Mommy Dara

Mommy Dara
PART 25


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Salman telah terparkir di halaman sebuah restoran dengan banner bergambar aneka makanan laut yang menggoda lidah.


"Kita sudah sampai. Aku ambilkan kursi roda mu dulu, sebentar." ucap Salman sambil membuka pintu mobil setelah melepas seatbelt yang melilit pinggangnya.


Dengan hati menghangat Bella begitu tidak sabaran menunggu Salman membawakan kursi roda nya. Ia begitu bahagia melihat Salman memperdulikan keadaannya.


Salman meletakan kursi roda yang di bawanya kesamping mobil dan membuka pintu mobil itu. "Biar ku bantu!" Ia mengulurkan tangannya untuk menggendong Bella saat gadis itu telah melepas seatbelt. "Maaf," ucapnya saat tangan kekarnya hendak menyentuh tubuh gadis itu.


Dengan senyum yang terukir di wajah Bella tanpa ragu mengalungkan kedua tangannya di balik leher Salman saat tubuhnya di angkat pria itu.


Tak melewatkan kesempatan dalam dekapan hangat Salman, Bella terus menikmati wajah tampan itu dengan jarak yang begitu dekat tanpa sedetikpun ia mengedipkan mata. Meski tatapan Salman tak mengindahkan tatapannya.


Dengan rasa kecewa karena hanya merasakan sebentar sekali dalam gendongan Salman kini ia telah duduk di kursi roda nya.


"Terima kasih." ucapnya dan mendapat sebuah senyuman tipis sebagai jawaban. Dan dorongan tangan kekar Salman pada kursi roda nya membawanya masuk ke dalam restoran yang terlihat begitu ramai pengunjung. Seorang pelayan wanita yang telah sigap menyambut di pintu masuk segera mengantar menuju sebuah meja yang kosong untuk mereka tempati.


Melihat Bella yang duduk di kursi roda, pelayan wanita itu meminta rekan kerja pria untuk mengalihkan satu kursi di meja tersebut. Setelah memastikan pengunjung restorannya nyaman pada tempatnya kedua pelayan itu meninggalkan meja tersebut. Dan berganti dengan datangnya waitress yang membawa daftar menu restoran.


"Kak aku permisi ke toilet dulu sebentar,"


Salman yang masih melihat daftar menu yang di berikan waitress itu mengalihkan pandangannya mendengar ucapan Bella.


"Bisa minta tolong, kau antar dia sebentar ke toilet!" pinta Salman pada pelayan wanita yang berdiri di samping mejanya.


"Tidak perlu kak, aku bisa sendiri." tolak Bella segera.


Sebenarnya ia tidak memiliki hasraat ke toilet tapi duduk berhadapan dengan Salman dalam keadaannya duduk di kursi roda membuat kepercayaan dirinya sedikit memudar.


"Tidak apa-apa nona. Mari saya bantu!" pelayan wanita itu lalu berjalan ke belakang kursi roda Bella.

__ADS_1


"Tapi—"


"Kau mungkin akan membutuhkan bantuannya," sela Salman di iringi anggukan.


Bella menolehkan sedikit wajahnya lalu mengangguk, sebagai persetujuan pelayan itu boleh membantu mendorong kursi rodanya.


Sementara di luar restoran Harun yang sudah berada di depan restoran tersebut kebingungan memarkirkan mobilnya karena area parkir mobil itu terlihat penuh.


"Mas, aku duluan ke toilet deh!"


Belum Harun membuka suara Adinda telah lebih dulu keluar dari mobil itu dengan begitu terburu-buru, karena hasraaatnya buang air kecil telah berada di ujung tanduk dan ingin segera di keluarkan.


Harun terus menggelengkan kepala di sertai senyuman gemas melihat kepergian gadis cantik itu.


Di toilet Adinda tidak membuang waktu dan segera masuk ke toilet yang kosong.


"Kau tunggu saja di sini, jika aku nanti membutuhkan bantuan mu aku akan memanggilmu." titah Bella dengan menolehkan wajahnya untuk menatap pelayan wanita tersebut.


"Baik, nona" jawab pelayan wanita itu dengan mengangguk lalu menjauhkan tubuhnya dari kursi roda dan membiarkan Bella memutar roda kursi itu sendiri. Ia terus memandangi gadis di kursi roda itu hingga menghilang di balik pintu.


"Hah. Akhirnya..." Adinda keluar dari balik pintu dengan wajah penuh kelegaan telah mengosongkan kandung kemih yang sedari tadi terasa penuh dan menyulitkan langkahnya.


DUG!


Adinda yang seperti mendengar bunyi gaduh di samping bilik toiletnya menyerongkan langkahnya dan berdiri di depan bilik itu.


"Permisi, apa terjadi masalah di dalam?" tanyanya dengan raut kecemasan dan memberanikan diri untuk mengetuk pintu itu pelan, setelah menengok ke kanan dan ke kiri namun tak menemukan siapapun di toilet itu selain dirinya dan hanya pintu bilik toilet tersebut yang tertutup.


"Ya. Tolong bantu aku!" jawab suara dari dalam bilik itu, tanpa ragu Adinda segera memutar handle dan membuka pintu yang sedikit terganjal karena kursi roda yang menghalangi.

__ADS_1


"Kakak tidak apa-apa?" tanya Adinda setelah berhasil membuka lebar pintu itu dan masuk ke dalam.


Bella menggelengkan kepalanya pelan.


"Bantu aku kembali duduk di kursi roda ku!" pinta Bella.


Adinda mengangguk lalu mengalihkan pandangan dan meraih kursi roda itu kemudian membantu Bella berdiri dan duduk di kursi roda nya. Saat ia akan membantu mendorong kursi roda dua orang pelayan wanita menyembul di depan pintu.


"Kami mendengar suara benturan yang cukup keras tadi, apa terjadi sesuatu pada Anda nona?" tanya salah satu pelayan yang tadi mengantar Bella ke toilet.


"Aku lupa mengunci kursi roda ku, jadi saat aku hendak meraih dan duduk di kursi roda itu bergerak dan menabrak pintu." terang Bella.


"Apa Anda terluka, nona?" tanya salah satu pelayan yang lain.


"Aku tidak apa-apa" jawab Bella.


"Syukurlah, kekasih Anda mencemaskan Anda karena terlalu lama di toilet, beliau meminta saya untuk mengecek kemari. Mari saya antar menemui beliau." pelayan wanita itu lalu mengayun langkah ke belakang kursi roda Bella dan meminta izin Adinda untuk mengambil kedua tangan Adinda yang sudah siap mendorong kursi roda itu.


Setelah Adinda mengangguk dan melepas pegangan tangannya pada kursi roda pelayan wanita itu segera mendorong kursi roda itu keluar dari toilet.


"Beruntung sekali nona itu, meski keadaannya tak sempurna tetapi kekasihnya terlihat begitu perhatian dan peduli padanya." gumam pelayan wanita yang tadi mendorong kursi roda Bella setelah melepas pandangannya dari Bella dan rekan pelayannya yang telah menghilang di balik pintu keluar toilet.


Adinda yang masih berada di dalam bilik toilet bersama pelayan restoran itu dapat mendengar jelas gumaman gadis di depannya. Ia bergeming sesaat hingga getaran ponsel yang tertera nama Harun membuat kakinya terayun dan mengikuti langkah pelayan itu keluar dari tempat tersebut.


Ia kembali menghentikan langkah di tengah lorong saat melihat Salman yang tengah berjalan dengan mendorong kursi roda dari gadis yang baru saja ia tolong di dalam toilet.


***


Happy reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2