My Crazy Client

My Crazy Client
BAB 29


__ADS_3

Selamat membaca . . .


Setelah pelayanan yang sempurna, pasti George tidak akan mengkhianatiku. Pasti dia akan setia pada hubungan kami. Dan mungkin juga George akan sedikit bersikap terbuka. Demikianlah pikir Mira.


Jadi seharusnya tidak masalah jika setelah ini ia akan mengajukan pertanyaan pada George.


***


Ketika keduanya selesai dengan aktifitas menggairahkan, mereka langsung memakai pakaian dengan cepat lalu George menggendong Mira, membawanya ke atas, ke kamar mandi didalam kamar. "Ayo mandi bersama." ajak George.


"Ok," kata Mira singkat dan jelas.


"Dan mungkin kita bisa melanjutkan aktifitas kita yang tadi," goda George.


Mira tersenyum gembira. "Dengan senang hati. Aku disini hanya untukmu."


Mereka kembali melanjutkan aktifitas menggairahkan mereka dibawah pancuran air hangat. Setelah itu barulah mereka mandi, membersihkan diri dari segala kelengketan yang ada pada tubuh mereka.


***


Sebelum tidur, Mira memberanikan diri bertanya pada George. "Apa aku bisa bicara denganmu ? Maksudku, ini tentang hal yangย personal."


"Apa itu?" George balas bertanya sambil menatap ke arah Mira.


Mira menarik napas dalam - dalam lalu kembali mengeluarkan suaranya. "Mmmm... Siapa sebenarnya Valeri Rowland itu ? Apa kau pernah berkencan dengannya ? Apa yang kalian bicarakan tadi pagi ? Mengapa dia langsung pergi begitu saja ? Apa terjadi sesuatu tadi?"


Alis George berkerut. "Banyak sekali pertanyaanmu. Aku sampai pusing mendengarnya!"

__ADS_1


"Maaf," kata Mira pelan.


"Kenapa minta maaf ? Kau kan tidak melakukan kesalahan." George berputar, memiringkan badannya menghadap Mira. "Apa kau cemburu pada Valeri?" tuduh George.


Mira sama sekali tidak terkejut mendengar tuduhan George karena itu memang benar. "Aku benci mengakui ini, tapi ya. Aku cemburu padanya. Tidak banyak yang aku tahu tentang dirimu sayang. Bahkan wanita - wanita yang pernah berhubungan denganmu, tak satu pun dari mereka aku kenal."


"Kau tidak perlu mengenal mereka. Mereka tidaklah penting."


"Ini bukan soal penting atau tidak sayang. Pokoknya aku harus tahu. Setidaknya dimulai dulu dari siapa Valeri itu." paksa Mira.


"Baiklah. Tenangkan dirimu sayang."


Mendengar panggilan sayang dari George untuknya membuat hati Mira berbunga - bunga hingga senyum manis tersungging di bibirnya, dan garis lesung pipi yang berbentuk bulan sabit pun terpampang jelas.


"Oh, berhenti merayuku dengan lesung pipimu." kata George.


George membuka mulutnya dam tertawa. "Oh, sayang. Jangan memasang wajah seperti itu. Kau sangat lucu." Tidak dapat menahan diri, akhirnya George pun mencubit pelan pipi Mira.


"Kalau begitu bisakah kita kembali ke topik awal? Bisakah kau segera menjawab pertanyaanku tadi?"


"Oh ya, tentu."


George memejamkan matanya selama beberapa detik, seolah pria itu sementara mengumpulkan kekuatan. Saat George membuka matanya, ia kemudian berkata, "Valeri adalah adik dari temanku Brad Rowland. Dapat dikatakan kami tumbuh besar bersama, karena dulu Brad adalah tetanggaku. Val memang memiliki perasaan lebih terhadapku. Ia bahkan secara terang - terangan mengakuinya. Aku memiliki hubungan dengan beberapa wanita tentu saja. Tapi yang satu wanita yang yang benar-benar aku cintai. Namanya Nicole Harlan. Dia seorang model. Tapi setelah hubunganku dengan Nicole putus, Valeri secara sukarela menawarkan diri menjadi pengganti Nicole. Ia bahkan dengan senang g hati membantu merawatku saat aku sakit pada waktu itu. Tapi aku tetap tidak bisa menerima perasaan Valeri. Aku hanya menganggap dia seperti adikku sendiri."


