Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
5. Teringat Masa Lalu!


__ADS_3

sesampainya vivi di kelas saat hendak membuka pintu. ternyata sudah ada yang sedang duduk menunggunya di meja terdepan. dengan senyuman lebar di wajahnya artha pun menyambut kedatangan vivi.


"Hai...,, vii?"


"eh, ada pak artha maaf Pak kayanya saya salah masuk kelas. " sambil melihat ke arah papan atas ruangannya vivi pun menghela napas.


"tidak ko, kamu bener kelas ini. saya yang sengaja nungguin kamu."


"deg! "


pak artha pun memberikan senyuman yang lebar seolah menandakan bahwa ia sedang bahagia.


"ada... ada apa ya pak?"sebuah senyuman kecut terukir di wajah vivi dengan jelas.


"jangan panggil saya pak saat tidak ada mahasiswa yang lain. " pungkas artha dengan jelas.


"panggil saya artha saja. " pak artha pun memperjelas kembali kata katanya barusan.


pak artha pun menanyakan beberapa pertanyaan yang membuat vivi kebingungan.


"i.. iya pak... artha..." vivi pun menjadi salah tingkah di buatnya, ia pikir apa yang sedang terjadi di antara mereka saat ini.


"ya tuhan!!!! apa apan ini". gumam vivi dalam hati


"vii... saya dengar kamu..... dekat dengan nathan ya? " artha pun menatap mata vivi dalam dalam.


"tidak! itu tidak benar pak! eh... ar... tha... pak" vivi pun memutar bola matanya ke arah yang lain seakan mencari pertolongan agar suasana diantara mereka menjadi cair kembali.


"yess! " sambil mengepalkan dan mengangkat tangannya ke atas artha pun tersenyum kegirangan dengan apa yang dia dengar saat itu.


dibalik pintu luar ternyata sudah ada nathan yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka di dalam ruang kelas. nathan pun memberikan senyuman sinis di ujung bibirnya dan mengepalkan tangannya membuat siapapun yang lewat di sampingnya menjadi ketakutan.


"brakk!!!


nathan pun langsung membuka pintunya lebar lebar membuat vivi dan artha pun terkejut karena kedatangannya.


waktu pun berlalu cepat. vivi meminta ijin untuk pergi ke ruang uks.


" huh... lelahnya." vivi menyandarkan tubuhnya di sebuah bangku panjang yang terdapat di dalam ruang uks tersebut.


tak lama kemudian ada suara pintu yang sedang di kunci. dan ternyata bayangan tersebut berapa di luar ruang uks.


"HEII!!! SIAPA DISANA!


vivi pun berteriak ia berusaha untuk membuka pintu tersebut dan ingin mengejar pelakunya namun gagal karena pintunya terkunci.

__ADS_1


" yang diluar... tolong buka pintunya!!!"


"heiii... buka pintunya.... siapapun itu...!!! "


"deg! "


ruang uks berapa di lantai 3 berada jauh dari ruang kelas vivi di lantai 2


lampu ruang uks pun di matikan, suasana tersebut sontak membuat vivi menjadi sangat ketakutan.


"hah.. hah... hah..."


"tidak!!!"


"JANGAN LAMPUNYA!!! "


suara napasnya pun seperti memburu, vivi pun hanya bisa menangis sambil meraba raba di dalam ruang yang gelap tersebut. mencari gagang pintu dan tetap berusaha untuk membukanya.


"ku mohon... ya Tuhan! BU...KA...!!"


karena kelelahan berteriak dan menangis sendirian di dalam ruang uks yang gelap, vivi pun jatuh dan akhirnya ia pun pingsan. tiga puluh menit pun berlalu dengan cepat.


di sisi ruangan lain terlihat nathan sedang mencari cari keberadaan vivi.


ada beberapa anak yang sedang bermain di taman bermain, anak perempuan menaiki ayunan , anak laki laki bermain jungkat jungkit bersama teman laki laki lainnya, ada juga yang naik prosotan, main ular tangga , main lompat tali.


"via... ayo kita main kesana... ada permainan baru katanya... " Lina menunjuk jarinya ke arah yang berlawanan dengan taman bermain


"dimana... tapi teman teman kita main disini lin. " jawab vivi sambil menyipitkan matanya karena terkena sinar matahari.


