Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
34. Khawatir


__ADS_3

"apa... apa yang sebenarnya ingin disampaikan katakan pada ku. " Vivi pun menatap mata Erica dalam dan penuh dengan berbagai pertanyaan yang siap di lontarkan olehnya.


"sebelum itu apa kau tau asal usul Artha dari mana? Dimana keluarganya? Dan apa pekerjaan dari keluarganya? " Erica pun membalas tatapan Vivi dengan tatapan kasihan.


"apa aku harus mengetahui itu terlebih dahulu? padahal aku sudah sepenuhnya percaya padanya. " jawab Vivi dengan raut wajah yang sedikit kecewa dengan respon yang di tunjukan Erica.


"Silvia! dengarkan aku. aku sudah bertemu berbagai macam orang sebelum menjalin hubungan dengan laki - laki terlebih dahulu kamu itu harus tau asal usul laki - laki tersebut. "


"Aku tau! tapi aku sepenuhnya percaya padanya tak mungkin dia membohongi aku. Dia laki - laki yang baik. "


Erica pun menunjukan ekpresi yang tak terduga. Erica begitu kesal setelah mendengarkan setiap ucapan dan alasan yang di berikan Vivi kepadanya.


"Jangan terlalu percaya dengan omongan lelaki Silvia! Kau ternyata masih terlalu polos persis seperti yang di ceritakan oleh Kakak mu. " Erica pun menggenggam tangannya kuat.


Setelah perdebatan mereka berlangsung cukup lama. Akhirnya Erica memilih untuk mengalah. Erica memilih untuk pergi dari ruangan itu untuk menemui Jojo yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka dari kejauhan.


.


.


di ruang lain Jojo tengah menunggu kedatangan Erica. Berusaha menyambutnya dengan sebuah pelukan hangat yang ingin ia berikan kepada Erica. Sebuah senyuman lebar terpampang jelas di wajah Jojo yang tengah menatap Erica penuh damba. Tatapannya seolah mengisyaratkan sebuah keinginan yang mendalam akan kedatangan Erica.


"Ada apa? Apa aku harus menerima pelukan mu? dan menjadi wanita mu Jo? " matanya pun menyipit dan alisnya pun terangkat. Erica pun sedikit mendorong tubuh Jojo yang tinggi hingga Jojo memundurkan tubuhnya beberapa langkah.

__ADS_1


"Hahaha... Ada apa Erica? apa kau tak bisa membuat adik ku patuh pada ucapanmu? " Jojo pun tersenyum menyeringai. Mengangkat satu jari dan menggoyang - goyangkan ke kanan dan ke kiri.


"Seharusnya sejak awal saja aku tak ikut campur urusan adik mu! Biarkan saja dia menjalin hubungan dengan pria pilihannya sendiri. " Jawab Erica ketus dengan tatapan yang tajam menatap Jojo tanpa berkedip sedikit pun.


"Hahaha... Apa kau akan menyerah begitu saja Erica. Sang dokter cinta? " Jawab Jojo dengan senyum lebar di wajahnya.


"Aku bukan dokter cinta. Aku hanyalah dokter biasa yang mengobati pasiennya. Urusan cinta adalah urusan hati masing - masing. "


"Bantulah aku untuk membuka mata Silvia. Dia taidak paham siapa yang sedang menjalin hubungan dengannya. Aku sebagai Kakak hanya ingin yang terbaik untuknya! "


Jojo pun menjelaskan semua yang di ketahui tentang silsilah Artha dan seluruh keluargnya kepada Erica. Termasuk tentang pekerjaan yang saat ini sedang di kerjakan olehnya.


Erica pun menatap Jojo heran. Semua yang di ketahui olehnya berbanding terbalik dengan yang telah di dengar olehnya dari seorang Silvia. "Apa informasi itu udah akurat Jo? " Erica tampak bingung dengan semua yang telah didengarnya. Dan berusaha untuk menepis semua perkataan yang di ketahui oleh Jojo.


"Silvia mengatakan yang sebaliknya dari yang di katakan oleh mu. Aku tak tahu kenapa. Namun apakan informasi yang kau dapat itu sudah benar atau itu hanya pendapatmu saja Jo? Aku harap kau tak main - main soal urusan ini Jo. " Erica pun menjelaskan kembali apa yang di dengar olehnya dengan tatapan yang masih menerka nerka.


