Mommy Dara

Mommy Dara
PART 18 B


__ADS_3

Sinar mentari perlahan mengerjapkan masuk menembus celah kamar dengan dominan warna putih mengisi ruangan tersebut. Gadis kecil yang tengah terlelap dalam mimpinya tak kuasa menghalau sinar yang menyilaukan netra nya. Ia membuka kedua mata indahnya dan langit-langit kamar menjadi pemandangan pertama yang menyapanya.


"Ini bukan kamarku, aku dimana ini?"


Salman yang sedang membuka gorden ruangan itu menghentikan aktifitasnya dan segera menuju ranjang dimana gadis kecil itu berbaring.


"Princess...Sayang... Kau sudah sadar, syukurlah!"


Gadis kecil itu memindai pandangannya pada sosok yang berjalan cepat menghampiri.


"Uncle...!"


"Iya sayang... Uncle di sini,"


"Uncle, kenapa aku ada di sini? Ini bukan kamarku,"


Salman langsung mengambil duduk di tepi ranjang setelah ia memencet tombol yang berada di atas tempat tidur itu, untuk memanggil dokter agar segera datang dan memeriksa keadaan princess nya.


"Ini memang bukan kamarmu, sayang... Kau ada di rumah sakit!" jawab Salman sambil mengecek suhu di kening gadis kecil itu lalu membelai kepala depan Gisela penuh kasih.


Gisela terdiam untuk mengingat apa yang terjadi. Ia melebarkan kelopak matanya seketika dan berusaha bangkit.


"Mommy... Daddy... Kau tidak boleh meninggalkanku! Aku mau mommy dan daddy ku...!" teriaknya.


Salman langsung membaur dan memeluk tubuh mungil Gisela. "Tenanglah sayang... Tenang...!"


Gisela terus meronta dan memukuli punggung Salman dan berharap uncle nya melepas pelukan itu.


"Lepaskan aku uncle... Aku ingin bersama mommy dan daddy... Lepas...!"


Jerico yang masuk ke ruangan itu bersama perawat segera berlari menuju ranjang dan mengurai dekapan Salman.

__ADS_1


"Nona tenanglah... Setelah saya memeriksa keadaan Anda, Anda boleh menemui kedua orang tua Anda. Tenang yah...!"


Jerico berusaha menenangkan gadis kecil itu dan mencoba membaringkan kembali tubuh yang masih lemah tersebut.


Dengan tenaga yang masih tersisa Gisela berusaha untuk bangun dan turun dari ranjang dengan menghentakkan kedua kakinya kuat-kuat di atas ranjang, ia memalingkan wajah saat Jerico hendak memeriksa nya.


Salman bangkit dari duduknya dan membantu Jerico menenangkan Gisela.


Seorang suster yang datang bersama Jerico juga berusaha membantu kelancaran pemeriksaan itu dengan memegang kuat kedua lutut kaki Gisela.


"Syukurlah sudah tidak demam. Tapi, nona tetap harus istirahat."


Salman mendengarkan dengan seksama hasil pemeriksaan Jerico, ia bisa bernafas lega karena artinya princess nya sudah baik - baik saja.


"Kau dengar itu! Kau harus banyak istirahat. Jangan membuat uncle khawatir. Uncle tidak mau kau seperti ini lagi."


"Aku tidak mau mommy dan daddy meninggalkanku uncle, aku ingin bersama mereka."


"Tidak akan ada yang meninggalkanmu sayang... Mommy dan Daddy mu pasti akan selalu bersamamu. Uncle juga akan selalu bersamamu. Kau tidak boleh sedih lagi yah,"


Dengan penuh kelembutan Salman menyeka cairan bening yang terus mengalir, ia mendekatkan wajahnya dan mengecup kasih dahi princess nya.


"Aku melihat daddy dan mommy terkubur di dalam peti. Itu bohong 'kan uncle? Aku pasti sedang bermimpi. Iya 'kan? Itu tidak benar 'kan uncle?"


Salman menganggukan kepalanya berkali-kali, sambil terus membelai rambut depan Gisela.


"Iya sayang itu pasti hanya mimpi. Mommy dan Daddymu memang masih belum sadarkan diri dan masih di ruang intensive, tapi mereka pasti akan baik-baik saja. Jadi kau harus selalu kuat dan sehat agar bisa mendoakan kesembuhan untuk mereka."


"Sungguh? Jadi, mommy dan daddy sungguh masih hidup? Mommy dan Daddy tidak akan meninggalkanku?" tanyanya dengan wajah penuh harap.


"Iya nona. Mommy dan Daddy Anda telah melewati masa kritisnya. Mereka akan segera bisa berkumpul lagi dengan Anda dan kita semua." kali ini Jerico yang menyahut dengan pasti.

__ADS_1


"Benarkah? Jadi, kemaren itu tidak sungguh terjadi? Mommy dan Daddy tidak pergi dan meninggalkanku?"


Salman dan Jerico mengangguk bersamaan.


"Apa yang terjadi kemaren hanya ada di mimpi mu. Itu tidak sungguh terjadi. Mommy dan Daddy mu akan masih bersama kita di season selanjutnya. Kau mau?"


Gisela mengangguk pasti.


"Baiklah. Kita akan membuat cerita kita lagi. Tapi kau harus janji, tidak boleh bersedih lagi seperti ini. Dan kau harus menjadi anak yang lebih kuat!" Salman mengepalkan kedua tangannya ke udara setelah mengucapkan kata-kata itu.


Gisela segera menyeka airmata dengan kedua tangannya dan kembali mengangguk dengan pasti, lalu tersenyum penuh semangat.


"Klo begitu, uncle dokter pamit dulu untuk memeriksa keadaan Tuan muda dan Nyonya." Pamit Jerico dan segera keluar dari ruangan tersebut di ikuti seorang suster mengekor di belakangnya.


***


Ini part lanjutan yang kemaren, aku potong.


Aku mau lihat reaksi kalian.


Ternyata kalian sangat menyayangi nona kecil otor yah.


Otor sengaja pakai dua alur, untuk tanggapan kalian. Dan terima kasih untuk komentar kalian. Aku jadi yakin pake alur cassanova ini..


@ Maksudnya alur cassanova ini apa tor?


# Ada deh, pokoknya tungguin lanjutan Up nya.


Masih dengan Up yg tidak menentu. πŸ™πŸ™


Happy reading ❀️

__ADS_1


Lop yu. πŸ’•


__ADS_2