My Crazy Client

My Crazy Client
BAB 40


__ADS_3

Selamat membaca . . .


Setelah tiba di rumah, George menggendong Mira dan langsung membawa istrinya ke kamar. Saatnya saling melepaskan rindu. Sudah lama mereka tidak bergulat di ranjang. Hampir dua minggu. Heran juga, bagaimana bisa George bisa menahannya selama itu.


George menurunkan Mira tepat di samping ranjang lalu menatap intens ke dalam mata istrinya itu. “Apa kau tahu betapa aku meninginginkanmu, sayang?” bisik George.


Jantung Mira berdebar kencang, Ya Tuhan... Berbicara saja sudah membuat gejolak panas bergemuruh didalam tubuh Mira. Apalagi ketika Goege memulai aksinya.


“Apa kau siap dengan apa yang akan kulakukan terhadapmu?” tambah George lagi.


Wajah Mira memerah. Ini bahkan bukan kali pertama mereka melakukannya, tapi anehnya Mira masih tetap merasa malu setiap kali George menggodanya dengan kata – kata manis.


Tangan George memegang kedua sisi kepala Mira lalu bibirnya menyentuh bibir Mira, menciumnya dalam dan menuntut. Perlahan tangan George mulai turun, menyentuh punggung Mira lalu lebih ke bawah lagi hingga sampai di boko*g istrinya itu. Ia meremas boko*g Mira dengan lembut.


Mira mulai mengerang. Perasaan liar yang terpendam selama berhari – hari muncul sangat cepat dan tak terkendali.


“Apa kau siap dengan apa yang akan kulakukan terhadapmu?” tanya George sekali lagi.


“Ya,” jawab Mira terengah – engah.


“Bagus.”


George mendorong Mira pelan – pelan ke tempat tidur. Tanpa mengalihkan pandangannya dari Mira, George melepaskan satu persatu pakaian mereka. Dalam hitungan detik, mereka pun akhirnya bersatu. George melakukannya dengan lembut sekali agar Mira dan kandungannya merasa nyaman. Namun, gairah panas tetap saja dirasakan keduanya.


“Oh sayang, aku sangat merindukanmu. Aku sangat ingin menyentuhmu, membelaimu dan merasakan manisnya tubuhmu dan kehangatan dirimu.” gumam George serak di sela – sela aktifitas mereka.


Mira mengeluarkan sebuah desahan kecil yang mengartikan bahwa ia pun merasakan hal yang sama. Ia pun sungguh merindukan kehadiran George disisinya.


***


Setelah selesai dengan penyatuan mereka, Mira langsung tertidur. Wanita itu tampak kelelahan setelah menghadapi serangan suaminya itu. George menyapukan ciuman lembut di dahi Mira sebelum menarik diri. Ia kemudian berjalan menuju ke ruang kerjanya lalu mengambil ponsel miliknya dan segera menghubungi Grace, ibunya. George memberitahukan betapa bahagianya ia sekarang karena sebentar lagi ia dan Mira akan memiliki seorang anak. Itu juga berarti bahwa  sebentar lagi Grace akan menjadi seorang nenek.

__ADS_1


Grace terdengar sangat bahagia saat mengobrol dengan George. Bahkan suaranya terdengar bersemangat setelah ia mendengar kabar gembira yang disampaikan putranya itu. Bagaimana tidak ? Hal ini dulu adalah sesuatu yang terlihat mustahil sebab selama beberapa tahun George berpegang teguh pada gagasan tentang pria bebas, sehingga jangankan menikah. Menjalin hubungan serius dengan wanita pun tidak diinginkannya. Maka adalah sebuah keajaiban ketika George mau menikahi Mira.


***


Tiga bulan kemudian, perut Mira sudah mulai terlihat membesar. Dan syukurlah rasa mual dan muntahnya sudah hilang. Kini Mira bisa beraktifitas seperti biasa. Selama ini Mira selalu rutin menemui dokter kandungannya, setidaknya sebulan sekali. Ia juga rutin meminum vitamin dan susu ibu hamil. Itu sebabnya, baik Mira maupun anak dalam kandungannya benar –benar sehat.


George sudah mulai beraktifitas seperti biasa. Ia sudah kembali bekerja di kantor dari pagi sampai sore hari. Bahkan George sudah beberapa kali meninggalkan Mira untuk bekerja di luar kota. Tentu saja pada awalnya Mira merasa berat di tinggalkan George. Namun, Mira menyadari bahwa suaminya itu pun memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya. Jadi Mira berusaha agar bisa dengan senang hati merelakan keberangkatan George ke luar kota untuk urusan pekerjaan.


