Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
14. Seseorang


__ADS_3

Vivi sangat geram karena kelakuan yang di lakukan oleh Nathan. ia jengkel sekali rasa nya ingin ia melemparkannya dengan sebuah kursi atau benda tumpul lain nya untuk membuat nya cedera atau bahkan bisa menghilangkan orang itu untuk selamanya.


"mau apa dari ku? belum puas mengganggu ki setiap hari! aku sudah muak dengan mu melihat mu satu ruangan dengan mu semuanya membuat ku muak! "


"kamu yang tidak suka melihat ku, kenapa aja di aku yang harus repot repot pergi? " tanyanya dengan senyum menyeringai.


"kau!


"aku? kenapa? tangan Nathan pun langsung mencengkram rahang wanita itu dan menarik tubuhnya ke dalam pelukannya. " biarkan seperti ini untuk sementara. " jawab Nathan dengan tatapan yang sendu.


"apa! apa yang kamu lakukan! lepaskan aku!


" diam! kalau tidak aku akan mencium mu?! "


.


Deg!


.


seketika Vivi membatu ia terkejut dengan perkataan yang di ucapkan Nathan kepadanya. Vivi di buat bingung oleh sikap yang di tunjukan tadi. ia tak tahu harus bicara apa dan bertanya pada siapa tentang situasi yang sedang ia hadapi saat ini. lelaki yang jelas jelas selama ini selalu mengganggunya lelaki yang angkuh yang egois tiba tiba berubah menjadi seperti seekor anak kucing yang membutuhkan sebuah belaian lembut dari majikannya.


namun ia juga tak suka kalau harus berlama lama dalam situasi yang tak menentu seperti saat ini dengan Nathan. ia takut nanti akan ada seseorang di luar sana yang melihat kebersamaan mereka menjadi salah paham. laki laki yang ia benci yang ia kutuk selama ini tiba tiba memberikan sebuah pelukan hangat yang membingungkan hati Vivi. ketika ia merasakan pelukan itu begitu terasa nyaman namun ia tak tahu alasannya.


Bugh!


seseorang mendatangi mereka menarik kerah baju yang di gunakan oleh Nathan dan terlihat sebuah pukulan mendarat tepat di pipi kanan Nathan. seketika Nathan pun terhuyung jatuh ke lantai karena pukulan tersebut cukup keras mengenai pipinya.


"jauhkan tangan kotor mu dari wanita ku! "


"apa? wanita mu? sejak kapan!


Bugh!


Nathan pun membalas dengan mendaratkan sebuah pukulan tepat ke arah wajah Artha, Artha yang terkejut tak mampu menghindari pukulan itu ia pun jatuh tersungkur karena pukulan itu. melihat Artha yang terjatuh Nathan pun memberikan senyuman tipis di ujung bibirnya

__ADS_1


"ingat satu hal! dia bukan wanita mu kalian belum resmi menikah, hanya sebatas dekat belum tentu juga akan terjalin sebuah ikatan! "


"siapa kau berani beraninya berbicara seperti itu! kami memang baru dekat belum lama ini tapi dapat ku pastikan SILVIANA akan menjadi pendampingku! ingat itu baik baik! " Artha pun menjawabnya dengan penuh penekanan di setiap katanya.


"cukup! aku yang akan memutuskan semuanya bukan kalian berdua! ini hidupku. jadi tolong hentikan kegilaan kalian berdua! aku..... " Vivi berusaha melerai mereka namun saat merasakan kepalanya sedikit terasa sakit Vivi terduduk di salah satu bangku sambil sesekali memegangi kepalanya.


"isshhh! kenapa kepala ku jadi sakit. " sambil Vivi memijat mijat terus kepalanya.


melihat itu Artha dan Nathan merasa khawatir dengan kondisi yang di alami Vivi. saat salah satu diantara mereka berusaha mendekati Vivi, ia pun menepis nya secara langsung. "aku! bisa sendiri! " Vivi pun berjalan ke arah pintu meninggalkan Artha dan Nathan yang memperhatikannya dari kejauhan.


.


*


.


*


kembali ke masa lalu


"siapa Lin...?" jawab Vivi sembari terus menggali sesuatu di dalam tanah.


