Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku

Musuhku Berubah Menjadi Suami SAH Ku
27. pertemuan dua keluarga


__ADS_3

dapat dihitung setelah pertemuan terakhir mereka membuat keduanya semakin dekat. perlahan Vivi mulai membuka hatinya kembali kepada Artha. menjalin sebuah hubungan yang pasti bukanlah sesuatu yang mustahil bagi mereka namun di tengah-tengah keinginan tersebut mereka memiliki kendala yang cukup serius.


kedua belah pihak keluarga belum memberikan restu kepada mereka. bahkan dari keluarga Lee sendiri dapat dipastikan hubungan keduanya tidak di setujui. karena mereka sudah memiliki calon tersendiri dan kriteria yang pas untuk Vivi. bagi Bu Riri dan Nenek Aria Arta pemuda yang baik hati namun bukanlah sosok pria yang pantas untuk seorang Silvia yang berasal dari keluarga terpandang dan salah satu keluarga terkaya.


Bu Riri pun menegaskan nya langsung kepada Vivi bahwa hubungan mereka sampai kapanpun tidak akan terjalin mulus. namun layaknya seorang remaja yang sedang dimabuk asmara bagaikan dunia ini hanya milik mereka berdua saja. Vivi untuk pertama kalinya tidak mengindahkan ucapan dari kedua orang tuanya tersebut. baginya saat ini hanya untuk memperjuangkan hubungannya dengan Artha supaya keluarga mereka dapat memberikan restu apapun itu caranya yang musti mereka tempuh.


namun sangat di sayangkan karena berita tersebut telah menyebar begitu saja dengan sangat cepat dan akurat. Nathan perlahan melangkahkan kakinya di kediaman keluarga Lee mengenakan sebuah jas lengkap dengan sepatu hitam dan rambut yang sudah ditata serapih mungkin yang menghiasi tubuh atletis nya tersebut.


menampakan sebuah keindahan tersendiri di mata para gadis yang memandangnya kagum. bagaimana tidak ke tampanan dari keluarga Stanly tersebut sudah terkenal ke seluruh pelosok negeri. sudah ada beberapa keluarga terpandang yang menawarkan kerjasama dengan keluarga Stanly demi bisnis yang akan membuat kedua belah pihak meroket. namun kesepakatan itu di tolak mentah-mentah oleh Gerry Stanly kepala keluarga Stanly yang terkenal sangat sulit untuk di dekati.


Gerry Stanly hanya memegang janjinya kepada keluar Lee karena mereka sudah berteman dekat sejak dulu. hingga kini anak-anak mereka diharapkan dapat menjalin hubungan kembali layaknya kisah mereka seperti dulu.


...


hari yang di nanti -nanti kini telah tiba. tepat di depan pintu utama kediaman Lee telah terparkir rapih mobi sport dan beberapa mobil mewah lainnya. mereka mendatangi keluarga Lee dan disambut baik oleh Nenek Aria dan yang lainnya namun satu hal yang pasti mereka belum memberi tahukan kedatangan keluarga Stanly kerumah kepada Silvia.


niat baik yang diutarakan oleh Nathan kepada keluarga Lee di sambut baik oleh mereka. menerima sepenuhnya kehadiran Nathan di tengah-tengah keluarga mereka.


"bi... tolong cepat panggilkan Vivi untuk segera turun. suruh dia pakai pakaian yang spesial dan berdandan yang cantik. "


"baik nyonyah akan saya sampaikan. " Bi Mira pun perlahan mulai menaiki anak tangga menuju kamar Vivi


mengetuk kamar itu beberapa kali tanpa ragu dengan sebuah senyuman terukir indah.


tok! tok! tok!

__ADS_1


"ada apa bi? aku sedang tidak ingin di ganggu. katakan pada Mamah aku ingin di kamar saja hari ini. " Vivi pun kembali menutup pintu kamarnya.


"tapi non... ada pesan dari Ibunya non. non di minta untuk memakai pakaian yang spesial dan berdandan secantik mungkin. " jawab Bi Mira dengan sebuah senyuman lebar di bibirnya.


