
Selamat membaca. . .
George memejamkan mata, mencoba untuk tidur. Namun, bayangan tatapan penuh napsu dari Brad ke Mira terus membayang dalam pikiran George. Brad si pria predator itu memandang dan memperlakukan Mira seolah dia adalah miliknya. Dan Mira bukannya menolak, malah dia terlihat menikmati. Brengsek!
Pada akhirnya, George tidak bisa tidur nyenyak hingga keesokan paginya.
***
Mira bangun pukul enam pagi lalu ia segera turun, berjalan menuju dapur untuk mencari makanan. Meski sekarang belum waktunya untuk sarapan, tetapi karena para pelayanan dan koki yang bekerja di rumah ibu mertuanya sudah bangun pagi - pagi sekali, maka bukanlah hal sulit untuk mendapatkan makanan pada jam begini.
"Selamat pagi." sapa Mira kepada semua orang yang ada di dapur. Sedikitnya ada lima orang disana.
"Selamat pagi, nyonya." jawab semua orang secara serempak.
"Ada yang bisa saya bantu, nyonya?" tanya si kepala pelayan.
"Yah. Aku lapar, apakah kalian memiliki sesuatu yang bisa ku makan?" kata Mira terus terang.
"Tentu saja ada nyonya. Silahkan duduk di meja makan, saya akang menyiapkan makan untuk anda."
"Ok."
Mira segera menuju meja makan dan menunggu si kepala pelayanan menyiapkan makanan. Beberapa menit kemudian makanan sudah selesai di sajikan.
Mira segera melahap bacon yang disajikan dengan kentang dan keju seperti orang kelaparan yang tidak makan selama berhari-hari. Setelah selesai dengan itu, Mira langsung mengambil muffin coklat dan dengan cepat melahapnya. Tidak biasanya Mira seperti itu. Tidak tahu kenapa beberapa hari terakhir ini nafsu makan nya meningkat.
Usai sarapan, Mira bertanya kepada si kepala pelayan yang masih berdiri di belakangnya. "Apakah mom dan Nessa sudah bangun?"
"Belum, nyonya." kata si kepala pelayan. "Namun," lanjutnya, "nona Nessa telah berpesan, apabila anda akan pulang, Lucas akan mengantar anda dengan mobil nona Nessa. Anda tidak perlu berpamitan kepada nyonya Grace. Nona Nessa akan memberitahukan kepada nyonya mengenai ini."
"Ok. Ngomong - ngomong siapa Lucas?"
"Dia sopir di rumah ini, nyonya."
"Oh, ok." kata Mira. "kalau begitu aku bersiap - siap dulu."
Mira bergegas ke kamar untuk bersiap - siap. Ia harus pulang sekarang dan bertemu dengan George. Mereka masih harus berbicara dan menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.
Sebuah mobil mercedes-benz berwarna hitam sudah menunggu di depan rumah. Mira bertanya-tanya, mengapa mobil keluarga suaminya semuanya berwarna gelap? Apakah hitam adalah warna favorit mereka ? Jika suatu saat ia akan membeli mobil, maka ia akan mengambil yang berwarna merah. Merah terlihat lebih keren dan berani.
Lucas si supir segera membukakan pintu untuk Mira. Lalu setelah dia berada didalam mobil, Lucas kembali menutup pintu dan bergegas menuju ke kemudi. Sebelum menjalankan mobil, Lucas menyapa, "Selamat pagi, nyonya."
"Pagi, Lucas." jawab Mira.
__ADS_1
"Saya akan mengantar anda pulang?" kata Lucas, nada suaranya seperti bertanya untuk memastikan tujuan perjalanan ini.
"Ya, Lucas. Terima kasih."
Lucas pun melajukan mobil menuju ke jalan raya, mengantarkan Mira pulang.
Dua jam kemudian, Mira sudah sampai di rumah. Ia masuk dan langsung menuju dapur.
"Hai Jennet," ucap Mira ketika ia melihat kepala pelayan itu sedang bekerja di dapur. "apakah George pulang kesini semalam?" tanya Mira.
"Selamat pagi, nyonya. Tuan George seperti nya memang pulang semalam. Tetapi tadi, pagi - pagi sekali tuan sudah berangkat ke kantor." urai Jennet.
"Oh, baiklah. Ngomong - ngomong, apakah ada sesuatu yang bisa aku makan? Aku sangat lapar."
"Ada, nyonya. Saya akan menyiapkan untuk anda."
Entah sudah berapa banyak makanan yang di makan Mira. Seharian ini pekerjaannya hanyalah makan dan tidur. Tiba-tiba saja ia lapar, tiba-tiba saja ia mengantuk. Aneh.
Setelah selesai makan malam, Mira duduk di sofa ruang tamu dan menunggu kepulangan George. Tetapi sampai Mira terlelap, George masih belum juga kembali.
Keesokan paginya, Jenette terkejut melihat Mira tertidur di sofa. Ya Tuhan, apakah dari semalam nyonya tidur disini? gumam Jenette.
