dari Caroline. Rupanya temannya sudah menunggu di lantai atas.

__ADS_1


Khansa menlihat ke kanan dan ke kiri mencari tangga untuk mencapai lantai atas.


" Hai... " sapa Carol. Gadis itu berpenampilan sangat manis. Sebuah blus warna kuning kunyit dipadukan bando warna senada sangat pas membalut tubuh ramping dan tinggi milik Caroline.


"Kau sudah lama menunggu..?" Tanya Khansa.


" Belum. Baru juga beberapa menit."


Kansa menarik kursi yang ada di depan Carolin. Dia memilih duduk.di depan temannya supaya lebih enak saat bicara nanti.


" Tadi aku sudah menghubungi pemilik toko ini. Dia bilang sebentar lagi datang menemuimu." kata Carolin.


Khansa hanya mengangguk.


"Kamu mau minum apa Sya. Biar aku pesankan sekalian." Tanya Caroline sambil melihat daftar menu yang disediakan di atas meja.


Khansa juga melihat daftar tersebut.


" cappucino late, dan Chesee Banana." Jawab Khansa.


" Kamu tidak memesan makan besar?. Nasi goreng di sini terkenal enak lo Sya." tanya Carolin. Sementara Carolin sendiri memesan coklat hangat dan seporsi stemed dumpling.


Aroma harum makanan menguar di ruangan yang bercahaya temaram itu.


Seorang Pria muda berjalan menuju ke arah mereka.


" Hai Girls.." Sapa Salim


Khansa tampak sedikit terkejut.


" Kok kamu ada di sini Lim..?" Tanya Khansa.


" ooo"


" Bukannya kamu balik ke Johor..?" tanya Khansa.


" Ia, nanti habis petang aku baru berangkat. Ini mampir sebentar ngecek stok barang." Jawab Salim enteng.


"Kalian sudah pesan makanan..?" Tanya Salim.


" Sudah." kedua gadis itu berbarengan menjawab.


Mereka saling tatap dan tersenyum. Begitupun dengan Salim.


'Mengapa dunia begitu sempit. Kamanapun aku melangkah selalu ada Salim.' Batin Khansa.


" Kamu tidak cerita Sya. Jika butuh pekerjaan Part time..?" Tanya Salim.


" Aku juga tidak merencanakan ini. Begitu Carol cerita kalau temannya butuh tenaga untuk jaga toko, aku langsung tertarik. selama ini waktuku banyak tersisa. Sepulang kuliah hanya diam dan waktuku habis di kamar." Jawab Khansa.


" Kamu bisa nelpon aku. Aku bisa menemanimu.." Kata Salim.


" Kamu akan cepat bosan. masa di kampus lihatnya aku, di rumah juga lihat aku..?" Jawab Khansa.


" Tak bosan-bosan......" Terdengar Carol mendendangkan sebuah lagu dengan aksen Melayu yang masih kaku. Gadis blasteran itu terdengar lucu. Dan itu menarik perhatian Salim dan Khansa.


" Tuh sudah diwakili Carol. Mana aku bosan sama kamu Sya. malah pinginnya dekat terus."

__ADS_1


" Lebay.." jawab celetuk Khansa.


" Sebenarnya kafeku juga butuh kasir Sya.. jika kamu mau?" kata Salim.


Khansa menoleh ke arah Carol.


" Gimana Carol?" Tanya Khansa.


" Modus" cibir Carol.


" Beneran, Kasir ku mau resain dia keterima beasiswa S2 di Kairo, berangkatnya masih bulan depan sih, tapi persiapan macam-macamnya butuh waktu dan takutnya tidak ada waktu kerja di kafe. Makanya milih keluar. Aku sih tidak apa-apa, malah dukung banget, dia pergi untuk kebaikan." kata Salim.


" Emang dia jurusan apa? " tanya Khansa.


" Entahlah. sejenis Sains Alqur'an atau apa aku tidak banyak tanya." Salim mengusap hidungnya. Melirik ke arah khansa.


"Terserah kamu Sya. mau kerja sama Salim atau sama kakak dari temanku. Toh masih satu lokasi.dan semua orang baik. dan jika sampai bis Salim berbuat keterlaluan kamu bisa panggil aku. kita hajar bareng-bareng." kata Caroline.


"Apa sih Carol.. mana ada aku keterlaluan. Yang ada aku bakal sayang-sayang Khansa. Kau tahu kan aku begitu sayang kan dia?" kata Salim.


" Iyalah-iyalah.. kita tahu siapa yang jadi bucin." kata Carol.


Khansa hanya tersenyum tipis.


" Baiklah. Jika kamu mentolelir semua kwkurangan saya. Sebagai karyawan yang kerja sambil kuliah pasti tidak sama dengan karyawan biasa. waktuku terbatas. Jadi jam berapa aku harus sampai di meja kasier..?" tanya Khansa.


" Ok. Tentu sejak awal juga aku tahu kamu seorang Mahasiswa. Jadi kamu pulang kuliah langsung kesini. Jangan pikirkan makan siang di luaran. Kafe akan sediakan makan siang untuk kamu Sya." Jawab Salim.


' Wah lumayan ini. berkurang satu pos pengeluaran' pikir khansa.


" Masalah gaji , Aku baru bisa kasih sesuai umr di sini." kata Salim.


" nevermind. Its ok for me." jawab Khansa.


" Ok deal..?"


" Deal."jawab Khansa.


Salim menyodorkan tinjunya untuk toas dan Khansa menyambutnya disambung Carolin.


" Kamu tidak apa-apa kan Carol, jika aku kerja di kafenya Salim. Nanti gimana kamu ngomong sama teman kamu..?" Khawatir juga rasa hati Khansa. merasa sudah pindah kelain hati. Padahal Carolin sudah berbaik hati membantunya.


"Its Fine. You dont be worry.


Nanti aku gampang ngomong sama koko Kim." jawab Carol. "Penting kamu nyaman dan tidak terpaksa melakukan semuanya.


Tidak lama datang seorang pelayan pria membawa nampan berisi tiga porsi nasi goreng.


aromanya jelas membuat perut bernyanyi minta diisi.


" Kita makan dulu. Setelah ini baru lanjut. Mau ngobrol atau mau pulang terserah. Untuk CarolMakasih banget ya girl. Berkat kamu selesai satu urusanlu." kata Salim


" Kamu juga ga cerita dari awal-awal jika butuh karyawwan baru. Mana aku bisa tahu."


******


Ngapain Khansa kerja part time segala...?

__ADS_1


Bukannya bang Summer rajin transfer ya.


belum lagi jatah dari Bapaknya...


__ADS_2