
Setelah mengetahui cerita lengkapnya dari Nathan. Amarah Jojo pun tak bisa di pendam kembali. Seketika Jojo meluapkan semua amarahnya kepada Nathan. Dengan cara memberikan sebuah tinjuan keras tepat ke arah wajah tampan tersebut.
Buugghh!
Seketika Nathan pun roboh hanya dengan sekali tinjuan yang di lontarkan Jojo. Nathan pun tersenyum tipis dengan sedikit meringis karena luka yang ia dapatkan tadi. "Cih! Dasar bodoh! berani sekali kau ambil resiko sebesar ini tanpa bertanya dulu padaku! "
Buugghh!
Jojo melempar kembali tinjuan ke arah wajahnya. Membuat Nathan kembali tergeletak tak berdaya sembari menahan rasa sakit di sudut bibirnya. Terlihat cairan merah mulai membasahi kerah baju miliknya.
Nathan tak akan mengelak dari pukulan yang di lancarkan oleh Jojo. Nathan sadar bahwa ini semua memang kesalahannya karena tak meminta saran ataupun bantuan kepada Jojo saat itu. "Aku tau..a.. aku salah. Sorry Jo. "
Hanya kata kata itu yang dapat keluar dari mulut Nathan yang kembali tergeletak setelah mendapatkan pukulan terakhir dari Jojo. " Hanya itu yang dapat kau sampaikan padaku? Jika kau menganggap aku ini temanmu seharusnya sejak lama kau ceritakan semuanya! bodoh! "
Jojo pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Nathan yang tergeletak di lantai begitu saja. Jojo hanya menatapnya dengan tatapan yang kasian dan melemparkan sebuah gantungan kunci berbentuk balok.
.
.
__ADS_1
.
Keesokan harinya.
6 hari menjelang pernikahan
Melihat wajah Jojo yang kesal penuh dengan amarah. Silvia memberanikan diri untuk menemui Jojo dan berbicara padanya. " Kak? Ada masalah apa? "
"Aku kesal dengan Nathan! dasar bodoh! BODOH KAU NATHAN!"
Silvia yang melihat kekesalan yang membara pada Jojo berusaha untuk mengambil simpatinya. Demi menjauhkan dan membantu nya membatalkan acara pernikahan yang akan segera di langsungkan. "Nathan memang pria yang kurang ajar Kak! kau harus menghukumnya supaya dia tau bahwa tak boleh mempermainkan perasaan seorang wanita! dan aku sangat membencinya Kak! Jauhkan di adari hidupku! "
Namun usahanya tersebut terbaca dengan mudah oleh Jojo. "Hmm... Apa yang bisa aku bantu Vi? Dengan raut wajah yang kembali tenang Jojo menatap mata Silvia dalam.
"Ya.. mungkin aku dapat sedikit membantu mu. Bagaimana pun aku adalah Kakak mu disini!. " Jojo pun melihat ke sekitar mencari keberadaan orang lain selain mereka berdua.
"Aku ingin Kakak membantu ku! Bantu aku membatalkan pernikahan ini! Aku masih ingin berjuang dengan Artha Kak! Tolong bantu aku keluar dari masalah ini. " Dengan tatapan mata yang memelas Silvia berusaha mengambil simpati Jojo padanya.
Jojo pun tersenyum. Karena Ia sudah menduga apa yang akan di minta oleh Silvia kepadanya. Dan apa yang akan dikatakan oleh Silvia. "Boleh... Tapi bayarannya akan sangat mahal. Apa kau sanggup membayar ku dengan uang yang kau miliki saat ini Adikku? "
__ADS_1
"Tentu saja aku akan membayar mu Kak jika bisa membantu ku untuk membatalkan pernikahan konyol ini! " Silvia pun menjawabnya dengan percaya diri. Ia yakin bahwa Silvia sanggup jika memang Kakak nya tersebut benar benar meminta bayaran padanya.
"hmm... Baiklah aku akan meminta bayaran ku. Bayaran yang setimpal dengan apa yang telah aku lakukan! " Jojo pun pergi dengan sebuah senyuman di sudut bibirnya. Dan dengan melambaikan tangan kanan nya menandakan Ia berpamitan dengan Silvia yang sedang memandang nya heran.
"Apakah kakak ku benar benar akan membantuku membatalkan pernikahan ini? Atau dia hanya bersandiwara saja? " gumamnya dalam hati.
.
.
Setelah keluar dari ruangan itu Jojo pun bergegas pergi dengan mengendarai mobil sport miliknya Melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Benda pipih yang sedari tadi berada di kursi sebelahnya pun berdering. Jojo hanya melirik nya sekilas dan tak mengindahkan panggilan telepon tersebut.
benda pipih itu pun beberapa kali berbunyi. Setelah menekan tombol yang berwarna merah Jojo langsung melakukan kembali mobilnya dengan perasaan yang membara.
selang beberapa saat Jojo pun sampai di tujuannya. Menemui Nathan dan memintanya untuk menjelaskan kerumitan dari semua masalah yang di hadapinya.
"Kau harus menjelaskan padaku secara detail! Lebih detail dari sebelumnya. " Jojo menatap Nathan dari kejauhan.
Saat mengetahui kedatangan Jojo. Nathan pun melambaikan tangannya dengan sebuah senyum yang menghiasinya.
__ADS_1
"Ada apa lagi Jo? Apa kau akan membantu Silvia membatalkan pernikahan itu? " Nathan menatap Jojo pasrah matanya pun mulai terlihat satu namun tetap terlihat membara di mata Jojo.
"Jelaskan padaku sedetail mungkin dari sebelumnya! Barulah akan aku putuskan membantu mu atau membantu adikku sendiri. " setiap kata kata yang di ucapkan Jojo penuh dengan penekanan. Membuat siapapun yang bertatapan dengannya akan merasakan kebekuan di dalam lemari pendingin.