
Keesokan paginya Vivi terbangun dengan sebuah senyuman yang indah.Udara yang sangat sejuk saat itu bertiup dengan lembut. Tetapi tidak dengan penampilannya yang masih terlihat kacau saat terbangun dari tidurnya.
"Apakah sudah pagi kenapa pintunya terbuka... " sebelum Vivi menyelesaikan ucapannya ia dia kejutkan dengan pintu di dekat balkon kamarnya yang sudah terbuka lebar saat itu. Vivi pun membelalakkan matanya karena terkejut.
"Apakah ada pencuri di kamarku? apa aku lupa menutup pintunya? barang - barangku bagaimana? " gummanya dalam hati sembari matanya terus melihat ke sekeliling kamar.
"Hahahaha.... Dasar bodoh! "
Ucapan itu sontak membuat Vivi terkejut karena ia dari tadi tidak menyadari keberadaan orang lain di kamarnya.
"Apa ada ornaf lain di kamarku? Siapa? Dimana dia? " Dengan sedikit suara ynag keras Vivi pun bangkit dari tidurnya dengan matanya yang tetap waspada dengan cara melihat keseluruh sudut kamar.
"Hahaha... tenang adikku yang manis ini aku kaka kesayangan mu. " merapihkan kemeja yang di kenakannya Jojo memasang wajah yang ceria dengan percaya diri.
"Bugh! "
"Aw! masih pagi apa kau mengajakku untuk perang bantal? Sudah dewasa jangan ajak Aku untuk bermain lagi. Aku sudah berpakaian rapih seperti ini. "
"Apa maksudmu pagi pagi sudah berada di dalam kamar seorang gadis! " Membangunkan aku dengan cara seperti ini kau pikir ini permainan? " Dengan sedikit kesal Vivi terus melempar bantal - bantal ke arah Jojo yang hanya bisa menatapnya cemas.
"Baik - baik aku minta maaf aku membangunkan mu dengan cara seperti ini. "
Setelah melihat Vivi kembali tenang. Jojo menjelaskan maksud dari kedatangan nya menemui Vivi di kamar. "Ada yang harus di sampaikan secara langsung tidak boleh menggunakan perantara. " Jojo mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum menyeringai.
"Hih! menjijikan! sudah cepat katakan kak maksud kedatangan mu apa? Apa ada masalah lagi? Tentang apa? Pasti aku ya. Apa Papa dan Mamah sudah tau soal hubunganku dengan Artha yang tak berjalan mulus? " Tatapannya pun menjadi sendu terduduk di depan cermin dan berusaha tersenyum.
"Apa? Hubungan mu dengan Artha tidak berjalan mulus? Tentu saja kalian tidak akan pernah mendapat restu dari sini. "
Mendengar itu Vivi hanya bisa menatap pantulan dirinya di cermin dengan raut wajah yang sedih.
"Aku... salah apa kak? sampai - sampai harus mengalami seperti ini? perasaan ku dan ke inginan kedua orang tua mana yang harus aku dahului? "
Vivi menoleh ke arah Jojo dengan penuh harap sebuah jawaban darinya. "Ikuti saja kata orang tua mu itulah yang terbaik untuk kita. Mereka tidak akan menjerumuskan anak nya ke lubang yang penuh batu. Mereka ingin yang terbaik untuk anak - anak nya Vi."
__ADS_1
"Jika itu terjadi pada mu apa akan menurut saja? bagaimana dengan pasangan mu kak? " Tak terasa kristal bening yang tertahan kini telah mengalir begitu saja.
"Jawaban ku tentu saja ikuti. Apa yang terlihat baik belum tentu dan apa yang terlihat buruk malah sebaliknya. Sudah ayo cepat turun di bawah sudah ada yang menunggu kehadiran mu. " Jawab Jojo dengan memberikan sebuah senyuman.
.
.
Di Ruang tamu
Sesampainya Vivi di ruang tamu Vivi hanya bisa berdiri mematung. melihat begitu ruang tamu yang begitu berantakan karena terlalu banyak barang yang menumpuk.
"Mah... apa yang terjadi? kenapa ruangan ini begitu berantakan? " Tanya Vivi penasaran. matanya pun menelisik ke setiap sudut ruang tersebut.
