
Selamat membaca. .
Mengajak wanita itu menikah memang terdengar gila. Bagaimana mungkin harus terjadi pernikahan diantara dua orang yang tidak saling mengenal. Atau setidaknya belum.
Tetapi bagi George rasanya itu bukan masalah. Wanita itu hadir dalam kehidupan nya disaat yang tepat. Miranda Starlin adalah solusi untuk memenuhi keinginan ibunya. Wanita itu juga sesuai dengan keinginan George.
Mira adalah seorang wanita single. Ia juga wanita berani dan mandiri. Dengan kepribadian seperti itu, wanita itu tidak akan bergantung pada George ketika mereka menikah nanti. Demikianlah pikiran pria itu.
***
Setelah berbicara dengan George, Steve kembali mengantarkan Mira, pulang ke apartemen nya dengan sebuah mobil Sport berwarna hitam. Kesunyian menyelimuti mereka selama dalam perjalanan. Baik Mira maupun Steve tidak ada yang bersedia membuka mulut.
Keadaan memang tidak pernah semudah yang diinginkan seseorang. Itulah yang kini dirasakan Mira. George Goldsmith, pria New York itu, hanya dalam waktu satu hari saja, berhasil memporak-porandakan hidup Mira.
Ucapan George terus berputar - putar di kepala Mira. Jadi, menurut Mira persoalan dengan pria itu tidak akan selesai jika ia tidak menikah dengannya. Tetapi Mira benar-benar takut untuk menyetujui tawaran pria itu. Bukan hanya karena ia harus menikah tanpa adanya cinta diantara mereka, tetapi lebih daripada itu ia takut jika nanti ia akan terluka lagi. Bayangan pengkhianatan Dion masih saja menghantui Mira.
Tentu saja Mira merasa dikhianati. Alasan berakhirnya hubungannya dengan Dion adalah karena pria itu akan menikahi wanita lain. Itu jelas berarti bahwa pria itu memiliki kekasih lain selain dirinya, selama mereka berpacaran. Padahal, jika berbicara tentang penampilan, Dion hanyalah pria biasa - biasa. Malah ia kalah jauh jika disandingkan dengan ketampanan George Goldsmith. Dion tidak terlalu tampan, tetapi ia mampu berselingkuh. Ternyata masih ada wanita yang mau dengannya.
Disitulah letak kebodohan Mira. Bagaimana mungkin ia tidak menyadari dan mengetahui kelakuan Dion yang tidak bermoral itu. Pada akhirnya dia harus menerima kenyataan bahwa dia dicampakkan.
Lalu Mira sadar bahwa orang seperti George pasti tidak akan pernah kekurangan apapun dalam hidupnya, termasuk soal wanita. Mira sangat yakin bahwa meski sikap pria itu dingin dan angkuh, tetapi pasti ada banyak wanita dari berbagai kalangan yang ingin hidup bersama George. Bagaimanapun pria itu tampan dan kaya serta memiliki daya tarik sensual yang kuat. Itu alasan yang cukup kuat untuk menarik perhatian para wanita. Dan seharusnya pria seperti George Goldsmith bersanding dengan wanita yang setara dengannya. Bukan dengan dirinya yang hanya merupakan wanita biasa. Saat memikirkan itu, rasa percaya diri Mira hilang. Jadi, mengapa harus dia?
Mungkin ia bisa meminta George berjanji untuk tidak mengungkapkan kecerobohan mereka pada siapapun. Ya, peristiwa waktu itu tidak lebih dari pada sekedar kecerobohan. Jika George berjanji tidak akan mengungkapkan pada siapapun, maka reputasi Mira akan baik - baik saja dan ia tidak perlu menikah dengan pria itu.
Namun, pemikiran tentang bagaimana jika dirinya hamil tiba - tiba muncul. Kemungkinannya memang sangat kecil karena mereka hanya melakukannya satu kali. Tetapi kemudian Mira bertanya-tanya, benarkah mereka hanya melakukannya satu kali? Ia bingung. Mungkin saja George telah melakukannya berkali - kali, tanpa ia sadari, mengingat dia bisa mengingat dengan jelas bagaimana sentuhan sensual pria itu pada tubuhnya. Ah, sial. Ia tidak bisa mengingat nya dengan jelas. Justru yang dia ingat adalah bayangan tubuh telanjang George.
George sebenarnya sudah membuat pikiran Mira fokus dengan penampilan nya yang maskulin dan menarik. Pada awal pertemuan saja, pria itu sanggup membangkitkan gairahnya. Bahkan dengan memandaginya saja, pikiran Mira sudah diisi dengan fantasi - fantasi liar seperti yang mereka lakukan malam itu. Padahal dia adalah wanita baik - baik, tetapi dalam sekejap ia berubah menjadi liar. Sungguh gila bukan!
Ketika Steve menghentikan mobil Sport hitam itu di area parkir apartemen Mira, ia segera turun dan membukakan pintu mobil.
"Nona, kita sudah sampai." kata Steve.
