
Selamat membaca. . .
Brad Rowland sudah lelah menyaksikan kesedihan yang amat dalam yang dirasakan oleh adiknya, Valeri Rowland, akibat ulah George.
Well, tidak sepenuhnya salah pria itu juga, karena dalam masalah perasaan sama sekali tidak bisa dipaksakan. George berhak menerima atau menolak siapapun. Tapi yang membuat Brad geram adalah cara penolakan George kepada Valeri.
Brad tahu bahwa George memang selalu berkata terang - terangan daripada berbelit - belit untuk mengungkapkan suatu hal. Dia selalu tegas dan to the point, tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Tapi dalam kasus perasaan Valeri kepadanya, seharusnya ia bisa memakai sedikit saja perasaannya sehingga dia bisa menggunakan kata - kata penolakan yang halus agar Valeri tidak terlalu kecewa dan bersedih. Bagaimana pun Valeri adalah adiknya. Bagaimanapun mereka tumbuh besar bersama. Setidaknya itulah yang diharapkan Brad.
Tapi kenyataan berkata lain. George tetap saja menggunakan kata - kata kasar untuk menolak perasaan Valeri, baik pada waktu lalu maupun sekarang. Akibatnya Valeri melarikan diri lagi, terbang ke London untuk menyendiri, mengobati luka, mencoba melupakan George dan menata hidup baru.
Sebenarnya tiga tahun lalu, Brad membantu membuka jalan bagi Valeri untuk bisa mendapatkan George. Ia membayar pria tampan yang ahli dalam merayu wanita untuk mendekati Nicole. Pria itu melakukan persis seperti apa yang di perintahkan yaitu menggoda Nicole hingga tidur dengan wanita itu agar hubungan George dengannya putus. Dan rencananya itu berhasil.
Pada waktu itu George sedang berduka karena kematian ayahnya, lalu pada waktu yang sama juga ia berubah menjadi pria sibuk sekali karena menggantikan posisi ayahnya. Jadi memang sangat mudah untuk masuk dalam kehidupan Nicole dan menggoda wanita itu, sebab Nicole tidak lagi mendapatkan perhatian dari George. Pada akhirnya hubungan mereka putus, dan George mengalami sakit.
Saat itu adalah kesempatan emas bagi Valeri, menurut Brad. Jadi dia menyuruh Valeri turut menemani dan mengurus George, sehingga ketika pria itu sembuh, ia akan sadar bahwa Valeri memang mencintai nya dengan sepenuh hati, lalu ia akan menerima perasaan wanita itu.
Segalanya berjalan lancar selama satu tahun. Dalam masa pemulihan George, ia menampilkan sikap sopan, baik dan lega karena kehadiran Valeri. Hal itu membuat Valeri merasa bahwa ada harapan untuknya untuk bersama dengan George. Tapi harapan itu sirna ketika pria itu benar-benar sembuh. Ia tetap tidak bisa menerima perasaan Valeri, lalu dengan tegas berkata bahwa ia sama sekali tidak pernah dan tidak akan pernah mencintai wanita itu.
Kejam.
Tapi setelah peristiwa itu, Brad tidak lagi repot - repot berusaha membuat George tidak bahagia karena memang dia sudah tidak pernah merasakan kebahagiaan meski dia dikelilingi banyak wanita cantik. Bahkan saat ia menikah, Brad yakin bahwa George masih tidak bahagia karena ia tahu pernikahan ini tergesa-gesa karena permintaan ibunya. Mana mungkin ada cinta diantara George dan wanita Indonesia itu?
Meski begitu, Brad sengaja tidak memberi tahu Valeri tentang pernikahan George. Ia tidak berani. Tapi entah bagaimana adiknya itu tahu, tiba-tiba saja ia sudah kembali ke New York hanya untuk memastikan itu.
Perasaan geram terhadap George kembali dirasakan Brad ketika ia mendengarkan keluh kesah Valeri tentang pembicaraan nya dengan George di rumah sakit, dimana George dengan terang - terangan meminta Valeri untuk tidak usah menampakan diri di hadapannya karena sekarang ia telah memiliki seorang istri yang sangat ia cintai. George tidak ingin istrinya salah paham karena ia belum menceritakan masa lalu nya pada Mira istrinya.
Tidak adil pikir Brad jika George bahagia sementara adiknya tidak. Karena itu ia memiliki rencana untuk membuat wanita Indonesia itu meninggalkan George dan jatuh cinta padanya.
Ia memiliki pesona yang tidak kalah dengan George. Fisiknya sempurna di tambah lagi sikapnya yang lemah lembut dan pengertian terhadap wanita. Brad tidak seperti George, pria gladiator.
Berdasarkan pengalaman, wanita akan sangat mudah didapatkan dengan sikap seperti itu. Dan pasti wanita Indonesia itu pun tidak lama lagi akan menjadi miliknya, putus Brad. Jadi bagaimanapun caranya, ia harus mencoba melakukannya, terus melakukan segala usaha yang mungkin dilakukan sampai ia berhasil.
Kemudian datanglah kesempatan awal untuk dirinya ketika ia menerima undangan pesta ulang tahun Grace ibunya George.
__ADS_1
***
Pesta di mulai tepat jam 7 malam. George menuntun Mira ke dalam ruangan yang besar yang berlangit - langit tinggi dan di desain mewah dan elegan dengan bunga dan hiasan berwarna kuning emas. Ruangan itu adalah tempat di selenggarakan nya pesta ulang tahun Grace, terletak di serambi kanan rumah nya.
Ketika George dan Mira masuk, semua mata para undangan yang hadir tertuju pada mereka. Tidak terkecuali Brad.
