Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
31. Kejutan


__ADS_3

Vivi memutuskan untuk tetap pergi bersama Artha menuju tempat yang belum pernah ia datangi. yang menurut Artha adalah tempat spesialnya dimana tempat itu sangatlah berkesan untuknya. Artha ingin memberi tahu dan mengajak seseorang yang berharga baginya melihat dan juga menikmati ke indahan tempat tersebut bersamanya.


tak akan satu orang pun selain Artha yang tahu tentang tempat tersebut. Artha hanya akan mengajak Silvia yang merupakan wanita yang sangat berharga baginya saat ini. ia ingin menunjukan betapa bahagianya Artha memiliki Silvia sebagai pasangannya saat ini.


menunjukan kepada dunia menunjukan pada semua orang bahwa dirinya saat ini tengah berbahagia hatinya berbunga- bunga karena bersama orang yang tersayang.


sepanjang perjalanan Vivi hanya berfokus pada benda pipih yang sedari tadi ia genggam. menunggu sebuah pesan singkat masuk atau sebuah panggilan telpon. namun hingga sampai di tempat tujuan tampaknya tak ada satu pesan atau panggilan telpon pun yang masuk.


memikirkan kata-kata yang sudah di katakan kepada sang Mamah yang tampaknya membuat banyak orang akan kecewa karena sikap yang di ambilnya tersebut.


"Maafkan aku Mah aku tau aku salah tapi aku juga ingin memperlihatkan kesungguhan Artha pada keluarga kita." gumamnya dalam hati.


"hei sayang kamu mau makan apa nanti setelah kita sampai? di sana banyak sekali makanan yang dapat kita coba tempat itu juga sangat nyaman untuk bersantai apa lagi pasangan seperti kita yang ingin pergi honeymoon. " tanya Artha dengan semangat yang menggebu - gebu.


Deg!


"apa? honeymoon. apa maksud mu dengan kata-kata itu? apakah kita akan pergi ke hotel? aku tak mau aku tak suka! berhenti disini! aku akan pulang sendiri! "


setelah Vivi mendengar maksud dan tujuan dari perjalanan mereka raut wajahnya pun berubah. Vivi terlihat sangat marah karena bukanlah ini yang di inginkan nya. Vivi mengira Artha akan membawanya pergi ke pantai atau ke restoran dengan pemandangan yang memanjakan mata.


namun siapa sangka Artha malah membawanya ke sebuah vila milik keluarganya yang sedang kosong saat ini. Bunga makanan kamar pun sudah penuh dengan taburan bunga mawar.


"bukan. bukan itu maksud ku sayang lebih baik kau tenang dulu aku akan membawamu ke tempat yang nyaman dan menghangatkan jiwa kita. " jawab Artha sambil terus menenangkan Vivi yang sedari tadi terlihat sangat panik.


"apa lagi maksud ucapanmu barusan? gunakan bahasa yang dapat aku pahami dengan baik jangan gunakan bahasa yang membuatku bingung apa kau tak mengerti! " Jawab Vivi ketus.


melihat reaksi Vivi yang seperti itu. bagi Artha saat ini terlihat begitu lucu dan menggemaskan. tk sabar baginya untuk meresmikan hubungan mereka karena Artha sudah sangat yakin bahwa Vivi adalah belahan jiwanya yang begitu berarti.


sesampainya di vila Vivi hanya bisa terdiam seribu bahasa tanpa sepatah katapun terucap. penyambutan yang begitu hangat dan kilauan hiasan dari pintu utama pun terlihat begitu mewah.

__ADS_1


perasaan bahagia dan bingung pun menjadi satu. ingin rasanya ia menumpahkan semua pertanyaan yang saat ini ada di dalam pikirannya.


Artha memberikan kejutan demi kejutan yang membuat Vivi tercengang melihatnya. semua kemewahan yang di suguhkan oleh Artha membuatnya bingung karena sebelumnya Artha tak mungkin melakukan semua ini kepadanya.


"boleh aku tanya?