"hah? apa bi tadi? baju yang spesial dan berdandan yang cantik? " dengan mata yang berbinar-binar dan sebuah senyuman lebar yang tersemat di wajah polosnya kala itu tanyanya lagi kemudian memastikan apa yang didengarnya betul supaya tidak ada kesalah pahaman.


yang dipikirkannya saat ini adalah seseorang tengah menunggunya di bawah. seorang pria yang ia kenal dan statusnya saat ini ialah mereka sedang berkencan namun belum memiliki kepastian apapun.


"apakah itu Artha Bi? dia datang untuk bertemu dengan ku? "


"hmm.. itu non... dilihat saja ya saya kurang paham non kalau soal den Rta tadi. " Bi Mira berusaha menghilangkan kegugupan nya dengan senyuman tipis.


"Artha Bii Artha bukan Rta namanya. Artha calon suami ku kelak. " dengan bangga dan yakin Vivi memperjelas kata-kata nya tersebut. mengenalkan nama yang sangat berharga nama seorang pria yang saat ini begitu berarti dalam hidupnya.


seseorang yang kedepannya akan menjadikan dirinya sebagai seorang wanita yang sangat bahagia karena telah bersatu dengan cinta sejatinya.


Bi Mira pun membalasnya hanya dengan menganggukkan kepalanya saja. dengan sedikit perasaan ragu melangkahkan kakinya turun menyampaikan kepada Bu Riri tentang kesalahan pahaman dari anaknya tersebut.


...


selang beberapa menit kemudian Vivi pun turun dengan memakai dress selutut berwarna pink dengan rambut ikal di ujungnya yang sengaja ia selipkan untuk menambah kecantikannya hari itu.


Deg!


saat menuruni anak tangga Vivi tak sengaja mendengar ucapan dari ruang tengah yang mengatakan bahwa mereka sudah menetapkan tanggal pernikahan antara anak-anak mereka. tinggal mempersiapkan gaun dan memilih cincin untuk pernikahan mereka kelak.

__ADS_1


"apa... apa begitu cepat mereka langsung menetapkan tanggal pernikahan ku? " dengan rona merah yang menghiasi pipinya Vivi melangkahkan kakinya dengan cepat dan percaya diri.


saat pertama kali membuka pintu dari arah sebaliknya berdiri seorang pria tampan yang juga ikut membuka pintu tersebut. sontak hal itu membuat Vivi terkejut hingga ia memundurkan tubuhnya beberapa langkah.


"kau!... ada keperluan.... "


sebelum Vivi menuntaskan kata-kata nya Nathan sudah melingkarkan tangannya kepinggang Vivi. meraihnya masuk kedalam pelukannya tersebut membuatnya tak bisa bergerak dengan bebas.


"sstt! lihatlah keluarga kita sedang berkumpul apa kau akan menghancurkan keceriaan dan kebahagiaan mereka? "


Deg!


mendengar itu Vivi pun berusaha meredakan amarahnya yang meradang. Menelisik ke sekitar ruangan memperhatikan semua orang sedang dalam kondisi yang berbahagia. hatinya pun tak tega jika harus menghancurkan keceriaan keluarganya tersebut.


"mau apa kau kerumahku lagi! aku sudah katakan aku muak denganmu! "


"sttt jangan terlalu kencang nanti mereka mendengar ucapanmu sayang. " Nathan pun membalasnya dengan mengedipkan matanya sebelah sambil sesekali menggodanya.


"ehem... apa kalian berdua akan tetap berada di depan pintu saja? kami disini sedang menunggu kalian berdua. " Nenek Aria terlihat sangat senang sembari menyelipkan sebuah senyuman lebar ketika melihat keakraban diantara kedua cucu nya tersebut.


"eh... emm...iya.. iya nek aku masuk. " jawab Vivi dengan senyum kecut yang dipaksakan nya.


Vivi perlahan berjalan lurus ke arah Nenek Aria berada. tatapannya pun menelisik keseluruh penjuru ruangan tersebut. betapa terkejutnya Vivi saat itu karena seluruh ruangan itu penuh dengan bunga dan hiasan yang tak biasanya ia lihat.


dari arah belakang Nathan hanya dapat tersenyum melihat tingkah polos Vivi saat itu. tak tahu sudah berapa banyak senyuman itu terukir jelas setelah mendengar kabar baik dari dua keluarga besar tersebut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2