"Ini semua Mamah lakukan untuk kamu sayang. Kamu itu anak perempuan Mamah satu - satu nya tentu saja perta nya juga harus yang meriah kamu akan menikah tentu saja ruangan ini penuh sesak." dengan jari jemarinya Mamah membelai rambut putrinya tersebut dengan penuh kasih sayang.
"Apa? menikah? aku belum menyetujuinya Mah kenapa kalian sudah memutuskan begitu saja! Ini tak adil untuk ku aku tak mau aku menolak nya Mah! " Tangannya mengepal kuat rahangny amengeras tatapannya pun yang semula penuh tanda tanya kini berubah menjadi tatapan yang tak suka. Tatapan kesal penuh dengan amarah yang membara begitu saja.
"Mah... Erica datang coba jelaskan kepada ku apa yang sebenarnya! Aku tak mau menikah dengan orang lain! Aku tak mencintainya Mah aku mencintai Artha! Artha Mah! " Suaranya pun terdengar cukup tinggi dan penuh dengan penekanan.
"Sudah Mamah katakan padamu sayang Nathan adalah laki - laki terbaik yang akan menjadi suami mu kelak. Dia adalah yang terbaik Mamah tak suka kamu menjalin hubungan dengan dosen kamu itu. Sudah hentikan tak akan ada restu untuk hubungan yang seperti itu. " Sang Mamah pun kembali di sibuk kan dengan berbagai pernak pernik pernikahan.
Erica menoleh ke arah Vivi dan menarik lengan kanannya. "Aku bantu pilihkan gaun yang cantik untuk mu ya. Aku punya beberapa rekomendasi soal gaun pengantin ayo ikut aku ke ruang sebelah. " Erica pun dengan sigap langsung menarik Vivi keluar dari ruang tamu menuju ruang di sebelahnya.
"Tak usah aku tak butuh gaun pengantin saat ini! Calon ku bukanlah pria yang kalian agung - agungkan itu! Lepaskna tangan ku Kak Erica! " Vivi berusaha untuk terus memberontak. tatapannya yang seperti burung elang yang siap menerkam mangsanya.
Bagi Nathan yang hanya bisa melihatnya dari kejauhan sikap yang di tunjukkan oleh Vivi begitu menggemaskan. "Kalau nanti sudah menjadi milikku akan ku santap dengan lahap di malam pertama mu! " Nathan pun menunjukan ekpresi dengan tatapan yang membara menandakan ia sudah siap dengan semua penolakan yang akan di Terimanya.
.
.
Kembali ke masa lalu
__ADS_1
"Nathan... kau dimana aku sudah lelah mencari mu! kita sudahi saja main petak umpat nya ya. "
Vivi kecil merengut karena lelah tak bisa menemukan Nathan saat mereka sedang bermain.
"Hahaha... Kau payah sekali Vi.... aku kan tidak jauh dari tempat kita. "
"Aku lelah aku haus. "
"Baiklah ayo kita pulang dan minta Kak Jojo untuk membuatkan minuman untuk mu. "
Nathan pun menggandeng tangan Vivi dengan senyum cerianya. Vivi pun membalas senyuman itu dengan senyumannya yang lebar. Nathan begitu menyayangi Vivi dan menjaganya tetap aman ketika bermain dengannya.
Dua keluarga tersebut pun sangat bahagia melihat kedekatan mereka yang terjalin dengan sendirinya tanpa perantara dua keluarga besar tersebut. Saat itu Vivi pernah meminta Nathan untuk segera menikahinya ketika mereka sudah dewasa nanti.
.
.
Di ruang sebelah
"Vi... aku tau kamu punya perasaan kepada pria lain tapi satu hal yang perlu di ketahui aku punya informasi tentang Artha. Pria yang menjalin hubungan terlarang itu dengan mu.
Mohon maaf yang sebesar - besarnya kepada pada pembaca karena penulis sedang di sibukkan dengan urusan adm.
di usahakan agar dapat update setiap hari yaa mohon dukungannya dengan cara terus membaca karya ini terimakasih yang sudah bersabar kalian adalah yang terbaik 🙏🏻
salam 3 S yaa 😇
Senyum
Salam
Sapa
__ADS_1