Mommy Dara

Mommy Dara
PART 29


__ADS_3

"Bagaimana keadaan, nak Gio?" tanya bu Harti setelah membalas salam takdzim Amanda dengan mengecup pucuk kepala sang putri dan berjalan ke sisi ranjang sang menantu.


"Sudah lebih baik, Bu" jawab Gio sambil menarik punggungnya dan mendudukkan tubuhnya.


Dia tidak mengikuti jejak sang istri untuk mencium punggung tangan bu Harti karena, dia hanya akan menyentuh dan mencium anggota tubuh istrinya bukan wanita lain. Begitulah posesif nya seorang Gio dan bu Harti memahami itu. Bu Harti bukanlah ibu mertua yang gila hormat, melihat putri sulungnya begitu di cintai dan di terima baik di keluarga suami sudah begitu membuat ia bahagia.


"Yeaayy..." sorak Gisela dengan mengangkat kedua tangannya dan seketika membuat orang-orang di ruang rawat tersebut mengerutkan kening.


"Mommy sudah di izin kan pulang, Daddy juga sudah lebih baik, artinya kita akan segera kembali lagi ke mansion dan aku bisa bermain sepuasnya dengan adik bayi" imbuh gadis kecil itu dan langsung membuat guratan senyum terukir di wajah penghuni ruangan.


Bu Harti mengulurkan tangannya untuk membelai kasih kepala Gisela. "Nenek juga sangat kesepian, mansion terasa sangat sepi karena kau selalu di sini."


Gisela menatap wanita paruh baya itu dengan sedikit senyum di wajah cantiknya lalu kembali mengajak bicara bayi tampan yang selalu menarik rambut panjangnya seolah pertanda ia ingin terus bermain dengannya.


Tok tok tok


Suara decitan pintu yang terbuka menghentikan keceriaan yang tengah terjadi di ruangan tersebut.


Tuan Kaana dengan begitu gagah dan penuh wibawa melangkah masuk. Pandangan matanya langsung tertuju pada Amanda yang sedang menggendong Gerald โ€” cucu tampan yang akan menjadi kebanggaannya dan penerus kerajaan bisnisnya.


Tak menyadari tatapan tajam sang putra โ€”Tuan Kaana begitu lembut menyentuh surai hitam panjang Amanda saat ia telah berdiri di samping sang menantu. Ia sudah mengetahui perkembangan kesehatan putra dan menantu nya karena ia lah yang akan menjadi orang pertama yang mendapat laporan itu langsung dari Jerico.

__ADS_1


"Jangan terlalu lama menggendongnya, kau baru saja pulih. Kau masih harus menjaga kesehatanmu dengan baik" tuturnya begitu perhatian.


Saat tangannya akan kembali mengelus rambut sang menantu, teriakan Gio menghentikan pergerakan tangannya di udara.


"Jangan menyentuh istriku lagi!"


Gio langsung menarik tubuh sang istri untuk semakin merapat padanya dan memeluk pinggang ramping itu dengan begitu posesif.


Tuan Kaana berdecak pelan sambil menggelengkan kepala. Seolah begitu senang menggoda ke posesif an Gio.


"Kalau kau ingin terus melindungi istrimu, kuatkan dulu kakimu," ucapnya sambil membuka selimut yang menutupi kaki dan menyentil kaki kiri Gio yang masih berbalut perban.


"Aw..." Gio memekik dan sedikit meringis di iringi tatapan tajam tak bersahabat pada sang daddy. Ia pun reflek menggeser kedua kakinya saat melihat pergerakan tuan Kaana yang hendak duduk di tepi ranjangnya.


"Kitaโ€”?" Gio mengerutkan kening dalam menatap sang daddy.


"Kau dan Daddy." jawab pasti Tuan Kaana.


"Tidak mau!" tegas Gio. Dia semakin mempererat pelukannya di pinggang Amanda.


Tuan Kaana yang begitu memahami sifat sang putra hanya mampu menghembuskan nafas kasar.

__ADS_1


"Istrimu juga baru saja pulih, biarkan dia istirahat. Daddy yang akan menemanimu di sana nanti."


"Kenapa harus aku yang pergi ke sana panggil saja dokter nya kemari."


"Tuan โ€”" Baru Amanda akan berusaha membujuk tuan suami, Gio lebih dulu menyela nya di sertai tatapan tajam.


"Tidak!" tegas nya dan tak akan bisa terbantahkan.


Tuan Kaana bukan tidak memikirkan tentang itu, ia pun menyadari cinta Gio yang begitu besar untuk Amanda, bahkan meninggalkan istrinya untuk pemulihan kaki nya sendiri pun tak mau, namun ia memikirkan juga kesehatan Amanda terlebih lagi cucu tampannya.


"Baiklah! Amanda dan juga Gerald akan ikut pergi bersama kita. Bagaimana sekarang kau setuju?" Akhirnya tuan Kaana mengalah, tidak akan menang berdebat dan memaksa Gio jika menyangkut Amanda.


Kali ini bukan Gio yang menyahut melainkan Gisela. Ia juga ingin ikut pergi kemana pun mommy dan daddy nya pergi terlebih mereka membawa serta sang adik, tentu Gisela tak rela melepas kepergian mereka begitu saja.


*


*


Maaf yah baru up, ๐Ÿ™๐Ÿ™


Masih sibuk di dunia nyata. Belum bisa pyur fokus ke nulis. Jd sesempet nya. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜‡

__ADS_1


Happy readingโค๏ธ


__ADS_2