Brad mengamati dan menilai bahwa Mira sangat cantik dalam balutan gaun sutra biru tanpa lengan yang dikenakannya. Gaun itu glamor dan seksi sebab wanita itu dapat memamerkan punggung putih dan mulusnya serta lekukan dada miliknya yang cukup berat.
Rambutnya di sanggul anggun sehingga berlian berwarna biru yang terhias di telinga dan leher pun lebih tampak berkilau.
Tiba-tiba gelombang rasa panas sensual menerjang Brad. Jika penampilan wanita itu malam hari ini di maksudkan untuk membuat para pira bertekuk lutut, maka ia sudah berhasil, pikir Brad. Sial!
Perut Mira bergolak. Ia merasa gugup sekaligus senang ketika George membawanya bertemu dengan beberapa orang yang diyakininya adalah orang - orang penting, yang berhubungan dengan bisnis keluarga Goldsmith. Lalu George memperkenalkan Mira sebagai istrinya. Terakhir, mereka berjalan menuju ke arah Brad.
"Hai," sapa George pada Brad.
"Hai. Senang bertemu dengan kalian lagi." ucap Brad lembut lalu segera mengulurkan tangannya memegang tangan halus Mira dan mencium punggung tangan wanita itu. "Kau cantik sekali," puji Brad.
Mulut Mira tersenyum, mulut George cemberut.
Kemudian ia mengambil satu gelas lagi untuk dirinya sendiri, lalu langsung berkata kepada si pelayan, "Tolong bawakan segelas jus jeruk untuk istriku. Dia tidak bisa meminum sampanye ini." perintah George.
Si pelayan mengangguk paham lalu segera melaksanakan perintah George.
"Apa kau tidak bisa minum minuman keras?" tanya Brad pada Mira, begitu penasaran.
"Bukan tidak bisa," ralat Mira. "Aku hanya minum minuman keras tertentu,seperti wine. Kalau sampanye aku tidak bisa." urai Mira. Ditambah lagi pikirannya mengingat tentang perjanjian nya dengan George bahwa dia tidak boleh minum minuman keras, jadi sekarang ia harus seperti anak kecil yang menurut saja untuk meminum minuman apapun yang di pesan George.
Bagus, gumam Brad dalam hati. Kelemahan wanita itu baru saja diketahuinya.
"Baiklah, aku akan meninggalkan kalian sebentar. Permisi." kata Mira.
Ia kemudian berjalan menuju meja prasmanan sebab perutnya terasa kosong. Ia lapar. Setelah melahap beberapa makanan, si pelayan tadi muncul lagi dengan membawa jus jeruk dan segera memberikan minuman itu kepada Mira.
Tepat waktu.
__ADS_1
Ketika lagu Let's stay together milik Al - Green berdentum keras melalui stereo, beberapa pasangan berjalan ke lantai dansa lalu mulai bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti irama. Seru! Rasanya Mira ingin ikut kesana, berdansa dengan George, walaupun kemampuan berdansanya di bawa rata - rata.
Brad muncul entah darimana, lalu dengan sikap sopan ia berkata, "Maukah kau berdansa denganku?" pinta Brad.
Mira bingung. Apakah ia harus menerima permintaan pria ini ? Ia kemudian melayangkan pandangannya ke segala arah untuk mencari George, tapi entah mengapa ia tidak menemukan pria itu.
Mira butuh persetujuan. Tapi sepertinya itu mustahil sekarang sebab barang hidup suaminya sama sekali tidak nampak. Kemana perginya suamiku itu? tanya Mira dalam hati. Aku harus bagaimana sekarang ? Apa aku harus menerima ajakan pria ini atau tidak ? Mira Masih bingung.
"Ayolah, Mira. Kita hanya akan berdansa." kata Brad lagi.
"Tapi aku tidak tahu, maksudku aku tidak lihai dalam hal berdansa, jadi..."
"Tidak apa - apa, aku akan mengajarimu."
Sudah diputuskan oleh dirinya sendiri bahwa ia harus menerima ajakan pria ini untuk menunjukan sopan santunnya. Lagipula memang benar. Mereka hanya akan berdansa.
Brad mengambil tangan Mira dan meletakkannya di sekitar leher pria itu lalu ia berkata, "Permisi," tepat setelah kata itu di ucapkan, Brad meletakkan tangannya di pinggang Mira. Mereka menjadi sangat dekat dan itu mengganggu Mira.
Mereka bergerak mengikuti alunan musik. Setelah beberapa menit dalam aktifitas dansa, Brad kembali bersuara. "Aku penasaran bagaimana George bisa bertemu dengan wanita cantik sepertimu? Apakah aku boleh tahu ?"
"Tentu," jawab Mira. "George adalah client perusahaan tempat aku bekerja. Kami bertemu pada waktu kunjungan kerjanya di perusahaan."
"Wow. Perjalanan bisnis yang menguntungkan. Apakah kalian langsung saling jatuh cinta?"
Mira diam, merasa mulai risih dengan pertanyaan Brad. Apakah pria ini sedang menginterogasinya ?
"Tidak juga. Butuh beberapa waktu bagi kami untuk saling jatuh cinta." mata Mira mulai berkeliling lagi mencari George. Tapi suaminya itu masih belum terlihat.
"Benarkah ?" Tangan Brad mulai menyelinap satu inci semakin kebawah.
Gawat! gumam Mira kemudian dalam hatinya mulai berharap semoga ada seseorang yang menolongnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Hai semua. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 😊😊
__ADS_1
Makasih 🙏