
khansa berjalan dengan santai keluar dari kelasnya. Hari ini bisa pulang lebih awal karena dosen mapel kedua berhalangan.
'Ah senang saja rasanya bisa pulang lebih awal. aku bisa istirahat.' pikir Khansa. Dia berjalan menuju ke parkiran tempat motornya di parkir.
kaos oblong warna merah dengan kemeja kotak-kotak warna senada diikat melingkari pinggangnya. Gadis ceria dan penuh percaya diri. Temannya sedang tidak masuk kerena urusan yang tidak pernah habis menurut Khansa.
" Khansa...." panggil salah satu temannya. Khansa menoleh dan melihat wajah teman pria yang akhir-akhir ini beeusaha mendekatinya.
" Iya.." jawab Khansa singkat.
" Kamu pulang sendiri..?" tanya cowok itu.
" Iya. Datang sendiri dan kini pulang sendiri". jawab Khansa.
" Boleh kita ngobrol sebentar Sya..?" Tanya Saleem. Cowok tinggi berkulit putih dan bermata hijau. Khansa sempat terpesona dengan lesung pipit yang muncul saat cowok itu tersenyum.
"Mau ngobrol apa Saleem." Tanya Khansa.
" Gimana kalau kita duduk di kantin..?" tanya Saleem.
Khansa mengangguk. Mereka melangkah beriringan menuju kantin.
Saleem menarikkan kursi untuk khansa duduk.
" Mau minum apa Sya..? makan ga..?" Tanya Saleem.
" Avokado smootie boleh.." Kata Khansa.
" Boleh. makan atau cilan?" Tambah Saleem.
" Terserah kamu. aku masih kenyang. ini belum jam makan siang kan?." Jawab Khansa.
" Iya. aku akan lihat apa yang bisa aku pesan untyk menemani kita ngobrol." Saleem teraenyum manis lalu meninggalkan Khansa menuju konter pemesanan.
" satu smootie avocado with yougert. satu kopi hitam with creamer tanpa gula." Kata Saleem kepada wanita paroh baya yang memiliki wajah oriental itu.
" You need another thing..?" tanya wanita itu
" Nope. its enough." Jawab Saleem.
" OK. table nombor..?"
"Three on righ. " jawab Saleem.
"Ok. wait a minuts. " jawab Wanita itu.
Saleem kembali ke meja Khansa. Khansa yang sedang sibuk mensekrol Hpnya segera mematikan benda pipih itu dan menatap ke arah Saleem.
" Sekarang bicara. .." kata Khansa.
" Bolehkah kamu bersikap sedikit lembut padaku. Aku tahu kalau kau sengaja bersikap jutek padaku." kata Saleem.
"Beginilah aku. Kamu jangan mengada-ada Saleem." sanggah Khansa.
Saleem tahu khansa gadis yang lembut. meskipun terkesan keras, namun saat berinteraksi dengan teman baiknya dia bisa sangat baik dan lembut. Tapi berbeda saat gadis ini bicara dengannya. Pasti ketus dan jutek. ' apa karena dia tahu aku menyukainya' batin Saleem.
" Sya. aku sudah lama tertarik padamu. ingat saat kamu menolongku di Halte bus. Itu hari pertama kita masuk kuliah?" tanya Saleem.
***
Hari pertama kuliah. Di sebuah halte yang cukup ramai. Entah dari mana datangnya seorang cowok jangkung bermata hijau tiba-tiba menubruknya. Rupanya cowok itu mengalami sesuatu.
Wajahnya sangat pucat dan keringat dingin mwmbasahi dahinya. Mungkin seluryh tubuhnya sudah penuh keringat dingin. Entah mengapa Khansa reflek menuntun cowok yang tersandar dibahunya tersebut untuk duduk di kursi tunggu dalam halte tersebut.
" Kamu tidak baik-baik saja. kamu minumlah air ini" Khansa yang kebetulan sedang membawa botol minuman berisi air rempah menyerahkan kepada cowok itu dan membantunya untuk minum.
Cowok itu memejamkan matanya. lalu meneguk minuman milik Khansa.
Setelah beberapa saat tampak cowok itu membuka matanya. Tatapan mereka bertemu. cowok itu tertegun. Tatapannya terkunci di wajah manis yang ada di depannya. Dewi kayangan yang telah menjadi penyelamatnya.
Hatinya terpaut dan langsung terkunci. Gadis itu masuk begitu dalam. Wajah dan suara lembutnya tidak membiarkan Saleem berpaling. Tatapan mereka masih menyatu. Khansa juga merasakan desiran aneh di hatinya.
" Khemmm..."
