
Bagi Nathan Silvia adalah satu satunya wanita yang sangat di sayanginya dalam urusan asmara. Sejak mereka kecil Nathan lah yang menjadi salah satu sosok pelindung sekaligus anak laki - laki yang sangat dekat dengan Silvia. Jojo pun sudah sejak dahulu mengetahui perasaan keduanya walaupun jaman dahulu mereka masih sebagai anak kecil yang polos.
Saat itu Nathan dan keluarganya tengah berkunjung ke rumah kediaman Lee. Nathan seperti biasa ia bertemu dan bermain bermain bersama Silvia. Mengetuk pintu secara perlahan dan Silvia sendirilah yang membukakan pintu supaya Nathan dapat bergabung bermain bersamanya.
"Nathan... Wah... Ayo kita main di kamar ku. " Dengan raut wajah yang polos Silvia meminta Nathan untuk bermain bersama di kamarnya.
Sontak hal itu membuat Nathan sedikit terheran. Karena biasanya Silvia langsung mengajaknya bermain di ruang tengah atau di taman depan. Tanpa pikir panjang Silvia langsung menarik tangan Nathan untuk segera masuk ke kamarnya dan bermain bersama.
"Ta... Tapi... ini kamar anak perempuan dan... dan aku anak... " Belum selesai Nathan mengucapkannya Silvia sudah menyuruhnya untuk segera duduk di kursi yang sudah di sediakan olehnya. Dengan sabar Nathan mengikuti semua perintah Silvia.
"Kita mau main apa hari ini? Mamah membawakan cemilan kesukaan mu tau. Apa kau tak akan turun kebawah? " Tanya Nathan dengan mata yang membulat dan lebar.
"ssttt nanti dulu sabar aku mau kamu berjanji padaku! " Silvia menatap Nathan dengan sebuah senyuman kecil yang terukir kala itu membuat Nathan sedikit salah tingkah.
"Aku... aku akan menikah dengan mu ketika aku sudah besar nanti. Aku berjanji padamu Silvia aku berjanji. "
Setelah mendengar kata kata itu keluar dari mulut Nathan. Senyuman lebar pun terlihat di wajah Silvia. Matanya pun menjadi berkaca kaca karena terharu dan bahagia menjadi satu.
.
.
"Sampai kapan kau akan bersikap seperti anak kecil? " Sontak suara itu telah membangunkan Silvia dari lamunannya.Ia pun melihat kesekeliling ruangan itu dengan raut wajah yang panik.
Suara itu datang dari arah belakang tepat dimana Silvia berdiri saat ini. Dengan tatapan yang tajam dan mengintimidasi Nathan mencoba mencairkan suasana diantara mereka yang sempat beku karena kesalah pahaman.
"Apa... maksud mu? Sejak kapan kau ada dirumah ku? " Dengan tangan yang mengepal kencang dan sorot mata yang penuh dengan kebencian Silvia tak mengindahkan semua yang di ucapkan oleh Nathan.
__ADS_1
"Apa kau sengaja ingin membuatku kesal? " Dengan tatapan yang dalam Nathan berusaha mencari tahu informasi sekecil apapun itu dari sorot mata yang ditunjukkan Silvia.
"Lebih baik kau pulang dan pergi dari rumahku secepatnya! Orang sepertimu tak akan diterima dirumah ku ini!" Tak Terima dengan pengusiran yang di ucapkan oleh Silvia. Nathan pun dengan sigap menarik lengan Silvia supaya mendekat ke arahnya.
posisi mereka saat ini sudah saling berhadapan dan jarak diantara mereka hampir tak ada. Nathan mendekatkan wajahnya membisikkan kata - kata ketelinga Silvia kala itu.
"Kau sungguh kurang ajar Nathanael Stanly! Minggir! Aku jijik dekat dengan pria sepertimu! " Silvia berusaha memundutkan langkahnya namun terhalang oleh dekapan tangan kekar Nathan yang melingkar di pinggangnya.
"Jangan terburu - buru sayang sebentar lagi kita tak akan terpisahkan seperti saat ini. Belajarlah untuk mulai memuaskan aku! Dan hmm.... Aroma tubuhmu sungguh memikat sayang. "
Dengan tangannya Nathan berani membelai lembut rambut panjang Silvia. Mencium aroma yang khas dari tubuh mungil itu seperti alkohol yang begitu memabukkan. Mengguncang pikiran semua lelaki yang mendekati nya.