"boleh tanya saja semuanya akan aku jawab apapun itu. " jawab Artha dengan senyum yang lebar sembari menggenggam erat tangan Vivi kala itu.


"apa maksud ini semua? kenapa menyiapkan pesta se meriah ini kita hanya pergi liburan sebentar tapi yang aku lihat seperti seorang pasangan yang sedang berbulan malu yang akan tinggal cukup lama disini. kemewahan ini juga semua ini dari mana? apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanyanya lagi kemudian yang menuntut sebuah jawaban yang pasti yang dapat menyakinkan keduanya untuk tetap melanjutkan apa yang di rencanakan.


"mm...tidak ada rencana apapun aku hanya ingin sesekali membuat sebuah kejutan untuk wanita yang sangat berharga untuk ku itu saja."


"tidak mungkin ini semua begitu mewah Artha aku memang belum mengenal keluarga mu tapi ini berlebihan untuk ku apa lagi hanya untuk ku. apa kau yakin soal itu? aku tak akan marah apabila kau jujur dengan tujuan mu sebenarnya. "


"sudah lebih baik kita nikmati waktu singkat kita di sini sambil menenangkan pikiran kita sayang. aku sudah bersusah payah menyiapkan makan malam kita supaya lebih romantis. "


"huuh." Vivi mengambil napas panjang dan membuangnya cepat.


"jangan seperti anak kecil! aku tak suka laki-laki yang seperti itu. " ucapnya ketus.


"kalau tak suka maka jangan membuatku cemberut seperti ini. aku ingin berduaan dengan mu di sini. suasana saat ini sangatlah cocok sayang. "


"oke... oke.. aku tak akan seperti itu lagi. "


"aku tak mau aku mau menghukum mu sekarang juga. karena sudah membuatnya kesal."


"apa? menghukum ku? dengan cara apa? aku tak mau aku mau pulang saja kalau begitu. sudah malam juga tak boleh aku masih di luar seperti sekarang. "


sebelum Vivi selesai Artha dengan segera melingkarkan tangannya ke pinggang Vivi. mendekatkan wajahnya ke leher jenjang Vivi membuat bulu- bulu halus yang datar kini telah berdiri tegap.

__ADS_1


setiap hembusan napas yang di berikan Artha membuat cairan merah yang mengalir ke seluruh tubuh menjadi mendidih seketika. Artha pun mulai nakal dengan sentuhan yang di berikannya.


menyadari sentuhan Artha yang semakin nakal dan mulai menggila Vivi berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan Artha.


"lepaskan aku Artha. aahhh... "


suaranya pun terdengar lirih dan semakin lemah karena sentuhan yang terus di berikan oleh Artha semakin nakal. tanpa di sadari tangan Artha sudah membuka satu kancing baju miliknya.


Vivi pun memundurkan langkah kakinya untuk sedikit menjauh dari Artha yang berkeinginan memeluknya kembali.


"cukup hentikan Artha. seperti katamu tadi kita di sini hanya untuk liburan sementara. bukan untuk macem-macem! "


"aku hanya ingin memelukmu erat Silvia mendekapmu dalam pelukanku."


merasakan sikap Artha yang semakin lama semakin aneh Vivi memutus untuk kembali pulang ke rumahnya. namun niat tersebut di halangi oleh Artha yang tak menginginkan Vivi pergi dari sisinya saat ini.


"cukup! aku ingin pulang sikapmu sangat aneh hari ini lebih baik kita lanjutkan bicaranya besok lagi. "


"aku ingin kita tetap disini untuk sementara. hari semakin malam lebih baik kita menginap disini. "


"aku akan pulang sendiri dengan taksi online. "


saat Vivi akan meninggalkan vila tersebut.tArtha dengan segera mengunci pintu utamanya dan menyembunyikan kunci tersebut tepat di balik kantong celananya.


...****************...


..."mohon maaf untuk semua karena terlambat update karena anak - anak baru selesai ujian dan penulis baru selesai penginputan 🙏 "...


...terimakasih yang sudah terus mendukung dengan cara membaca karya ini ...

__ADS_1


__ADS_2