Ia pun mendekati Mira lalu menggoyangkan tubuh Mira pelan. "Nyonya, bangun." kata Jenette.
Mira mengerjap. "Oh," ucap Mira. Suaranya berat.
"Aku tidak apa - apa, Jenette. Aku hanya merasa sedikit pusing. Mungkin karena semalam aku tertidur disini, makanya aku terlihat pucat. Bolehkah kau membantuku ke kamar?"
"Iya, nyonya."
Jenette memegangi lengan Mira dan menuntun wanita itu berjalan ke arah tangga menuju ke kamarnya.
"Berbaringlah nyonya." ucap Jenette ketika mereka sudah berada di tempat tidur. "Anda harus beristirahat. Saya akan membawakan makanan kesini."
"Ok. Ngomong - ngomong, apakah George tidak pulang semalam?" tanya Mira penasaran.
"Ya, sepertinya tuan tidak pulang nyonya." jawab Jenette sambil menarik selimut ke atas, menutup tubuh Mira.
"Oh." kata Mira singkat sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. Tiba-tiba ia merasa mual. Ia menendang selimut lalu segera turun dari tempat tidur dan setengah berlari ke kamar mandi.
Mira muntah - muntah.
Jenette mengikuti Mira lalu mengusap punggung wanita itu dengan tangannya secara perlahan. "Sebaiknya anda di periksa dokter," saran Jenette. "Saya akan memanggil dokter Alex kemari."
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku baik - baik saja. Mungkin karena kemarin aku makan terlalu banyak, makanya aku jadi muntah - muntah. Mungkin
penyakit asam lambung ku kambuh. Ini tidak apa - apa. Aku hanya perlu minum teh hangat lalu tidur." kata Mira.
"Benarkah anda baik - baik saja, nyonya ?" kata Jenette lagi, seolah tidak percaya dengan perkataan Mira.
"Iya, aku baik - baik saja. Aku yakin aku akan langsung pulih ketika aku sudah minum teh hangat dan tidur." ucap Mira meyakinkan Jenette.
"Baiklah kalau begitu. Saya akan membuat teh hangat dan mengantarkannya kesini."
Jenette pun keluar menuju dapur.
Sebelum kembali berbaring di tempat tidur, Mira mandi untuk menyegarkan diri. Mandi tidak akan membuatnya semakin parah. Dia kan tidak sakit. Dia hanya merasa lelah, pusing dan mual.
Hari berganti hari. Selama beberapa hari, keadaan Mira masih tetap begitu. Ia masih merasa pusing dan mual, hingga badannya lemah. Ia memang bisa makan. Tetapi setelah selesai makan, ia segera memuntahkan makanan itu. Mungkin itulah yang membuat Mira lemah dan pucat.
Sudah satu minggu Mira tidak melihat atau mendengar kabar apapun dari George, suaminya. Dan satu minggu terasa selamanya bagi Mira. Ia tidak bisa beraktifitas dengan baik. Ia pun tidak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam. Ia hanya berbaring di tempat tidur, menatap langit - langit kamar seraya berpikir dan bertanya - tanya, dimana sebenarnya suaminya berada?
Mira sudah beberapa kali menelepon George. Namun, George tidak pernah mengangkat teleponnya. Perasaan sedih dan khawatir melanda Mira. George pasti masih marah, pikir nya. Tetapi, apakah George tidak bisa memaafkannya? Apakah George sudah menyerah dengan pernikahan dan rumah tangga mereka?
Hati Mira hancur setiap kali memikirkan hal itu. Seandainya memang George sudah menyerah, itu bukan kesalahannya. Tetapi Mira tidak akan menyerah dengan mudah. Ia masih berniat untuk berjuang. Ia akan berjuang mati - matian, apapun akan dilakukannya untuk kembali menyatukan hubungan mereka. Bukankah cinta itu memang butuh perjuangan ?
Pintu kamar berayun terbuka. Mira memandang ke arah pintu lalu senyum gembira langsung tercipta di mulutnya. "George," kata Mira. "aku senang kau sudah pulang. Aku sangat merindukanmu."
Mata George berkilat menatap ke arah Mira. "Mengapa kau ada disini?" tanya George. Nada suaranya terdengar tidak senang.
Mira tidak percaya dengan apa yang baru dikatakan George. "Oh Tuhan, George. Tentu saja aku harus berada disini karena aku masih istrimu. Aku masih berhak tinggal disini, walaupun ini bukan rumahku."
"Kau sama sekali tidak memiliki hak apapun, Mira. Aku tidak mau kau berada disini. Lagipula, aku tidak membutuhkan mu lagi." kata George tajam.
Hati Mira sakit seperti tertusuk pedang. Saat cairan bening jatuh dari matanya, semuanya terasa gelap. Dan saat itu juga Mira jatuh pingsan.
Apa sebenarnya yang terjadi pada Mira?
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Hai semua.
Bagaimana episode kali ini?
Tinggalkan komentar nya ya.
Jangan lupa juga Like dan VOTE nya.
__ADS_1
Poin dan Koin, keduanya sangat diharapkan.
Terima kasih 😘💕