Dari kejauhan tampak Jojo sedang memperhatikan gerak gerik kedua adiknya tersebut. seorang anak laki - laki dan seorang anak perempuan yang sedang berdekatan. Jojo tak habis pikir dengan semua perlakuan Nathan pada Silvia. Nathan yang terkenal ketampanannya tampak tak berharga dimata Silvia. Bagi Jojo mereka tetaplah anak kecil. Karena sikap yang di tunjukkan keduanya seperti seorang anak kecil.
.
.
"Hei.... kenapa kau mau berjanji pada adik perempuan ku akan menikahinya ketika kalian dewasa? Kalian tak akan tahu cerita ketika kalian dewasa nanti seperti apa. " Jojo mengatakan semua yang ada di kepalanya dengan tatapan yang heran.
"Aku sayang Silvia Kak. Aku mau jagain dia kalau sudah besar. " Nathan menjawabnya dengan semangat dan penuh percaya diri.
"Hahaha.... kalian berdua sangat lucu. Aku saja tak berani menjanjikan apapun pada adikku. Tetapi anak laki laki seperti mu berani pada adikku. " Jojo pun tertawa karena perkataan yang di ucapkan oleh Nathan begitu polos.
"Apa? Kenapa memangnya? Apa aku salah Kak?" Dengan kepolosannya Nathan kembali bertanya pada Jojo kala itu.
.
__ADS_1
.
Saat Jojo hendak pergi meninggalkan perdebatan antara Silvia dan Nathan yang tak kunjung selesai. Tiba - tiba seseorang memegang pundak Jojo dari arah belakang. Hal itu membuat Jojo menghentikan lamunannya sejenak.
Saat Jojo menoleh ke belakang. Jojo melihat Nathan yang tengah menelisik dengan tatapannya yang tajam. Nathan Memberinya pertanyaan yang bertubi tubi membuat Jojo sedikit terpingkal mendengarnya.
Apa yang kau lakukan Jo? Memperhatikan kami dari kejauhan? Apa ada yang aneh dengan penampilanku tadi? "
"Bukan penampilanmu tetapi tingkah lakumu yang aneh! Kau tau adikku sulit untuk di taklukan dengan cara seperti itu membuatnya semakin membencimu. " Jojo pun menatap Nathan dengan serius. memberinya beberapa arahan dan saran yang membuat Nathan menggelengkan kepalanya sejenak.
"Kau gila Jo! itu adikmu sendiri aku tak tega dan tak mau melukainya seperti itu. Aku ingin semua berjalan seperti ini dan aku mendapatkan apa yang aku inginkan pada waktunya nanti."
Nathan pun menjelaskan semuanya kepada Jojo kala itu. Apa yang benar benar diinginkan olehnya smpai apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua. Cerita yang sudah sangat lama dan dengan cerita yang berbeda beda antara orang yang satu dengan yang lainnya.
"Apa? Kenapa kau tak menjelaskan langsung padaku waktu itu bodoh kau Nathan! Kau ambil resiko sebesar ini! Apa kau tak menganggapku sebagai saudara mu! " setelahendemgar semuanya dari Nathan. seketika amarah Jojo pun meledak ledak. Bom waktu yang selama ini di sembunyikan oleh Nathan dengan rapih akhirnya meledak juga saat itu.
Bom yang tidak semua rang tau kebenarannya. Dan cerita yang sebenarnya dari kisah diantara mereka berdua. Pertengkaran mereka ternyata sudah sejak lima tahun lalu. Dimulai dengan perselisihan antara Jojo dengan Dina sahabatnya Vivi.
...****************...
...Mohon maaf karena keterlambatan penulis untuk update novel ini. semoga kalian tidak bosan dan terus mendukung karya ini dengan cara memberikan support dan terus membaca karya ini yaaa. βΊπ...
...bagi kalian yang masih setia kalian semua adalah yang terbaik ...
...terimakasih atas semua dukungannya. ππ»...
...i miss you so much π₯°...
__ADS_1