Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
26. aku mencintaimu


__ADS_3

setelah perdebatan yang begitu lama akhirnya Nathan memilih untuk mengalah pergi dari kediaman Lee dengan mengendarai mobil sport nya melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. saat di perjalanan Nathan terus memikirkan perkataan Artha yang dapat membuat dadanya terasa sesak. perasaannya tak tenang mendapati wanita pujaannya tersebut terlihat begitu kecewa dengan sikap terakhir yang ditunjukan olehnya.


karena keegoisan dan kesombongan yang sesaat menyelimuti pikirannya ia ingin menunjukan kepada Artha bahwa Silvia adalah wanitanya. namun perlakuan yang ia berikan kepada wanita pujaannya tersebut malah sebaliknya. kesalahan yang ia perbuat adalah memperlakukan wanita pujaannya tersebut seperti seorang wanita murahan yang dapat disentuh dengan sangat mudah oleh siapapun.


penyesalan pun menyelimuti pikirannya saat itu. "sial! sial! sial!" Nathan memukul mukul setir kemudinya dengan perasaan kesal yang masih membara. amarah yang sudah tersulut oleh percikan api itu sudah terlanjur menjadi besar dan tak akan mudah untuk memadamkan amarah di dalam hatinya.


perasaan kesal dan juga cemburu karena Artha telah berani menggandeng dan menggenggam erat tangan Vivi saat itu. dan sepertinya tak ada penolakan yang kuat atas sikap yang di tunjukan oleh Artha kepada Vivi. sebaliknya sikap yang ditunjukan oleh Nathan mendapat penolakan oleh Vivi sejak awal pertemuan.


saat di perjalanan Nathan hampir menabrak seorang pejalan kaki karena kelalaiannya dalam berkendara. hati dan pikirannya saat ini berhasil dikuasai oleh perasaan cemburu yang teramat dalam. menjadikan seorang Nathan seperti zombi hidup yang tak tahu sudah berapa lama ia hanya menatap kemudinya saja.


perempuan yang hampir tertabrak itu pun terlihat sangat marah ia pun berusaha untuk berdiri sendiri dari keterkejutan nya saat mendapati mobil sport tersebut terhenti sebelum benar-benar menabraknya. ia mengetuk kaca mobilnya dengan sedikit memaksa dan perasaan kesal yang masih menyelimutinya. namun saat melihat raut wajah yang di tunjukan oleh Nathan hanyanya wajah polos yng tak tahu apa kesalahannya. membuat


"Woi! nyetirnya hati-hati dong pak jangan sampai ada korban!" perempuan yang hampir di tabrak nya pun hanya bisa terus mengetuk kaca mobil tersebut karena sangat pemilik tidak kunjung turun dan meminta maaf kepadanya.


"keluar!! buka kacanya!! kalau tidak aku akan teriak biar semua orang dengar dan mengepung mu! matilah kau nanti! " perempuan itu terus mengetuk kaca mobilnya meminta sang pemilik untuk turun dan meminta maaf kepadanya dengan cara mengancam supaya ia keluar.


setelah kesadarannya kembali Nathan pun kebingungan karena posisinya saat ini serba salah. Nathan pun memberanikan diri untuk keluar dari mobilnya membuka pintu secara perlahan dan mendapati perempuan yang tak sengaja dan hampir ia tabrak tadi tak lain adalah Mika. seketika Nathan pun membulatkan matanya tercengang ketika melihat Mika tepat di hadapannya saat ini.


"Mika? "


saat melihat laki-laki yang hampir menabraknya adalah Nathan Mika pun terkejut. memundurkan tubuhnya beberapa langkah ke belakang dan memutar bola matanya kekanan dan kekiri karena situasi yang tak terduga telah terjadi. berusaha memikirkan sesuatu dan mencari jalan keluar agar dapat menghindar dari berbagai pertanyaan dan situasi yang canggung.

__ADS_1


"i.. itu... bukan... " Mika memalingkah tubuhnya dan berusaha untuk melarikan diri namun saat hendak menyebrang jalan. dengan cepat Nathan menghentikan langkahnyalangkahnya menghadang dan menariknya untuk menepi.


