My Crazy Client

My Crazy Client
BAB 6


__ADS_3

Selamat membaca . . .


George semakin memperdalam ciumannya, mengabaikan desah penolakan wanita itu. Beberapa detik kemudian ia beralih ke leher wanita itu, menjelajahi nya penuh sembari meninggalkan jejak kepemilikan disana.


Sudah lama bahkan terlalu lama sejak terakhir kali George merasakan tubuh nya begitu bergairah. Meski semalam ia melakukan hal sama seperti ini, tetapi gairahnya, oh gairahnya, sekarang terlalu dan terlalu luar biasa.


Wanita ini entah mengapa sanggup membuat George begitu berhasrat. Dan ia tak yakin apakah karena perlawanan wanita ini yang habis - habisan yang membuat dirinya begitu bergairah ataukah karena wanita itu terasa lembut dan manis dalam pelukannya. Dan *y*a Tuhan, sekarang George menginginkan lebih.


Jauh lebih banyak.


Setelah beberapa saat perlawanan wanita itu mulai surut. Mungkin dia sudah kehabisan tenaga, pikir George. Dan tentu saja ini adalah kesempatan emasnya. Ini saat yang tepat untuk menaklukkan wanita itu.


Saat melihat wanita itu sedikit lumpuh, George mendorong mundur tubuh wanita itu sambil terus meciumnya hingga wanita itu terjatuh di atas tempat tidur.  Dengan gerakan secepat kilat George membuka pakaian mereka. Susah payah juga ia melakukannya karena wanita itu bergerak - gerak terus untuk melawan.


Sebisa mungkin Mira melayangkan tangannya untuk memukul dan mencakar di bagian dada, perut bahkan wajah pria itu. Tetapi semuanya percuma. Malah karena melakukan hal itu membuatnya kelelahan dan tak berdaya.


Mira tahu tidak sepantasnya dia begini karena semua pertahanannya lepas sudah. Ini dia, gumam Mira dalam hati. Meski terus bergerak liar, pada akhirnya pria itu berhasil membuka semua pakaiannya. Tetapi Mira kembali berseru, berharap seruan nya bisa berhasil menghentikan ini semua. "Tunggu! jangan seperti ini." kata Mira lirih disertai air mata yang mengalir membasahi wajahnya. "Kita tidak bisa melakukan ini. Please, lepaskan aku. Aku bukan... "


Sayangnya George tetap tidak mendengarkan jeritan Mira. Dia seolah tuli. Tanpa menghiraukan jeritan penolakan wanita itu, George kembali mencumbu Mira dengan penuh gairah.


Setelah beberapa detik, George menghentikan aktifitas menciumnya, tetapi kali ini ia menggantinya dengan meraba - raba paha mulus Mira dengan kedua tangannya. Sentuhan tangan pria itu langsung menjalarkan aliran listrik yang luar biasa dalam tubuh Mira.


Ketika George melihat respons kenikmatan dari gelagat tubuh wanita itu, cepat - cepat ia membuka paha wanita itu sehingga ia bisa memposisikan dirinya berada diantara kedua kaki wanita itu.


Sambil memandang wanita itu lekat - lekat, George berkata, "Kau begitu menarik. Kau sangat cantik dan indah. Aku menginginkanmu sekarang." Suara pria itu parau dan serak.

__ADS_1


George berusaha menerobos wanita itu tetapi seperti ada yang menahan. Mira dapat melihat sorot mata pria itu yang tampak tekejut, sementara George melihat ekspresi wajah wanita itu yang seperti mengatakan ini sakit.


"Apa kamu masih perawan?" tanya George terkejut.


Mira tidak mampu berkata - kata lagi. Ia hanya bisa menangis dan menikmati. Sial!


Sekarang, tidak ada apapun yang bisa menghentikan George. Bahkan dirinya sendiri tak mampu menahan gelombang hasrat untuk bercinta dengan wanita di bawahnya itu.


Ini akan menjadi pengalaman luar biasa dalam hidupku, pikir George. Selama ia hidup, ia tidak pernah melakukan ini dengan perawan. Rasa bangga diam - diam telah menyelimuti dirinya. Ini hebat!


George tersenyum lembut lalu kembali berkata, "Ini memang akan sakit. Namun, percayalah sakitnya hanya diawal dan hanya sebentar. Detik berikutnya sakit itu akan digantikan dengan kenikmatan yang luar biasa." Ia keheranan bagaimana bisa ia berbicara lembut pada wanita selain kepada mommy nya dan Nessa adiknya.