George mengambil napas dalam - dalam sebelum meneruskan pemberitahuannya. "Dulu aku pernah sakit. Mungkin dari luar aku terlihat kuat. Tapi sebenarnya aku lemah. Aku tidak mudah jatuh cinta pada seorang wanita. Tapi ketika aku sudah jatuh cinta, perasaanku menjadi begitu kuat dan dalam. Dan kala itu aku tidak pernah berpikir bahwa Nicole akan berselingkuh. Aku bahkan tidak percaya kalau wanita itu benar-benar telah mengkhianati ku. Dengan semua yang telah aku berikan padanya dan dengan semua yang telah terjadi diantara kami, tentang cinta yang menggebu - gebu tentu saja, semua itu nyatanya itu tidaklah cukup." George tersenyum masam ketika ia mengenang masa lalunya. "Satu tahun kemudian


Mira menatap George dengan sorot mata tampak terkejut tetapi kilatan kebahagiaan juga ada disana. Ia sungguh tidak menyangka bahwa George telah memberitahunya tentang masa lalu pria itu. Ia pun tersenyum. "Tidak ada seorangpun yang pernah berpikir bahwa hubungan asmara yang mereka jalani akan berakhir karena adanya orang ketiga. Bukan karena kita bodoh atau karena kita buta. Hanya mungkin itu sudah takdir yang harus kita jalani. Ingat! Aku juga pernah mengalaminya." kata Mira.

__ADS_1


George menatap Mira dengan tatapan sendu. "Ya, itu memang benar. Tapi aku sungguh bodoh. Setelah hubungan asmaraku dengan Nicole kandas, aku mengalami sakit gangguan jiwa ringan. Aku menjadi tidak bersemangat menjalani hidup. Bahkan waktu itu aku nyaris bunuh diri. Aku kehilangan nafsu makanku hingga bobot badanku turun drastis. Aku sampai melukai diriku dengan gunting. Entah mengapa aku mengiris urat nadiku dengan barang itu. Bodohnya aku!"


Jeda sejenak.


Sesungguhnya ini bukan cerita yang dapat di bagi George dengan mudahnya kepada orang lain. Masa lalunya tragis. Sampai sekarang pun ia masih mengasihani dirinya sendiri, mengapa ia sampai sebodoh itu.


Mira tidak tahu bagaimana harus merespon kata - kata George. Tidak dengan kata - kata, tapi dengan tindakan berbeda lagi. Ia bisa melakukan sesuatu untuk menunjukkan bahwa ia peduli terhadap suami nya itu.


Mira beringsut mendekatkan tubuhnya ke arah George dan mengangkat tangannya menyentuh lembut pipi suaminya itu. "Sekarang, untuk hubungan kita, kau tidak perlu khawatir dan takut. Percayalah bahwa aku tidak akan mengkhianatimu apapun yang terjadi. Bukan karena aku tahu bagaimana sakitnya dikhianati, tetapi karena aku mencintaimu. Sungguh - sungguh mencintaimu. Aku senang bisa bertemu denganmu, walaupun pertemuan kita waktu itu karena sebuah insiden. Aku tidak menyesal. Aku akan setia pada mu, sayang."


George tidak hanya tercengang mendengar ucapan Mira tetapi juga senang juga menghiasi hatinya. "Satu tahun kemudian, aku sembuh tetapi aku berubah menjadi pria brengsek. Setelah aku sembuh, aku sama sekali tidak berniat menjalani hubungan serius dengan wanita yang aku kencani. Aku hanya bermain - main dengan mereka. Lebih tepatnya aku hanya memanfaatkan mereka. Jika ada wanita yang mulai menunjukkan minat terhadap hubungan yang lebih dari sekedar teman kencan, sesegera mungkin aku mencampakannya. Tapi ketika mom meminta ku untuk segera menikah dan ketika aku bertemu denganmu, semuanya benar-benar berubah. Aku juga senang bertemu denganmu dan mengenalmu. Tapi lebih dari pada itu, aku bersyukur karena bisa menjadikanmu istriku. Terima kasih, kau memberiku kesempatan untuk hidup berdampingan dengan mu. Dan percayalah, apapun yang terjadi aku pun sama halnya dengan mu. Aku tidak akan mengkhianati mu. Aku akan setia."


Melegakan sekali mendengar ucapan George. Meski pria itu belum mengatakan bahwa ia juga mencintai Mira, tapi dengan sikapnya yang mulai terbuka seperti ini sudah cukup membuat Mira senang.


Hubungan George dengan Nicole dan dengan beberapa wanita adalah masa lalu. Tapi sekarang hubungan nya dengan Mira adalah masa depan. Mereka baru saja memulai menjalani masa depan mereka.


"Mulai sekarang, apapun yang terjadi padamu ceritakanlah semuanya padaku. Aku ingin kau membagi beban mu denganku. Jangan sedih dan tersiksa sendirian. Itu bukanlah hal yang bagus. Jadikanlah aku sandaran hatimu." pinta Mira.


George memeluk tubuh Mira dengan erat dan mendaratkan ciuman lembut di dahi, pipi dan bibir wanita itu sebagai tanda kalau dia setuju dengan permintaan istri nya itu.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Hai semua...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Makasih ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2