Deheman Khansa menyadarkan Saleem. Cowok itu membenarkan posisi dusuknya. Dia juga mengelap keringat yang masih membasahi keningnya.
" Terima kasih"
" Apakah kamu juga mahasiswa di kampus ini..?" Tanya Khansa.
Saleem mengangguk.
__ADS_1
" Aku Mahasiswa baru. Ini tahun pertamaku. "
" Maaf tadi kamu jadi repot dan harus mengurusku." kata Saleem.
" Tidak apa-apa. Apakah sekarang sudah lebih baik..?" Tanya Khansa.
" Sudah. Much better and Thanks a lot." Jawab Saleem.
" Tidak apa-apa. Kalau begitu aku harus mengejar Bus. itu Busku sudah datang." Kata khansa.
Tanpa menunggu jawaban Saleem, Khansa sudah berlari menuju bus yang akan mengantarnya ke tempat tujuannya.
" Ah.. Gadis itu meninggalkan botol minumnya" Saleem mengangkat botol itu. airnya masih tersisa separo.
" Aku akan menyimpannya. siapa tahu kita akan berjumpa lagi." Batin Saleem dengan penuh harap.
***
" Kejadian itu sudah beberapa bulan yang lalu. Kamu masih mengingatnya..?" Tanya Khansa.
" Sejak saat itu mata dan hatiku terkunci oleh seorang gadis. dan dia membawa kuncinya bersamanya. Dan ingatan tentang Gadis dengan mata lembut itu begitu lekat di memoriku." Jawab Saleem.
" Kamu tidak usah menggombal." Sahut Khansa.
" I said the truth. Untuk apa aku berbohong." Kata Saleem. lalu cowok itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
" Bahkan botol ini selalu ada di tasku, berharap bisa mengembalikannya padamu." Saleem menyodorkan botol warna pink tersebut.
Khansa hampir melupakan botol itu. dia tidak ingat dimana dia meninggalkan botol kesayangannya itu.
Dan kilas balik kejadian beberapa bulan yang lalu muncul.
" Jadi apa yang terjadi padamu waktu itu. Kenapa tubuhmu yang tampak begitu kuat busa ambruk dan terkulai lemas di bahuku..?" Tanya Khansa.
" Entahlah. Banyak yang terjadi. maafkan aku Sya.
Aku kelelahan setelah berhari-hari harus bolak-balik Singapur-Johor. Nenekku di rawat waktu itu. sementara aku harus masuk kuliah. Aku kehabisan tenaga. karena setiap malam harus mengganti suster jaga nenekku." Khansa mendengarkan setiap penuturan Saleem.
" Kamu tinggal bersama nenekmu..?" Tanya Khansa.
"Iya. Setelah Mommy dan Daddyku wafat. Hanya Nenek dan kakekku yang aku punya"
" Iya. Lumayan baik. Ada anak dari Onty ku datang untuk merawat sementara ini. Tetapi aku tetap harus lajuh dan bolak-balik ke Johor. Hanya saat banyak tugas saja aku tinggal di asrama." Jawab Saleem.
Ternyata berat juga menjadi Saleem. Dia begitu menyayangi kakek neneknya.
Kasihan juga. Pasti dia tertekan. Belum lagi kehawatirannya pada sang nenek.
Hati Khansa sedikit tersentuh.
" Eem.. Mengapa kamu tidak kuliah di Malay saja. di sana juga banyak kampus bagus kan..?" Tanya Khansa.
" Kuliah di Universitas ini adalah impianku. Lagian jika aku kuliah di Malay. Aku harus ke KL. Jarak kami akan lebih jauh kan. Aku tidak akan bisa laju KL- Johor." Jawab Saleem.
" Betul juga." Khansa mengangguk.
"Oh ya. Apa yang ingin kamu bicarakan. Jangan bilang kalau hanya ingin curhat dan menyita waktuku?" Tanya Khansa.
" Mmm. Aku hanya ingin lebih dekat denganmu. Aku meminta iijnmu untuk bisa berada di sisimu setiap saat." Saleem menundukkan wajahnya.
Tidak berani melihat wajah manis gadis di depannya.
" Mana mungkin. Kamu bukan siapa-siapaku. Tidak mungkin kamu ada di dekatku setiap saat." jawab Khansa.
" Maka ijinkan aku menjadi seseorang yang penting buatmu. Ijinkan aku untuk mencintaimu." kata Saleem. Kali ini dia menatap inten wajah Khansa.
" Sya.. Ijinkan aku jadi kekasihmu."
