Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
22. aku akan menjagamu


__ADS_3

"Vivi! aku akan menjagamu mulai hari ini. tak akan aku biarkan orang lain merebutmu dari sisiku" gumamnya dalam hati dengan tangan mengepal.


setelah selesai membuat Albert tak berdaya. Nathan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk segera membawa pergi Albert ke kantor polisi.


"HA.. ha.. HA... ha... kenapa tak kau bunuh saja aku? "


"hah? masih bisa berbicara juga tua bangka ini! "


"cuih! apa kau tak takut aku akan melakukannya lagi kepada gadis itu? " dengan tergopoh gopoh dan suara yang sangat lirih Albert masih berusaha untuk melawan dan menebar api kebencian permusuhan perselisihan dihadapan Nathan.


"apa yang kau katakan tadi tua bangka!? " Nathan pun berbicara dengan nada yang meninggi.


"lekuk... tubuhnya begitu mempesona ramping kulitnya begitu halus mulus putih ohh...membuat darahku bergejolak kembali pasti begitu nikmat jika bisa menyentuh kulit.... "


apa yang sedari tadi didengar oleh Nathan sudah membuat darahnya mendidih mendengar wanita pujaannya dibicarakan. perasaannya pun sangat kesal marah ingin sekali Nathan segera menghabisi laki-laki itu dengan tangannya sendiri. lelaki yang terpaut usianya cukup jauh tersangka utama dari kasus masa lalu yang membuat wanitanya menderita. dengan segenap tenaga yang masih tersisa Nathan membenamkan sebuah pukulan terakhir yang mengenai tepat ke wajahnya otu seketika membuat Albert terpental jauh.


"BUGHH!


tubuh yang sudah mulai ringkih itu sudah penuh dengan luka dan cairan merah yang terus mengalir rasa kasihan dalam diri Nathan pun seketika hilang setelah mendengar ucapan Albert yang membuat hatinya kembali tersayat.


.


.


didalam mobil

__ADS_1


setelah kembali ke mobil dengan segera Nathan memangku wajah Vivi yang terlihat kelelahan setelah menangis yang entah sudah berapa lamanya. saat Nathan menerima kabar bahwa Vivi disekap Nathan pun panik bukan main mengerahkan semua anak buahnya mencari ke setiap sudut kota dari pagi sampai malam dan kembali pagi barulah Nathan mendapatkan sebuah pesan dari nomer yang tidak dikenalnya.


pesan tersebut berisikan google map dan alamat lengkap tempat Vivi disekap oleh Albert. sempat ia tak percaya dengan isi pesan tersebut namun Nathan tak memperdulikan siapa pengirim dari isi pesan tersebut. Nathan bersama anak buahnya dengan beberapa mobil melaju ke lokasi dengan kecepatan penuh.


saat tiba di depan gerbang utama beberapa anak buah Albert menjaga pintu tersebut dan tak memperbolehkan siapapun masuk kedalam wilayahnya. namun Nathan memukul mundur mereka dengan mudah dan menemukan mobil yang biasa digunakan Albert yang sudah terparkir rapih di ujung jalan.


disaat itulah Nathan dan anak buahnya segera mendobrak pintu utama untuk menyelamatkan Vivi dari si pelaku.


"tuan. apakah kita sudah bisa jalan? "


"langsung saja kita pulang, suruh anak buahmu menghancurkan rumah ini dan serahkan Albert pada pihak polisi.


" baik tuan serahkan urusan itu padaku. " jawab Dandy sambil menundukan kepala.


sebelum Dandy menyerahkan Albert kepihak kepolisian ia mengantarkan tuannya tersebut untuk kembali kerumah dengan aman.


"kerumah kediaman Lee tentu saja. " jawab Nathan singkat.


sesampainya dirumah kedatangan mereka sudah disambut dengan isak tangis dari dua keluarga besar yang sangat mengkhawatirkan kondisi mereka berdua.


"Vi... SILVIA sadarlah ini Mamah nak... apa suara Mamah bisa didengar jelas nak? sadarlah sayang " sang Mamah pun hanya bisa menangis melihat kondisi anak gadisnya yang memprihatinkan.