"kamu itu Mika! tak mungkin aku salah orang wajahmu masih sedikit ku ingat jelas sampai saat terakhir kita bertemu di RS. apa kau lupa padaku dan Silvia? "


"lepaskan tangan mu dari ku! kalian semua pengacau! dan wanita itu....wanita itu.... apa dia belum mati! "


"hei! jaga ucapanmu!


" lepaskan aku sekarang! "


"hei.. tenang aku cuma ingin minta maaf soal kejadian hari ini. apa ada yang luka? atau ada yang sakit yang dirasakan sekarang bagaimana? "


"urus wanitamu! jangan campuri urusanku!"


"aku tau kau peduli padanya tapi apa alasanmu sampai nekad bersikap seperti ini pada temanmu? " gumamnya dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


keesokan harinya di kampus


dari arah belakang terdengar suara langkah kaki seseorang semakin lama semakin mendekat dan terdengar sangat jelas di telinga Vivi. langkah kaki tersebut berubah semakin lama semakin cepat seperti sedang memburu sesuatu. Vivi memberanikan diri untuk melihat ke arah pintu dan mendapati sosok seorang laki-laki dengan napas yang terengah-engah yang berhasil membuka pintu ruang kelas itu dengan sekali dorongan saja.


"Hai... " dengan napas yang masih terengah-engah Artha memecah keheningan dengan sebuah senyuman dan sapaan yang santai.


sikap yang di tunjukan oleh Artha membuat Vivi terkejut. Vivi telah menolaknya berulang kali namun itu tak membuatnya putus asa terus mencoba dan berusaha mendekatinya adalah kata kunci untuk meluluhkan hati seorang wanita yang diyakini oleh Artha.


"hei... tunggu dulu aku ingin berbicara empat mata denganmu Vi hanya dengan mu! " Artha menggenggam erat tangan Vivi dan menariknya masuk kembali kedalam ruang kelas.


"hentikan! sudah cukup tidak ada lagi yang perlu dibicarakan pak. saya mohon hentikan kegilaan ini. " Vivi pun memintanya dengan suara yang memelas. melihat itu Artha hanya bisa membalasnya dengan menatapnya lekat menumpahkan semua isi hatinya kepada wanita pujaannya tersebut.


"ya! aku memang gila aku gila karena rasa cintaku rasa sayangku hanya buat kamu Silvia! wanita yang selama ini mengisi kekosongan dalam hati ku! apa aku tak berhak untuk memperjuangkan perasaan ini? apa aku tak boleh bermimpi memiliki wanita yang selama ini aku sukai? apa aku tak berhak buat merasakan kebahagiaan? "


mendengar itu membuat hati kecil Vivi sedikit tersentuh. memang bukan salahnya berada dalam situasi yang seperti saat ini. tidak ada laki-laki yang ingin melepaskan wanitanya tanpa sebab yang jelas. dan semua orang juga berhak untuk tuk merasakan yang namanya mencintai dan dicintai oleh orang lain.


namun kekecewaan yang telah muncul di dalam hatinya tak bisa di pungkiri. berita yang beredar serta omongan dari orang-orang sekitar membuat situasi menjadi semakin rumit dan susah di kendalikan.


"baiklah... aku beri satu kesempatan lagi. jika kesempatan kali ini tidak berjalan mulus maka jangan mengharapkan apapun lagi dari ku. " Vivi menjawabnya dengan tegas. menekankan setiap perkataannya dan menjelaskan semua yang inginkan nya.


"apa...? benarkah aku diberi kesempatan lagi? " mendengar itu betapa bahagianya hati Artha. Artha sampai berlutut di hadapan Vivi kala itu sambil mengusap wajahnya karena rasa syukur yang ia panjatkan.

__ADS_1


"aku akan menjaga kepercayaanmu ini Vi aku akan memperjelas semuanya termasuk status kita. aku ingin kita pacaran Vi aku mencintaimu Silvia! aku mencintaimu! " saking bahagianya Artha terus mengulang kata-kata itu sambil berbicara dengan suara yang keras.


...****************...


__ADS_2