" Aku tahu Adik ku memanglah sulit untuk di beritahukan tentang masalah ini. Kalau sumber ku belum pasti untuk apa aku memaksamu untuk ikut campur urusan Silvia! Aku tak akan sembarang memilih orang untuk mmebantuku menjalani masalah ini. camkan itu baik - baik. " Jojo terlihat sedikit kesal setelah mendengar ucapan dari Erica yang seolah - olah meragukan apa yang sudah di lacak oleh dirinya.


"Sorry Jo bukan maksud ku untuk meragukan. Masalah ini adalah tentang perasaan Adik mu. Kita tak bisa begitu saja ambil tindakan Jo. " Mata Erica pun berkaca - kaca. Erica berasa sesak di dadanya untuk sementara waktu karena telah meragukan perkataan Jojo kala itu. Erica bermaksud untuk menahan Jojo agar tak salah dalam mengambil sebuah keputusan untuk masa depan adik kandungnya tersebut.


"Aku hanya ingin adikku bahagia dan tak salah memilih seseorang untuk menjalin hubungan yang serius dengannya." Setelah menjelaskan semuanya kepada Erica. Jojo pun pergi meninggalkan Erica yang berdiri mematung tepat di depan pintu. Menatapnya dari kejauhan melihat punggung yang kokoh itu seperti hampir roboh di terjang oleh badai yang sangat tinggi. Hati seorang Kakak yang seketika hancur berkeping-keping karena lubang kecil yang terus menempel di tembok.


.

__ADS_1


.


di tempat lain


dari kejauhan ternyata Nathan memperhatikan Silvia yang tengah mondar mandir di salah satu ruangan. Rungan itu sudah di penuhi beberapa desain gaun pengantin yang berwarna putih. Namun raut wajah yang di tampilkan oleh Silvia berbanding terbalik dengan kecerahan warna dari gaun pengantin yang terpajang.


Silvia terlihat sedang kesal dan amarahnya pun memuncak ketika salah satu pelayan membawakan daftar para tamu yang akan di undang dalam acara pernikahan mereka.


"Non maaf... kira - kira tamunya yang akan di undang berjumlah berapa? Apakah semuanya akan mendapatkan kenang - kenangan?" Tanya dari salah satu pelayan di kediaman Lee.


Mendengar pertanyaan yang menyinggung perasaan Silvia yang saat ini bagaikan bom atom yang siap meledak kapan saja. Ia langsung membulatkan matanya dan menatap pelayan itu dengan tatapan yang tajam. Sontak hal itu membuat pelayan tadi ketakutan.


Karena sejak awal ia bekerja di kediaman keluarga Lee belum pernah sekalipun Silvia mengeluarkan tanduknya secara terang - terangan seperti itu. "Ma.. Maaf Non saya... salah saya pamit kebelakang saja. " Tanpa basa basi dan dengan perasaan yang takut pelayan itu memundurkan tubuhnya dan memilih untuk pergi dari ruangan yang terasa amat panas sekaligus menakutkan baginya.


Melihat kelakuan Silvia yang semakin menjadi membuat Nathan menjadi khawatir akan kondisinya saat ini. Perubahan sikap yang di tunjukkan oleh wanita pujaannya tersebut membuat hatinya terasa sesak. Ingin rasanya membalikkan keadaan seperti sedia kala. Saat dimana mereka berdua berjanji satu sama lain akn saling menjaga dan mengikat kasih sayang mereka menjadi ikatan yang suci.


Namun untuk saat ini saat dimana Nathan ingin memulainya dari awal. Wanita pujaannya tersebut malah menolaknya dengan tegas. Tetapi bagi Nathan janji tetaplah sebuah janji dimana cinta mereka bersemi sudah sejak dahulu kala. Sejak dimana mereka kecil dan bermain bersama.


...****************...


mohon maaf yang sebesar besarnya karena beberapa waktu lalu tidak update dikarenakan penulis sedang dikejar oleh tugas negara lainnya.


diusahakan penulis akan update setiap hatinya. terimakasih pada semua pembaca yang sudah mau bersabar menunggu karya ini. kalian is The best. 😇 dan dukung terus karya ini ya dengan cara terus membaca dan like novel terbaru ini.

__ADS_1


salma 3S. 😁🙏🏻


__ADS_2