"tenanglah istriku kita tunggu saja dokter datang untuk memeriksanya. " jawab sang Papah sembari merangkul istrinya untuk menenangkan yang sejak tadi terlihat sangat gelisah.


"bagaimana aku bisa tenang setelah melihat anak perempuan ku dengan kondisi seperti ini pah? bagaimana bisa ini semua terjadi pada keluarga kita? "

__ADS_1


tak lama kemudian dokter Erica pun datang. Erica pun langsung masuk kedalam ruangan tempat Vivi terbaring lemah selama kurang lebih dua puluh menit Erica memeriksanya.


diruang tengah kediaman Lee Nathan dan dua keluarga besar berkumpul disana. ia menceritakan semuanya yang terjadi sedetail mungkin tanpa kurang satu apapun.


betapa terkejutnya Bu Riri dan Nenek Aria ketika Nathan menceritakan kondisi Vivi saat ditemukan. dadanya pun terasa sangat sakit sebuah jarum yang begitu runcing telah menembus bagian dadanya yang membuat luka itu tembus sampai kebagian belakang.


Bu Riri sempat tak sadarkan diri ketika mengingat kembali ucapan Nathan yang menemukan Vivi dalam kondisi tak berdaya dengan beberapa luka lebam di wajahnya.


marah benci kecewa bercampur aduk menjadi satu perasaan yang menggumpal didalam hati. ingin sekali Bu Riri mencabik cabik orang itu memotongnya dan memberikannya kepada binatang buas saja baginya itu tak akan cukup. jika diperbolehkan oleh semua orang Bu Riri ingin orang itu di hukum pancung saja dari pada mencabik nya dan menontonnya dimakan binatang buas.


tak lama kemudian Erica pun keluar dari ruangan itu. menghampiri barisan dua keluarga yang menanti dengan banyak pertanyaan di masing-masing kepala. ketika memasuki ruang tengah Erica pun berusaha memberikan sebuah senyuman yang manis namun tetap terlihat kecut dimata beberapa orang.


sebuah tatapan tajam pun langsung diterimanya kala itu. ketika salah seorang diantara mereka bertanya satu pertanyaan namun tak mendapatkan jawabannya. "hmm... aku akan memberitahu kondisi Vivi tetapi kita semua harus duduk diruangan ini tanpa tatapan yang mencurigakan. "


mendengar itu sontak dua keluarga yang tadinya terasa tegang kini berubah menjadi sedikit santai karena permintaan Erica.


"aku dokter pribadi keluarga Lee tak akan ada yang aku tutup-tutupi. kondisi Vivi saat ini memang kurang baik karena beberapa luka lebam di wajahnya yang ia terima karena sebuah tamparan. hmm... mungkin bukan satu kali bisa dua atau tiga kali dan beberapa luka lebam di tangan dan kakinya karena tarikan atau ikatan sebuah benda. namun aku tak mendapati ada luka yang begitu serius.... "


belum selesai Erica berbicara Jojo pun memotong pembicaraan itu dengan nada yang kesal dan gigi yang mengerat menatap Erica dengan tatapan yang tajam. "bagaimana bisa dikatakan tidak serius! kau ini dokter atau bukan! Jangan-jangan kau sedang membohongi kami semua! "


"bukan begitu maksudku... aku... "


"kau ini dokter Erica! luka itu bagiku serius karena di wajah dan beberapa luka fisik ditangan dan kaki bagaimana bisa tidak serius! " bantahnya lagi kemudian.


"yang aku maksud luka akibat pelecehan atau pemerkosaan! lebih baik setelah sadar kita periksakan Vivi lebih lanjut supaya mendapatkan hasil yang lebih pasti. supaya kita dapat memenjarakannya bahkan membunuhnya secara perlahan di penjara nanti. harus ada bukti kuat dan masuk akal apa lagi lawan kita salah satu pebisnis dan rekan kerjamu Nathan. "

__ADS_1


mendengar itu Nathan hanya membalasnya dengan senyuman kecut. ia sadar karena ulahnya dahulu berakibat fatal bagi semua orang yang berarti baginya. bahkan saat ini ujian itu semakin berat dan nyata di kehidupannya. padahal rencana sebelumnya hanya ingin menyatukan dua keluarga yang sejak dulu sudah sangat dekat


__ADS_2