Mira menutup matanya dan meringis ketika pria itu kembali menerobos. Sebesar apapun keinginan Mira untuk melawan, semuanya sia - sia ketika pria itu menekan senjata pribadinya di titik nikmat wanita itu. Mira dapat merasakan betapa kerasnya itu. Hanya dengan sekali hentakan, terobosan pria itu berhasil.


George tersenyum puas. Ia senang.


Mengapa kelakuanku sudah seperti perempuan binal ? Mira bertanya-tanya dalam hati. Setelah ini, aku pasti akan menyesal.


George bergerak didalam inti Mira, menyatukan tubuh mereka selama beberapa detik yang panjang sehingga pada akhirnya George menyemburkan benih nya didalam wanita itu.


Setelah pergulatan yang panjang, mereka tidak mengatakan apa - apa. Hanya senyum yang terlihat dari bibir George.


Saat melihat pria itu, Mira tidak tahu apa artinya senyuman itu. Atau sebenarnya ia tahu tapi terlalu menyedihkan mengakui itu.


Ketika hendak berdiri dan memakai jubah, George menatap lurus - lurus ke arah wanita itu yang terbaring lelah di ranjang.

__ADS_1


Wanita itu tidak lagi menangis. Ia hanya diam. George bertanya - tanya, apakah ia mungkin telah melakukan kesalahan? Tetapi bukankah wanita ini memang datang untuk melayaniku? Steve pasti menyuruh wanita ini kesini. Ya, karena semalam, meski ia tidak meminta, tetapi Steve tetap menyiapkan wanita penghibur untuk melayaninya. Malam ini juga pasti sama.


"Tidurlah," ucap George dengan lembut. "Kau pasti lelah."


Tidak ada reaksi apapun dari wanita itu untuk menanggapi perkataan George. Tetapi ketika ia menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh wanita itu, apa yang dilakukannya itu justru mengembalikan emosi dan tenaga Mira. Dengan gerakan cepat Mira menendang perut pria itu lalu berteriak, "Jangan sentuh aku, dasar pria brengsek! Pergilah ke neraka."


George menggetarkan giginya mencoba menahan amarahnya. "Apa kau bilang? Pria brengsek? Masih berani kau menyebutku pria brengsek?" Geram George.


Mira mendesah panjang. "Jika bukan brengsek lalu apa namanya?" Suara wanita itu melemah dan seketika itu juga ia langsung tertidur.


George menghembuskan napas frustasi. Ia tak lagi bisa melampiaskan kemarahannya ketika ia melihat wanita itu tertidur. Pria itu hanya bisa menggeram, "Berani - beraninya kau tertidur setelah mengataiku brengsek."


Belum pernah ada wanita yang mengata - ngatai George. Juga belum pernah ada wanita yang menolaknya. Sepanjang sejarah kehidupannya, semua wanita yang melihat dirinya pasti akan langsung terpesona dan dengan sukarela akan naik ke tempat tidur untuk berhubungan dengannya.


Tetapi wanita itu berbeda. Siapa sebenarnya wanita ini ? tanya George pada diri sendiri.


Jika ia kesini bukan karena alasan itu, lalu apa alasannya? Tetapi, ia wanita luar biasa, terlepas dari apapun alasan wanita itu berada di sini. Ia bisa mempertahankan kesuciannya di tengah pergaulan bebas sekarang ini. Sungguh luar biasa bukan.


Lalu George kembali bertanya-tanya dalam hati karena kehadiran wanita itu sesungguhnya masih menjadi teka - teki. Mengapa ia menjual kesuciannya sekarang ? Apa dia membutuhkan uang ? Tetapi jika ia membutuhkan uang, mengapa juga ia begitu bersikeras menolak percintaan ini ? Bukankah seharusnya dia melayani ku dengan baik. Ah, sudahlah. Tidak perlu di pikirkan, putus George. Ini hanya akan membuat ku pusing. Bukankah ini adalah hal yang tidak penting. Aku sudah berhasil mendapatkan wanita itu. Aku akan memberikannya uang yang pantas untuk keperawanannya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hallo kakak - kakak


jangan lupa tinggalkan jejaknya.

__ADS_1


Berikan jempol kalian, komentarnya dan juga Vote nya ya..


Terima kasih 😘💕


__ADS_2