" Nope. Friendzone much better diantara kita. karena aku harus fokus dengan kuliahku. Aku hanya anak beasiswa. kamu tahu. aku harus kumpulkan nilai bagus setiap semester jika tidak mau beasiswaku hangus." Jawab Khansa.
" Kamu menolakku Sya..?" Ada nada kecewa dalam suara Saleem.
Khansa serba salah. Dia tidak ingin menyakiti hati cowok di depannya ini. Tapi dia juga tidak ingin melanggar prinsip untuk tidak pacaran.
" Bukan begitu Lim. Kamu harus tau. Aku anti pacaran. Itu dianut oleh seluruh keluargaku."
"Tapi bagaimana jika ada seseorang yang tulus mencintaimu Sya. Seperti aku misalnya?" tanya Saleem.
" Maka kau harus sabar.." Jawab Khansa.
"Berapa lama..?" tanya Salim.
__ADS_1
" Sampai aku siap dan membuka hatiku." jawab Khansa.
Saleem menarik nafas berat.
" Bagaimana jika ada orang lain yang juga menaruh hati padamu..?" Saleem mengusap matanya.
" Aku akan memilih seseorang yang bisa membuktikan ketulusannya." Jawab Khansa.
" Kenapa...
Kamu bisa tetap belajar. aku tidak akan mwngganggu waktu belajarmu."
" Itu prinsipku Lim. Aku harap kamu bisa menghormati apa yang sudah aku pilih." kata Kahansa. Hatinya sedikit tercubit. Pria muda ini tidak tampak sedang menggombal. Dia menunjukkan kesungguhannya.
"Aku menghormati prinsipmu. Aku mengerti." kata Saleem akhirnya.
" Boleh aki tanya sesuatu Sya..?"
" Tanya apa..?"
" Apakah kamu memiliki ketertarikan pada cowok selain aku..?" tanya Saleem.
"Mengapa kau tanyakan hal konyol seperti itu..?"
"Jawab saja Sya..."
" Aku bilang aku tidak pacaran." Jawab Khansya.
" Bukan itu maksudku Sya.
Jika tidak ada seseorang yang kamu sukai. jik penolakanmu itu seperri yang kamu bilang tadi. hanya tidak mau pacaran. aku akan terima. Tapi kamu tidak bisa melarangku untuk selalu mencintaimu."
" Aku akan menunggu sampai kamu siap Sya." kata Saleem.
" Terserah kamu. "
" Makan Sya.." Saat pelayan datang menyajikan siomay dan Chicken Pop.
" Kamu pesan banyak banget. gimana kalau aku tidak bisa menghabiskan ini semua.?" tanya Khansa.
Sungguh porsi sangat banyak. Khansa yakin dia tidak bisa menghabiskannya.
" Ya sudah. sini taruh di piringku. apa yang kamu tidak suka." Jawab salim.
Khansa menuang separo dari siomay di piringnya ke dalam piring milik Saleem.
Sebenarnya kemistri diantara mereka terbangun dengan baik. Jika orang lain yang melihat, pasti mereka mengira kalau mereka berdua adalah pasangan.
Cara mereka saling tatap dengan malu-malu. Muka mereka yang saling memerah.
" Kamu makan sedikit sekali Sya."
" Kan semutinya juga belum keminum. pasti banyak sekali dan perutku tidak akan muat dengan begitu banyak isi piringku." jawab Khansa.
Saleem mengangguk.
Suasana jadi hening. mereka berdua terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing.
suara Mahasiswa lain yang berdatangan menyadarkan kebiauan mereka.
" Sya. Seandainya kamu sudah siap, beri aku tanda ya. Dan aku orang pertama yang harus kamu kasih kesempatan." kata Salee.
" Apa kamu akan sekuat itu..?. Bagaimana jika di tengah perjalanan kamu bertemu gadis lain yang begitu menghoda dan kamu langsung Fall in love padanya..?" Sahut Khansy.
" Aku bukan orang yang mudah jatun cinta Sya." jawab Saleem.
"Kamu tidak akan jatuh cinta pada swlain aku..?"
"Gimana kalau aku harus segera kembali ke negaraku.." Tanya gadis itu.
" Aku akan menemanimu. setelahnya aku akan meminta pada orang tuamu untuk ijin membawamu ke negara tempatku tinggal."
" Apakah jika kakek nenekmu sudah meninggal, apakah kamu kepikiran untuk tiggal dan menetap di negara lain..?
" belum tahu. sudahkan, Kita mengalir saja... "
"Tidak perlu ada ikatan dulu. itu poinnya." Sahut Khansa.
Saleem merasa digantung.
Gadis ini tidak mau menerima pernyataan cintanya. Tetapi juga tidak mengijinkannya menjauh.
__ADS_1