
Hanya dengan satu kedipan mata, kedua bayangan dua bocah laki-laki itu menghilang dan berganti kursi kosong tanpa pemilik.
"Ternyata, sikap egoisku sudah ada sejak aku kecil,"
Gio mengambil nafas dalam-dalam untuk mengisi suplai oksigen ke paru-paru nya yang seakan kosong dengan mata terpejam rapat. Senyuman manis seorang gadis berkilau di tengah gelap pandangan nya.
"Amanda!" serunya dengan membuka mata lebar. Gio mengulurkan tangannya untuk meraih kotak panjang dengan nama Salman.
"Aku selalu menyimpan bolpoin ini dengan baik, agar kau tidak mengambilnya dariku. Dan kali ini aku pasti akan melakukan hal sama. Aku mencintainya kak, sangat mencintainya." lirihnya.
"Tuan, apa kau di dalam?"
Tok tok tok
Suara merdu yang begitu menggetarkan jiwa terdengar indah menggema di luar ruangan.
Cek lek
Seorang gadis cantik menyembul dari pintu ruangan, sambil menggendong bayi mungil gadis itu menuruni tangga, dengan mulut terus berkomat-kamit menyuarakan kekesalannya, namun terdengar begitu manja dan menggemaskan di mata Gio.
Gio yang masih betah di tempat duduknya terus melengkungkan senyum , melihat wanitanya akan sampai tangga terakhir, ia bangkit dan menghampiri dengan langkah panjang.
__ADS_1
CUP
Sebuah kecupan mesra mendarat setelah langkah kaki Amanda menyentuh tangga terakhir.
Bukannya membalas dengan senyum manis, Amanda justru mendaratkan pukulan pelan di dada sang suami.
"Kau menyebalkan. Aku sejak tadi duduk di atas dan memanggilmu. Seharusnya kau menjawab ku-"
CUP
Kecupan yang semakin dalam kembali menyentuh bibir Amanda, dan membungkam mulutnya yang masih ingin menggerutu.
Amanda memejamkan kedua matanya saat sentuhan hangat bibir Gio menyentuh keningnya. Kecupan singkat di rahang keras mendarat di wajah tampan Gio setelah mengurai kecupan di kening Amanda terurai.
"I love you, too Tuan suamiku,"
"Kau menggoda ku , nyonya" Amanda tersenyum manis dan menutup kedua mata Gio dengan satu telapak tangannya.
"Jangan mesum terus Tuan suami! Aku mencari mu, aku ingin mengajak mu menjemput Gisela di sekolahnya. Aku sudah tidak sabar menunggunya di Mansion, aku ingin segera bertemu dengan nona kecilku." ucapnya tanpa melepas tangan yang menutupi wajah Gio.
Gio mengambil tangan Amanda yang menutup kedua matanya, lalu mengecup dalam punggung dan telapak tangan itu dan menggenggamnya dan meletakan tangan itu di dadanya.
__ADS_1
"Aku sangat menyayanginya, aku merindukan putriku," ujar Amanda dengan menatap lekat wajah tampan di hadapannya yang juga terus menatapnya.
"Terima kasih telah begitu menyayanginya. Aku juga sangat menyayangi nya." balas Gio dengan mengecup kening bayi mungil yang sedang menatapnya dalam gendongan Amanda. Dengan senyum bahagia ia mengambil Gerald dan membawa dalam dekapannya.
"Terima kasih juga telah begitu menyayanginya," tulus Amanda sambil mengelus kepala bayi mungil dalam gendongan Gio dan mengecup kening bayi mungil itu lalu bergantian mengecup kening Gio. Pria tinggi itu sedikit membungkukkan tubuhnya, agar wanitanya dapat dengan mudah mengecupnya.
"Tidak mau hanya kening," ujar Gio dengan wajah menggemaskan.
Amanda menangkup kedua rahang keras Gio dan mengambil ciuman di bibir seksi itu.
"Kenapa sekarang aku semakin sulit menahannya, sayang. Kau selalu menggodaku," wajah Gio berubah sayu dan semakin memelas.
"Aku akan menggoda mu lagi nanti, tapi sekarang kita jemput dulu putri kita." Amanda menarik tangan Gio dan mulai menaiki tangga.
Dengan wajah berbinar Gio mengikuti langkah Amanda. "Janji! Setelah menjemput Gisela kau akan memberikannya,"
"Hmmm. Setelah Gerald tidur nanti malam, kau bebas melakukannya," Tak lagi mengekor, Gio mengambil satu langkah naik tangga dan berjalan di tangga yang sama dengan Amanda dan melingkarkan satu tangannya untuk memeluk pinggang ramping sang istri, dan mengecup pucuk rambut Amanda. Otak mesumnya sudah mulai berlarian ke malam hari yang di nantinya.
Saat akan menutup pintu ruang baca, dia melirik pada meja panjang yang seolah ada Salman remaja duduk di sana dan menatapnya dengan senyum hangat yang selalu di tampilkan wajah itu.
"Terima kasih... Terima kasih kau telah membiarkan aku memilikinya. Aku akan selalu menjaganya selama hidupku. Aku tidak ingin kau mengambilnya dariku. Dia milikku, dan akan selalu bersamaku."
__ADS_1