Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
1. Hari pertama


__ADS_3

"mah... bisakah membantuku sebentar?" dengan tergesa gesa vivi segera memanggil mamahnya yang tengah berada di dapur"duh... anak mamah ini ada apa, ko ribut sekali" mendengar anaknya memanggil meminta bantuan mamah pun langsung menghampiri . namun vivi hanya membalas dengan pelukan erat dan sebuah kecupan manis di pipi sang mamah. lalu kembali berjalan menuju pintu rumahnya.


"vivi berangkat ya mah" vivi pun bergegas menuju mobil yang biasa ia kendarai. dan langsung melaju dengan cepat.


jam menunjukan pukul depalan pas. tanpa basa basi vivi pun langsung bergegas berangkat menuju kampus tempat ia menuntut ilmu berharap hari ini akan berlalu dengan cepat tanpa ada masalah.


sesampainya dikampus vivi berusaha menaiki anak tangga satu per satu tanpa ragu sedikit pun.


"huh...akhirnya!" dengan perasaan yang sedikit lega ritha pun terus berlari mencoba untuk meraih gagang pintu, tetapi tak di sangka ia bertemu dengan seorang laki laki.


"aduh! " sahut vivi yang terjatuh di depan pintu ruangannya sembari menatap sinis seseorang yang tepat berada di depannya dan telah menabraknya tadi. laki laki itu pun hanya memandanginya saja tanpa berkata apapun. membuatnya semakin emosi.


"dasar! gak punya mata! " sambil bergumam dan tetap berjalan menghampiri laki laki itu. ritha pun langsung duduk dibangku kelasnya, tetapi laki laki itu pun hanya memberikan senyuman tipis di ujung bibirnya dan terus berjalan menuju mejanya. tanpa bertanya sedikitpun tentang kondisi ritha.


hari itu pun berlalu dengan cepat, angin bertiup kencang membuat rambut ritha yang terurai menjadi berantakan dibuatnya. " anginnya kencang sekali, apakah akan turun hujan ya? " vivi pun berbicara sendiri sembari melihat ke atas awan meramalkan tentang akankah hujan turun hari ini.


lamunan vivi pun pecah seketika mendengar seseorang memanggil namanya. " viviiiii.. " dari kejauhan tanpa sosok sahabatnya berlari untuk menghampirinya. "oke, stop! jangan lari nanti... " belum selesai vivi berbicara sahabatnya itu pun langsung memotong percakapan mereka.


"gue.... tau.....apa yang lo mau omongin! " setelah sampai dihadapannya pun sahabatnya tersebut langsung memeluk erat vivi ,dengan napas yang terengah entah.sebuah senyuman pun terlukis di wajah dina sahabatnya tersebut. " eittsss... ada apaan nih ko langsung sesi romantis gini! " sambil mengernyitkan sedikit di ujung bibirnya , ia pun bertanya tanpa ragu dan sedikit dengan perasaan kesal.

__ADS_1


"sorry... ya vii gue meluk lo! " dengan sedikit perasaan sedikit takut sambil menggelengkan kepala dina pun meminta maaf.


suasana pun menjadi hening seketika,. " hmm" vivi pun hanya membalas dengan senyuman tipis di bibirnya.


"heii, vi! lo kenapa sih hari ini" menatap dengan heran sambil mengatur napas dan mulai memberanikan diri, dina mulai bertanya untuk mencairkan suasana mereka.


"vii... " suaranya menjadi hening kembali. dina menimbang nimbang dalam hati apakah kejadian tadi pagi perlu ditanyakan pada sahabatnya tersebut atau tidak.


"iyes. pasti lo mau tanya soal si cowo gazebooo tadi pagi y kan! " pungkas vivi dengan cepat sembail terus melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil.


"wew. sejak kapan lo bisa ngeramalin ini vii? hahahahaaaaaa. " dengan perasaan yang heran ,sambil menggelengkan kepala, dina pun menjawab dengan santai sambil tertawa. "hahahahaaaa, ya iyaa lah gue tau! vivi gitu loh. " vivi menjawab dengan cepat diiringi canda tawa dengan sahabatnya dina.