Sama seperti hari ini. George akan terbang ke Indonesia untuk urusan bisnis. Hanya itu yang Mira tahu. Tetapi ternyata diam - diam George merencanakan pesta pernikahan yang layak dan meriah, dan akan dilakukan secara terbuka. George menganggap itu perlu. George tidak keberatan lagi membuka kehidupan pribadinya karena kini ia bahagia. Dan  berbagi kebahagiaan adalah hal yang baik bukan ?


George sudah menghubungi ibu mertuanya dan mengatakan tentang rencananya itu agar semua keluarga Mira bisa bersiap - siap, dalam hal dokumen tentu saja yaitu visa dan paspor agar semuanya sudah siap saat George tiba di Indonesia. Jangan tanyakan soal biaya. Jangan lupa, George pria kaya raya. Uang bukanlah masalah.


Mira tampak sedih dengan kepergian George. Namun ia mencoba menutupi kesedihannya itu.


George tahu kesedihan Mira. Dia ia benci akan hal itu. Namun, demi sebuah kejutan membawa kembali keluarga Mira ke New York dan bersama - sama mengadakan pesta George tetap harus pergi.


"Sampai jumpa minggu depan, sayang." ucap George lalu memeluk dan mencium Mira dengan lembut.


Desahan lembut keluar dari mulut Mira. "Oke." katanya singkat. Apalagi yang dapat dikatakannya ketika memang George benar - benar harus pergi.


"Jaga dirimu. Jangan lupa makan dan minum vitamin agar kau sehat." ucap George."dan kau jagoan, tolong jaga mommy untuk daddy." sambung George sambil menaruh mulutnya di perut Mira.


***


Setelah menyelesaikan urusan pekerjaan di Jakarta, George langsung terbang ke Manado untuk bertemu dengan keluarga Mira. Ia merasakan kegembiraan saat mertuanya menjemput dia di Bandara. Saat mereka tiba di rumah pun, George terus menerus tersenyum dan sesekali tertawa saat berbincang - bincang dengan ibu dan ayah mertuanya juga dengan keluarga Mira yang lain.


Semua berjalan dengan baik. Sejauh ini apa yang direncanakan George terlaksana sesuai dengan keinginannya.


***


Seminggu telah berlalu, kini George telah kembali ke New York. Namun sebelum pulang ke rumah dan bertemu Mira, George telebih dahulu pergi ke hotel tempat penyelenggaraan pesta yang akan dibuatnya. Geoge pergi bersama dengan mertuanya dan keluarga yang lain serta Lisa dan Arifin. Tentu saja kehadiran sahabat Mira adalah sesuatu yang penting juga. Namun, ini adalah kejutan untuk Mira. Jadi, kehadiran keluarga dan sahabatnya di New York harus di rahasiakan.

__ADS_1


Hari sudah malam ketika George tiba di rumah. Saat masuk ke dalam kamar, George mendapati Mira sudah tertidur pulas. George segera membersihkan diri dan setelah itu ia langsung berbaring pelan - pelan di ranjang, menatap Mira yang terlelap.


George merasa bahagia berada di sisi Mira. Senyum manis terukir di bibir pria itu. Betapa beruntung nya aku karena bisa memiliki wanita cantik dan baik dalam hidup ku, pikir George. Pernikahan nyatanya bukan hal yang mengerikan. Cinta juga bukanlah hal yang menyedihkan. Komitmen hidup bersama dan saling setia bukanlah hal yang rumit untuk di lakukan. Itulah juga yang dipikirkan George setelah ia hidup bersama Mira.


Segalanya berubah. Baik sikap dan perasaan George telah berubah menjadi lebih baik karena pengaruh Mira. George menyadari nya dan itu membuat nya tersenyum - senyum heran. "Kau benar-benar luar biasa, Miranda Starlin." gumam George.


Ia kemudian membelai rambut Mira dengan lembut lalu mengecup halus bibir Mira. Kemudian ia bergumam pelan, "Kejutan besar untukmu besok, sayang. Semoga kau menyukainya dan semoga kau senang."


.


.


.


.


.


.


.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


**Maaf baru up lagi.


Semoga Kalian suka dengan cerita ini.


Jangan Lupa Like, komen dan Vote nya Yaaa temen - temen 😊😊😊


Terima kasih 😘💕**

__ADS_1


__ADS_2