Mommy Dara

Mommy Dara
PART 06


__ADS_3

Di Mansion Kaana


"Assalamualaikum,"


Belum sempat tangan bu Harti menyentuh pintu, pintu besar yang berukuran dua kali lipat tinggi badannya itu telah di buka lebih dulu.


"Waalaikumsalam ," seorang pelayan wanita dan pak Har menyembul dari balik pintu.


"Selamat pagi Tuan muda, nyonya Amanda, nyonya Harti, maaf saya tidak tahu jika Anda akan pulang hari ini" sesal pak Har yang langsung mengambil badan di depan pelayan wanita yang telah membukakan pintu.


"Selamat pagi pak Har, kita memang sengaja ingin memberi kejutan." jawab Amanda di iringi senyum ramah dengan tangan Tuan suami yang begitu posesif melingkar di pinggangnya.


Saat tadi ia mencari Tuan suami sebenarnya ia ingin mengatakan bahwa ibu sudah bersedia untuk ikut bersamanya, dan menyadari Adinda di ujung panggilan ia meminta tuan suami untuk memutuskan sambungan telepon tersebut dan bergegas bersiap untuk pulang ke kota J karena sudah tidak sabar ingin memberikan kejutan untuk adik dan nona kecil yang sudah sangat di rindukannya, tidak membutuhkan waktu lama karena mereka menggunakan Heli pribadi sehingga hanya dalam waktu kurang dari 4 jam mereka sudah singgah di Mansion.


"Mau saya siapkan makan siang sekarang ,tuan?" tawar pak Har yang memang belum menyiapkan apapun untuk kedatangan tuan dan nyonya nya itu.


Gio dan Amanda yang akan menapaki tangga berhenti, begitu juga bu Harti yang sudah lebih dulu naik dua tangga di depan mereka. Sedang Gerald yang di gendong Mega sudah lebih dulu naik karena Gerald yang selama perjalanan seolah begitu antusias hingga bayi mungil itu bahkan tidak terpejam dan baru tidur saat turun dari landasan.

__ADS_1


"Kau sudah lapar ,sayang?" Gio justru bertanya pada Amanda dengan satu tangannya mengelus pipi mulus wanita cantik dalam dekapannya itu.


Amanda menggelengkan kepala sebagai jawaban. Lalu menoleh pada bu Harti. "Ibu?" tawarnya.


"Nanti saja biar saya yang siapkan makan siangnya pak Har. Sekalian nunggu Adinda dan Gisela pulang. Saya sudah rindu memasak untuk mereka juga." ujar bu Harti.


"Anda baru saja sampai, pasti lelah. Biar chef yang menyiapkan semuanya" nego pak Har. Walaupun dia tahu pasti akan percuma. Karena jika sudah ada bu Harti di Mansion urusan masak-memasak selalu di tangani wanita itu bersama chef yang juga ikut membantu tentunya.


"Tidak pa-pa . Tolong siapkan bahannya saja pak Har," pinta bu Harti. Dan pak Har hanya memberikan anggukan kepala sebagai jawaban.


Ketiganya kembali melanjutkan langkah dan masuk ke kamarnya masing-masing. Amanda mengunjungi kamar Gerald terlebih dulu dan melihat keadaan putranya.


"Daripada kau terus mencium putramu yang sedang tertidur, lebih baik kau mencium Daddynya" ucap Gio setelah melepas ciuman singkatnya, menyadari wajah kesal Amanda dan sebelum mulut Amanda mengeluarkan suara protesnya, Gio kembali mengecup bibir itu dengan durasi sedikit lebih lama. jika tadi 3 detik ya sekarang kira-kira 5 detik lah. 🤭


Mega yang masih berdiri di dekat keduanya, hanya bisa menahan diri dengan menundukkan wajah dalam, dengan jiwa kejombloan nya meronta-meronta.


Amanda memukul pelan dada bidang Tuan suami dengan wajah memerah menahan malu. "Kau ini, ada Mega di sini." keluhnya , tanpa berani mengangkat wajah dan dada bidang Gio dengan suara detakkan nyaring menjadi pemandangan yang di pilih Amanda. Meski mereka adalah pasangan sah, tapi memamerkan kemesraan di depan pelayan seperti itu membuat Amanda tidak nyaman dan juga malu .

__ADS_1


"Kalo begitu kita lanjutkan saja di kamar" bisik Gio sambil menggigit pelan daun telinga Amanda.


Suara hembusan nafas Gio yang melewati lehernya, membuat tubuh Amanda merinding. Melihat ekspresi wajah Amanda yang semakin merona merah, Gio semakin menggoda sang istri dengan mengangkat tubuh itu dalam gendongannya.


"Tuan, turunkan aku!" pekik Amanda dengan kembali memukul lengan Gio.


"Jangan berisik sayang, atau kau akan membangunkan Gerald." lirih Gio dengan mengecup pipi Amanda dengan begitu lembut.


"Kau jaga Gerald. Kalau dia bangun ajak bermain jangan ganggu kami!" titah Gio tanpa membalikkan badan dan langsung mengayun langkah keluar kamar sang putra.


"Baik Tuan" jawab Mega masih dengan pandangan tertunduk. Setelah mendengar suara langkah kaki yang menjauh dan pintu yang tertutup barulah ia mengangkat pandangannya lalu menoleh pada bayi mungil yang terlihat damai dalam tidurnya.


"Apa ayah dari bayi ini tidak ingin melihat putranya sendiri yah?"


"Ah, untuk apa peduli. Dia saja tega menelantarkan nyonya yang tengah mengandung benihnya, beruntung sekali nyonya dan tuan kecil , tuan Gio dan nona Gisela sangat menyayangi mereka." batin Mega karena, kamar Gerald yang di lengkapi kamera CCTV dia tidak boleh sembarangan berucap atau pekerjaan dengan gaji besar taruhannya.


Amanda semakin erat mengalungkan kedua tangan di leher Gio dan menatap lekat wajah tampan di hadapannya.

__ADS_1


"Tatapan mu menggodaku , nyonya"


Amanda menarik kedua sudut bibirnya, dan mengecup dalam rahang keras Tuan suami. Kebahagian selalu menghiasi hari-harinya kini bersama keluarga kecilnya. Dia begitu bersyukur Gio menerima Gerald dengan baik dan menyayangi Gerald seperti putranya sendiri. Ia sangat tidak menyangka jika takdir akan membelokkan dirinya dengan begitu curam begini. Dia yang tengah mencari dan menunggu ayah dari bayinya justru terikat ikatan suci dengan pria lain. Ia juga tidak menyangka jika ia akan mendapatkan cinta yang begitu tulus dan luar biasa dari Tuan nya sendiri.


__ADS_2