"haii mah". menciun pipi sang mamah, memeluk erat sembari menuju kursinya. " hmm.. duh anak mmah satu ini ya. ada apa sayang tadi pagi" dengn penasaran mamah pun langsung bertanya tentang kejadian tadi pagi di rumah.


"gapapa ko mah, cuma sedikit hampir terlambat saja". sambil menatap mata mamahnya tersebut, vivi memberikan senyuman manis ke mamahnya. setelah itu vivi pun bergegas menghabiskan makanan yang sudah di siapkan dimeja makan.


" mah, vivi langsung istirahat ke kamar saja ya mah. " tanpa basa basi vivi pun bergegas pergi meninggalkan ruang makan. "iya kamu istirahat sana pasti lelah ya. " dengan perasaan sedikit khawatir terhadap anaknya mamah pun langsung mengiyakan dan hanya menatap punggung vivi dari kejauhan saat menaiki anak tangga menuju kamarnya.


sesampainya dikamar vivi pun berbaring di atas ranjang ke sayangannya itu, sambil memeluk erat boneka tedy yang sedari tadi berada tepat di samping vivi berbaring. lamunannya pun mulai berjalan.

__ADS_1


ia membayangkan dn masih terlintas di pikirannya tentang kejadian tadi pagi yang menimpanya. mulai berfikir apakah tadi pagi memang ia yang salah atau memang laki laki tersebut yang salah dan mengaja tidak meminta maaf padanya. jam pun mulai menunjukan pukul tengah malam, lamunna itu membuatnya mulai mengantuk dan tertidur pulas.


hingga keesokan harinya. " mah... vivi berangkat ya. " dengna tergesa gesa, ia pun memberikan kecupan manis di pipi sang mamah dan bergegas berangkat.


sepanjang perjalanan vivi pun terus memikirkan persolan ia dengan laki laki yang menabraknya waktu itu.dan langsung menelpon sahabatnya itu


" hallo din, lo dimana sebentar lagi gue sampe. " pungkas vivi langsung menutup teleponnya dan melajukan mobilnya dengan cepat.


sesampainya di kampus vivi di sambut oleh lambaian tangan dina yang sedari tadi menunggunya di depan kelas. "vii, hati hati itu cowo masuk kelas yang sama lagi kaya lo. " sambil menepukkan tangan ke punggung sahabatnya, ia pun bergegas masuk dan mencari tempat duduknya yang letaknya ternyata tak jauh dari tempat duduk laki laki kemarin.


"udah lah, gapapa din lupain. " pungkas vivi sembari mengerutkan alis sambil tersenyum kecil.


setelah beberapa saat perkuliahan pun di mulai dengan kehadiran dosen bahasa Indonesia yang penampilan dan paras wajahnya memukau para gadis di dalam kelas itu. seketika kelas itu pun menjadi ramai.


"okee, selamat pagi saya artha dosen bahasa yang baru, hari ini kita mulai ya. " dosen baru itu pun memperkenalkan diri dengan senyum indah yang melelehkan para gadis di kelas itu. dari kejauhan terlihat seorang laki laki yang terus memperhatikan gerak gerik vivi.


"hei, yooo. lo merhatiin siapa si? " tanpa basa basi gabriel pun mulai bertanya pada temannya tersebut. saat itu suasana kelas sedang sunyi memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh pak artha. " cantik si, tapi galak. mirip......." nathan pun tersenyum tipis di ujung bibirnya sambil mendengus meninggalkan kelas dengan langkah kaki yang cepat.


waktu pun berlalu dengan cepat menunjukan pukul lima sore vivi dan dina meninggalkan kelas dan bergegas pulang ke rumah masing masing, namun di depan gerbang terlihat seorang laki laki yang seolah sedang menunggu kedatangan seseorang untuk penyapanya.

__ADS_1


tak lama kemudian vivi pun menerima sebuah kotak, lalu dibukalah kotak tersebut. betapa terkejutnya ia ketika melihat isi kotak itu. " astaga! " sontak vivi pun langsung membuang kotak tersebut dengan wajah yang kesal.


__ADS_2