__ADS_1
"Oh, maaf. Saya tidak memperhatikan. Terima kasih karena sudah mengantar saya." kata Mira tulus.
Sebelum Mira keluar dari mobil, Steve kembali berkata, "Nona, maaf jika saya lancang. Tetapi, maukah anda mempertimbangkan tawaran tuan George?" Mira mengamati pria itu dengan serius.
"Tuan George tidak seburuk seperti yang anda kira. Memang sifatnya angkuh dan dia jelas membenci jika perkataannya dibantah dan pemberiannya ditolak. Namun, percayalah bahwa tuan George adalah pria yang baik. Dan entah mengapa saya yakin anda bisa membahagiakan tuan George." sambung Steve.
Mira bingung sesaat. Selama dalam perjalanan mereka, pria itu tidak berkata apapun. Namun, sesaat sebelum Mira pergi, pria itu malah berkata panjang lebar disertai sorot mata yang penuh dengan banyak harapan.
Mira tersenyum menyesal. "Maaf, sepertinya saya..."
"Anda tidak perlu menjawabnya sekarang, nona. Pikirkanlah terlebih dahulu. Saya mohon."
Bagian terakhir dari kalimat pria itu membuat Mira tersentuh. Ia kemudian menarik napas panjang lalu menatap mata Steve. "Baiklah. Saya akan mempertimbangkannya"
Senyum tersungging dibibir Steve. "Terima kasih, nona."
***
Mira mandi untuk menyegarkan diri. Hari ini adalah hari yang melelahkan. Menghabiskan waktu dari pagi hingga sore untuk bekerja lalu pada malam hari bertemu dengan George membuat energi wanita itu benar - benar terkuras. Ditambah lagi pria itu telah membuatnya sakit kepala. Belum lagi sekretarisnya. Hidupnya sekarang benar - benar sedang jungkir balik.
***
Setelah tiba kembali di hotel, Steve bergegas ke kamar bertemu George.
Ketika berada di dalam, Steve melihat George duduk bersandar di sofa sambil memejamkan mata.
Steve berdeham. "Saya sudah mengantarkan nona Mira tuan. Saya dapat memastikan bahwa sekarang wanita itu sudah meringkuk di tempat tidur. Jadi, semua aman."
George mendongak memandang ke arah Steve. "Bagus. Ngomong - ngomong, bagaimana menurutmu? Apakah dia cocok menjadi nyonya Goldsmith?"
George selalu bersikap terbuka pada Steve. Sedikitpun George tidak pernah meragukan kesetiaan pria itu. Apapun masalah dan situasi yang terjadi dalam kehidupan George, semuanya diketahui Steve. Dan sebagai orang kepercayaan nya, Steve dengan senang hati membantu bosnya itu. Apapun untuk tuan George.
__ADS_1
"Jika dia sanggup membahagiakan tuan, maka dia cocok." kata Steve singkat.
Perkataan Steve sungguh tak terduga. Mata George menyipit memandangi Steve. "Apa kau yakin dia bisa membuatku bahagia?"
"Ya," jawab Steve langsung.
"Bagaimana kau bisa begitu yakin?"
"Karena wanita itu mengalami persis seperti yang anda alami di masa lalu, perihal hubungan asmara. Belum lama ini dia putus dengan kekasihnya karena kekasihnya itu berselingkuh.Dengan pengalaman yang menyakitkan seperti itu, saya yakin dia tidak akan mengkhianati anda. Dan lebih daripada itu, saya yakin dia tipe wanita yang setia."
George mengernyit. "Benarkah? Kasihan dia." kata George prihatin.
George kembali teringat masa lalunya dengan mantan kekasihnya yang berkhianat. Perasaan seperti itu memang mengerikan. George jelas tahu bagaimana rasanya di khianati. Itu sangat menyakitkan.
Jadi, mengajak Miranda Starlin menikah adalah keputusan yang tepat. Dan George yakin wanita itu pasti akan menerima nya dengan senang hati dan mengabaikan apapun yang telah dilakukannya. Dia tampan, punya banyak harta, berasal dari keluarga terpandang dan masih muda. Come on, usianya baru tiga puluh tahun. Bagi seorang pria, usia itu masih tergolong usia muda, bukan. Jadi tidak mungkin Miranda Starlin akan menolaknya, pikir George.
Dan tidak perlu ada cinta dalam pernikahan mereka. Yang diperlukan hanyalah kesepakatan. George bersedia memberikan harta, kekayaan dan popularitas kepada Mira jika ia bersedia menikah dan menyetujui kesepakatan. Dan wanita itu harus mau.
"Baiklah Steve. Lakukan apapun agar wanita itu mau menikah denganku." ucap George dengan nada suara tegas
Dan Steve tahu bahwa apapun yang dikatakan George, itu harus dilakukan.
"Tentu, tuan. Apapun untuk anda."
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Hai kak,
Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca novel ku ini.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.
__ADS_1
Tekan tombol suka, tulis komentar dan berikan VOTE.
Sekali lagi terimakasih 🥰💕