"via ayoo kemari.. kita naik jungkat jungkit." jawab Mika singkat.


"ayo Mika, Via, temani aku pergi ke taman tersebut. " jawab Lina


Via pun menimbang nimbang ajakannya Lina dan memutuskan untuk melihatnya juga sama seperti Mika. dan akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pergi bersama melihat permainan di tempat lainnya. sebuah lapangan kosong dengan gedung kosong yang sudah usang penuh dengan dedaunan dan debu yang berserakan dimana mana, taman bermain tersebut lebih terlihat seperti sebuah taman kosong tanpa penghuni.


"Lin.. kayanya mending kita balik aja yu, tempat ini serem. " dengan rasa takut yang mulai menjalar, vivi pun menjawab dengan suara yang memelas.


"sudah ayo masuk saja. " jawab Lina singkat.


tak lama kemudian kejadian naas itu pun terjadi. pagi menjadi malam, siang menjadi malam, malam menjadi malam. mimpi buruk yang bisa membuat seorang anak manusia menyakiti diri sendiri untuk melupakannya, melihat dirinya sendiri begitu hina.


di dalam gedung tak berpenghuni itu ternyata ada seorang tahanan yang kabur dari penjara, yang menyamar sebagai pengemis. tanpa mereka sadari, di balik pintu gedung utama tersebut sudah ada seorang penjahat yang menunggu mereka.


"brughh!!

__ADS_1


"brughh!!


"brughh!!!


mereka pun jatuh tersungkur. dengan lampu ruangan yang minim cahaya penjahat itu pun mengikat tangan mereka satu persatu dan menutup mulutnya dengan kain.


"hahahaaa... DASAR ANAK ANAK BODOH!! kalian berani masuk tanpa pengawasan!"


penjahat itu pun bersiul sambil menarik salah satu anak ke atas kasur lantai yang ada, dan menyeret yang lainnya ke sisi lain.


salah satu diantara mereka pun sedikit demi sedikit sadar, mencoba menerawang dalam kegelapan malam.


"vvvv... vvvvv.. aangunnn... " menelisik dalam kegelapan berusaha untuk membangunkan vivi yang tepat terbaring di sampingnya.


"brugghh!"


"aagghhh! " Mika pun terjatuh menumpuk diatas tubuh vivi yang terbaring. tak la kemudian penjahat itu pun memulai kembali aksinya.


penjahat itu naik ke atas kasur dan memberikan sebuah tamparan kepada Lina yang terbaring di atas kasur tersebut. pakaian yang dipakai oleh Lina satu persatu di lepas oleh si penjahat. penjahat itu memulai aksinya dengan mempeerkosaa gadis malang tersebut.


memberikan sentuhan kasar dan jeritan gadis malang tersebut terdengar dengan sangat jelas di telinga Vivi dan Mika.


mereka pun hanya bisa pasrah tak mampu berkata apa apa. tubuh mereka tak mampu bergerak sedikitpun, rasa takut akan di pelaku membuat mereka menutup matanya rapat rapat.


hanya bisa menangisi nasib mereka. diam dalam kegelapan, tubuh mereka pun gemetar.


" HAHAHAHAHA.... AKAN KU BUAT KALIAN MERASAKAN APA YANG AKU RASAKAN!!!" sambil menyeringai penjahat itu pun berbicara dengan suara yang menusuk telinga mereka.


"BRAKK!!! "


Nathan pun mendobrak pintu ruang uks dan menemukan Vivi yang terbaring lemas tepat di depan pintu, membawa keluar Vivi dari ruangan tersebut.


"Vi... Vi... Vii... bangun. "


"TIDAK!! TIDAK!!!TIDAKK!!!"


"TIDAK!!! DIMANA... DIMANA AKU.. TOLONG TEMAN TEMAN KU!!! "


"teman? "


" CEPAT! AAAGHHH!!!


"Vii tenang. ini aku Nathan. kamu ada di ruang kelas lain, aku berjanji aku tak akan pernah meninggalkanmu lagi! ."


jelas Nathan dengan nada yang lemas. melihat kondisi Vivi kini Nathan tahu bahwa masa lalu tersebut telah menghancurkan hidup Vivi dan kebahagiaannya.

__ADS_1


__ADS_2