"apa kau akan terus menggali seperti itu? waktu itu kita kubur di daerah situ memangnya? "


"kalau tidak salah. " jawab Vivi asal.


sesaat mereka tengah asik dengan permainan yang dilakukan dari kejauhan tampak seorang anak laki laki yang pergi menghampiri mereka dan berkata. "Vivi ayo kita pulang! Papah Mamah pasti mencari kita kalau keluyuran terlalu lama. "


mendengar suara tersebut sontak membuat Lina tercengang, suara yang dapat menggetarkan hatinya suara yang menyejukkan hati suara yang di tunggu tunggu selalu kehadirannya. yaa sudah sejak dulu Lina menaruh hati pada Jojo sejak awal pertemanannya dengan Vivi saat itu lah bagi Lina Jojo adalah sosok laki-laki yang sangat berarti untuknya. namun perasaan yang di miliki Lina tidak terbalaskan.


jatuh hati pada pandangan pertama dan bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan, namun Lin tak pntang mundur sekalinya ia di tolak mksa akan terus mencobanya untuk kesekian kalinya. "kak Jojo. ayo kak kita main sama sama, Vivi sedang menggali sesuatu di dalam tanah. "


"kalian menaruh apa disana? permainan apa sih yang kalian lakukan? sudah ayo kita pulang saja. " dengan wajah tanpa ekpresi dan tatapan dinginnya Jojo meminta mereka untuk kembali kerumah masing masing dan menghentikan permainannya.


"ayo pulang Vivi! aku tak mau sampai terlambat ke acara nenek Aria. kalau sampai tidak datang aku nanti yang kena. "

__ADS_1


"hmm....baiklah ayo kita pulang kak . Lin besok saja kenalkan temanmu pada kami. "


"oke Vi. aku akan membawanya ke taman bermain ya pukul sembilan ingat itu Vi jangan sampai lupa kak Jojo juga ikut ya." Lina menjawabnya dengan wajh yang senang sepanjang perjalanan pulang Lina memberikan senyum yang lebar sambil sesekali menari nari sambil bernyanyi di bawah teriknya matahari.


Vivi dan Jojo pun bergegas pulang kerumah karena takut terlambat untuk datang ke acara ulang tahun nenek Aria. membawakan beberapa kado dan kue kesukaan nenek Aria sudah biasa mereka lakukan.


.


*


.


*


tiba tiba dari arah belakang Vivi dikejutkan dengan kedatangan sabahat dekatnya.


"Vi...kenapa ko ngelamun,ada masalah ya?"


"eh.. Din gapapa, cuma ngelamun aja. serius gapapa cuma... emang ada yang lagi di pikirin aja udah itu aja" jawab Vivi dengn kata kata berulang membuat Dina sedikit curiga.


"mikirin pangeran berbaju hitam ya bawa kuda dateng terus cium bibir cipika cipiki cipida? "


" ih apaan sih Din! ngaco deh pikiran mu itu yang warasnya tinggal setengah kali ya! " Jawab Vivi dengan raut wajah tak suka yang terlihat jelas.


"Vi kamu sama dosen itu ada hubungan ya? " tanya Dina dengan mengerucutkan bibirnya.


Deg!


"hmm... maksutnya?"


"anak anak dari kelas sebelah katanya ada yang mergokin waktu itu dosen ngajak berangkat bareng di rumah, terus ya begitu sikap spesialnya ke kamu kelihatan jelas waktu kalian bertengkar sama Nathan. "


"emm.. itu.. kata siapa Din? ko bisa ada berita begitu sih di kampus. "


"mending jauhin pak Artha! dia udah punya tunangan , jangan sampai ada kabar kalau kamu mau ngerebut Artha dari tunangannya Vi. "

__ADS_1


mendengar itu Vivi sedikit memundurkan langkahnya. ia terkejut sekaligus bingung karena sejak awal Artha sendirilah yang mendekatinya, namun ia tak tahu apapun tentang informasi seputar kehidupan Artha ataupun keluarganya. dan tak pernah diceritakan sebelumnya kalau Artha sudah memiliki seorang kekasih yang akan menjadi calon istrinya kelak.


__ADS_2